Laman

Sabtu, 24 Maret 2012

G6-35. Anna Irhamna

MAKALAH
PERINTAH UNTUK MENGAMATI ALAM SEMESTA
Mata Kuliah: Hadits Tarbawi 2
                                Dosen Pengampu : M.Ghufron,M.Si
 
 
 
 


STAIN
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Disusun Oleh :
Kelas : G
Anna Irhamna                       
2021110303
 
 
 
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam makalah ini, saya akan mempresentasikan makalah saya yaitu : “Perintah Untuk Mengamati Alam Semesta”, kaum mukmin yang iman mereka seperti sepotong emas yang dibakar, tetapi masih menunjukan kemurniannya tanpa berubah sedikitpun. Lalu tetap murni, lalu ditimbang dan tidak berkurang. Sesungguhnya orang islam yang paling utama adalah orang islam lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Berkaitan dengan makalah diatas, saya selaku pemakalah mencoba memaparkan tentang fungsi mempelajari perintah untuk mengamati alam semesta.
 

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Hadits Tentang
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ الْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُخَوَّنَ الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَحُّشُ وَقَطِيعَةُ الْأَرْحَامِ وَسُوءُ الْجِوَارِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ الْقِطْعَةِ مِنْ الذَّهَبِ نَفَخَ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا فَلَمْ تَغَيَّرْ وَلَمْ تَنْقُصْ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تُكْسَرْ وَلَمْ تَفْسُدْ قَالَ وَقَالَ أَلَا إِنَّ لِي حَوْضًا مَا بَيْنَ نَاحِيَتَيْهِ كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ إِلَى مَكَّةَ أَوْ قَالَ صَنْعَاءَ إِلَى الْمَدِينَةِ وَإِنَّ فِيهِ مِنْ الْأَبَارِيقِ مِثْلَ الْكَوَاكِبِ هُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهَا أَبَدًا.
 
 
Artinya :                                                                                                                                      
“Abdullah bin Amru bin Ash menceritakan kepadaku, bahwasanya dia mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya Allah membenci perbuatan keji dan perkataan keji”. Demi zat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, tidak akan terjadi kiamat sampai orang yang terpercaya dihianati dari penghianat dipercaya sehingga tampaklah perbuatan dan perkataan keji, pemutusan silatirrahmi dan hubungan bertetangga yang buruk. Demi zat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti sepotong emas, pemiliknya meniupnya namun emas itu tidak berubah dan tidak berkurang. Demi zat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti lebah, dia  memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik, hinggap namun tidak memecah dan merusak.” Beliau bersabda : “Ingatlah bahwa aku memiliki sebuah telinga yang antara dua tepinya seperti jarak antara Ailah ke Makkah atau antara Shan’a dan Madinah. Didalamnya terdapat kilauan seperti bintang, telaga itu lebih putih dari susu, lebih manis dari madu. Barang siapa yang minum darinya maka dia tidak akan merasa haus selamanya.[1]
 
 
B.  Mufrodat
 
مَثَلَ
Perumpamaan
الْمُؤْمِنِ
Seorang Mukmin
لَكَمَثَلِ الْقِطْعَةِ
Seperti Sepotong emas
 
C.  Biografi
Abdullah bin Amr bin Al-Ash As-Sahmi al-Qurasyi. Dia masuk islam sebelum bapaknya. Termasuk ahli ibadah dan ulama dari kalangan sahabat. Dia sudah pandai menulis pada masa Jahiliyah. Dia minta izin kepada Rasulullah untuk menulis apa yang dia dengar darinya, maka beliau mengizinkannya, dia ikut dalam beberapa peprangan dan menyebut dengan dua pedagangnya sekaligus dia membawa panji bapaknya pada perang Yarmuk. Mati syahid di Shiffin ikut pihak muawiyah. Muawiyah mengangkatnya sebagai gubernur di Kufah dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama. Dia meninggal pada tahun 65 H dan hadits-haditsnya yang dicantumkan kitab-kitab hadits sebanyak 700 hadits.[2]
D.  Keterangan Hadits
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang membahas materi energi dan interaksinya,dan merupakan bagian ilmu pengetahuan sedangkan ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang di kumpulkan melalui proses pengkajian yang dapat di terima oleh rasio.Keharmonisan alam adalah sejalan dan di sebabkan oleh adanya hukum yang menguasai alam.
             Hukum tersebut di takdirkan oleh Allah swt,yakni di buat bersifat pasti yang menurut istilah al-quran di sebut sunatullah.dalam al-quran terdapat banyak bukti bahwa al-quran berasal dari Allah,bahwa umat manusia tidak akan pernah mampu membuat sesuatu yang menyerupainya,salah satu bukti ini adalah ayat-ayat(tanda-tanda) al-quran yang terdapat di alam semesta.Al-quran juga memberi informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta.Alam semesta memiliki dimensi tak terbatas,tidak memiliki awal,dan tetap ada untuk selamanya,alam semesta tidak memiliki awal dan akhir.
 
E. ASPEK TARBAWI
1.Menjadikan Imam selalu bertambah dan berkurang.
2.Menjadikan adanya keyakinan dalam diri manusia.
3.Membuat manusia menjadi berfikir tentang alam semesta.
4.Menjadikan seseorang yang seimbang mampu mengemban amanaT Allah SWT.
5.Sebagai hamba Allah yang harus tuntut dan patuh kepada-Nya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
         Demikian yang dapat saya jelaskan tentang penciptaan alam semesta adalah sebuah konsep yang diabaikan para ahli astronomi.Alasannya adalah penerimaan umum atas gagasan bahwa alam semesta telah ada sejak waktu tak terbatas.Dalam mengkaji alam semesta,ilmuwan beranggapan bahwa jagat raya hanyalah akumulasi materi dan tidak mempunyai awal.Tidak ada momen “penciptaan”,yakni momen ketika alam semesta dan segala isinya muncul.alam semesta memiliki awal,bahwa alam diciptakan dari ketiadaan dan dimulai oleh suatu ledakan besar.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Daftar pustaka
 
Imam ahmad bin muhammad bin hambal.Musnad imam ahmad(jakarta:pustaka firdaus 2009)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


[1] Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Musnad Imam Ahmad. Hlm 512-514.
[2] http://abdullah-syauqi.abatasa.com/post/kategori/1540/renungan-hadits

16 komentar:

  1. M.Lendra 2021110299 G
    Apakah dalam Nash (Qur’an) juga terdapat ayat yang menjelaskan mengenai hukum Fisika, seperti : hukum archimedes, hukum kekekalan, hukum relativitas, dsb coba sebutkan beberapa ayat yang menerangkan hal tersebut….

    BalasHapus
  2. Moh.Zuhrufi Sani
    2021110322
    G

    Apa Fungsi mempelajari perintah untuk mengamati alam semesta yang berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits?

    BalasHapus
  3. 2021110312
    Jelaskan KORELASI hadits dan judul makalah?????
    Dan kenapa ilmu fisika dibawa-bawa.

    BalasHapus
  4. Lusiana Masithoh (2021110331)

    apa maksud dari alam semesta tidak memiliki awal dan akhir?

    BalasHapus
  5. 2021110310

    pengamatan alam semesta yg bagaimana yang bisa meningkatkan keimanan kita??apakh hanya teru menatap ke langit yg penuh dg kesunyian yg scr kasat mata tdk ada apa2...

    BalasHapus
  6. wido murni 2021110302 G
    mohon dijelaskan aspek tarbawi yang menyatakan bahwa Menjadikan Imam selalu bertambah dan berkurang?. kemudian Menjadikan adanya keyakinan dalam diri manusia?.(aspek tarbawi 1 & 2)

    BalasHapus
  7. Apakah dengan mengamati alam semesta akan menabah iman kita?
    yang notabenya kita sebagai orang awam
    Khafidzin 2021110311

    BalasHapus
  8. M. Haris Fahmi
    2021110323

    Bagaimana proses konkrit pengamatan alam semesta??

    BalasHapus
  9. mushonif
    2021110288

    apakah orang yg buta dan tuli tetap diperintahkan untuk mengamati alam semesta? apabila iya, bagaimana cara mengamatinya?

    BalasHapus
  10. labib ahmad

    2021110307


    bagaimana dengan orang-orang barat yang selalu mengamati dan meneliti semua ciptaan allah tapi tidak mau beriman kepada allah?

    BalasHapus
  11. faridah
    2021110314
    g

    dari hadits tersebut, bagian mana yang menyebutkan bahwa kita harus memperhatikan alam semesta. tolong jelaskan..thanx...

    BalasHapus
  12. jumaroh
    2021110295
    g

    tolong jelaskan korelasi dari masing-masing aspek tarbawi yang ada..thanx...

    BalasHapus
  13. Atina Mauila Safitri
    2021110284

    Dalam makalah disebutkan bahwa
    "alam semesta ada untuk selamanya".Lantas bagaimana dengan hari kiamat? Bukankah pada hari kiamat semuanya akan hancur termasuk alam semesta kecuali Allah?
    Mohon berikan penjelasannya!

    BalasHapus
  14. pengamatan alam semesta yang bagaimanakah yang harus kita lakukan???

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Abdul Hadi (2021110300)
    Apakah setelah kiamat alam semesta akan diciptakan kembali?
    karena kan Allah maha pencipta dan selamanya maha pencipta tak terbatas cuma sampai alam ini kiamat...

    BalasHapus