Laman

Jumat, 11 Mei 2012

Tugas Pengajian, F, HARTINI "Mewujudkan Generasi Berkualitas Islami"


TUGAS HADITS TARBAWI II
PENGAJIAN RUTINAN


Disusun Guna Memenuhi Nilai
Mata kuliah : Hadits Tarbawi
Dosen Pengampu : Ghufron Dimyati, M.ag




                                                  Description: G:\images (1).jpg




Disusun Oleh :

HARTINI
NIM. 2021110237
KELAS F






SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
PEKALONGAN
2012




1.        Nama Majlis Ta’lim                 : As-Salam      
2.        Pengasuh/Pembicara                : Abdul Aziz, Spd
3.        Hari/Tanggal                            : Sabtu /24 Maret 2012
4.        Waktu                                      : 20.00 WIB - selesai
5.        Alamat                                     : Ds. Rowosari Kec. Ulujami
6.        Tema Pengajian                       : Mewujudkan Generasi Berkualitas Islami
7.        Ringkasan Pengajian               :


Perputaran waktu dan pergantian zaman merupakan sesuatu yang tidak bias dipungkiri, karenanya merupakan sunnatullah kalau dalam kehidupan kita ini terjadi pergantian generasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Masa depan agama, bangsa dan Negara salah satunya sangat tergantung pada bagaimana kondisi generasi muda pada hari ini, karena itu setiap kita punya tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi muda kita guna menghadapi hari esok yang bias jadi zamannya sangat berbeda dengan zaman yang kita alam, bahkan tantangan, masa depan bisa jadi amat berbeda dengan yang kita hadapi sekarang.
Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda     خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku ( para sahabat ) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya ( tabiu’t tabi’in )” (Hadits Bukhari & Muslim)
Imam Malik رحمه الله telah berkata : كُلُّ خَيْرٍ فِي إتِباَعِ مَنْ سَلَف وَ كُلُّ شَرٍّ فِي إبْتِداَعِ مَنْ خَلَفِ
“Setiap kebaikan adalah apa-apa yang mengikuti para pendahulu (salaf), dan setiap kejelekan adalah apa-apa yang diada-adakan orang kemudian (kholaf)" dan “Tidak akan baik akhir dari umat ini kecuali kembali berdasarkan perbaikan yang dilakukan oleh generasi pertama”.




8.        Analisa isi Pengajian   :
kenyataan sejarah bahwa sebuah generasi sangat menentukan eksistensi dan perjalanan sebuah bangsa atau umat. Kejayaan dan kehancuran suatu bangsa tergantung kepada kualitas generasi yang mengembannya. Hal mendasar yang sangat menentukan kualitas sebuah generasi adalah pemikirannya. Pemikiran yang cemerlang akan mengantarkan suatu bangsa untuk dapat memimpin umat manusia dan mensejahterakan kehidupan dunia. Sejalan dengan hal tersebut Islam pun telah menempatkan orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan pada derajat yang lebih tinggi.
Faktor yang paling menentukan kualitas generasi Islam adalah keimanan dan keilmuannya. Pembentukan generasi dalam pandangan Islam tidak hanya ditargetkan untuk mencapai ketinggian teknologi dan ilmu pengetahuan semata. Target utama pembentukan generasi adalah untuk mencetak generasi yang memiliki keimanan yang kokoh, lalu dengan dorongan keimanan tersebutlah teknologi dan ilmu pengetahuan dikaji dan dikembangkan. Artinya, keimanan menjadi dasar bagi keilmuan seseorang. Lebih jelasnya, gambaran generasi berkualitas dalam pandangan Islam adalah sebagai berikut:
Pertama, generasi yang berkepribadian Islam (Syakhshiyyah Islamiyah).
Sosok generasi yang bersyakhshiyyah Islam adalah generasi yang memiliki keimanan kuat terhadap Islam (Aqidah Islam), lalu aqidah Islam tersebut dijadikan sebagai landasan dan standar satu-satunya dalam pola berpikir (Aqliyah) dan pola bersikapnya (Nafsiyah). Semua aktivitas dan problem dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat maupun negara ditata dan diselesaikan berdasarkan petunjuk yang datang dari Islam (Syari’at Islam).

Kedua, generasi yang berjiwa pemimpin.
Islam datang dengan membawa seperangkat aturan yang sempurna yang menjamin terselesaikannya seluruh problematika kehidupan manusia sampai akhir zaman. Pemikiran-pemikiran yang bersifat mendasar (menyingkap hakikat penciptaan dan kehidupan manusia dan hubungannya dengan Sang Pencipta) dan menyeluruh (meliputi seluruh jenis interaksi manusia) menjadikan Islam bersifat universal. Penerapan Syari’at Islam tidak hanya dikhususkan untuk umat Islam saja, tetapi merupakan rahmat bagi seluruh manusia dan mensejahterakan kehidupan dunia.

Ketiga, mampu mengarungi hidup berdasarkan aqidah islam.
Seseorang yang memahami Islam secara jernih dan mendalam akan menemukan jawaban, bahwa hanya dengan aqidah Islam semua persoalan baik persoalan pribadi, keluarga maupun masyarakat dan dunia seluruhnya akan dapat diselesaikan dengan baik. Dengan memahami bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah swt, Sang Pencipta manusia dan alam semesta, maka sudah selayaknyalah manusia harus mengatur segala aktivitas dan menyelesaikan semua problem hidupnya dengan tuntunan Syari’at Allah yang sempurna yaitu Islam. Karena Islam telah menyediakan solusi yang akan mengantarkan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat kelak.
Generasi yang mendapatkan pembinaan untuk mengokohkan aqidah Islam dalam dirinya, akan mampu mengarungi medan kehidupan dengan penuh keberanian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar