Laman

Kamis, 01 Maret 2012

Jawaban Shilafiana, Kelas B : HADIS MASJID PUSAT ILMU PENGETAHUAN

JAWABAN PERTANYAAN 
HADIS MASJID PUSAT ILMU PENGETAHUAN
OLEH : SHILFIANA
NIM: 2021110054
KELAS: B
1.      Apa relevansinya masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan melihat banyaknya lembaga-lembaga pendidikan formal? (Saiful Bahri / 2021110052)
Menurut saya memang sekarang lembaga-lembaga pendidikan formal itu jumlahnya banyak. Namun perlu dipahami bahwa dalam lembaga pendidikan formal SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA memang diajarkan tentang berbagai macam-macam ilmu pengetahuan baik itu tentang keagamaan, sosial, budaya, dll. Namun menurut saya ilmu-ilmu / materi-materi yang disampaikan di sekolah terbatas, durasi waktunya pun tidak mencukupi, sehingga materi yang disampaikan tidak menyeluruh. Oleh karena itu diperlukan lembaga-lembaga di luar sekolah yang menunjang agar wawasan atau pengetahuan yang dimiliki lebih luas dan banyak. Masjid memberikan suatu hal yang bisa membantu dan mendukung dalam penyebaran ilmu pengetahuan.
Jadi meskipun banyak lembaga-lembaga pendidikan formal yang bermunculan, masjid tetaplah diperlukan keberadaanya untuk memberikan khasanah pengetahuan yang lebih mengarah pada pendidikan Islam.
 
2.      Berdasarkan hadis diatas, matan hadis yang manakah yang menunjukkan bahwa masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan? (Tri Istiani / 2021110057)
Matan yang menunjukkan bahwa masjid sebagai pusat ilmu adalah: يَخْطُبُنَا  (berkhutbah) maksudnya bahwa Rasulullah saat itu sedang memberikan khutbah kepada kaum muslimin saat itu tentang penjelasan ayat Alquran (surat Al-Anfal: 28) اِنَّمَا اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ “sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah”. Masjid pada zaman rasul berfungsi sebagai pusat penyebaran ilmu pengetahuan baik itu ilmu agama ataupun ilmu-ilmu lainnya. Ini dibuktikan dengan khutbah-khutbah yang disampaikan oleh rasul kepada kaum muslim ketika turun ayat. Dengan begitu peran masjid saat itu sangatlah urgen demi kelangsungan penyebaran ilmu pengetahuan.
3.      Menurut Anda apakah fungsi masjid pada zaman dahulu dan sekarang mengalami perubahan? (Khotimah / 2021110065)
Menurut saya fungsi masjid pada zaman dahulu dengan sekarang mengalami perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah bahwa fungsi masjid sebagai lembaga pendidikan sekarang lebih menyempit, dikarenakan masjid-masjid yang ada sekarang hanya difungsikan sebagai tempat ibadah saja, semisal salat. Namun di sisi lain sebenarnya fungsi masjid juga bisa dikatakan mengalami “perluasan”. Maksudnya adalah bahwa memang fungsi masjid yang utama pada masa rasul adalah tempat salat (ibadah). Zaman sekarang pun masjid masih tetap digunakan sebagai tempat ibadah, namun tidak hanya ibadah salat saja yang bisa dilakukan di masjid. Masjid juga bisa digunakan sebagai sarana / tempat penyaluran zakat fitrah, penyaluran hewan kurban. Selain itu penyebaran ilmu pengetahuan di masjid pada zaman dahulu masih menggunakan sistem yang sederhana dengan halaqah-halaqah. Sedang pada zaman sekarang sudah menggunakan sistem yang lebih maju baik secara teknis (penyampaian materi: diskusi, dialog) ataupun materi kajian yang disampaikan pun lebih bervariasi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi masjid pada zaman dahulu dan sekarang masih tetap, hanya pelaksanaan / teknisnya saja yang lebih dikembangkan.
 
4.      Apakah pada masa sekarang ini masjid sudah berjalan sesuai dengan fungsinya sehingga memberikan dampak edukatif terhadap perkembangan jiwa anak, jika belum apa sebabnya? Jelaskan! (Fenni Listiawati / 2021110078)
Menurut saya masjid belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan fungsinya, yaitu memberikan dampak edukatif terhadap perkembangan jiwa anak. Karena banyak hal yang memengaruhi perkembangan jiwa anak, salah satunya dengan pendidikan yang diadakan di masjid (misalnya dengan tadarus, pengajian). Selain itu perkembangan jiwa anak juga dipengaruhi oleh orangtua, teman-teman (lingkungan sekitar). Tetapi setidaknya dengan adanya lembaga pendidikan masjid diharapkan bisa memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap perkembangan jiwa anak.
 
5.      Perjelas lagi tentang isi terjemahan hadis diatas khususnya dalam kalimat berikut ini “sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah”? (Dina Rina / 2021110064)
Maksudnya adalah harta  dan anak-anak yang dimiliki seseorang adalah suatu ujian (ujian) yang diberikan Allah kepada hambaNya. Karena harta dan anak (rezeki) yang dimiliki seseorang bisa menyebabkan seseorang itu nantinya menjadi penghuni neraka apabila ia tidak bisa mengelolanya dengan baik. Misal, seseorang diberikan suatu kelebihan harta, namun ia tidak memanfaatkannya di jalan yang benar. Harta yang dimiliki digunakan untuk berhura-hura, maka harta itu yang akan menyebabkan dirinya menjadi penghuni neraka. Sebaliknya jika seseorang diberi kepercayaan oleh Allah melalui rezeki yang melimpah. Dengan rezeki itu ia sedekahkan, menyantuni fakir miskin, maka harta tersebut akan mengantarkannya menjadi salah satu penghuni surga.
 
6.      Apakah dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan lain seperti madrasah atau lembaga nonformal lainnya menjadikan fungsi masjid berkurang? (Ida Arisetiya / 2021110063)
Dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan lain memang menyebabkan fungsi masjid lebih menyempit. Kalau pada zaman dahulu masjid dikatakan sebagai “Islamic Center” (pusatnya kegiatan umat Islam), sekarang fungsi masjid hanya terbatas sebagai tempat ibadah seperti salat, tadarus, dan pengajian. Namun tidak menutup kemungkinan ada masjid-masjid tertentu yang masih tetap bisa mempertahankan fungsinya sebagai Islamic Center sebagaimana pada masa rasul.
 
7.      Bagaimana caranya agar pada zaman sekarang masjid dapat berfungsi kembali sebagai tempat merealisasikan ketaatan manusia kepada Allah dan sebagai tempat pusat  ilmu pengetahuan seperti dahulu ketika masa Rasulullah saw? (Eka Noviyanti / 2021110058)
Caranya yaitu dengan menghidupkan atau meramaikan kembali masjid, misalnya dengan menjadikan masjid sebagai ajang untuk saling bertukar pengetahuan yang dimiliki, melakukan pengajian-pengajian dan kajian-kajian rutin dengan mengambil tema-tema kajian yang up to date, sehingga menghilangkan kesan bahwa masjid hanya diperuntukkan bagi orang-orang lanjut usia. Dengan tema-tema kajian yang menarik (up to date) akan membuat orang penasaran sehingga bisa jadi ia akan ikut datang ke masjid. Namun perlu diperhatikan bahwa tema-tema yang dikaji itu juga harus disesuaikan dengan penanaman aqidah dan akhlak Islami.
8.      Apa yang menyebabkan anak-anak sekarang yang telah menginjak dewasa malas datang ke masjid untuk mengaji? Apa yang harus dilakukan untuk menyikapi hal tersebut? Jelaskan! (A.Ainun Najib / 2021110093)
Faktor yang menyebabkan anak-anak malas untuk datang ke masjid ialah dalam diri anak tersebut tidak/kurang tertanam rasa keagamaan yang baik. Selain itu juga bisa disebabkan karena tidak adanya keteladanan dan perhatian yang diberikan oleh orangtua atau pengaruh lingkungan (teman-teman) yang menganggap bahwa masjid hanya diperuntukkan untuk orang-orang lanjut usia.
Yang harus dilakukan:
·        Orangtua harus memberikan contoh yang baik bagi anaknya jika menginginkan anaknya untuk berperilaku baik. Misalnya dengan mengajak mereka untuk salat berjamaah bersama di masjid.
·        Memberikan bimbingan dan pengarahan kepada anak tentang ilmu-ilmu agama dan cara aplikasinya sehingga anak enggan untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
 
9.      Apakah masjid di zaman sekarang masih dapat dikatakan sebagai pusat ilmu pengetahuan? Berikan alasan Anda! (Wiwid Prihartanti / 2021110062)
Menurut saya, pada masa sekarang masjid masih bisa dikatakan sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan. Meskipun fungsi masjid sekarang tidak seoptimal fungsi masjid pada masa rasul dikarenakan banyaknya kemunculan lembaga-lembaga pendidikan formal/nonformal lainnya, seperti madrasah, sekolah-sekolah (SD-SMA). Namun pada kenyataanya masjid-masjid sekarang masih tetap bisa eksis dan bertahan sebagai salah satu pusat penyebaran ilmu pengetahuan melalui khutbah-khutbah, pengajian-pengajian rutin, kajian lainnya. Kalau boleh ditelaah sebenarnya pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah formal belum bisa dilaksanakan secara maksimal karena keterbatasan waktu. Sehingga masjid bisa dijadikan sebagai tempat untuk menggali ilmu-ilmu yang lebih luas dan mendalam.
 
10.  Apa yang menjadi faktor penyebab pada masa sekarang fungsi masjid banyak diabaikan oleh kaum muslimin sendiri? Jelaskan! (Nisfi Romzanah / 2021110061)
Menurut saya ada banyak faktor yang menyebabkan fungsi masjid sekarang ini terabaikan oleh kaum muslim, diantaranya:
·        Lemahnya iman
Iman adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Iman merupakan suatu kepercayaan / keyakinan terhadap keagungan Islam sebagai jalan hidup. Pada hakikatnya iman tidak hanya diucapkan dengan lisan namun juga harus dibuktikan dengan perilaku dan kepercayaan dalam hati. Fenomena sekarang ini orang muslim banyak jumlahnya, namun muslim yang “benar-benar” taat sulit ditemui. Masjid hanya ramai ketika ada event-event tertentu saja misalnya ketika Ramadhan, orang berbondong-bondong dan berlomba-lomba datang ke masjid untuk salat, mendengarkan ceramah, tadarus, atau salat malam. Namun setelah Ramadhan berlalu masjid sepi kembali.
·        Lebih mementingkan urusan duniawi
Banyak diantara orang zaman sekarang yang bersikap lebih cenderung untuk mencari dunia daripada akhirat. Karir dikejar sehingga sibuk setiap saat untuk bekerja dan lupa untuk mencari tabungan untuk akhiratnya. Jangankan untuk meramaikan masjid dengan amalan-amalan kebaikan. Untuk menengok atau sekedar melihat kondisi masjidpun rasanya tidak ada waktu.
 
11.  Mengamati fenomena di masyarakat kebanyakan orangtua membawa anaknya yang masih balita ke masjid untuk salat berjamaah, tujuan orangtua tersebut untuk menanamkan agama sejak usia dini. Namun si anak tersebut bukan ikut salat berjamaah tetapi malah mengganggu jamaah yang lain yang sedang salat. Apakah orangtua tersebut salah atau tidak? (Nurul Khabibah / 2021110066)
Menurut saya orangtua tersebut tidak bersalah karena niatnya ingin menanamkan rasa keagamaan sejak kecil. Hal itu baik, namun seharusnya kita juga melihat kondisi dari si anak. Kalau sekiranya anak itu biasa bersikap “rewel”,  sebaiknya tidak perlu diajak daripada nantinya malah mengganggu ketenangan jamaah lainnya. Tetapi apabila anak itu penurut, bolehlah diajak. Memang susah untuk mengetahui kondisi (mood) anak yang senantiasa berubah. Bila tidak ada pilihan lain untuk meninggalkan anak, boleh kita membawa anak itu untuk ikut ke masjid, namun perlu diperhatikan supaya nantinya anak itu juga turut merasa nyaman di masjid, misalnya dengan membawakan mainan kesukaannya sehingga anak tidak merasa jenuh.
12.  Seberapa besarkah peranan masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan? (Mausufah Hasanah / 202111080)
Masjid mempunyai peranan yang cukup besar sebagai pusat ilmu pengetahuan. Dengan adanya kajian-kajian atau khutbah-khutbah yang dilakukan di masjid tiap pekan turut memberikan pengaruh yang positif kepada para pendengarnya. Tambahan ilmu yang mereka peroleh lewat kajian-kajian dapat menyadarkan seseorang untuk senantiasa memegang teguh keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt. Di masjid kita dapat mempelajari beragam ilmu, seperti tafsir Alquran, Hadis, Akhlak, Sejarah Islam atau ilmu-ilmu yang bersifat ilmiah lainnya. Sehingga hal itu akan membangkitkan kesadaran akan aqidah Islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar