new post

zzz

Kamis, 11 April 2013

d9-2 gilang gintaka BERFIKIR BERJUANG UNTUK RAKYAT



ILMU TENTANG ATURAN DAN HUKUM
“HADITS TENTANG BERFIKIR DAN BERJUANG UNTUK RAKYAT”

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah    : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I


Oleh:
Gilang Gintaka
NIM. 2021111207
Kelas D

JURUSAN TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2013
PENDAHULUAN
Hadits merupakan sumber hukum Islam setelah Kitab suci al-Qur’anul Karim, posisinya sangat penting sekali, karena sebagai penjelas, penguat, dan penafsir dari Al-Qur’an.
Agama Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad Saw, datang tidak hanya membawa aqidah keagamaan atau ketentuan moral dan etika yang menjadi dasar masyarakat semata-mata. Akan tetapi Islam juga membawa syariat yang jelas mengatur manusia, perilakunya dan hubungan antara satu dengan lainnya dalam segala aspek: bak bersifat individu, keluarga, maupun hubungan individu dengan masyarakat.
Dalam makalah ini akan membahas hadits tentang pemimpin yang berfikir dan berjuang untuk rakyat sehingga mampu mensejahterakan kehidupan umat.


PEMBAHASAN

Pada hakikatnya setiap manusia adalah seorang pemimpin dan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Manusia sebagai pemimpin minimal harus mampu memimpin dirinya sendiri.
1.    Sanad dan Matan Hadist tentang Berfikir dan Berjuang untuk Rakyat
أن عبيد الله بن زياد عاد معقل بن يسار في مرضه فقال له معقل اني محدثك بحديث لولا اني في الموتي لم احدثك به سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : {مَا مِنْ أَمِير يَلِي أَمْر الْمُسْلِمِينَ ثُمَّ لَا يَجْهَد لَهُمْ وَيَنْصَح إِلَّا لَمْ يَدْخُل مَعَهُمْ الْجَنَّة}[1] (رواه مسلم)
Sesungguhnya Ubaidillah bin Ziad menjenguk Ma’qil  bin Yasar dalam sakitnya kemudian Ma’qil berkata kepadanya: “aku akan membacakan hadits ku kepadamu, seandainya jika aku tidak akan meninggal maka aku akan tidak membacakan hadits ini kepadamu. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidaklah seorang pemimpin yang memimpin perkara orang muslimin kemudian dia tidak bersungguh-sungguh dan tidak berbuat baik kepada mereka kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka” (H.R. Muslim)

2.    Makna Mufrodat
أَمِير          :           Seorang pemimpin
لَا يَجْهَد      :           tidak brsungguh-sungguh
وَيَنْصَح      :           dan berbuat baik
الْجَنَّة        :           surga

3.    Biografi Perawi
a.    Biografi ‘Ubaidillah bin Ziad
‘Ubaidillah bin Zaid merupakan seorang gubernur di Basrah pada masa pemerintahan dinasti Umayyah, beliau diangkat menjadi seorang gubernur oleh khalifah Muawiyyah untuk memperkuat posisi khalifah dalam mengendalikan pemerintahan hingga wafatnya Muawiyyah tahun 680.[2]
b.    Biografi Imam Muslim
Nama lengkap beliau adalah Abu al Husein bin Al Hajjaj bin Muslim al Qusyairi an-Naisaburi, lahir pada tahun 204 H.[3]
Keramahannya kepada orang lain membuat dirinya sebagai pedagang yang sukses, Ia di kenal sebagai dermawan Naisabur. Seperti pada umumnya Ulama’ lain Ia belajar semenjak kecil, tahun 218 H pelajaran di mulai dari kampung halamannya dihadapan para Syeikh disana, hampir semua negeri pusat kajian hadist tidak luput dari persinggahannya, seperti, Irak atau baghdad, Hijaz, mesir, Syam, dan lain-lain.[4]
Beliau meriwayatkan hadist dari Yahya ibn Yahya an Naisabury, Ahmad bin Hambal, Ishaq ibn Rawaih dan Abdullah ibn Maslamah al Qa’naby, Al Bukhori, dan lain-lain.[5]
Ada lebih dari dua puluh buku telah di tulis oleh Imam Muslim. Yang terkenal adalah Shahih Muslim, di dalam kitab Shohih Muslim terdapat 3.030 hadis (tidak termasuk di dalamnya yang di tulis berulang-ulang), jumlah hadist seluruhnya ada lebih kurang 10.000 buah.
Salah satu hadis yang di riwayatkan oleh Imam Muslim adalah hadist tentang pemimpin yang befikir dan berjuang untuk rakyat, yang di tulis oleh Yahya ben Saraf al-Nawawi Dalam kitab Shohih Muslim Bisarh al-Nawawi, jilid.2, كتاب الإيمان, باب استحقاق الوال العاش لرعـيـة الناس
Dengan sebutan Shahih Muslim, penulisan bermaksud menjamin bahwa semua hadist yang terkandung di dalamnya shohih.[6]
Imam Muslim wafat pada tanggal 26 Rajab 261 H, di dekat naisabur.[7]

4.    Keterangan Hadist
Dari hadist yang diriwayatkan Imam Muslim di atas menjelaskan tentang pemimpin yang tidak masuk surga, dengan pentakwilan: pendapat pertama, bermakna mustahil (tidak akan mungkin masuk surga), pendapat kedua mempunyai makna di cegah (tidak akan masuk surga dengan orang-orang yang masuk surga), yaitu masuk surga bersama para Nabi dan Syuhada’.
Hadits tersebut juga memberikan peringatan bahwa seorang pemimpin itu akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT atas apa yang telah dipimpinnya, sehingga seorang pemimpin seharusnya bisa memperhatikan nasib dan kemaslahatan rakyatnya baik urusan dunia maupun akhirat.
Jika seorang pemimpin mengkhianati amanat tersebut maka kepemimpinannya tidak akan dianggap bersih sehingga kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.[8]
Dalam kaitannya didunia kepemimpinan (khilafah), pemimpin yang baik ialah apabila Ia mampu menjalankan amanat (tanggung jawab) dengan semangat amanah yang di landasi dengan keikhlasan dan nilai-nilai keadilan. jika pemimpin tidak memiliki sifat amanah, tentu yang terjadi adalah penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, kepemimpinan sebaiknya tidak dilihat sebagai fasilitas untuk menguasai, tetapi justru dimaknai sebuah pengorbanan dan amanah yang harus diemban sebaik-baiknya.
Dalam pandangan Islam kepemimpinan tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya, karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan. Kepemimpinan dalam Islam pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kepemimpinan Rasulullah tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spiritual dan masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah pemberian contoh kepada para sahabatnya yang dipimpin. Rasulullah memang mempunyai kepribadian yang sangat agung.[9]
Dalam politik Islam, Kepala Negara (pemimpin) adalah pemegang kekuasaan dalam negara, jabatan ini di maksudkan agar dapat mengatur umat dengan hukum Allah dan syari’atNya serta membimbing kepada kemaslahatan dan kebaikan, mengurus kepentingan dengan jujur dan adil serta memimpinnya kearah kehidupan mulia dan terhormat.[10]
Usaha yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam berfikir dan berjuang untuk rakyatnya yaitu dengan cara melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai kepala negara dengan sebaik-baiknya.
Kaidah umum yang ditetapkan oleh shariat Illahi maupun hukum duniawi adalah bahwa setiap hak harus diimbangi dengan kewajiban, jadi seseorang tidak dapat menuntut haknya sebelum melaksanakan tugas dan memenuhi kewajibannya.[11]
Adapun kewajiban-kewajiban kepala negara adalah:
a.       Menegakkan agama, menjelaskan hukum dan pengajarannya, kepada seluruh umat.
b.      Mengatur kepentingan negara sesuai dengan ketentuannya, sehingga membawa kebaikan bagi individu maupun jama’ah, kedalam ataupun ke luar.[12]
Sedangkan hak-hak kepala negara yaitu: ditaati dalam hal yang baik, mendapatkan bantuan dalam hal-hal yang diperintahkan, mendapatkan hak finansial yang mencukupi diri dan keluarganya secara tidak berlebihan.
Dalam hal ini al-Mawardi mengatakan bahwa apabila imam atau kepala negara telah melaksanakan kewajiban-kewajiban kepada umat, berarti ia telah menunaikan hak Allah berkenaan dengan hak dan tanggung jawab umat, dan saat demikian imam mempunyai dua macam hak terhadap umat, yakni hak ditaati dan hak di bela selama imam tidak menyimpang dari garis yang telah di tetapkan.[13]

5.      Aspek Tarbawi
           Dari  hadis diatas dapat kita ambil pelajarannya sebagai berikut:
a.       Mempersiapkan kader-kader muda dg kualitas sebaik mungkin jika kelak salah satunya ditakdirkan menjadi seorang pemimpin. Ini bertujuan sebagai antisipasi munculnya pemimpin-pemimpin yang tidak layak.
b.      Menumbuhkan sikap kepemimpinan yang memiliki integritas tinggi yang meneladani Rasulullah Saw.
c.       Meminimalisir segala bentuk penyimpangan dalam kapasitasnya sebagai seorang pemimpin agar terhindar dari azab dunia dan akhirat.
d.      Berupaya berlaku adil, jujur, arif, tegas, bijaksana dan segala sifat kebaikan lainnya dalam memimpin agar tercipta pemerintahan yg bersih dan terjadi kerjasama yang baik antara pemimpin dan rakyat.
e.       Menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil dengan mengesampingkan kepentingan pribadi, golongan dan kelompok.









