Laman

1111

Rabu, 22 Februari 2012

Kelas H makalah 2 : Masjid sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan


LEMBAGA PENDIDIKAN
FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT ILMU PENGETAHUAN

Disusun guna memenuhi tugas kuliah
                                         Materi Kuliah                         :  Hadist Tarbawi 2
                                         Dosen Pengampu                   :  M. Ghufron, M.S.I














                                                         Disusun oleh:       
                                              M. Syaifuddin  202109445
Kelas H


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2011

PENDAHULUAN

Pada masa klasik Islam, masjid mempunyai fungsi yang jauh lebih besar dan bervariasi dibandingkan fungsinya yang sekarang. Disamping sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat kegiatan sosial dan politik umat Islam. Lebih dari itu, masjid adalah lembaga pendidikan semenjak masa paling awal Islam. Masjid pula yang menjadi pilar utama pembangunan peradaban pada suatu negeri. Inilah yang dicontohkan Rasulullah ketika pertama kali beliau menginjakan kakinya di Madinah.
Mesjid adalah juga menempatkan pemeriksaan religius, diskusi dan debat, di samping bertindak sebagai tempat untuk perakitan dan pemujaan komunal, studi pribadi, dan meditasi. Dengan kata lain, mesjid adalah tempat di mana aspek yang religius macam hal bisa diselidiki dan dimana orang-orang bisa sepertinya untuk kebenaran religius, norma-norma, dan aturan, dan untuk bimbingan yang religius.


















PEMBAHASAN

A. Hadits
عن عبد الله بن عمر قال خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم من بعض حجره فدخل المسجد فإذا هو بحلقتين إحداهما يقرءون القرانويدعون الله والأخرى يتعلمون ويعلمون فقال لنبي وهؤلاء يتعلممون وإنما بعثت معلما فجلس معهم(رواه ابن ماجه فى السنن , كتاب المقدمة , باب فضل العلماء والحث على طلب العلم)

B. Terjemah Hadits
            “Dari Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah saw keluar pada suatu hari dari kamarnya kemudian msuk ke masjid, tatkala masuk beliau menjumpai dua kelompok, salah satunya sedang baca al qur’an, berdo’a pada Allah, dan lainnya sedang belajar mengajar. Kemudian nabi berkata, semuanya bagus, mereka yang membaca al qur’an dan yang berdoa pada Allah , jika Allah menghendaki Allah memberinya, dan Allah tidak menghendaki maka mencegahnya dan mereka yang belajar mengajar, sesungguhnya aku diutus untuk mengajar kemudian rasul duduk bersama orang yang sedang belajar.”[1]



C. MufrodatPenggalan Kata

خرج                 : keluar
فدخل                : maka masuk
بحلقتين             : dua kelompok
يقرءون             : membaca
يتعلمون                      : belajar
يعلمون             : mengajar




D. Biografi
 Abdullah adalah putra khalifah ke dua Umar bin al-Khaththab saudarah kandung Sayiyidah Hafshah Ummul Mukminin. Ia salah seorang diantara orang-orang yang bernama Abdullah (Al-Abadillah al-Arba’ah) yang terkenal sebagai pemberi fatwa. Tiga orang lain ialah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr bin al-Ash dan Abdullah bin az-Zubair.
Ibnu Umar dilahirkan tidak lama setelah Nabi diutus Umurnya 10 tahun ketika ikut masuk bersama ayahnya. Kemudian mendahului ayahnya ia hijrah ke Madinah. Pada saat perang Uhud ia masih terlalu kecil untuk ikut perang. Dan tidak mengizinkannya. Tetapi setelah selesai perang Uhud ia banyak mengikuti peperangan, seperti perang Qadisiyah, Yarmuk, Penaklukan Afrika, Mesir dan Persia, serta penyerbuan basrah dan Madain.
Az-Zuhri tidak pernah meninggalkan pendapat Ibnu Umar untuk beralih kepada pendapat orang lain. Imam Malik dan az-Zuhri berkata:” Sungguh, tak ada satupun dari urusan Rasulullah dan para sahabatnya yang tersembunyi bagi Ibnu Umar”. Ia meriwayatkan hadits dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Sayyidah Aisyah, saudari kandungnya Hafshah dan Abdullah bin Mas’ud. Yang meriwayatkan dari Ibnu Umar banyak sekali, diantaranya Sa’id bin al-Musayyab, al Hasan al Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, Ibnu Sirin, Nafi’, Mujahid, Thawus dan Ikrimah.
Ia wafat pada tahun 73 H. ada yang mengatakan bahwa Al-Hajjaj menyusupkan seorang kerumahnya yang lalu membunuhnya. Dikatakan mula mula diracun kemudian di tombak dan di rejam. Pendapat lain mengatakan bahwa ibnu Umar meninggal secara wajar.
Sanad paling shahih yang bersumber dari ibnu Umar adalah yang disebut Silsilah adz- Dzahab (silsilah emas), yaitu Malik, dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar. Sedang yang paling Dlaif : Muhammad bin Abdullah bin al-Qasim dari bapaknya, dari kakeknya, dari ibnu Umar.[2]

E. Keterangan hadist
Hadits diatas diriwayatkan oleh Abdullah ibn umar bahwa Sistem pengajaran di masjid, sering memakai sistem halaqah, yaitu guru membaca dan menerangkan pelajaran sedangkan siswa mempelajari atau mendengar saja, hampir mirip dengan sistem klasikal yang berlaku sekarang. Salah satu sisi baik dari system halaqah ialah pelajar-pelajar diminta terlebih dahulu mempelajari sendiri materi-materi yang akan diajarkan oleh gurunya, sehingga seolah-olah pelajar meselaraskan pemahamannya dengan pemahaman gurunya tentang maksud dari teks yang ada dalam sebuah kitab. Sistem ini mendidik palajar belajar secara mandiri.
Adapun metode yang digunakan adalah metode bandongan atau sorogan. metode bandongan adalah metode dimana seorang guru membacakan dan menjelaskan isi sebuah kitab, dikerumuni oleh sejumlah murid yang masing-masing memegang kitab yang serupa, mendengarkan dan mencatat keterangan yang diberikan gurunya berkenaan dengan bahasan yang ada dalam kitab tersebut pada lembaran kitab atau pada kertas catatan yang lain. Sedagkan metode sorogan merupakan metode dimana santri menyodorkan sebuah kitab dihadapan gurunya, kemudian guru memberikan tuntunan bagaimana cara membacanya. menghafalkannya, dan pada jenjang berikutnya bagaimana menterjemahkan serta menafsirkannya.[3]

F. Aspek Tarbawi
1. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah tapi juga sebagai tempat pendidikan.
2. Kita dalam belajar tidak boleh terlepas dengan memohon kepada Allah swt.
3. Kita tidak boleh membeda-bedakan antar golongan.















PENUTUP

            Bahwa tujuan pendidikan memang tidak mungkin dapat dicapai sepenuhnya dengan melalui berbagai kegiatan di sekolah dan pendidikan informal di lingkungan keluaraga. Akan tetapi sebagian tujuan pendidikan itu dapat dipenuhi dengan berbagai bentuk kegiatan pendidikan nonformal. Bagi masyarakat, ternyata pendidikan nonformal mampu menyediakan kondisi yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan Islam dan memberi motivasi yang kuat bagi umat Islam untuk menyelenggarakan pendidikan agama yang lebih baik dan sempurna. Lingkungan masjid yang kemudian berkembang menjadi pondok pesantren, dilengkapi dengan madrasah, merupakan lembaga pendidikan yang menjelma menjadi pusat pendidikan yang sangat penting.
Prestasi gemilang umat Islam di bidang ilmu pengetahuan tidak lepas dari peranan lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan oleh masyarakat muslim pada saat itu (khususnya penguasa).
Lembaga-lembaga pendidikan seperti Perpustakaan, observatorium, Baitul hikmah dan lain-lain berperan dalam proses transmisi ilmu pengetahuan (khususnya ilmu pengetahuan umum), yang pada-akhirnya berhasil menelurkan ilmuan-ilmuan muslim yang kompeten di bidangnya masing-masing.















