Laman

Sabtu, 07 Juli 2012

M. Ghufron Dimyati : "Membaca dan Menulis: Dua Kunci Pintu Peradaban"

Membaca bisa jadi hal yang paling membosankan bagi sebagian orang. Namun tidak bagi mereka yang butuh sebagaimana tubuh kita butuh makan dalam setiap harinya. Dengan membaca terbukalah cakrawala kehidupan dan terungkaplah tabir kegelapan karena ketidaktahuannya.
Dalam konsep Al-Qur'an, membaca tidaklah hal yang kosong tanpa arah dan tujuan, Al-Qur'an memberikan mandat sekaligus bimbingan bahwa kita diperintahkan untuk membuka tabir kehidupan ini dengan "membaca" yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual yaitu "atas nama (pertolongan) Tuhan" (QS. Al-'Alaq: 1). Dengan demikian proses aktivitas "membaca" pun tidak lepas dari ibadah dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan kehidupan umat manusia.
Al-Qur'an pun memberikan rekomendasi kepada orang-orang beriman agar proses "membaca" tidak cukup secara tekstual tapi juga kontekstual, tidak hanya lahiriyahnya saja tapi juga batiniyahnya, tidak puas dengan tersurat tapi juga yang tersirat, ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar