Laman

Selasa, 08 November 2016

tt1 C 9b “ISTRI DAN KETURUNAN SEBAGAI PENYEJUK HATI” (Q.S Al- Furqon[25];74)

SUBJEK PENDIDIKAN “LANGSUNG”
“ISTRI DAN KETURUNAN SEBAGAI PENYEJUK HATI”
(Q.S Al- Furqon[25];74)


Qonita Lutfia (2021115155)
Kelas C

FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2016



Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Puji syukur kepada sang ilahi robbi yang mana atas berkat dan Rahmat-Nyalah kami menyelesaikan makalah ini, tak lupa sholawat serta salam marilah kita limpah curahkan kepada Guru besar kita yakni Nabi Muhammad saw, tanpa adanya beliau mungkinlah kita terbebas dari zaman kebodohan.
Makalah ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi I. Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih kami sampaikan kepada
·     Bpk. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M Ag selaku rektor IAIN Pekalongan
·     Bpk. Muhammad Hufron, M.S.I selaku dosen pengampu mata kuliah Tafsir Tarbawi I
·     Orang Tua yang sudah mendukung saya dalam mengikuti perkuliahan ini
·     Teman-teman yang saya banggakan
Manusia pasti memiliki kekurangan seperti halnya dalam pembuatan makalah ini pun kami banyak sekali kekurangan. Untuk itu, kami selalu mengharap kritik dan saran dari pembaca guna kemajuan bersama.
Sebelumya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya mengucapkan banyak terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb



Pekalongan, November 2016
Penulis

Qonita Lutfia


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                 2
DAFTAR ISI                                                                               3
BAB I
PENDAHULUAN                                                                       4
BAB II
PEMBAHASAN                                                                         6
BAB III
PENUTUP                                                                                   11
DAFTAR PUSTAKA                                                                  12
DATA DIRI PENULIS                                                               13



BAB I
PENDAHULUAN

1.   Latar Belakang
Pada surat Al-Furqon ayat 63-77 menggambarkan, bahwa ada sebelass sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Menurut Allah, orang-orang yang beriman yang memiliki sebalas sifat tersebut memperoleh gelar ibadurrohman, yaitu hamba-hamba Allah yang akan mendapat rahmat yang peling besar disisi Allah SWT. Ramat-rahmat Allah yang paling besar yaitu keududukan atau derajat-derajat yang paling tinggi yang diproleh oleh mereka di surga kelak.
Orang-orang yang beriman itu harus melaksanakan seluruh kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada mereka, apabila mereka melalaikan kewajiban-kewajiban tersebut, maka mereka akan mendapatkan siksaan yang amat perih dari Allah SWT. Sebaliknya, apabila mereka meninaikan kewajiban-kewajiban yang diberikan tersebut, maka mereka akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
2.   Judul
Obyek Pendidikan “LANGSUNG”, Istri dan Keturunan sebagai Penyejuk Hati
3.   Nash
وَالَّذِيْنَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلمُتَّقيْنَ اِمَامَا(٧٤)
4.     Artinya
Dan orang-orang yang berkata “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati(kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa”

5.     Arti Penting yang Dikaji
Sebagaimana halnya ciri surah-surah makiyah, yang secara umum berbicara tentang akidah (kepercayaan), demikian juga halnya dengan surah ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 hal pokok yang diutarakannya:
a.        Al-Qur’an dan kebenaran Rosulullah saw, serta kedudukan beliau disisi Allah swt.
b.       Keniscayaan Hari Kiamat, tujuan, ganjaran, dan balasan ketika itu.
c.        Pembuktian tentang kekuasaan Allah swt
d.       Sifat-sifat terpuji hamba-hamba Allah swt.
Surah ini bertujuan mengantar manusia memercayai akidah Al-Qur’an dan membuktikan buah keyakinan itu dalam praktik hidup mereka yang intinya adalah bahwa seorang mukmin tidak sama dengan orang kafir. Karena itu, terdapat dalam ayat-aayatnya uraian tentang perbedaan mereka dengan hamba-hambaNya yang durhaka [ayat 67 dan seterusnya].
Bagi Rosulullah saw, surah ini bertujuan menenangkan hati Beliau serta meneguhkannya menghadapi sikap keras kepada kaum musyrik Makkah.



BAB II
PEMBAHASAN

1.     Teori dari buku
Pengertian Istri
Istri berasal dari bahasa Sansekerta Stri yang artinya wanita atau perempuan. Yaitu seorang perempuan yang sudah menikah atau dinikahi.
Bir Al-Walidain
Birr  berasal dari kata Bahasa Arab yang berarti Taat dengan mempergaulinya secara baik atas dasar cinta dan kasih sayang. Menurut imam nawawi birr al-walidain itu adalah berbuat baik kepada kedua orang tua, bersikap beik kepadanya serta melakukan hal-hal yang dapat membuatnya bahagia serta berbuat baik kepada teman dan sahabat-sahabat keduanya.
Penyejuk Hati
Penawar atau obat gundh dan segala  masalah rohani dan jasmani. Bisa juga disebut dengan kebahagiaan.
2.     Tafsir dari buku
a.     Tafsir Al-Lubab
            Ayat 74 mengakhiri uraian tentang sifat ‘Ibad ar-Rahman dengan menampilkan perhatian mereka kepadankeluarga serta masyarakat melalui do’a yang mereka panjatkan bahwa: “Tuhan Pemelihara kami! Anugerahilah Kami, dari pasangan-pasangan hidup kami, yakni suami atau isteri kami serta anaj keturunan kami. Kiranya mereka semua menjadi penyejuk-penyejuk mata kami dan orang lain melalui budi pekerti dan karya-karya yang terpuji, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.”[1]
b.     Tafsir Jalalain
وَالَّذِيْنَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلمُتَّقيْنَ اِمَامَا(٧٤)
وَالَّذِيْنَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا ( Dan orang-orang yang berkata :”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami) ia dapat dibaca secara jamak sehingga menjadi zurriyyatinaaقُرَّةَاَعْيُنٍ  (sebagai penyenang hati kami) artinya kami melihat mereka selalu taat kepada-Mu وَجْعَلْنَا مُتَّقِينَ اِمَامًا (dan jadikanlah kami Imam bagi oramg-orang bertaqwa) yakni pemimpin dalam kebaikan.[2]
3.               . Aspek Tarbawi
·       Seorang istri harunya memberi contoh akhlak yang baik kepada buah hatinya
·       Patuh dan taat kepada suami
·       Seorang anak yang wajib berbalas budi kepada orang tua yang telah mengasihinya
4.               Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
·       Seorang istri harus ikhlas dengan tanggung jawab pekerjaannya dalam berumah tangga
·       Menerima dengan ikhlas nafkah dari sang suami
·       Seorang istri wajib taat kepada suami
·       Seorang anak wajib melaksanakan perintah kedua orang tuanya




BAB III
PENUTUP


·       Kesimpulan

Dalam surat Al-Furqon ini menggambarkan, bahwa ada sebelas sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Menurut Allah swt, orang-orang beriman memiliki sebelas sifat tersebut memperoleh gelar ibaddurrohman, yaitu hamba-hamba Allah yang akan mendapatkan rahmat yang paling besar disisi Allah swt. Rahmat-rahmat Allah yang paling besar terebut yaitu kedudukan atau derajat-derajat yang paling tinggi yang diperoleh oleh mereka di surga kelak.


DAFTAR PUSTAKA
Shihab Quraish. 2012. Al-Lubab. Tangerang: Lentera Hati.
Jalaluddin Imam. 2010. Terjemahan Tafair Jalalain. Bandung: Sinar Bari Algensindo.



PROFILE
Nama                               : Qonita Lutfia
NIM                                 : 2021115155
Tempat Tanggal Lahir     : Pekalongan, 12 Oktober 1997
Alamat                             :Capgawen Selatan, Kedungwuni, Pekalongan
Jenis Kelamin                  : Perempuan
Agama                             : Islam
Riwayat Pendidikan         :* SD N 06 Kedungwuni
 * Mts N Buaran Pekalongan ( MTsN 1 Pekalongan )
* MA. KH. Syafi’i Buaran Pekalongan
* PPMAB
* IAIN Pekalongan



[1] M. Quraish Shihab,  Al-Lubab, Tangerang: Lentera Hati, 2012
[2] Imam Jalaluddin Al-Mahalli, Terjemahan Tafsi Jalalain, Bandung: Sinar Bari Algensindo, 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar