Laman

Kamis, 29 Maret 2012

A7-40 Rizki Handayani


MAKALAH
Hubungan Manusia Dengan Pencipta

Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Hadits Tarbawi II
                                        Dosen Pengampu : Muhammad Hufron Dimyati, M. S. I


 









Disusun oleh:
Rizki Handayani
NIM                : 2021110040
KELAS           : A

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA  ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
Iman adalah dasar, pokok, yakin, percaya kepada Allah, malaikatNya, RasulNya, dan hari kebangkitan.  Sedangkan Islam adalah tanda keyakinan atas apa yang dinyatakan dan diyakininya (menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, mengerjakan shalat, membayar zakat dan puasa ramadhan ). Sedangkan Ihsan adalah merasakan seolah-olah kita melihat Allah saat kita menyembahNya, dan yakin bahwa Allah melihat engkau.














BAB II
PEMBAHASAN
A. Hadist
عن ابي هريرة  قل: كان النبي صلي الله عليه و سلم بارزا يوما لناس فأتاه جبريل فقال: ما الإيمان قل: الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته و كتبه و بلقائه و رسله و تؤمن بالبعث قال: ما الإسلام قل: الإسلام أن تعبد الله ولاتشرك به شيئا و تقيم الصلاة و تؤدي الزكاة المفروضة و تصوم رمضان قال: ما الإحسان قل: أن تعبد الله كأنك تراه فأن لم تكن تراه فإنه يراك قال متى الساعة قل: ما المسئول عنها بأعلم من السائل و سأخبرك عن أشراطها إذاولدت الأمة ربها وإذا تطاول رعاة الإبل البهم في البنيان في خمس لا يعلمهن إلا الله ثم تلا النبي صلى الله عليه وسلم (إن الله عنده علم الساعة) الاية ثم ادبر فقل ردوه فلم يرواشيئا فقال هذا جبريل جاء يعلم الناس دينهم قل أبو عبدالله جعل ذلك كله من الإيمان.
B. Terjemah
       Dikabarkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa pada suatu hari Nabi SAW sedang tampak di hadapan orang-orang, tiba-tiba datang kepadanya seorang pria dan bertanya, “Apakah artinya iman?” Rasulullah menjawab, “Iman adalah percaya kepada Allah, kepada malaikat-Nya, Rasul-Nya, dan kepada kebangkitan.” Kemudian orang tersebut kembali bertanya, “Apa artinya islam?” Nabi menjawab, “Islam yaitu menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, menegakkan shalat, membayar  zakat, dan puasa ramadhan,”  Lalu dia kembali bertanya, “Apakah arti ihsan?” Rasul menjawab, “Ihsan ialah menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Dia. Biarpun engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau.” Orang tersebut bertanya lagi, “Kapankah hari kiamat?” Nabi menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya, tapi akan kuterangkan tanda-tandanya; yaitu apabila budak perempuan melahirkan majikannya, apabila pengembala unta telah bermegah-megah dalam gedung yang indah mewah; dan kiamat adalah salah satu dari lima rahasia Allah yang hanya Dia yang mengetahuinya.” Kemudian Rasulullah membaca, “Hanya Allah yang mengetahui hari kiamat.” Setelah itu orang tersebut pergi. Maka Nabi bersabda, “Panggilah dia kembali.” Akan tetapi mereka tidak melihatnya lagi. Rasul kemudian bersabda, “Itulah Jibril, dia mengajarkan agama kepada umat islam.”[1]
C. Mufrodat
بَارِزًا يَوْمًا ِلنَاسِ           = Muncul seorang laki-laki
            اْلِإيمَانُ                = Iman
            اْلإسْلاَمُ               = Islam
            اَلْإٍحْسَانُ             = Ihsan
            اَلسَاعَةً               = Kiamat
             لاَ يُعْلَمُهُنَ إِلاَ اللَهُ  = Hanya Allah yang tahu
            اَدْبَرُ                  = Pergi
             رُدُوْهُ                = Panggilah dia
D. Biografi Rowi
            Abu Hurairah r.a. dilahirkan 19 tahun sebelum Hijrah. Beliau 30tahun lebih muda dari Nabi. Nama beliau sebelum memeluk agama Islam tidaklah diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang mashyur adalah Abd Syams. Nama Islamnya adalah Abd al-Rahman. Beliau berasal dari qabilah al-Dusi di Yaman. Abu Hurairah r.a. memeluk Islam pada tahun 7 Hijrah ketika Rasulullah S.A.W. berangkat menuju ke Khaibar. Rasulullah sendirilah yang memberi julukan “Abu Hurairah”, ketika beliau sedang melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam itu semata karena kecintaan beliau kepadanya. Pada masa Muawiyah beliau diangkat menjadi gubernur Madinah. Dikota penuh cahaya (Al-Madinatul Munawaroh) ini pula ia menghembuskan nafas terakhirnya pada 57H/58H (676-678M) dalam usia 78tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga yakni hadits-hadits Nabi bak butiran-butiran ratna mutu manikam yang berjumlah 5374 hadits.[2]
E. Keterangan Hadits
            بَارِزًا يَوْمًا ِلنَاسِ (Muncul seorang laki-laki) adalah malaikat dalam wujud manusia. اْلِإيمَان  (Iman) percaya kepada Allah, malaikatNya, rasulNya, kitabNya, hari akhir, qadha-qadhar. اْلإسْلاَم (Islam) adalah menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, membayar zakat, dan puasa ramadhan.  اَلْإٍحْسَان  (Ihsan) menyembah Allah seolah-olah kamu melihat Dia, dan yakin bahwa Allah melihat kamu, dan Maha Tahu apa yang kamu kerjakan. ثُمَ اَدْبَرَ فَقَلَ رُدُوْهُ (Kemudian Nabi berbalik dan berkata “panggil kembali orang tersebut”) dalam hadits tersebut terdapat dalil bahwa malaikat dapat menyerupai seseorang selain Rasulullah yang dapat dilihat dan berbicara di hadapannya dan rasul mendengarnya. يُعَلم الناس دينهم  (“mengajarkan kalian agama kalian”) merupakan dalil bahwa pertanyaan yang baik dapat dinamakan ilmu dan pengajaran, karena yang keluar dari Jibril hanyalah pertanyaan, meskipun demikian dia disebut pengajar, dimana kita dapat mengambil faedahnya dari tanya jawab tersebut. قل أبو عبدالله (Abu Abdullah berkata) yang dimaksud adalah Imam Bukhari yang menyatakan “semua itu merupakan sebagian dari Iman”, yaitu Iman yang sempurna yang mencakup seluruh perkara ini.[3]
F. Aspek Tarbawi
1.      Hendaknya seorang guru memberikan kesempatan kepada muridnya untuk bertanya.
2.      Jika seorang guru ditanya tentang suatu permasalahan, hendaknya bersikap rendah diri, dan simpatik terhadap penanya.
3.      Pertanyaan yang baik adalah setengah dari ilmu, dimana kita dapat mengambil faedahnya dari tanya jawab tersebut.
4.      Sebagai umat islam kita harus meyakini adanya Allah, malaikatNya, Rasulnya, dan             kebangkitan.
5.      Merealisasikan islam dengan mengerjakan shalat, membayar zakat dan puasa ramadhan.
6.      Hendaknya saat kita shalat atau menyembah Allah, seolah-olah engkau melihat Dia, biarpun engkau tak melihatNya.
7.      Yaqin bahwa Allah senantiasa melihat kita, mengawasi kita dan tau segala sesuatu yang kita lakukan.
8.      Senantiasa berbuat baik, karna Allah selalu mengawasi kita, dan menugaskan dua malaikat untuk mencatat amal baik dan buruk kita.
                       

           












BAB III
PENUTUP
“Islam” disini sebagai nama setiap perbuatan yang tampak, dan kata “Iman” sebagai nama bagi keyakinan yang tersembunyi didalam hati. Ini tidak berarti bahwa perbuatan tersebut bukan termasuk dari Iman dan bukan berarti pembenaran hati tidak termasuk bagian dari Islam, karena semuanya adalah satu dan penggabungan antara keduanya dinamakan agama.





















DAFTAR PUSTAKA
Al-Asqalani, Ibnu Hajar. 2008. Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari . (Jakarta: Pustaka Azzam)
Ali Nashif, Syekh Manshur. 1991. Mahkota Pokok –Pokok Hadits Rasulullah SAW Jilid I. (Bandung: CV. Sinar Baru)
Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al manshuri. 2004. 40 Hadits tentang Keutamaan Ilmu. (Solo: Al Qowam)


[1] Al-Asqalani, Ibnu Hajar, Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2008), halm. 207-208
[2] Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al manshuri, 40 Hadits tentang Keutamaan Ilmu, (Solo: Al Qowam, 2004), halm. 56-57

[3] Al-Asqalani, Ibnu Hajar, Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2008), halm. 208-229

19 komentar:

  1. Nurul Fauziyah 2021110023_A

    tidak sedikit orang yang mengaku islam namun tidak mngerjakan syariat islm itu sndri, mnrut anda bgaimana kita mnanggapi fenomena dmikian? dan bgaimana agar kita mampu mnjd muslim yang taat dan yakin atas kuasa ALLAH shingga saat mnerima cobaan kita tdk menyalahkan ALLAH atas musibah tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @nurul fauziyah
      terimakasih pertanyaannya,
      sebagian orang islam pasti ada yang tdak mengerjakan syariat islam, dan sayapun jg pernah berbuat demikian, tetapi sebagai sesama muslim kita wajib mengingatkan apabila kita mengetahui seorang muslim berbuat tidak sesuai syariat islam dan walaupun org tsb tdak peduli dg nasehat kita, yg penting kn kita sdah mengingatkan.
      Dan agar kita njdi muslim yg taat hendaknya kita senantiasa mendekatkan diri kpd Allah, perbanyak ibadah, dan dikir, karena memperbanyak dikir itu menjauhkan kita dari perbuatan dosa sebab kita selalu ingat kepada Allah..

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Istikharoh 2021110037 A

    Bagaimana cara menanamkan iman,islam,ikhsan pada anak usia dini???

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Istikharoh
      Sebelumnya terimakasih pertanyaannya :)

      Menanamkan Iman, Islam, dan Ikhsan kepada anak memang gampang-gampang susah, perlu kesabaran ekstra karena sifat anak yang cenderung nakal dan susah untuk diatur kadang membuat kita kesal sendiri. Melakukannya pun bukan dengan menjejali anak dengan teori-teori tentunya, melainkan dengan praktek yang kita buat semenarik mungkin sehingga anak pun senang untuk mengikutinya.
      Hal ini bisa dilakukan dengan mengajaknya beribadah bersama kia setiap hari, dengan demikian diharapkan sedikit demi sedikit anak akan mengerti nilai-nilai islam itu sendiri.
      Demikian, Terimakasih :)

      Hapus
  4. 2021110003
    bagaimana cara kita beristiqomah agar selalu taat kepada Allah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Nadlifatul Ulya
      Sebelumnya terimakasih pertanyaannya :)

      Mengutip sedikit dari jawaban saya yang telah saya paparkan sebelumnya, :)
      agar kita menjadi muslim yg taat hendaknya kita senantiasa mendekatkan diri kpd Allah, perbanyak ibadah, dan dikir, karena memperbanyak dikir itu menjauhkan kita dari perbuatan dosa sebab kita selalu ingat kepada Allah..
      Demikian, Terimakasih :)

      Hapus
  5. Nama : Irma Hardika Saputri
    NIM : 2021110010
    Kelas: A

    Dalam makalah dijelaskan bahwa kita harus senantiasa berbuat baik karena Allah senantiasa melihat kita, sebagaimana kita juga mengetahui ada dua malaikat yang mencatat perbuatan kita. Namun terkadang kita bergaul dengan teman yang akhlaknya kurang baik, sehingga akan terbawa. Bagaimana agar kita tidak terpengaruh namun tidak menyinggung perasaan teman kita ??
    Syukroonn :)

    BalasHapus
  6. "Siapa yang mengenal dirinya,berarti mengenal tuhannya (ALLAH)" Bagaimana pendapat anda tentang kata kiasan tersebut?terima kasih

    dwi hafila 2021111367 A

    BalasHapus
  7. assalamualaikum wr.wb

    ubay 2021110012


    1. apa yang dimaksud dengan hubungan manusia dengan pencipta. tolong jelaskan.

    2.apa yang akan terjadi bila seseorang sudah benar2 iman islam dan ihsan seta telah mengetahui iman islam dan ihsan terseebut.

    3.adakah hubungan antara iman islam dan ihsan, tolong jelaskan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam wr. wb.
      Sebelumnya, terimakasih untuk pertanyaannya :)

      1. Hubungan manusia dengan pencipta (Habluminallah) tentu saja maksudnya berbeda dengan hubungan sesama manusia (Hablumminannas). Hubungan manusia dengan sang pencipta lebih condong kepada ibadah kita itu sendiri kepada Allah, karena pada hakekatnya manusia diciptakan semata-mata hanya untuk beribadah kepada Nya.
      2. Orang tersebut senantiasa akan menaati segala perintah Nya serta menjauhi segala apa yang diharamkan Nya
      3. Tentu ada, karena jika salah satu dari Iman, Islam, dan Ikhsan itu kualitasnya rendah maka akan mempengaruhi tingkat kestabilan kualitas yang lainnya.
      Demikian, terimakasih :)

      Hapus
  8. bismillah....
    Kita tdak akan pernah tau dengan cara apa Allah akan membinasakan kita,,dalam keadaan iman atau kafir,Syukur atau kufur..bgaimana caranya agar kita senantiasa diingatkan oleh Allah dlam stiap perbuatan maksiat kita,,dg harapan agar kita sllu berada dlm jalan-NYA????

    BalasHapus
  9. Dari aspek tarbawi anda pada point 3, mohon jelaskan apa maksud dari " pertanyaan yang baik itu adalah setengah dari imu"? mengapa demikian?
    terimakasih

    RIZQON BUDI SANTOSO
    2021110033

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Risqon Budi Santoso

      Sebelumnya terimakasih pertanyaannya :)

      Pertanyaan yang baik memang merupakan setengah dari ilmu. Karena dalam setiap kegiatan belajar, 1 pertayaan yang baik bisa menimbulkan dialog antar individu yang sedang melakukan kegiatan belajar tersebut, sehingga dari dialog itu kita bisa menarik kesimpulan (faedah) yang mana kesimpulan tersebut merupakan ilmu.
      Demikian, Terimakasih :)

      Hapus
  10. Melihat realita sekarang,tidak sedikit orang yang beramal atau beribadah itu benar-benar karena Allah, melainkan hanyalah mengharapkan imbalan ataupun ingin dipuji.bagaimanakah caranya supaya kita bisa beribadah itu benar-banar karena allah, dan tidak berharap sesuatu kecuali ridhonya Allah SWT????

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Eliya Sri Aisah
      Mohon Maaf agak sulit saya memahami maksud pertanyaan anda :)
      mungkin maksud anda adalah di jaman sekarang ini sedikit sekali orang yang beribadah hanya mengharapkan ridho Allah, benar demikian?
      Mohon revisi nya jika saya salah mengartikan ya :)

      Menurut pribadi saya, dengan menganggap harta serta semua yang kita punya adalah semata-mata titipan Allah, maka sikap ikhlas beribadah hanya untuk mengharapkan ridho Allah perlahan-lahan akan terpatri di dalam diri kita sehingga dalam menjalankannya kita tidak pernah mengharapkan imbalan atau pujian dari orang lain.
      Demikian, Terimaksih :)

      Hapus
  11. Bagaimana menurut anda jika seorang muslim tidak memiliki salah satu dari pilar agama, yaitu iman, islam ataupun ihsan?apakah yang akan terjadi?dan bagaimana caranya agar kita dapat meningkatkan iman,islam dan ihsan pada diri kita, sehingga dapat menjadi benteng dari setiap tindakan dan perbuatan yang kita kerjakan?Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pertanyaannya saudara Nur Kholis :)

      Iman, Islam, dan Ikhsan merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya memiliki ketiganya agar terjadi kesinambungan sehingga kelangsungan keislamannya bisa dipertahankan sampai akhir hayat. Sebagai contoh, orang yang Islam dan Ikhsan nya kuat lama-kelamaan akan pudar juga keislamannya apabila kualitas Iman nya masih lemah, sehingga dapat terpengaruh lingkungan luar,begitu juga seterusnya.

      Untuk meningkatkan kualitas Islam, Iman, serta Ikhsan yang kita miliki hendaknya kita senantiasa perbanyak dzikir agar selalu ingat kepada Allah.

      Demikian, Terima Kasih :)

      Hapus
  12. Bagaimana orang bisa dikatakan iman,ihsannya baik?
    terimakasih.

    risqyani sakinah
    2021110044

    BalasHapus