Laman

Sabtu, 15 Oktober 2011

geng membentuk moral anggotanya


Naila Izzah
GENG
           
     Pergaulan pada zaman sekarang bermacam-macam gaya, salah satunya yaitu Geng. Geng ialah bentuk pertemanan berkelompok yang hanya berinteraksi pada orang yang ada pada kelompok itu saja. Dilihat dari pengertian tersebut, menurut saya pergaulan jenis geng ini kurang baik karena mayoritas hanya mementingkan kelompoknya dahulu dan kurang bersosialisasi dengan teman yang lain juga terdapat unsur pilih kasih teman, tentunya ada kecemburuan atau iri dari bermacam-macam segi dari teman yang lain dan biasanya ada rasa sombong yang timbul karena adanya rasa lebih tinggi dari teman ataupun geng lain dan secara tidak langsung akan timbul persaingan dari satu geng ke geng lain agar menjadi geng yang dikenal.
 
       Rasa kegelisahan saya muncul apabila berpikir pergaulan jenis geng semacam ini akan menghilangkan tujuan awal pembelajaran (misalnya disekolah) karena seringnya para anggota geng ini lebih mementingkan hal-hal yang kurang penting demi gengnya (misalnya penampilan,benda-benda yang ngetrend dan lain sebagainya).

        Pergaulan jenis ini kini mulai tersebar luas di berbagai macam lingkungan,dan tak ketinggalan pula dilingkungan sekolah ataupun kuliah. Anak-anak sekolah ataupun mahasiswa mayoritas bergaul dengan pergaulan  jenis geng karena dianggap lebih asyik dan ngetrend. Dikampus yang aturannya tidak seketat SMA, SMP, dan SD atau sederajat, jenis geng ini sangat kental terasa.

          Geng juga bisa membentuk suatu moral yang positif ataupun negatif, menurut saya biasanya seseorang akan lebih mudah terpengaruh kepada teman pergaulannya daripada keluarganya, hal itu akan membentuk suatu moral pada orang tersebut.

      Hal yang dikhawatirkan dari sebuah geng adalah apabila didalam geng tersebut terdapat orang-orang yang kurang baik namun biasanya hal yang tidak baik itu lebih cepat tersebar dan ditiru dan menanamkan moral ataupun merubah moral yang tadinya baik menjadi buruk,dan tentunya juga berkurangnya sosialisasi dengan teman yang lain.contohnya seperti geng motor yang sering dikenal sebagai geng yang meresahkan masyarakat karena sering membuat keonaran dan kerusakan dimasyarakat.

       Namun bila dipandang dari kacamata lain,geng juga bisa menimbulkan hal yang positif yang mungkin bisa membantu orang lain dan bahkan bisa dimanfaatkan untuk kelompok belajar agar geng tersebut menjadi suatu kelompok yang bermanfaat.
           
        Saya percaya, bila suatu kelompok semisal geng apabila dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, maka hasilnya akan lebih baik karena manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Dan saya optimis bahwa geng-geng yang sudah ada bisa menjadi geng yang positif bila ada keinginan yang kuat dan usaha karena pada dasarnya sifat manusia itu baik.

Saya berharap semoga dikampus-kampus atau sekolah-sekolah khususnya yang berstatus pendidikan islam bisa menerapkan geng-geng yang bermanfaat untuk masing-masing anggota ataupun orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar