Laman

1111

Jumat, 30 November 2012

sbm G12 : profil guru

sbm G12 : profil guru - word

sbm G12 : profil guru - ppt






GURU
Makalah di susun guna memenuhi tugas :
Mata kuliah  : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I







Disusun Oleh:
1.      Himatul hidayah                                      (2021110174)
2.      Asmaul fauziah                                       (2021110165)
3.      Miftahul Na’im                                        (2021110309)
4.      khafidhin                                                 (2021110307)

Kelas G









JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) PEKALONGAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN

Alhamdulillahirobbil`alamin, segala puji bagi Allah yang selalu memberikan kesempatan kepada kita akan segala nikmatnya, sehingga kita dapat selalu belajar dengan segala pengalamannya selama hidup kita.
Guru merupakan figur yang akan selalu menjadi teladan bagi peserta didik, dimanapun dia berada akan menjadi sosok bagi semua yang ada disekitarnya, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Agar kita dapat mengetahui secara mendalam tentang guru, makalah ini menyajikan pengetahuan tentang guru, meliputi hakikat, kedudukan, peran, keprofesionalan dan kode etik guru. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut.
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian
Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik.dalam pandangan masyarakat guru merupakan orang yang melaksanakan pendidikan ditempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga forml, akan tetapi bisa di masjid/mushola,dirumah dan sebagainya.[1]
Dalam UUSPN  no.20 tahun 2003, bab 1,pasal 1,ayat 6, adalah tenaga kependidikan yang berkualisasi sebagi guru,dosen,konselor,pamong belajar,widyaiswara,tutor,instruktur,fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya,serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Guru dalam pengertian diatas dipahami secara universal,maksudnya setiap kegiatan pembelajaran baik yang terencana maupun yang tidak terencana tentunya membutuhkan pembimbing yang langsung dan tidak langsung.atau dapat dikatakan guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.
Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang syah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.[2]

B.       Hakikat Guru
Hakikat guru adalah mencerdaskan. Ini bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.         Memberikan motivasi kepada siswa,
2.         Menanamkan self esteem kepada siswa,
3.         Melakukan transfer ilmu secara moderat,
4.         Melakukan dialog konstruktif dalam berbagai bidang yang diminati siswa,
5.         Menjadi sahabat yang hangat bagi siswa.
6.         Guru, selalu berorientasi bahwa kemajuan siswa adalah segalanya, bukan sebaliknya.[3]
Undang –undang Sisdiknas tentang Guru  UU RI No. 20 tahun 2003, yang dituangkan dalam BAB XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan : Pasal 39
1.         Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan tugas Administrasi, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidik pada suatu pendidikan.
2.         Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.[4]

C.      Kedudukan guru
Guru menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat, kewibawaanlah yang membuat guru dihormati, sehingga masyarakat tidak meragukan figur guru masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mrndidik anak didik mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia.
1.         Syarat –syarat guru, menurut Prof. Dr. Zakiah Drajat meliputi:
a.         Taqwa kepada Allah SWT
b.        Berilmu
c.         Sehat Jasmani
d.        Berkelakuan baik


2.         Tanggung jawab guru
Guru adalah orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan anak didik. Pribadi susila yang cakap yang diharapkan ada pada diri setiap anak didik. Tidak ada seorang gurupun yang mengharapakan anak didiknya menjadi sampah masyarakat.
Untuk itulah guru dengan penuh dedikasi dan loyalitas berusaha membimbing dan membina anak didik agar dimasa memdatang menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.
3.         Tugas guru
Menurut Roestiah N. K. Bahwa guru dalam mendidik anak didik bertugas untuk :
a.         Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian , kecakapan dan pengalaman –pengalaman.
b.        Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita –cita dan dasar negara kita pancasila.
c.         Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai UU Pendidikan yang merupakan keputusaan MPR No. 2 Tahun 1983
d.        Sebagai perantara dalam belajar.
e.         Sebagai pembimbing
f.         Sebagai penghubung antara sekoalah dan masyarakat
g.        Sebagai contoh segala hal
h.        Sebagai Administrator dan manajer
4.         Kepribadian Guru
Guru harus memiliki kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola, seluruh kehidupannya adalah figur yang paripurna.[5]

D.      Peranan Guru berkaitan dengan kompetensi guru
1.         Melakukan diagnosis terhadap perilaku awal siswa
2.         Guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
3.         Melaksanakan proses pembelajaran
4.         Guru sebagai pelaksana administrasi sekolah
5.         Guru sebagai komunikator
6.         Guru mampu mengembangkan ketrampilan diri
7.         Guru dapat mengembangkan potensi anak, meliputi:
a.         Sebagai demonstrator
b.        Pengelola kelas
c.         Mediator dan fasilitator
d.        Evaluator
8.         Guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah.[6]

E.       Guru Profesional
Di dalam dunia pendidikan, guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih dan pengembang kurikulum yang dapat menciptakan kondisi dan suasana belajar yang kondusif. Guru yang profesional merupakan faktor penentu proses pendidikan yang berkualitas.[7]
Adapun ciri –ciri guru profesional adalah sebagai berikut:
1.         Dapat mendefinisikan peranya secara jelas.
2.         Memberikan layanan yang baik.
3.         Mempunyai pengetahuan danketerampilan khusus.
4.         Memiliki kode etik yang jelas.[8]

Ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki Guru Profesional yakni meliputi:
1.         Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan pelaksana pembelajaran.
2.         Kompetensi Personal yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
3.         Kompetensi Profesional yaitu kemampuan penguasaan materi pemeblajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar Kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.
4.         Kompetensi Sosial yaitu kemampuan guru sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali murid, dan masyarakat sekitar.[9]

F.       Kode Etik Guru
1.         Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang berpancasila.
2.         Guru memiliki kejujuran profesiional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
3.         Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.         Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
5.         Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
6.         Guru secara sendiri-sendiri atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan muttu profesinya.
7.         Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru, baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.         Guru secara bersama memelihara, membina dan menigkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
9.         Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.[10]





BAB III
PENUTUP

SIMPULAN
Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik.dalam pandangan masyarakat guru merupakan orang yang melaksanakan pendidikan ditempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga forml, akan tetapi bisa di masjid/mushola,dirumah dan sebagainya
Seorang guru harusnya memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, kompetensi sosial. Dan harus mementingkan faktor kerohanian guru.




















DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2009.Guru Profesional (Menguasai Metode dan Terampil Mengajar). Bandung: Alfabeta

Djamaroh,Syaiful Bahri. 2000.Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta

Mulyasa, E. 2005.Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosda Karya

Rosyid, Moh. 2007.Guru. Kudus: STAIN Kudus Press

Rusman. 2011. Model –model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada


http://id.wikipedia.org/wiki/Guru.
















[1] Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Jakarta:PT.Rineka Cipta, 2000).
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Guru
[3] http://edukasi.kompasiana.com/2010/06/23/hakikat-guru-sebuah-perspektif/
[4] E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Rosda Karya, 2005 ), hal. 197 -198
[5] Syaiful Bahri Djamaroh, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta : Rineka Cipta, 2000), hal. 31 -41.
[6] Rusman, Model –model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), hal. 58-65
[7] Ibid, hal. 19
[8] Moh. Rosyid, Guru, (Kudus: STAIN Kudus Press, 2007), hal. 40 -42
[9]Op. Cit., hal. 22 -23
[10] Buchari Alma, Guru Profesional (Menguasai Metode dan Terampil Mengajar), (Bandung: Alfabeta, 2009), hal. 164-165.

2 komentar:

  1. siapa petugas pemakalanya ayo tmn2 selesaikan yang merasa bertugas.

    BalasHapus
  2. dewi zulaikha ( 2021110330 )kelas G

    Belum ada makalahnya, jadi belum bisa buat pertannyaan.

    BalasHapus