DAFTAR PUSTAKA

http://usrahalarusi.kakiblog.com/
Majah, Ibnu. Tt. Sunan Ibnu Majah juz Awal. Semarang: Karya Toha Putra.


[1] Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah juz Awal, (Semarang: Karya Toha Putra, tt), h. 80-83.
                [2] http://ahlulhadist.wordpress.com, diunduh pada 20 Februari 2012.
[3] http://usrahalarusi.kakiblog.com/

7 komentar:

  1. anis tia mely azkiati (2021110367) kelas H

    bagaimana pendapat anda tentang fungsi masjid sekarang ini...
    karena pada zaman sekarang ini banyak orang yang berlomba-lomba membangun masjid tetapi mereka kurang bisa mengoptimalkan fungsi masjid itu sendiri.

    BalasHapus
  2. Masjid Harus Menjadi Pusat Perkembangan Peradaban

    Masjid tak hanya tempat ibadah melainkan sarana mencetak umat yang unggul. Karena itu, masjid diharapkan menjadi sebuah pusat perkembangan peradaban. Untuk mewujudkannya, paradigma masjid harus dikembangkan lebih luas yakni menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Perkataan tersebut dikemukakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Kota Sukabumi sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (18/2/2012). “Di masjid juga masyarakat dapat bertukar ilmu pengetahuan, bersilaturahim dan melaksanakan ibadah secara berjamaah," katanya seperti dimuat Republika.co.id

    Dalam kesempatan tersebut, Heryawan mengimbau masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat hendaknya mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad SAW akan pentingnya kesatuan dan persatuan umat serta nilai-nilai sosial. Ia juga mengharapkan pembangunan masjid ini dapat menjadi masjid peradaban.

    Menurut dia, masyarakat muslim harus memiliki masjid yang memadai untuk menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga fungsi masjid akan semakin penting sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan menempa keimanan.

    Sehingga, kata dia, keberadaan masjid menjadi cerminan kemajuan msayarakat sekitarnya. Sebagai pusat peradaban, masjid diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang bermoral sekaligus profesional.

    "Moral tanpa profesionalisme akan menjadikan generasi yang lugu dan mudah ditipu. Begitu pula profesional tapi tak bermoral, maka akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan," ujarnya.

    BalasHapus
  3. nama : Dian Akmaliana
    Nim : 2021110345
    kelas H

    bagaimana menurut anda tentang fenomena yang sering terjadi di masyarakat sekarang.saya sering melihat masjid menjadi tempat untuk tidur terkadang juga banyak orang yang mengecas handphone di masjid? bagaimana hukumnya?

    BalasHapus
  4. Mar'atus Solehah
    2021110362
    kls H
    mohon pemakalah memberikan penjelasan secara spesifik tentang tidak bolehnya kita membedakan antar golongan, kemudian bagaimana pendapat makalah jika masjid digunakan sebagai pusat belajar mengajar bukan dengan metode halaqoh atau dengan metode yang telah disebutkan diatas? karena kita tahu bahwa sekarang ini sudah banyak metode2 belajar mengajar yang ada.

    BalasHapus
  5. tapi kebanyakan banyak masjid besar2 n jamaa'hnya dikit

    BalasHapus
  6. adin refqi larenurifta 2021110359

    menurut pemakalah sendiri, bagaimana cara mengoptimalkan fungsi masjid itu sendiri sebagai pusat ilmu pengetahuan??

    BalasHapus
  7. purnomo 202109429 kls H
    mengapa qt harus meramaikan masjid ?
    amalan apa yang paling utama ketika di masjid ?

    BalasHapus