PENUTUP
Dalam kaitannya di dunia kepemimpinan (khilafah), pemimpin yang baik ialah apabila ia mampu menjalankan amanat (tanggung jawab) dengan semangat amanah yang di landasi dengan keikhlasan dan nilai-nilai keadilan.
Semua itu bertujuan untuk menciptakan suasana pemeritahan yang kondusif dan bersih yang bermanfaat untuk segala element masyarakat dengan tidak membeda-bedakan, baik itu yg berbau agama, ras, suku, domisili, dan tingkatan sosial di masyarakat.
Karena setiap pemimpin itu akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah Swt atas apa-apa yang dilakukannya dalam setiap kebijakannya. Kepemimpinan yang baik akan mendapat reward dan kepemimpinan yang buruk akan mendapat punishment, baik itu di dunia maupun akhirat.


















DAFTAR PUSTAKA

Darr al Bazz, team. 2007. Syarah Hadits Qudsi. Jakarta:Pustaka Azzam.
Hasbi ash Shiddieqy, Muhammad. 1999. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Semarang:Pustaka Riski Putra.
Muhibbin. 1996. Hadis-Hadis Politik.Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset.
Saraf al-Nawawi, benYahya. 2010. Shohih Muslim Bisarh al-Nawawi. Lebanon:Dar al-Katob al-Ilmiyah.
Zuhri, Muhammad. 2011. Hadis Nabi Telaah dan Metodologis. Yogyakarta:Tiara Wacana.



[1] Yahya ben Saraf al-Nawawi, Shohih Muslim Bisarh al-Nawawi, jilid.2, (Lebanon:Dar al-Katob al-Ilmiyah, 2010), hlm. 142.
[3] Team Darr al Bazz, Syarah Hadits Qudsi, cet.4, (Jakarta:Pustaka Azzam, 2007), hlm.19
[4] Muhammad  Zuhri, Hadis Nabi Telaah dan Metodologis, Cet.III (Yogyakarta:Tiara Wacana, 2011), hlm. 171.
[5] Muhammad Hasbi ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, cet.4, (Semarang:Pustaka Riski Putra, 1999), hlm.296.
[6] Muhammad  Zuhri, op.cit, hlm.172.
[7] Ibid, hlm.171.
[8]Yahya ben Saraf al-Nawawi,  Op.cit, hlm. 141.
[10] Muhibbin, Hadis-Hadis Politik, cet.I, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset, 1996), hlm.30.
[11] Ibid, hlm.31.
[12] Ibid, hlm.32.
[13] Ibid, hlm.33.

51 komentar:

  1. NAMA: BADIATUL LIZA
    NM: 2021 111 146
    KELAS: D

    bagaimana tanggapan pemakalah tentang para wakil rakyat yang justru menyengsarakan rakyat??
    terimakaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Menurut saya itu merupakan problema kita bersama yg harus dicari solusinya bersama, khususnya di Indonesia karna kita juga ikut andil dalam pemilihan pemimpin/wakil rakyat. Normalnya dan seharusnya wakil rakyat itu harus memberikan segala aspek yg memberikan kemaslahatan dan kebaikan untuk rakyat, namanya kan juga wakil rakyat, seharusnya merakyat, bukan bukan tidur saat sidang soal rakyat. Jadi wakil rakyat yg justru menyengsarakan rakyat itu adalah wakil rakyat yg tidak amanah, tidak merakyat. Terimakasih.

      Hapus
  2. nama:sholihatun nisa
    nim: 2021111144

    pertanyaan
    mohon jelaskan dari kalimat " kepemimpinan sebaiknya tidak dilihat sebagai fasilitas untuk menguasai, tetapi justru dimaknai sebuah pengorbanan dan amanah yang harus diemban sebaik-baiknya.".....pengorbanan seperti apa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung saja pada jawabannya ya mbk. Sudah jadi rahasia umum mayoritas pemimpin di Indonesia menggunakan kuasanya untuk mengusai demi kepentingan pribadi ataupun kelompoknya, bahkan kebijaksanaan2nya cenderung menindas rakyat kecil. Dan pengorbanan disini dimaksudkan adalah pengorbanan untuk mensejahtarakan rayat kecil (masyarakat di bawahnya), bukan untuk kepentingan pribadi/kelompoknya, tapi untuk kepentingan rakyat. Karena amanah itu merupakan sesuatu yg harus dijalankan dg sebaik-baiknya, dan bila tidak, si pengemban amanah itu bisa dibilang orang yg khianat, bahkan munafik.

      Hapus
  3. Kiki
    2021 111 198
    D

    Gilang, aku mau tanya ya? makalah anda berjudul Berfikir Berjuang untuk Rakyat. Apakah semua pejabat kita itu memikirkan dan berjuang untuk rakyatnya? kalo iya kenapa masih banyak pengangguran? bagaimana itu menyikapinya? harusnya mereka bisa menciptakan lapangan kerja demi kemakmuran bersama? iya ga?
    terimakasih........

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sebenernya gak sedikit pejabat yg memihak rakyatnya, tapi saya rasa masih kalah banyak dari pejabat yg kurang memihak rakyatnya. Saya katakan begitu bukan tanpa alasan, karna banyak terjadi kesenjangan dimana-mana, ketidakpuasan disana-sini, dan lain-lain. Dan mengenai lapangan pekerjaan, saya rasa bukan mutlak ketidakbecusan pemerintah dalm menangani masalah ini karna kita juga tahu Indonesia adalah peringkat 4 dg jumlah penduduk terbesar di dunia. Jadi bukan hal yg mudah untuk mengakomodir semua orang yg siap untuk bekerja karna juga lapngan pekerjaan yg tidak sebanding dg jumlah penduduk.

      Hapus
  4. Fitri Nur Afina
    2021 111 197
    Kelas: D

    Sesuai makalah anda, bagaimana menurut anda mengenai sistem kepemimpinan di Indonesia? sudah benar apa masih perlu ditata kembali? Adakah diantara pejabat-pejabat di Indonesia yang patut dicontoh? jika ada siapa? dan sikap apa yang patut dicontoh darinya? Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ditanya mengenai sistem kepemimpinan di Indonesia, jelas masih perlu ditata kembali, dibenahi lagi karna masih banyak kebijakan2 mereka yg dinilai kurang memihak rakyat secara keseluruhan. Dan jika ditanya siapa pejabat yg perlu dicontoh, sebenernya si banyak mbk, tapi disini dg kapasitas saya sbg orang kecil, saya mengagumi sosok presiden kita yg pertama, Ir. Soekarno. Dan sikap apa yg patut dicontoh darinya? Menurut saya adalah sikap tegasnya dalam setiap keputusan yg diambil beliau yg kebanyakan cenderung memihak kpd rakyatnya. Salah satu keputusan fenomenalnya adalah yg memutuskan keuar dari PBB karna PBB dinilai tidak memihak kpd kepentingan rakyat Indonesia. Dan karna keputusan itu juga yg membuat Indoesia menjadi satu2nya negara yg pernah keluar dari PBB, walaupun beberapa saat kemudian Indonesia kembali masuk ke dalam organisasi terbesar di dunia itu.

      Hapus
  5. nama : Nur ulis sa'adah shofa
    nim : 2021 111 205

    assalamu'alaikum mas gilang gintaka...
    yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya untuk memilih pemimpin atau kepala negara yang baik? yang mempunyai sifat-sifat kepemimpinan seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits, padahal kita sendiri tidak mengenal siapa mereka (kandidat calon pemimpin).
    terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumssalam mbk Ulis...
      Menurut saya langkah2 dalam memilih pemimpin adalah kita lihat dulu track recordnya, apakah dalam karirnya dia lebih cenderung pada rakyat atau tidak, apakah dia pernah tersandung masalah hukum dan masalah lain yg berhubungan dg rakyat, dan masih banyak hal2 yg bisa kita ketahui tentang dia dan perjalanan karirnya sbg bahan acuan kita dalam memilih pemimpin untuk kita yg tentunya juga harus sesuai dg kriteria pemimpin yg sudah tercantum dalam berbagai literatur disiplin hukum Islam, disini yg paling utama adalah Al Quran dan Al Hadist. Dan apabila kita belum juga yakin terhadap calon pemimpin yg akan kita plih, ada baiknya kalo kita golput mbk.

      Hapus
  6. NAMA: KHOLIS ARIFAH
    NIM: 2021 111 293
    KELAS: D

    Assalamu'alaikum,
    menurut pemakalah pemimpin yang adil itu yang bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumssalam...
      Menurut saya pemimpin yg adil itu adalah mereka yg bisa menciptakan keadilan dalam setiap kebijakan yg diambilnya yg berimbas pada kemaslahatan bersama, baik itu untuk masyarakat atas, tengah dan bawah. Karna poin utama yg dilihat dari setiap pemimpin adalah setiap kebijakan yg diambilnya, karna pemimpin adalah penentu sekaligus pengambil kebijakan.

      Hapus
  7. NAMA: FIZA UMAMI
    NIM: 2021 111 152

    assalamualaikum,
    menurut pemakalah apakah pemerintahan kita sudah berfikir dan berjuang untuk rakyat ??
    terimakasih,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam...
      Sebenernya pertanyaan mbknya kurang lebih mirip dg pertannyaan mbk Kiki. Saya ambil jawaban aman saja ya mbk. Jika ditanya soal pemerintahan negeri ini, sebetulnya sama dg pemerintahan di negara2 lain, ada yg berfikir dan berjuang untuk rakyat, ada juga yg kurang. Sbg contohnya kebijakan tentang BBM bersubsidi. Sebenernya kebijakan itu diperuntukkan untuk rakyat menengah ke bawah, tapi kenapa masyarakat menengah ke atas justru yg lebih banyak mendapat kemanfaatan dari kebijakan itu. Dan saya rasa di negeri ini masih minim sekali kebijakan yg disalahgunakan oleh oknum2 tidak bertanggungjawab yg hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.

      Hapus
  8. NAMA : ARINUN ILMA
    NIM : 2021 111 045
    KELAS: D

    Langsung saja pertanyaan saya, apabila anda menjadi seorang pemimpin di negeri ini, apa yang akan anda lakukan untuk bangsa ini, sehingga menjadi pemimpin yang diharapkan yg sesuai dalam hadist diatas, terimakasih..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini hanya pertanyaan pengandaian ya mbk, karna saya juga gak mau kalo disuruh jadi pemimpin bangsa. :D
      Kalo saya jadi seorang pemimpin, tentunya saya akan menjalankan kewajiban saya sbg pemimpin sebagaimana mestinya yg tentunya untuk kebaikan kita bersama seperti janji2 manis pada masa pra pemilihan seperti apa yg dilakukan para calon para calon pemimpin kita yg jika sudah terpilih, seketika itu juga janji2 manisnya expired. Tapi insyaALLAH saya tidak akan seperti itu karna di perguruan tinggi tempat saya menuntut ilmu tidak mengajarkan seperti itu, karna janji adalah hutang dan hutang harus dibayar.

      Hapus
  9. WILDAN FAZA
    2021 111 206
    kelas D

    bagaimana mengenai pemimpin yang korupsi ,kemudian bertobat, apakah masih tetap tidak masuk surga,.,.,.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesama pemakalah kok tanya, gak beres babar blas. :D
      Mengenai pemimpin yg korupsi kemudian bertobat, apakah masih tetap tidak mauk surga??? Jawaban saya simple mas, itu urusan ALLAH SWT, jadi saya tidak tahu gimana pastinya, dan peristiwa di padang mahsyar juga belum terlaksana, jadi pertanyaan Anda belum ada jawaban pastinya mas.

      Hapus
  10. Soraya Nailatul Izzah
    2021 111 097
    Kelas D
    bagaimana jika ada seorang pemimpin yang telah berusaha berfiikir dan berjuang untuk rakyatnya akan tetapi dia tidak dikatakan berhasil dalam kepemimipinannya sebab hasilnya belum maksimal? tolong jelaskan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tingkat keberhasilan usaha seorang pemimpin itu bersifat relatif, dan saya yakin banyak varian penilaian dari beberapa pihak karna masyarakt kita adalah masyarakat majemuk yg pasti berbeda-beda pola pikirnya. Dan jika dirasa kurang maksimal, kita tidak serta merta mengkambinghitamkan pemimpin itu karna mungkin saja ketidakmasimalan usahanya itu bukan disebabkan pada dianya, melainkan pada aspek lain, misalnya oknum2 yg tidak bertanggungjawab. Dan sudah sepatutnya kita memberikan respon positif kpdnya karna dia suah berfikir dan berjuang untuk rakyat dg segala kapasitasnya sbg seorang pemimpin yg memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

      Hapus
  11. nama : mirza muhammad abda
    nim : 2021 111 153
    kelas: D
    1. apa tanggapan pemakalah tentang pemimpin yang mau berjuang dan membenarkan hukum negaranya tapi malah rakyat nya tidak mau alias arogan terhadap pemimpinnya tersebut?
    2. apa tanggapan pemakalah tentang wakil rakyat yang kerja nya merakyat namun tidur waktu sidang soal rakyat( iwan fals sejati)?? jelaskan matur thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Tanggapan saya ya mungkin rakyatnya yg kurang bisa menghargai usaha seorang pemimpin yg memimpinnya. Tapi saya rasa kasus ini sangat jarang terjadi di negeri ini, pasalnya kebanyakan kasus ketidakpuasan rayat terhadap pemimpinnya disebabkan oleh kebijakan pemimpinnya yg tidak memihak kpd rakyat kebanyakan, bukan pada usaha yg sedang dilakukan pempimpin, kan ini bisa dibilang masih pada tingkat proses, bukan pada hasil kebijakannya.

