Laman

zzz

new post

Jumat, 30 Maret 2012

E7-39 Laelatul Masruro


MAKALAH

HADITS TENTANG BAHASA MANUSIA

Disusun Guna Memenuhi Tugas:
       Mata Kuliah                     : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu                    : Muhammad Hufron, M.S.I

                  





STAIN logo
 










Disusun Oleh  :
LAELATUL MASRURO
202 111 0224
Kelas E


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2011



BAB I
PENDAHULUAN


Setiap orang didunia ini tidak akan dapat hidup tanpa orang lain. Untuk itu manusia berinteraksi dengan orang lain. Dalam berinteraksi dengan manusia lain berarti manusia melakukan komunikasi baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu alat komunikasi  yang dipergunakan adalah bahasa. Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengungkapkan, menuturkan dan menyatakan sesuatu gagasan atau perasaan.
Bahasa adalah senuah sistem audio, visual, atau kumpulan simbol dari komunikasi dan dirangkum dalam berbagai aturan agar bahasa terssebut dapat dipakai. Bahasa dibangun dari lebih dari sekedar sekumpulan simbol. Bahasa juga terdiri atas tatabahasa atau sistem aturan yang digunakan untuk memanipulasi simbol-simbol. Saat kumpulan simbol yang dirangkum dalam aturan (tatabahasa) ekspresi sangat penting, karena ekspresi tubuh khususnya wajah adalah bahasa yang sangat sederhana dan paling primitif yang digunakan oleh manusia sampai sekarang.



















BAB II
PEMBAHASAN


A.    MATERI HADIST

عن ز ين ثا بت قال :( أمر ني رسولا الله صلى الله عليه وسلّم أن أتعلّم له كلمات من كتاب يهود قال انّى والله ما امن يهود على كتابي قال فما مرّ بي نصف شهر حتّى تعلّمته قال فلمّا تعلّمته كان اذا كتب الى يهود كتبت إليهم وإذا كتبوا إليه قرأت له كتابهم) قال أبوعيسى هذا حديث حسن صحيح وقد روي من غير هذا الوجه عن زيدبن ثا بت رواه  الا عمش عن ثابت بن عبيد الانصاريّ عن عن زيدبن ثا بت قال أمرني رسولا الله صلى الله عليه وسلّم أن أتعلّم السريانية
   
(رواه الترمذي فى الجامع, كتاب الاستئذان والاداب عن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم, باب ما جاء فى تعليم السريانية)



B.     TERJEMAHAN HADITS

Zaid bin tsabit berkata : ‘’ Rasulullah memerintahkan aku agar belajar untuk beliau bahasa kitab orang yahudi dan beliau bersabda, ‘’ Sesungguhnya aku demi Allah, aku tidak merasa aman kepada orang yahudi terhadap surat ku (Baik dalam membacanya maupun menulisnya, dia berkata : maka tidak lewat setengah bulan aku belajar sehingga selesai aku mempelajarinya, maka aku menulis kepada mereka, dan apabila mereka berkirim surat kepada beliau, maka aku membaca surat mereka untuk beliau’’. [1]





C.     MUFRODAT

Memerintahkan aku
أمر ني
Belajar
أتعلّم
Setengah
نصف

D.    BIOGRAFI PEROWI

Zaid bin tsabit, lahir di Madinah, 11 SH/611M-45H/655M. Seorang sahabat nabi saw. Dari kaum ansar dan berasal dari suku khazraj. Nama lengkapnya ialah Abu kharijah Zaid bin tsabit bin ad-Dahhak bin zaid bin Amr bin Abd Manaf  bin Ganam bin Malik bin an-Najjar al-Ansari al-Khazraji. Ayahnya wafat ketika ia berusia 11 Tahun(6 tahun menurut sebagian riwayat). Ibunya bernama Nawar binti Malik bin Mu’awiyah bin Adi bin Amir bin Ghanm bin Adi dan berasal dari Bani Najjar.
Sejak masa muda, Zaid bin sabit sudah hafal surat dan ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika berada di Madinah. Ia diangkat menjadi sekretaris Nabi SAW untuk menulis wahyu yang turun dan menulis surat-surat kepada orang Yahudi. Ia sangat cerdas dan cepat memahami bahasa asing. Bahasa Yahudi, menurut satu riwayat, dipelajarinya dalam waktu 17 hari. Kecerdasan dan luasnya pengetahuannya membuat ia dijuluki “ulama masyarakat”. Ia juga terkenal sebagaiahli ilmu fara’id (pembagian harta pusaka),sehingga ada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan, “Yang paling ahli dalam ilmu fara’id di antara kalian adalah Zaid bin Sabit” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad Hambal).
Zaid bin Sabit merupakan ulama pada masanya. Abdullah bin Abbas, misalnya, sering mendatangi rumahnya untuk berguru,padahal Abdullah bin Abbas sendiri dikenal sebagai Bapak Para musafir Al-Qur’an. “Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi, kata Ibnu Abbas ketika ditanya orang, mengapa ia selalu mendatangi rumah Zaid bin Sabit. Suatu ketika, Abdullah bin Abbas memegang pelana kuda yang akan dinaiki Zaid, tetapi Zaid mencegahnya karena hal itu dipandang terlalu memuliakannya. Ibnu Abbas menjawab, “Kemudian Zaid mengambil tangan Ibnu Abbas dan menciumnya sambil berkata, “beginilah kami disuruh memuliakan keluarga Nabi kami”.
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Zaid memegang peranan penting dalam urusan pemerintahan di Madinah. Ia pernah dipercaya untuk menguus pemerintahan ketika Umar bin Khattab dan Usman bin Affan melaksanakan ibadah haji. Dia mendampingi Umar bin Khattab keika menerima penyerahan pintu Yerusalem dan pernah diutus untuk mengurus masalah harta rampasan setelah Perang Yarmuk (20 Agustus 636). Ia membuat daftar nama-nama orang yang akan duduk di dewan yang dibentuk oleh khalifah Umar. Ia juga pernah menjadi kadi Madinah dan menteri urusan keuangan pada masa pemerintahan Usman. Sepeninggal Usman, Zaid bersikap menjauh dari Ali bin Abi Talib, meskipun ia tetap menaruh hormat kepadanya. Zaid juga dikenal sebagai rawi hadis. Dalam Sahhain (Kitab hadis Bukhari dan Muslim) terdapat 92 hadis yang diriwayatkan melalui Zaid bin Sabit.[2]

E.     KETERANGAN HADIS

Dalam hadis ini Nabi SAW menganjurkan Zaid Ibn Tsabit untuk mempelajari bahasa Suryani. Muncul sebuah pertanyaan, kenapa Nabi SAW menganjurkan sahabat dan sekretaris beliau tersebut mempelajari bahasa Suryani? Dari sejarah peradaban dapat diketahui bahwa, banyak ilmu-ilmu Yunani telah diterjemahkan kedalam bahasa Suryani, misalnya filsafat, astronomi, matematika, kedokteran, dan lain-lain. Ini berarti bahwa, Nabi SAW menganjurkan umat Islam mempelajari filsafat, astronomi, matematika dan kedokteran yang terdapat dalam bahasa Suryani tersebut.[3]
Pendalaman bahasa asing apabila anak telah menguasai bahasa Arab dengan baik dan telah menghafal sebagian Ayat Al-Qur’an dan Al-Hadis,maka tidak ada salahnya anak didorong untuk mempelajari bahasa asing. Denagan tujuan agar mampu membuka wawasan pengetahuannya lebih luas lagi. Diharapkan juga sejak usia dini mereka sudah mulai mengenal kunci pengetahuan dunia selain Islam. Tidak saja terbatas pada upaya untuk menambah wawasan pengetahuan mereka tapi juga penguasaan bahasa asing ini akan membuka kemungkinan generasi baru Islam nanti dapat mengenalkan Islam pada mereka yang belum mengenalnya karena keterbatasan perbedaan bahasa, sekaligus mengajak mereka untuk kembali menempuh jalan Allah. Sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Saw. Ketika beliau hijrah dari dari Makkah menuju Madinah. Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Ibnu Asakir dari Zaid bin Tsabit r.a. dia berkata: “ketika Nabi Saw. tiba di Madinah orang orang menemui beliau, saat itu aku bersama para penyambut Nabi Saw. ketika mereka berkata, ‘Ya Rasulullah, ini adalah anak dari Bani Naja. Dia telah membaca dan menghafalkan ayat-ayat yang telah diturunkan padamu sebanyak 17 surah. ‘Maka akupun membacakannya, dan ini membuat Rasulullah Saw. takjub dengan kemampuanku, lalu beliau berkata, ‘Hai Zaid, pelajarilah kitab-kitab Yahudi karena sesungguhnya aku tidak mempercayai sikap mereka terhadap suratku.” Akupun mempelajarinya selama lima belas hari hingga menguasai bahasa kaum Yahudi, maka aku pun menjadi penulis surat yang beliau bacakan untuk dikirim pada kaum Yahudi dan membacakan apa yang mereka tulis untuk beliau.
Diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la, Ibnu ‘Asakir dan Ibnu Abu Daud dari Zaid yang mengatakan bahwa suatu hari Rasulullah bertanya padaku, “Apakah engkau menguasai bahasa Suryani?” Aku jawab, “Tidak.” Beliau lalu memintaku untuk mempelajarinya, kemudian aku pun dapat menguasai bahasa Suryani dalam tujuh belas hari.
Dan diriwayatkan oleh A-Hakim didalam Mustadrak-nya dari ‘Umar bin Qais, dia menceritakan bahwa Ibnu Zubair memiliki seratus budak. Masing-masing dari mereka mempunyai bahasa tersendiri. Dan Ibnu Zubair berbicara pada mereka dengan bahasa masing-masing pula.[4]
Perintah (khitab) Nabi kepada Zaid ibn Tsabitbitu berlaku juga bagi semua umat Islam hingga akhir zaman. Banyak pakar hadis yang telah memberikan penilaian atau kritik terhadap kualitas hadis yang diriwayatkan al-Tirmizi ini. Salah seorang diantaranya adalah Syekh al-Bani. Menurutnya, kualitas hadis ini adalah Hasan Sahih.
Oleh sebab itu, kaum muslimin dahulu tidak segan-segan mempelajari bahasa asing. Kebutuhan kepada bahasa semakin bertambah ketika dunia Islam semakin luas, dan banyak bangsa-bangsa mempunyai bahasa-bahasa, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan asli memasuki agama Islam yang bahasanya perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Begitu pula dengan kebutuhan terhadap bahasa asing ini bertambah besar ketika kehidupan di dunia Islam bertambah kompleks dan fungsi negara semakin banyak, keadaan ekonomi, sosial dan kebudayaan bertambah baik. Sehingga kebutuhan menerjemahkan apa yang di tulis pada kebudayaan-kebudayaan lain termasuk ilmu pengetahuan, surat menyurat, dan falsafah yang berguna untuk memberi kemaslahatan kepada masyarakat islam dan kebudayaan islam.[5]

