Laman

Selasa, 19 Februari 2013

C2-8&9 Restu Noviani : Memperluas kajian, Menjaga Kehormatan dan fungsi masjid




MAKALAH
Memperluas Tema Kajian di Masjid dan
Menjaga Kehormatan dan Fungsi  Masjid
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah              :  HADITS TARBAWI II
Dosen Pengampu                  :  GHUFRON DIMYATI, M.S.I





Disusun Oleh :
RESTU NOVIANI
2021 111 091
KELAS C

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
PEKALONGAN
2013

BAB I
PENDAHULUAN

Bismillahirahmanirrahim,. Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan banyak kenikmatan diantaranya ialah nikmat iman, islam, jasmani, akal, pikiran,pada kita semua.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada beliau Rasulullah Muhammad SAW yaitu utusan Allah sebagai tauladan bagi kita semua dan sebagai guru yang mengajarkan Al-Qur’an sebagai pedoman umat manusia, semoga kita tegolong umatnya yang mendapat syafaat di yaumil qiyamah nanti,Amiin.





















PEMBAHASAN


A.      Materi Hadits
حَدَثَنَى عَلىِ بْنِ بَنْدَار الزَا عِدِ حَدَثَنَا مُحَمَّدِ بْنِ المُسَيَبْ حَدَثَنِى اَحْمَدْ ِبنْ بَكَرْ اَلْبَالِسِ ثَناَزَ يْدِ يْنَ اْلحَبَابْ ثََناَسُفْيَان الثَورِى عَنْ عَوْنِ بْنِ اَبِى جَحِيْفَة عَنْ الْحَسَنْ بِنْ اَبِى الحَسَنْ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِك رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:قَالَ رَسُوْ لُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَآلهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانِّ يَتَحَلَّقُوْ نَ فِي مَسَا جِدِ هِمْ وَلَيْسَ هِمَّتُهُمْ إِلاَّ الدُّنْيَا لَيْسَ الله فِيْهِمْ حَاجَة فَلاَ تُجَا لِسُوْ هُمْ.[1][1]




B.Terjemah hadist
Ali bin Bandar Az-Zahid menceritakan kepada kami Muhammad bin Musayyab menceritakan kepadaku Ahmad bin Bakar Al-Balisy menceritakan Zaid bin Al – Khabab menceritakan Sufyan Ash-Shauri dari ‘Aini bin Abi Jahifah dari Hasan bin Abi Hasan dari Annas bin Malik R.A berkata Rasulullah saw bersabda: Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana mereka duduk melingkar (berkumpul) di masjid mereka dan tidak ada yang mereka inginkan kecuali dunia dan tidak ada Allah di dalam keinginan mereka. Maka janganlah kamu duduk diantara mereka.






C.Mufrodat

Akan datang
يَأْتِي
Duduk melingkar (berkumpul)
يَتَحَلَّقُوْ
Berkeinginan
هِمَّتُهُمْ
Kepentingan
حَاجَة
Duduk
تُجَا لِسُوْ هُمْ



D.Biografi perowi hadist

1.  Anas ibn Malik
Ialah Abu Tsumamah(Abu Hamzah) Anas ibn malik ibn Nadler ibn Dlamdlam Al Najjary Al Anshory,seorang sahabat yg tetap selalu meladeni Rosulullah selama 10 tahun.
Anas dilahirkan di Madinah pada tahun 10 H/612M,setelah Rosul tiba di Madinah,ibunya menyerahkan Anas kepada Rosul untuk menjadi khadam Rosul.
Setelah Rosul wafat,Anas pindah ke Bashrah sampai akhir hayatnya,Beliau meriwayatkan sejumlah 2276/2236 hadis.Sejumlah 166 hadis disepakati oleh Bukhary muslim,93 diantaranya diriwayatkan oleh Bukhary sendiri dan 70 diriwayatkan oleh Muslim sendiri.[2]







E.Penjelasan hadist
Dari hadits tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nanti akan datang suatu zaman yang dimana orang-orang datang ke masjid, dan berkumpul disana tetapi mereka semua tidak membicarakan atau berdiskusi tentang Allah atau agama, bahkan tidak ada nama Allah dalam keinginan mereka, yang mereka bicarakan hanyalah tentang masalah-masalah duniawi saja. Padahal pengertian masjid sendiri secara umum merupakan tempat bersujud.
Masjid juga mempunyai fungsi yang lainnya seperti pada zaman Rasulullah dan pada masa sahabat bahkan sampai sekarang ini yakni mempergunakan masjid sebagai sarana atau pusat pengajaran ilmu agama Islam. Selain tiu masjid juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya kaum muslimin, bak kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat, para ulama maupun orang awamnya.
Selain kita harus mengetahui fungsi-fungsi dari masjid, hendaknya kita juga harus bisa menjaga kehormatan masjid, yakni dengan mengetahui beberapa perbuatan yang dilarang oleh syari’at untuk dilakukan di dalam masjid yang dalam kaitannya merupakan etika-etika di dalam masjid yang harus dijaga, antara lain:
1.      Mengikhlaskan niat hanya karena Allah
2.      Bersegera ke masjid dengan tenang dan berwibawa
3.      Bagi wanita jangan memakai wewangian. .
4.      Menjaga etika ketika masuk masjid.
5.      Memuliakan (meramaikan) masjid.
6.      Jangan lalai di dalam masjid.
7.      Jangan menjadikan masjid tempat melintas
8.      Hati bertaut dengan masjid..
9.      Jangan mengambil tempat yang tetap untuk dirinya di masjid.
10.  Berpindah tempat duduk jika tertidur.
11.  Menjaga kebersihan masjid.
12.  Menyediakan pintu khusus bagi wanita.
13.  Jangan menghias masjid.
14.  Jangan masuk masjid dengan senjata tajam.
15.  Jangan menanyakan barangnya yang hilang di masjid..
16.  Jangan melakukan jual beli di dalam masjid.
Kalau tidak demikian, niscaya masjid berubah menjadi pasar, dan tempat jual beli. Kehormatannya masjid menjadi hilang karenanya.
Kehidupan Islam berpangkal di masjid dan berujung di masjid pula. Jadi memang sudah seyogyanya kita menjaga kehormatan dan fungsi masjid yang sebenarnya. Lagi pula apabila fungsi masjid dan kehormatannya di pelihara baik – baik, hiduplah masyarakat islam sesuai ibadatnya dan mu’amalatnya. Tetapi bila masjid tidak berfungsi lagi, masyarakat Islam akan mundur dan hilang “nyali”nya, sebab diantara ibadatnya dengan mu’amalat telah putus.[3]




F.Aspek tarbawi
Dari hadits tersebut maka dapat diambil nilai-nilai pendidikannya, yakni :
1.       Masjid adalah tempat beribadah dan mengaji
2.       Masjid adalah tempat yang suci
3.      Masjid juga merupakan tempat belajar-mengajar.
4.      Masjid adalah tempat berkumpul tetapi bukan untuk membicarakan duniawi.
5.      Kita diharuskan untuk menjaga kehormatan masjid
6.   Kita diharuskan untuk menjaga kebersihan masjid
7.     Kita di haruskan memanfaatkan dan memfungsikan masjid sesuai dengan kaidahnya.


PEMBAHASAN
       A.    HADITS


عن جا برابن سمرة قل جالست النبي صلى الله عليه وسلم اكثرمن ما ئة فكا ن اصحا به يتنا شدون الشعرويتزاكرون اشيا ء من امرالجا هلية وهوساكت فربما يتبسم معهم
رواه التري فى الجا مع .كتاب الاء دب عن رسول الله ,ما جاءقى انشادالشعر,ورواه الطبراني فى الكبير.

       B.     TERJEMAH
Dari Jabir bin Samuroh berkata: “ketika saya duduk  bersama nabi lebih dari 100 kali yang mana ada sahabat nabi yang melagukan syair dan membicarakan tentang urusan orang jahiliah dan Nabi tersenyum kepada mereka

       A.    MUFRODAT
              Masjid       المسجد                                    
            membicarakan                       ويتدا كرون      
               Bernyanyi               يتنا شدون                     
               Syair                                                    الشر                          
               Tersenyum                          يتبسم                      

       C.     BIOGRAFI PERAWI
Nama lengkapnya ialah Jabir bin Samurah bin Janadah As-Sawai Al-Madani, seorang sahabat yang dijuluki dengan Abu Abdullah. Ibunya bernama Khalidah binti Abu Waqqas, saudara kandung Saad dan Utbah. Beliau wafat pada masa khilafah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 74 H.[4]

     


D.    KETERANGAN HADITS
            Hadits ini menjelaskan ketika didalam perkumpulan atau suatu majelis tidak boleh membicarakan orang lain dan jangan mencampuri urusan orang lain. Karna belum tentu urusan kita lebih baik dari urusan oranr lain. Karena masjid itu tempat untuk  beribadah,bukan tempat untuk memikirkan perkara dunia. Dan jika berada di dalam masjid itu kita harus memakai etika atau adab-adab

G.    ASPEK TARBAWI
Masjid dalam arti sempit merupakan tempat yg mulia di sisi Allah SWT. Karena itu Allah memberikan perhatian yg sangat khusus terhadap tempat tersebut. Hal itu terbukti dengan banyaknya janji yang disebar oleh Allah SWT terhadap orang-orang yg mau memelihara dan membangun tempat itu. Salah satu di antara sekian banyak janji itu adalah bahwa Allah akan membuatkan rumah di surga bagi orang yg menggunakan hartanya untuk membangun masjid.Namun masjid dalam arti yg sangat luas adl semua bumi Allah SWT.



















PENUTUP
Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa kata ’masjid’ sendiri secara harfiah menurut makna bahasa Arab adalah bentuk isim makan yang berarti “tempat untuk bersujud”. Namun secara terminologis, masjid dapat dimaknai sebagai tempat khusus untuk melakukan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah dalam arti yang luas. Salah satu bentuk aktivitas ibadah tersebut adalah aktivitas pengajaran dan pendidikan. Melalui lembaga nonformal inilah Rasulullah saw melakukan proses pembinaan moral, mental dan spiritual umat, sehingga masjid pada saat itu berfungsi strategis sebagai lembaga pendidikan yang efektif untuk menghimpun potensi ummat dari berbagai latar belakang dan unsurnya.
Masjid selain sebagai menjadi pusat keagamaan, juga sebagai pusat kebudayaan bagi umat islam, Dan juga tentang urusan social. Bukan itu saja, pada zaman nabi dan khulafa ur –rasyidin, masjid merupakan satu – satunya pusat kegiatan kaum muslimin.

















DAFTAR PUSTAKA

            Annaisaburi, Abi Abdillah Muhammad Al Ma’ruf bil Hakim. 1987. Musdarot. Juz 4. Baerut : Darul Fikr

Suryadilaga,M. Alfatih (ed). 2009. Studi kitab hadis 2. Yogyakarta:TERAS
            
            Attirmidzi,sunan.2004.koleksi hadist jilid 4. Jakarta :TERAS




[1][1] Abi Abdillah Muhammad al Ma’ruf bil Hakim annaisaburi, Mustadrok, juz 4, Baerut: Darul Fikr, 1978, hal. 323
[2] Dosen Tafsir Hadist Fakultas Ushuluddin,Studi Kitab Hadist, cet 2,(Yogyakarta : TERAS,2006),hlm104
[3] Sunan attirmidzi jilid 4,koleksi hadist hkm 1:buluhul mahram(Jakarta:TERAS),hlm 4
[4] opcit,hlm 104-105

62 komentar:

  1. muhammad muslihul umam 131
    di keterangan hadis di poin 13 ada jangan menghias masjid. mohon di jelaskan menghias bagaimanakah yang tidak di bolehkan di masjid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawaban : maksud menghias disini adalah jangan menambah sesuatu didalam masjid,yg dapat mengurangi keutamaan masjid itu sendiri,,seperti ngecet dinding masjid,tiddak boleh warna warni,,lbh baik berwarna hijau
      trims..

      Hapus
  2. Chabibah Illiyin (2021111117)

    Assalamualaikum...
    dalam penjelasan hadist yang pertama telah di sebutkan apabila fungsi hadist tidak dapat di gunakan lagi maka yang terjadi adalah masyarakat islam akan mundur dan hilangnya nyali, yang saya tanyakan kemunduran yang seperti apa & hilangnya nyali itu yang bagaimana, mohon dijelaskan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawaban : mungkin maksud anda disini adalah fungsi masjid,maksud nyali disini mempunyai arti didalam kekuatan jiwa,jika fungsi masjid tdk lg berfungsi maka tidak ada orang yg datang lg ke masjid,kita kan tau sendiri bahwa masjid itu tempat untuk beribadah,berdzikir,kita dapat memperoleh ketenangan hati didalam masjid,jika fungsi masjid tidak dapat digunakan lagi maka hilanglah nyali (kekuatan jiwa) itu sendiri
      trims.. he

      Hapus
  3. Nur Faizatul Khaeriyah 2021 111 111

    Assalamualaikum...
    diatas telah dijelaskan bahwa kita harus berpindah tempat duduk ketika tertidur di masjid, apa alasannya kita harus berpindah tempat duduk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam..
      jawaban : alangkah baiknya kita pindah saja,,sebab jika kita sudah tertidur didalam masjid mungkin tempat yg kita tiduri itu kotor,jadi lebih baik kita pindah saja.
      trims

      Hapus
  4. Azimatul Awaliyah (2021 111 112)

    Pada keterangan hadits disebutkan bahwa saat kita dimasjid harus memakai etika atau adab-adab agar kita tidak memikirkan dunia. Kemudian yang saya tanyakan adab-adab tersebut contohnya seperti apa?
    Terus bagaimana jika ada jama'ah tahlil ibu-ibu pada saat sudah dimulai kegiatannya masih ada yg ngerumpi ataupun membicarakan orang lain (gosip), bagaimana cara kita menegur ibu2 tersebut agar tidak menyinggung perasaan mereka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban :Adab-adab masuk dalam masjid
      1.Duduk menghadap Qiblat.
      2.Memohon doa supaya Allah membuka pintu rahmatNya.
      3.Sentiasa menyebut nama Allah.
      4.Menghadirkan Ahhala dalam hati.
      5.Menghentikan percakapan tentang hal-hal dunia.
      6.Jauhi dari menghina Islam.
      7.Bezikir dengan suara perlahan.
      -cara menegur ibu2 tersebut adalah dengan cara yg sopan dan halus
      tims

      Hapus
    2. itu yg poin ke4 mohon dijelaskan lagi mb
      terus masalah menegur ibu2, walaupun kita sudah menggunakan cara yg sopan, namun juga masih menyinggung mereka... bagaimana solusinya?

      Hapus
    3. mksud poin yg ke 4 itu,menghadirkan pahala dalam hati,maap salah ketik,mksudya jika kita mematuhi adab-adab ketika masuk didalam masjid pasti kita bisa menghadirkan pahala didalam hati kita,
      -klo masalah ibu2 walaupun kita sudah menegurnya tetapi mereka tidak mau kita britau ya sebaiknya kita mengalah saja.trims

      Hapus
  5. Nur Farikhah (2021 111 116)

    Pada hadits diatas dijelaskan bahwa tidak boleh menanyakan barangnya yang hilang dalam masjid, mohon dijelaskan dan bagaimana alasanya?
    Terus bagaimana jika barang tersebut adalah barang yg penting atau barang yg berharga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawaban : alangkah baiknya jika kita datang kemasjid kita jgn membawa barang yg berharga,kita pusatkan hati dan pikiran kita kpd Allah saja,dimasjid kan sudah ada tulisan dilarang membawa barang,jika sudah hilang itu sudah resiko anda.
      trims

      Hapus
  6. Nailis Sa'adah 2021 111 114

    Assalamualaikum
    pada terjemah hadits pertama, dituliskan ada sebuah kelompok yang duduk melingkar dan janganlah kamu duduk diantara mereka. yang ingin saya tanyakan yang dimaksud "mereka" dalam hadits itu siapa? dan mengapa tidak boleh duduk bersama mereka?
    kemudian pada aspek tarbawi kalimat terakhir disebutkan bahwa masjid dalam arti yang luas adalah semua bumi Allah, sedangkan di depan diterangkan kriteria-kriteria masjid, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kalimat yang sebelumnya,karena pada penjelasan sebelumnya ditentukan kriteria masjid, sedangkan pada kalimat terkhir semua bumi dianggap sebagai masjid,padahal belum tentu seluruh bumi memenuhi kriteria masjid? dapatkah anda menjelaskan mengenai hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      mereka disini maksudnya adalah orang2 yg bermusyawarah dalam masjid hanya untuk urusan duniawi saja dan tak sedikitpun ada nama Allah didalam hatinya,kita tidak boleh duduk bersama mereka karena seperti yg telah dijelaskan diatas bahwa mereka hanya membicarakan kepentingan duniawi saja,bukan beribadah karena Allah.
      Secara umum semua tempat yg ada di bumiAllah ini tempat untuk beribadah/bersujud kepada Allah,sedangkan arti masjid secara khusus adalah seperti yg dijelaskan paDA kriteria masjid di atas.

      Hapus
  7. Jati Diri 2021 111 109

    Assalamualaikum..
    mengenai penjelasan diatas saya menanyakan tentang bagaimana seandainya masjid tidak memenuhi kriteria yang telah anda sebutkan di atas? apakah masih dapat disebut sebagai masjid? terimakasih

    BalasHapus
  8. Elik istikomah (2021 111 106)

    assalamualaikum mbk..
    dalam keterangan hadits di atas mengenai etika-etika dalam menjaga masjid itu kan di jelaskan bahwa kita itu di harapkan agar jangan menghias masjid...
    maksud menghias ini yang seperti apa dan kenapa di larang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      karena ada hadist yg redaksinya saya lupa,isinya tentang larangan menghias masjid karena, suatu saat akan ada suatu zaman,dimana masjid itu indah tetapi,hanya sedikit yg mau solat di masjid.

      Hapus
  9. Asalamu'alaikum wr.wb
    Nama : fizar nugroho
    Nim : 2021111119
    Kls : C
    Pertanyaan saya : tolong jelaskan kembali apa itu pengertian dari masjid itu sendiri. Terima kasih wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      jawaban : masjid itu tempat ibadah secara khusus.

      Hapus
  10. Mirza Fajrian (2021111110)

    Assalamualaikum.........
    Pertanayaan:
    Bagaimana pendapat saudara tentang banyaknya fenomena tentang masjid yang seharusnya jadi tempat ibadah, malah sering digunakan sebagai tempat wisata, setujukah anda dengan fenomena tersebut serta berikan alasannya?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      tidak,karena menurut saya,masjid itu tempat ibadah (tempat bersujud) bukan tempaT Untuk wisata

      Hapus
    2. Maksudnya,,,,

      Bagaimana Pemakalah Menanggapi fenomena ini yang sekarang masjid menjadi wisata,,,|
      Menurut Hadits Tersebut....

      Hapus
    3. ya itu urusan mereka yg menggangap masjid sebagai tempat wisata,klo menurut saya enggak kok,masjid itu sebagai tempat untuk beribadah,trims

      Hapus
  11. Ana Lailya (2021111121)
    Assalamu'alaikum.....
    pertanyaan :
    Telah disebutkan bahwa orang yang menggunakan hartanya untuk membangun masjid dijanjikan Allah akan dibuatkan rumah di Syurganya.... lalu bagaimana dengan orang yang membangun masjid karena niat supaya dia digelar sebagai manusia yang dermawan dan bagaimana juga kalau menbangun masjid karena nadhar atau kesepakatan akan mendapatkan sesuatu hal dari orang lain?? mohon penjelasannya...
    Terima kasih....
    Wassalamu'alaikum....

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      kalau dari awal niatya sudah buruk maka Allah tidak akan menjanjikan apa2 terhadap orang tersebut,tetapi klo nadzar harus ditepati meskipun akan mendapatkan sesuatu dari orang lain.
      trims

      Hapus
  12. Aji triyono(2021 111 104)
    Assalamu'alaikum.....
    Pertanyaan:
    Masjid merupakan tempat untuk ibadah...,realita yang ada sekarang ini masjid sering digunakan untuk tempat istirahat bahkan sampai ketiduran, bagaimanakah menurut saudara atas permasalahan tersebut/
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      mungkin tempat istirahat itu di serambi masjid,bukan didalamnya,klo didalam tidak boleh
      trims

      Hapus
    2. apakah hal itu tidak mengurangi kehormatan dan kebersihan serta kesucian masjid?

      Hapus
    3. klo cuma di serambi saja mungkin itu tidak mengurangi kehormatan masjid,klo kebersihan ya lain lagi

      Hapus
  13. Qurrotul Aini 2021 111 098
    Assalamualaikum Wr.Wb.
    mau tny mb. di makalah dijelaskah bahwa "Dari Jabir bin Samuroh berkata: “ketika saya duduk bersama nabi lebih dari 100 kali yang mana ada sahabat nabi yang melagukan syair dan membicarakan tentang urusan orang jahiliah dan Nabi tersenyum kepada mereka”.
    pertanyaannya. maksud dari urusan orang jahiliyah tsb yang bagaimana? kemudian mengapa Nabi hanya tersenyum kepada mereka?
    di makalah anda juga menyinggung tentang adab di damam Masjid, nha bagaimana sih adab yang baik di dalam masjid?? hehe
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      maksud dari urusan orang jahiliyah itu adalah mereka datang ke masjid tapi tidak membicarakan tentang Allah malah yg mereka bicarakan masalah duniawi saja,lalu Nabi tersenyum setelah mendengar orang jahiliyah itu.
      klo masalah adab didalam masjid adalah:Adab-adab masuk dalam masjid
      1.Duduk menghadap Qiblat.
      2.Memohon doa supaya Allah membuka pintu rahmatNya.
      3.Sentiasa menyebut nama Allah.
      4.Menghadirkan Ahhala dalam hati.
      5.Menghentikan percakapan tentang hal-hal dunia.
      6.Jauhi dari menghina Islam.
      7.Bezikir
      trims

      Hapus
  14. Puji Astuti (2021111103)

    Assalamu'alaikum...
    pertanyaan: di atas kan sudah dijelaskan bahwa kita seharusnya menggunakan masjid sesuai fungsinya,truz Bagaimana hukumnya orang yang rumahnya dekat masjid, tetapi dia enggan berjamaah di masjid tersebut? berdosakah dia....???
    Terima kasih..
    Wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      jawaban : klo orang rumahnya dekat dengan masjid tapi enggan melakukan solat dimasjid,maka orang itu berdosa,tapi klo ada halangan seperti sakit maka tidak apa2
      trims

      Hapus
    2. maaf mb apakah betul berdosa jika tidak melaksanakannya?
      mungkin jawaban anda bisa dikuatkan dengan dalil supaya saya lebih paham,mohon dijawab
      terima kasih....

      Hapus
    3. klo msalah dalil lebih baik anda tanya mas asep,maap saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda,jelas2 klo rumahnya dekat dengan masjid orang itu tidak pernah datang kemasjid tentu saja berdosa.

      Hapus
  15. anamil choir 2021 111 122

    assalamualaikum
    dalam penjelasan di atas di sebutkan etika etika di dalam masjid,yang di antaranya "jangan menjadikan masjid tempat melintas",,
    Bagaimana kalau kita di masjid itu hanya untuk istirahat saja ???
    terimakasih
    wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      maksud jangan menjadikan masjid tempat melintas adalah jangan cuma menjadikan masjid itu tempat melintas saja tanpa melakukan solat sunah 2 rokaat,kalau mau istirahat lebih baik diserambi masjid saja jangan didalamnya.
      trims

      Hapus
  16. Silfina Hayati
    2021111268
    C

    Assalamu'alaikum..
    pertanyaan:
    dalam sebuah pembangunan masjid kerap kali mendapat bantuan dari penduduk yang berupa materi (bantuan keramik misalnya). namun ketika masjid hendak direnovasi, terkadang beberapa orang tidak mau dan tidak menyetujui jika materi yang disumbangkannya ikut dibongkar karena mereka takut jika amal jariyah mereka terputus bersamaan dengan tidak difungsikannya lagi materi (keramik) yang mereka sumbangkan.
    nah bagaimana tanggapan Anda mengenai sikap orang tersebut? dan apakah sikapnya bertentangan dengan sendi-sendi pendidikan dalam Islam? bagaimana solusinya terhadap masalah tersebut?
    terima kasih:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      1.tanggapan saya mengenaai orang2 tsb adalah mereka itu termasuk orang2 yg fanatik,penakut padahal klo masjid itu direnovasi,ya amal mereka gak hilang.
      2.sikapnya sangat bertentangan dengan pendidikan islam.
      3.solusinya dijelasin sama mereka bahwa aggapan mereka slama ini salah

      Hapus
  17. NAMA :HASAN BASRI
    NIM: 2021 111 241
    KELAS:C

    Assalamu'alaikum wr,wb
    apa hukunya jika dalam pembuatan masjid, caranya menyebar pemuda pemudi bepergian untuk mencari uang amal jariyah dengan alasan sbg bantuan pmbgunan masjid padahal uangnya untuk keperluan pribadi?
    mohon penjelasannya menurut hukum agama islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      hukumya dosa besar,jelas2 sudah menipu orang2.trims

      Hapus
  18. Fitriasih (2021111099)

    Assalamualaikum...
    mba restu, mau nanya..menyambung pertanyaan yang mungkin sudah ditanyakan teman2 diatas, dijelaskan bahwa tidak boleh menghiasi masjid, anda mengatakan spt tidak boleh mengecat dg cat warna-warni.lalu bagaimanakah dengan bentuk&bangunan masjid pada zaman sekarang yang terkesan megah dan banyak dihiasi dengan warna yang mencolok?
    kemudian pada point ke 5 ttg etika di dalam masjid disebutkan hendaknya memuliakan (meramaikan)masjid, pertanyaan saia bagaimana pendapat anda mengenai fenomena masjid yang kadang hanya ramai dan penuh pada saat moment tertentu seperti pada saat bulan ramadhan saja..terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalm
      jawaban : 1.masjid sekarang ya beda dong,,,maksud saya jangan dicat warna warni itu ya pelangi,klo sekarang arsiteknya dah beda
      2.klo menurut saya dizaman sekarang memamg masjid rame pd bulan ramadhan saja atau hari2 besar saja,karena orang2nya podo males ng masjid,podo seneng nonton tv
      trims

      Hapus
  19. Dewi Suryani (2021111093)

    Assalamu'alaikum....

    Pertanyaan saya, perbedaan antara cara menjaga dan fungsi masjid sebagai ajaran agama islam sebagai pusat ilmu pengetahuan?...
    kemudian bagaimana sikap kita untuk menjaga kehormatan masjid dari pengaruh ajaran-ajaran agama selain dari agama islam?... terimakasih

    Wassalamu'alaikum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      jawaban : 1.jelas berbeda cara menjaga dan fungsinya
      2.sikap kita sebaikya tetap menjaga kehormatan dari masjid itu sendiri,kira ikut serta meramaikan masjid,ikut aktif dalam remaja masjid,supaya terhindar dari pengaruh ajaran2 agama selain dari agama islam
      trims

      Hapus
  20. Asyef Nurdianto (2021 111 113)

    apa yang bisa kita lakukan sebagai anak muda jaman sekarang untuk menjaga kehormatan masjid?
    Terimakasih, mohon dijawab ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawaban:
      salah satu caranya adalah dengan kita menjadi remaja masjid,dengan begitu kita sebagai anak muda bisa lebih aktif meramaikan masjid dengan kegiatan2 yg positif.

      Hapus
  21. Mus'aliyah (2021 111 087)
    Restu ada yg mau saya tanyakan menyangkut etika etika didalam masjid.Apakah etika etika tersebut dijelaskan langsung didalam hadis maupun di al Qua'an??
    Karena banyak contoh orang yang ke masjid tidak mengindahkan tentang etika ini.
    Saya sendiri juga tidak mengerti apakah karena mereka belum mengerti tentang etika di dalam masjid, atau karena mereka tidak mau mngerti tentang etika di masjid yang benar.bagaimana menurut anda menanggapi hal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawaban : etika2 itu sudah dijelaskan didalm hadist maupoun al quran tapi saya lupa pada bagian mana,he
      menurut saya mereka tidak mau mengerti tentang etika dimasjid,mereka hanya seenaknya keluar masuk masjid gak peduli etika2 didalam masjid itu sendiri.

      Hapus
  22. Nama: Umu Aisyiatul Maqbulah
    NIM: 2021111094

    bagaimana pandangan islam tentang mengadakan resepsi di Masjid, memang sekarang tidak banyak namun ada yang mengadakan resepsi di Masjid-masjid????
    bagaimana pendapat anda....

    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha maksud anda bukan resepsi tapi akad pernikahanya dimasjid,trims

      Hapus
  23. Nurul Hidayah (2021 111 118)
    Assalamualaikum.....
    Dalam penjelasan hadits mengenai kehormatan dan fungsi masjid, ada keterangan "jangan menghias masjid", lalu masjid zaman sekarang banyak dihiasi dengan ukiran-ukiran dan kaligrafi. apakah itu akan mengurangi kehormatan dan fungsi masjid?mohon dijelaskan. terima kasih.
    wassalamualaikum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam
      menurut saya zaman sekarang sm zaman dahulu itu berbeda,kalau sekarang masjid2 banyak dihiasi dengan ukiran2 dan kaligrafi itu dilihat dari hiasan yg bagaimana dulu,klo terlalu berlebihan jelas itu tidak boleh karena segala sesuatu yg berlebihan itu tidak baik,klo sewajarnya saja jelas tidak akan mengurangi kehormatan dan fungsi dari masjid itu sendiri.trims

      Hapus
  24. amilatunisty@yahoo.co.idSenin, 25 Februari 2013 15.57.00 WIB

    nama:Amilatun istiqomah
    NIM: 2021111100
    Assalamu'alaikum,,,,,
    bagaimana sikap anda melihat banyak masjid digunakan hanya untuk sekedar untuk istirahat, diskusi atau sekedar duduk2n, seperti yang terlihat pada kampuz qita,,
    batas2 urusan duniawi yang boleh dibicarakan ketika berada dlm masjid///?????
    terimakasihhhhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam
      mungkin klo mereka hanya diserambi masjid mungkin tidak apa-apa tapi klo didalam mungkin sikap saya akan menasehati mereka dengan baik supaya tidak begitu lg trims.batas2 duniawi yg boleh dibicarakan dimasjid adalah tentang amalan ibadah.

      Hapus
    2. bukankah bahasan amalan ibadah termasuk dalam hal ukhrawi( akhirat) /??????
      mohon dijelaskan kembali ycccc mb restuuuuuuuu,,,syukron

      Hapus
    3. itu menurut saya,klo menurut anda bagaimana???

      Hapus
  25. Nama: Peni Puji Purwasih
    Nim: 2021 111 105

    Assalam...
    Di dalam penjelasan hadits mengapa wanita dilarang memakai wewangian di masjid?apa alasannya?
    Dan kenapa tidak boleh menanyakan barang yang hilang di masjid?jelaskan!
    Terimakasih...;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wlaikumsalam
      1.karena ditakutkan akan menggangu kosentrasi jamaah yg lain,akan menggangu orang lain yg lg ibadah
      2.tidak boleh karena dikhawatirkan akan mengganggu jamaah yg lain,mengumumkan barang yg hilang tdk mungkin secara bisik2,tapi dengan gembar gembor lalu masjid dikhawatirkan akan rame dan ganggu jamaah yg lain

      Hapus
  26. NAMA : ASEP ROKHMATUL YAHYA
    NIM : (2021 111 120)
    Dalam penjelasan hadist diatas disebutkan dilarang jual beli dimasjid. mengapa tidak boleh? bagaimana hukumnya? dan apa dalilnya.
    sekian, trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya jelas tidak boleh,sebab dapat menganggu orang lain yg sedang melakukan ibadah,hukum dan dalil saya tidak tau trims

      Hapus