      2. Dan untuk wakil rakyat yg acuh terhadap kepentingan rakyat, seperti slogan ataupun lagu "wakil rakyat seharusnya merayat, bukan tidur saat sidang soal rakyat", menurut saya mereka adalah pemimpi yg tidak amanah, yg belum atau bahkan tidak siap siap mengemban tugas besar sbg seorang pemimpin.

      Hapus
  12. assalamualaikum,,

    bagaimana menurut pemakalah dengan para wakil DPR kita yang yg diberi amanat rakyat tapi malah seenaknya menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya sendiri,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo tidak salah ini adalah perilaku korupsi ya mbk. Mungkin persepsi saya ini hampir sama dg kebanyakan orang pada umumnya yg tidak setuju bahkan menentang dg praktek penyalahgunaan uang seperti ini. Karna ini bukan hanya merugikan rakyat, tapi juga berimbas pada kondisi ekonomi negara. Sbg contohnya lihat saja kasus proyek Hambalang yg beritanya sudah kenyang di telinga ita tentang bagaimana dan berapa uang rakyat yg digerogoti oleh segelintir oknum tak berotak untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka. Saya tegaskan lagi kalo saya menentang dg keras atas perilaku seperti ini.

      Hapus
  13. nais stanaul athiyah
    2021 111 280
    kelas: D
    bagaimana tanggapan Anda tentang satu desa yang rakyatnya memakai narkoba? tindakan sebagai pemimpin yang baik didesa seharusnya seperti apa dengan menghadapi masalah seperti itu? sedangkan dalam hadits dijelaskan bahwa pemimpin berjuang untuk rakyat...
    memperjuangkan rakyat yang seperti apa?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika pemimpin dihadapkan pada kasus seperti ini, saya rasa semua pemimpin akan melakukan tindakan yg relatif sama. Yakni mengembalikan desanya seperti sedia kala yg bersih dari narkoba. Itu mungkin bisa dicapai dg melakukan rehabilitasi pada masyarakat yg sudah menggunakan narkoba dan memberikan arahan agar tidak melakukan perbuatan haram itu. Itu dg catatan para pengguna dan pecandu narkoba itu mau melakukan perubahan terhadap hidupnya agar lebih baik lagi, jika tidak maka akan sangat susah menyetabilkan desa itu dari pengaruh narkoba. Untuk masyarakat yg belum menjadi pengguna, pemimpin harus melakukan tindakan penyuluhan sedini mungkin agar masyarakatnya bersih dari bahan psikotropika tersebut.

      Hapus
  14. awaliyah nailis saadah
    2021 111 339
    D

    menurut pemakalah di suatu negara kepemimpinan yang bagaimana dan seperti apa yang akan berhasil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya pribadi, negara yg akan berhasil dg sistem kepemimpinan yg pro rakyat, kepemimpinan yg mau berjalan dg rakyat, kepemimpinan yg mau mendengar aspirasi rakyat. Karna sejatinya pemerintahan adalah dari, oleh dan untuk rakyat. Oleh sebab itu sistem kepemimpinan yg harus diterapkan harus benar2 berjalan sesuai dg nafas rakyat. Karna tidak mungkin aspirasi rakyat akan menjerumuskan negara dan bangsanya kepada jalan yg negatif, aspirasi rakyat cenderung akan membangun bangsa dan negara demi kebaikan semua elemen masyarakat.

      Hapus
  15. nur hidayah
    2021 111 145
    D

    bagaimana kriteria seorang pemimpin menurut pandangan islam?jelaskan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut disiplin sumber ilmu yg saya baca, kriteria pemimpin menurut pandangan Isalam adalah sbb:
      1. Beriman dan beramal shaleh
      2. Niat lurus
      3. Laki-laki
      4. Tidak meminta jawaban
      5. Berpegang teguh pada hukum Allah
      6. Memutuskan perkara dg adil
      7. Menasehati rakyat
      8. Tidak menerima hadiah
      9. Tegas
      10. Lemah lembut

      Lebih detailnya silahkan baca sediri...
      http://mylaboratorium.blogspot.com/2012/05/10-kriteria-pemimpin-menurut-ajaran.html

      Seorang pemimpin yg baik tentunya harus berkiblat pada suri tauladan terbaik, yakni nabi agung Muhammad SAW dg sifat Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Karena beliau adalah seorang pemimpin, jenderal, hakim, pengadil, guru, panutan, dan suri tauladan terbaik bagi umat manusia.

      Hapus
  16. Assalamu’alaikum
    Nama: Nahdiyah
    NIM: 2021 111 199
    Kelas: D

    Dalam keterangan hadits dijelaskan bahwa salah satu kewajiban kepala negara adalah menegakkan agama, menjelaskan hukum dan pengajarannya kepada seluruh umat. Lha bagaimana dengan kewajiban kepala negara indonesia,dimana dalam satu negara itu terdapat beberapa agama??
    Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini merupakan masalah klasik bagi negara ini ya mbk. Dimana 80% penduduk kita memeluk agama Islam dan jumlah ini adalah jumlah terbesar pemeluk Islam di dunia dalam satu negara. Sedamgkan permasalahan disini adalah 20% sisanya merupakan pemeluk agama lain selain Islam. Kalo menurut saya, masalah ini tidak akan selesai sampai kapanpun karna dasar negara kita adalah Pancasila yg mengedepankan bhineka runggal ika. Ini berarti mau tidak mau seorang pemimpin negeri ini harus menghormati keberagaman masyarakatnya. Pemimpin tidak bisa menetapkan hukum yg berbau agama untuk ditaati oleh semua rakyat, karna kembali lagi pada kemajemukan masyarkat kita yg tidak semuanya beragama Islam. Beda lagi dg sistem kepemimpinan negara yg memang berkiblat pada hukum Islam, misalnya Arab Saudi. Dan untuk hukum lain yg terlepas dari urusan agama, mungkin bisa diterapkan pada semua rakyat Indonesia.

      Hapus
  17. Nama: Mushofakhah
    NIM: 2021111196
    Kelas: D

    Seorang pemimpin seharusnya bisa memperhatikan nasib dan kemaslahatan rakyatnya baik urusan dunia maupun akhirat. Tolong jelaskan pernyataan tersebut dan berikan contoh urusan dunia dan akhirat itu yang seperti apa? Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memperhatikan nasib dan kemaslahatan rakyatnya baik urusan dunia maupun akhirat. Ini berarti seorang pemimpin harus mampu membimbing rakyatnya dg segala kuasa dan kebijakan2nya ke arah yg benar, ke arah yg sesuai dg petunjuk agama. Karna jika kita berpegang pada tuntunan agama, insyaALLAH bukan hanya dunia, tapi akhiratpun akan kita dapatkan. Contohnya di dunia misalnya saja pemimpin menganjurkan untuk hidup sehat dg tidak membuang sampah sembarangan agar kita bisa hidup sehat di dunia. Dan untuk akhirat, misalnya pepmimpin harus mampu mengendalikan setiap aktivitas rakyatnya agar tetap dalam batasan yg diperbolehkan dalam agama agar selamat kelak di akhirat, sbg contoh pemimpin harus melarang keras seks bebas dan penggunaan obat2an terkarang.

      Hapus
  18. faisal fahmi
    D

    assalamualaikum...

    menurt pemakalah sendiri, seperti apakah kriteria seorang pemimpin yang bisa menjanjikan terhadap rakyatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemimpin yg tidak manis di awal, di masa kampanye, di masa pra pemilihan. Tapi juga manis ditengah (proses), dan manis diakhir (hasil).

      Hapus
  19. nama : susi ernawati
    nim : 2021 111 202
    kelas : D

    pertanyaannya singkat lang
    dalam makalah ini berjudul berfikir berjuang untuk rakyat
    apa maksud dari judul makalah ini?
    terima kasih lang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaannya singkat, jawabannya juga singkat ya mbk. :D
      Bukan hanya judul, tapi isi dari makalah ini bermaksud untuk menyadarkan pemimpin yg kuranmg & tidak baik, dan memotivasi pemimpin yg sudah baik. Itu bertujuan demi kebaikan dan kemaslahatan kita bersama.

      Hapus
  20. nama : eka kurnia rizki
    nim : 2021 111 251
    kelas : D


    menurut anda apakah pemerintahan kita sudah masuk dalam kategori pemeritahan yang kondusif dan bersih, yang bermanfaat bagi segala element masyarakatnya dengan tidak membeda-bedakan, baik itu yg berbau agama, ras, suku, domisili, dan tingkatan sosial di masyarakat ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ditanya apakah pemerintah kita sudah kondusif dan bersih, maka jawaban saya adalah BELUM. Untuk pertanyaan Anda yg selanjutnya silahkan baca pada jawaban saya pada pertanyaannya mbk Diya Nahdiyah.

      Hapus
  21. nama :naila syarifah
    nim : 2021 1111 149
    kelas : d
    assalamualaikum....
    1.yang saya tanyakan...tidak semua pemimpin seperti yang dikatakan para penanya diatas seperti korupsi dll...tapi rakyat selalu mengecap hal tersebut...sebagai seorang yang berpendidikan bagaimana menanggapi hal tersebut yang,karena seolah2 hal tersebut seperti sandiwara...dan rakyat juga dibwt bingung oleh hukum indonesia tetapi dilain sisi ada pemimpin yang jujur????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam...
      Pemerintahan yg bobrok, kata2 itu seakan sudah menjadi asumsi kita pada pemerintahan di negara kita. Itu bukan tanpa alasan, kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan masyarakat tentang asumsi itu karna memang faktanya mayoritas pejabat negeri ini menyalahgunakan wewenangnya untuk hal2 yg tidak terpuji, contohnya seperti praktek KKN. Saya katakan mayoritas karna memang masih ada pejabat kita yg minim sekali melakukan penyelewengan terhadap kekuasaannya, namun itu minoritas mbk, sulit sekali menemukan siapa orangnya. Bila Anda masih penasaran, bisa langsung dikomunikasikan dg saya secara langsung, karna hampir tidak mungkin saya menjelaskan semua ini dalam forum terbatas seperti ini.

      Hapus
  22. Shofatul Jannah
    2021 111 183
    D

    pertanyaannya simple saja ya gilang, kita sebenarnya sudah banyak teori tentang ini dan itu, namun untuk mewujudkannya susah sekali, bagaimana mau Menumbuhkan sikap kepemimpinan yang memiliki integritas tinggi yang meneladani Rasulullah Saw.?? adakah cara yang jitu? :-)
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya memang menunggu pertanyaan dari Anda mbk, karna Anda merupakan mahasiswa/teman favorit saya dalam setiap diskusi dg segala kelebihan yg Anda punya dan dg segala kekurangan yg saya punya. :D
      Cara jitu untuk menumbuhkan sikap kepemimpinan yg memiliki integritas tinggi yg meneladani Rasulullah SAW??? Saya rasa jawabannya simple mbk, ingat akhirat, ingat bahwa dunia ini hanya sementara, udah gitu aja. Mengapa? Karna mayoritas pemimpin kita mau menjadi peminpin bukan serta merta ingin mengemban tugas besar demi kelangsungan hidup yg baik bagi rakyatnya, tapi mayoritas dari mereka hanya menitikberatkan pada kepuasan pribadi, dan kepuasan pribadi itu bisa dicapai dg uang, kekuasaan, kewenangan, dan segala macam bentuk kesenangan duniawi (itu menurut pemimpin yg tidak ingat akhirat). Sehingga mereka akan menghalalkan segala cara demi meraih itu semua dg mengabaikan kepentingan rakyat yg menjadi tangunggjawabnya. Karna bukan perkara mudah menjadi pemimpin yg meneladani sikap Rasulullah SAW. Dan dg cara mengingat akhirat, insyaALLAH pemimpin itu akan sangat berhati-hati dalam setiap kebijakan yg diambilnya, yg tentunya bertujuan untuk kemaslahatan rakyatnya, tidak serta merta hanya demi kepentingan pribadi ataupun kelompoknya.

      Hapus
  23. Bariroh
    2021111029
    D

    pertanyaan saya, bahwasanya setiap individu atau diri kita adalah pemimpin hal ini kita dapat ketahui dalam hadis nabi, kemudian bagaimana menumbuhkan jiwa kepemimpinan tersebut.... dan pemimpin yang baik yang bagaimana dengan banyaknya perbedaan baik dari agama, ekonomi dan sosial.... terimakasih atas jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara menumbuhkan jiwa kepemimpinan mungkin akan bisa dicapai dg cara :
      1. Memantapkan diri pada situasi apapun
      2. Rendah hati
      3. Melakukan apa yg diucapkan
      4. Memimpin dg hati
      5. Mulailah dari diri sendiri

      Dan pemipin yg baik dg kemajemukan rakyat (agama, ekonomi, sosial) adalah pemipin yg bisa memberikan kenyaman bagi semua elemen masyarakat, bisa memberikan kepuasan dalam setiap kebijakan yg diambilnya, dan tentunya bisa memimpin dg hati dan ingat akhirat, terlepas dari perbedaan kepercayaan yg dianut rakyatnya.

      Hapus
  24. Nihlatul Mziyah
    2021 111 130

    bagaimana caranya menciptakan kader-kader muda yang berkualitas karena biasanya mereka malah meniru senior mereka???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya menurut saya sangat simple mbk, ingatkan mereka pada akhirat, ingatkan mereka bahwa hidup ini hanya sementara. Dg berpegang teguh pada aturan agama, insyaALLAH kader2 muda akan lebih berkualitas dari sebelumnya, dan mungkin kepemimpinan yg baik akan terwujud.

      Hapus
  25. nama ; aisyah
    niim ; 2021 111 158

    bagaimana pemerintahan itu dikatakan baik???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya pemerintahan dikatakan baik, apabila pemerintahan itu sudah bisa meningkatkan taraf hidup rakyatnya dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, pengetahuan, teknologi, sosial, dan lain-lain.

      Hapus