F.   Aspek tarbawi

1.      Hadits ini dapat dijadikan dalil bahwa mempelajari ilmu-ilmu aqliah di anjurkan dalam islam.
2.      Kurikulum pendidikan islam juga menaruh perhatian pada pengajaran bahasa asing.
3.       Bahasa-bahasa itu merupakan alat komunikasi dengan dunia luar, sarana mempelajari kebudayaan, dan ilmu-ilmu pengetahuan.
4.      Hikmahanya yang bermanfaat dan juga merupakan faktor yang menolong kerja sama antar bagsa.
5.       Dengan bahasa mampu membuka wawasan pengetahuannya lebih luas lagi.
6.      Dengan penguasan bahasa asing ini akan membuka kemungkinan generasi baru islam nanti dapat mengenalkan islam pada mereka yang belum mengenalnya karena keter batasan perbedaan bahasa.
7.      Dapat meningkatkan ketakwaan kita untuk kembali menempuh jalan allah.
     






































BAB III
KESIMPULAN

Dari penjelasan hadits dalam makalah ini, dapat dipahami bahwa mempelajari bahasa asing atau misalnya filsafat, astronomi, matematika, kedokteran dll. Merupakan anjuran Nabi saw. untuk seluruh umat Islam. Bukan hanya Zaid bin Tsabit dan para sahat yang lain.
Bahasa-bahasa itu merupakan alat komunikasi dengan dunia luar, sarana mempelajari kebudayaan, ilmu-ilmu pengetahuan, hikmah-hikmahnya yang bermanfaat dan juga merupakan faktor yang mendorong kerjasama antar bangsa.karena itu muslimin dahulu tidak segan-segan mempelajari bahasa asing. Dengan tujuan agar mampu membuka wawasan pengetahuan lebih luas lagi. Tidak saja terbatas pada upaya untuk menambah wawasan pengetahuan tapi juga penguasaan bahasa asing ini akan membuka kemungkinan generasi baru islam nanti dapat mengenal Islam pada mereka yang belum mengenal karena keterbatasan dalam perbedaan bahasa, sekaligus mengajak mereka untuk kembali menempuh jalan Allah.














DAFTAR PUSTAKA

Abdul Hafizh,Muhammad Nur. 1998. Mendidik Anak Bersama Rasulullah. Bandung: Mizan Media Utama.
 Al-Syaibani,Omar Muhammad Al Toumy. 1979.  Falsafa Pendidikan Islam, Terj. Hasan Langgulung. Jakarta: Bulan Bintang.
Moh Zuhri, Dipl Tafl dkk. 1992. Tarjamah Sunan At-Tirmidzi, jilid IV. Semarang : CV. Asy Syifa’.
Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam. 1994. Ensiklopedia Islam, jilid 5. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Mukti, Abd. 2008. Pembaharuan Lembaga Pendidikan Di Mesir Studi Tentang Sekolah- Sekolah Modern Muhammad Ali Pasya. Bandung: Cita Pustaka Media Perintis.




[1] 1. Moh. Zuhri, Dpil. Tafl. Dkk, Tarjamah Sunan At- Tirmidzi, Jilid 4,( Semarang:CV Asy Syifa’ , 1992)Hal. 337.
[2] 2. Dewan Redaksi , Ensiklopedi Islam jilid 5,  (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994) Hal. 223.
[3] 3.Abd. Mukti, Pembaharuan Lembaga Pendidikan Di Mesir Studi Tentang Sekolah- Sekolah Modern Muhammad Ali Pasya, (Bandung:Cita Pustaka Media Perintis,2008) Hal. 91
[4]  Muhammad Nur Abdul hafizh, Mendidik Anak Bersama Rasulullah,(Bandung : Mizan Media Utama, 1998), hal 240
[5] 5. Omar Muhammad Al Toumy al- Syaibani, Falsafa Pendidikan Islam, Terj. Hasan Langgulung,  (Jakarta: Bulan Bintang, 1979) Hal. 511

18 komentar:

  1. sri setianingrum
    2021110209
    kls:E

    bagaimana pendapat anda tentang bahasa gaul yang marak beredar belakangan ini. bahkan sampai, di jadikan kamus bahasa gaul?suwun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul Masruro
      2021110224
      kelas E

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, pendapat saya mengenai bahasa gaul sah-sah saja, selama bahasa itu untuk memperlancar komunikasi dan juga menambah kamus bahasa yang kita miliki. penggunaan bahasa gaul sendiri kita juga harus menempatkan dengan siapa kita berbicara.

      Hapus
  2. ani maftuchah
    2021110201
    kelas E
    saya setuju dengan hadist diatas, namun dalam perkembangan zaman, bahasa yang lebih di utamakan adalah bhs asing bukan arab. bahkan banyak orang Islam yang tidak tahu bahkan membaca Al-Qur'an pun tidak bisa, bagai mana menyikapi hal itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      bahwa pencitraan bahasa Arab sulit karena ada beberapa faktor.Faktor internal (psikologis) dan faktor eksternal atau (pihak-pihak tertentu) yang ingin menggiring opini publik agar kita jauh dari al-Qur’an alias kita dijauhkan dulu dari bahasa Arab. Karena agenda semacam ini sudah muncul di zaman kolonial Belanda. Bahkan di negara Timur Tengah pun sudah muncul. Jika kita jauh dari bahasa Arab maka baca al-Qur’an pun jadi setengah-setengah, dan jika baca al-Qur’annya setengah-setengah maka kita mudah diombang-ambing. Jadi citra bahasa Arab sulit adalah karena faktor psikologi sekaligus faktor internal bahasa Arab dan ada sekelompok orang yang ingin memojokan bahasa Arab di tengah persaingan bahasa yang lain. Bahasa adalah produk budaya, karena itu produk budaya bisa dipelajari, dan setiap bahasa itu kan ada yang sulit ada juga yang mudah tergantung dari orang yang mensikapinya.
      sumber :
      http://santianz.wordpress.com/2012/03/20/bahasa-b-arab-itu-menyengkan/

      Hapus
  3. Siti Kuntari
    2021110191
    kelaz E

    bagaimana pendapat anda mengenai orang yang belajar bahasa asing hanya karena gengsi??

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      orang yang belajar bahasa karena gengsi berarti orang itu hanya ingin dibanggakan dan dipuji orang lain dan sifat tersebut tidak bisa dijadikan contoh. berarti dia belajar bukan ingin menambah pengetahuan tentang bahasa dan orang tersebut belum dikatakan menempuh jalan Allah, dalam hadits nabi dari HR.Ibnu Majah yang berbunyi : "mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim".

      Hapus
  4. Trindah Pamuji
    2021110198
    kelas : E

    dimakalah anda menjelaskan bahwasannya mempelajari bahasa asing itu sangat dianjurkan. nah, bagaimana dengan nasib seseorang yang mempunyai kekurangan seperti bisu,tuli, dll.?bagaimana cara mereka memahami bahasa asing tsb untuk berkomunikasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      Menurut saya, seseorang yang mempunyai kekurangan seperti bisu,tuli,biasanya orang yang mempunyai kekurangan seperti yang telah disebutkan mereka mempunyai pelatihan-pelatihan kusus atau sekolah tersendiri bagi mereka dan diberikan fasilitas tersendiri, seperti seseorang yang tuna netra fasilitas yang digunakan yaitu menggunakan huruf broile.

      Hapus
  5. Laili Masrukhah
    2021110193
    kelas E

    menurut anda bahasa yang paling penting untuk dipelajari itu apa?? beserta alasannya??
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      menurut saya, semua bahasa memang tidak masalah untuk dipahami atau dipelajari, seperti halnya b.inggris, kita perlu mempelajarinya karena pada zaman sekarang b.inggris merupakan bahasa internasional tetapi yang lebih penting lagi, kita mempelajari bahasa arab karena kita orang islam kitab kita al-quran yang menggunakan b.arab dan ketika solatpun kita menggunakan b.arab dengan kita menguasai b.arab dalam membaca la-quran, ketika kita solat, kita menjadi lebih paham , lebih kusyuk, lebih menghayati dan kita tau makna yang terkandung didalamnya.

      Hapus
  6. Nita eviana
    2021110217
    kelas: E

    assalamualaikum ela,,, yang ingin saya tanyakan, seperti yang kita ketahui secara keseluruhan kan bahasa internasional kita menggunakan b.inggris,nah, kita sebagai orang islam bagaimana caranya agar bukan b.inggris saja yang di nomer 1'kan tetapi b.arab juga di nomer 1'kan? Terima kasih....:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      wa'alaikumsalam, menurut saya sudah menjadi ketentuan bahwa b.ing menjadi b. internasional adapun menjadikan b. arab sebagai b. internasional yang no 1, sepertinya tidak muadah sepertinya harus melalui proses, karena dilihat dr bahasanya, bahasa arab yang sulit dipelajari, apalagi b arab identik bahasa al-Qur'an bagi mereka yang non muslim apalagi mereka yang fanatik dengan agama islam sudah barang tentu tidak mau mempelajari b.arab.

      Hapus
  7. Nama: Ainiyatun Nihlah
    NIM: 2021110157
    Kelas: D
    Pada aspek tarbawi dituliskan "Dapat meningkatkan ketakwaan kita untuk kembali menempuh jalan allah". Apa hubungannya mempelajari bahasa asing dengan pernyataan yang ditulis pada aspek tarbawi tersebut? Mohon dijelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      Dengan kita mempelajari bahasa berarti kita sudah melaksanakan ibadah dan kewajiban kita sebagai seorang muslim dalam menuntut ilmu. dalam makalah juga sudah dijelaskan pada hal.5 bahasa bukan hanya upaya untuk menambah wawasan pengetahuan tapi juga penguasaan bahasa asing akan membuka kemungkinan generasi baru islam nanti dapat mengenalkan islam pada mereka yang belum mengenalnya karena keterbatasan perbedaan bahasa, sekaligus mengajak mereka untuk kembali menempuh jalan Allah.

      Hapus
  8. NAMA: Rizki Aamlia R (2021110213)
    kELAS : E

    Memelajari bahasa asing adalah sebuah anjuran, akan tetapi memelajari bahasa asing bukanlah suatu hal yang mudah, nah bagaimana cara yang mudah, efektif, dan menyenangkan agar memelajari bahasa asing terasa menyenangkan dan mudah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatul masruro
      2021110224
      kelas E

      cara yang mudah, efektif, dan menyenangkan agar mempelajari bhs. asing terasa menyenangkan dan mudah, tergantung pada karakter diri seseorang masing-masing, ada yang merasa mudah mempelajari bahasa asing jk berinteraksi dengan orang asing tersebut, disamping itu ada yang melalui acara televisi atau radio, selain itu bs melalui private secara terus-menerus atau dengan menggunakan kamus b.asing.

      Hapus
  9. Dyah Titis Pratita
    2021110221
    kelas : E

    Saya ingin minta pendapat pemakalah, mengapa ada bahasa manusia dan apa tujuan adanya bahasa manusia tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. laelatu masruro
      2021110221
      kelas E

      saya akan menjwab, mengapa bahasa manusia ada dan apa tujuannya?
      setiap orang di dunia tidak akan hidup tanpa orang lain untuk itu, manusia berinteraksi dengan orang lain, dalam berinteraksi berarti manusia melakukan komunikasi baik langsung maupun tidak langsung, salah satu alat komunikasi yang dipergunakan adalah bahasa. yang bertujuan agar manusia dapat mengumgkapkan, menuturkan dan menyatakan sesuatu gagasan atau perasaannya.

      Hapus