Laman

1111

Rabu, 27 Maret 2013

e7-2 ika nurfitriana : sosiologi, lunguistik, fisika



HADIST TENTANG ALAM RAYA
(ASTRONOMI DAN FISIKA)
MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Hadist Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I








Disusn oleh :
Ika Nur Fitriana        2021 111 168
Kelas E




JURUSAN TARBIYAH (PAI)
SEKOLAH TINNGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN PEKALONGAN)
2013
BAB I
PENDAHULUAN


Alam Raya yang diciptakan oleh Allah SWT. Tentunya banyak mempunyai hikmah dan manfaat. Hikmah dan manfaat dapat kita dapatkan ketika kita mau menelaah atau pun mengamati alam raya tersebut.
            Dalam makalah ini penulis akan mencoba memaparkan manfaat dari kita menelaah atau pun mengamati bagian dari alam raya, yaitu mengenai pengamatan terhadap astronomi dan fisika. Hal tersebut didukung dengan adanya sebuah hadis, dan penulis akan mencoba memaparkan hadis tersebut.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    1. Materi hadist tentang astronomi
قَا لَ اَ بُو هُرَ يْر ةَ  عَنْ رَسُو لِ ا لله صَلَي ا لله عَلَيْهِ وَ سَلَّم ا نّه قَا لَ : تَعَلَّمُوْ ا مِنْ اَ سْمَا يٍكُمْ مَ تَصلوْ
ن بِهِ اْ رْ حَا مَكُم ثُمَّ ا نْتهوْ ا وَ تَعَلَّمُوْ ا مِنَ ا لْعَرَ بِيَّةِ مَا تَعْرَفُوْ نَ بِهِ كِتَا بَ ا لله ثُمَّ ا نْتهَوْ ا وَ تَعَلَّمُوْ مِنَ ا لنُّجُوْ مِ مَا ت÷ْتَدُوْ نَ بِهِ فِيْ ظُلُمَا تِ ا لْبِرَّ وَ ا لبَحْرِ ثُمَّ ا نْتهُوْ ا (ر و ا ه ا لبيهقي)

2.      Terjemah
“ Belajarlah dari nasabmu apa yang dapat kamu sambung dengannya tali persaudaraanmu kemudian sempurnakanlah dan belajarlah bahasa arab apa yang kamu ucapkannya kitab Allah kemudian sempurnakanlah, kemudian belajarlah dari bintang-bintang apa yang kamu dapatkan petunjuk dengannya didalam kegelapan daratan dan lautan kemudian sempurnakanlah.” (Imam al-baihaqi)

3.      Makna mufrodat
تعلمو ا                : belajarlah
ا سما ؤكم            : nasabmu
تصلو ن              : kamu sambung
ا ر حا مكم           : persaudaraanmu
ا نتهو ا               : sempurnakanlah
تعلمو                  : belajarlah
ا لعر بيه              : bahasa arab
تعرفو ن              : kamu ucapkan
ا لنجو م              : bintang-bintang
تهتد و ن              : kamu dapatkan
ظلما ت               : kegelapan
ا لبر                   : daratan
ا لبحر                : lautan


4.                  Biografi Rowi Hadist
Abu Hurairah
Nama lengkapnya Abdullah atau Abdurrahman Ad-dausi dari Azd al yamani. Abu hurairah termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadist bahkan merupakan tokoh periwayat hadist Rasulullah , beliau adalah sahabat yang paling hapal hadist Rasul Saw.
Dari sinilah kita bisa melihat bahwa Abu Hurairah adalah orang yang betul-betul menghabiskan banyak waktu untuk mendampingi Nabi Saw. Abu Hurairah meriwayatkan 5374 hadist, yang disepakati Bukhori dan Muslim 325 hadist, beliau adalah seorang sahabat agung yang banyak meriwayatkan hadist Rasu, tidak pernah mendustakan Rasulullah.[1]
Al Baihaqi
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Ahmad ibn al Husain ibn ‘Aliy ibn ‘Abd Allah ibn Musa al Baihaqi. Ia dilahirkan pada bulan sya’ban tahun 384 H di desa Khasraujird, daerah Baihaq. Al Baihaqi memperoleh ilmu dari para ulama yang mumpuni pada masanya. Dan hal itu terpantul pada karya-karya al Baihaqi yang mencerminkan penguasaan dan kecintaanya kepada sunnah, kecenderungannya pada kebenaran dan pembelaannya terhadap mazhab Imam syafi’i.[2]

5.      Keterangan Hadist
Yang dimaksud ا لنجو م  disini adalah benda-benda bercahaya selain matahari dan bulan, karena itulah yang tampak dari siyaqul kalam, dan itulah yang biasa dijadikan petunjuk.
Pada masa primitive, orang-orang Arab menentukan waktu dengan terbitnya bintang-bintang itu mereka memelihara waktu tahun dengan anwa’, yaitu bintang-bintang, manzilah-manzilah bulan, pada waktu terbit dan terbenamnya.
Bagi mereka, pengambilan petunjuk dengan bintang-bintang ada dua macam :
a.       Mengetahui waktu dari malam atau dari tahun
b.      Mengetahui jalan-jalan dan arah-arah
Yang dimaksud dengan kegelapan adalah kegelapan malam, kegelapan bumi atau air, serta dalam arti kesalahan dan kesesatan.
Allah-lah yang menjadikan untuk kalian bintang-bintang, sebagai petunjuk di daratan dan di lautan apabila kalian tersesat jalan atau bingung, sehingga diwaktu malam kalian tidak mendapat petunjuk. Dengan bintang-bintang itu kalian mengetahui jalan lalu kalian menempuhnya dan selamat dari kesalahan dan kesesatan di daratan dan di lautan.[3]

6.      Aspek Tarbawi
Secara historis, perkembangan astronomi di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan sejarah negeri ini. Banyak fenomena astronomi yang menarik dan dapat di manfaatkan untuk keperluan praktis maupun memperluas pengetahuan manusia.
Dengan mempelajari astronomi, kita dapat mengetahui beberapa hal antara lain:
a.       Penentuan arah kiblat
b.      Penentuan waktu ibadah sholat
c.       Penanggalan
d.      Penentuan awal bulan hijriyah
e.       Penentuan gerhana
Allah ta’ala mengingatkan kita akan sebagian karunia-Nya dalam menundukkan benda-benda bercahaya yang kita lihat kecil. Setelah mengingatkan kita akan sebagian karunia-Nya di dalam matahari dan bulan yang keduanya terlihat besar oleh mata manusia.

B.  1. Materi hadist tentang fisika
عَنْ عَبْدُ ا لله بْنُ عمر و بْنِ العَا ص ا نَّهُ سَمِعَ رَ سُوْ لَ ا لله صَلي ا لله عَلَيْهِ وَ سَلَّم قَا لَ ( وَ ا لذِ يْ نَفْسُ مُحَمَّدِ بِيَدِهِ إ نَّ مَثَلَ ا لمُؤْ مِنِ لكَمَثّلِ الٌقِطْعَةِ مِنَ الذَّهَبِ نَفَخَ عَلَيْهَا صَا حِبُهَا فَلَمْ تَغَيَّرْ ولَمْ تَنْقُصْ (ر و ا ه ا حمد في ا لمسند , مسند ا لمكثر ين من ا لصحا بة , مسند عبد ا لله بن عمر و بن ا لعا ص)
.
2. Terjemah
Dari Abdullah bin Amru bin Ash menceritakan kepadaku, bahwasanya dia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-NYA, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperti sepotong emas, pemiliknya meniupnya namun emas itu tidak berubah dan tidak berkurang. (HR. Imam Ahmad)

3.      Makna mufrodat
 سمع           : menceritakan
نفس            : jiwa
بيد ه            : tangan-Nya
مثل             : perumpamaan
ا لقطعة        : sepotong
ا لذهب         : emas
نفخ             : pemilik
صا حبها      : meniupnya
تغير            : berubah
تنقص          :berkurang

4.                Biografi rowi
Abdulluh bin Amru bin Ash
Nama lengkapnya dalah Abdullah bin Amr Al Ash As-sahmi Al qurasyi. Dia sudah pandai menulis pada masa jahiliyah, dia adalah seorang abadilah yang faqih, ia memeluk agama islam sebelum ayahnya, kemudian hijrah sebelum penaklukkan makkah. Abdullah seorang ahli ibadah yang zuhud, banyak berpuasa dan sholat.
Sanad yang paling shahih yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan oleh Amr bin syuaib dari ayahnya dari kakeknya Abdullah . Abdullah bin Amr wafat pada tahun 65 H pada malam pengepungan al-fusthat, ia mati syahid di syiffin.
Ahmad bin Hanbal
Nama lengkapnya adalah Ahmad bin hanbal bin hilal bin al-syaybani al- marwazi, nama julukannya adalah Abu Abdillah, lahir di Bagdad tahun 164 H, dan wafat pada usia 77 tahun. Ia dibesarkan di Bagdad dan mendapat pendidikan awalnya dikota tersebut hingga usia 19 tahun. Beliau seorang hafizh mutqin yang wara’, tekun ibadah. Allah memberikan anugerah kepada umat Muhammad, yaitu Imam Ahmad dalam ketabahannya ketika menghadapi ujian. Beliau wafat karena dicambuk dan Allah menjaganya dari kekufuran dan Allah menjadikan ilmunya untuk diikuti dan dijadikan sebagai sandaran.
Beliau mempunyai beberapa karya, diantara karyanya yang terkenal ialah kitab Al’llal dan Al musnad.[4]


5. Keterangan hadist
لكمثل ا لقطعة من ا لذهب      seperti sepotong emas
Maksudnya bahwa iman yang telah meresap kedalam kalbu seseorang yang yang rela kepada Rabb-Nya dan kepada apa yang diperbuat-Nya terhadap dirinya, ia tidak pernah marah kepada Allah barang sedikitpun, dan mengetahui bahwa Allah Maha Bijaksana dan Maha Penyayang, maka imannya tersebut tidaktermakan oleh waktu, akan pernah tergoyahkan seperti ems yang keras dan tidak mudah dipatahkan walaupun telah termakan oleh waktu, sebab bertambah cobaannya bertambah pula iman seseorang.
فلم تغير و لم تنقص            tidak berubah dan tidak berkurang
Maksudnya jika seseorang telah mencapai keimanan yang sempurna yang amal perbuatannya karena Allah, meninggalkan sesuatu karena Allah dan kesukaan dan kebenciannya hanya karena Allah semata, serta akan merasa senang dan sabar bila menerima cobaan dan ujian dari Allah, maka bukannya berkurang iman seseorang melainkan bertambah kuatlah iman seseorang, sebab orang yang beriaman selalu berpegang bahwa orang yang diberi cobaan oleh Allah, dan dia sabar menghadapinya, maka dia adalah orang yang dicintai-Nya.[5]
 
5.      Aspek tarbawi
            Keimanan seseorang sangat berpengaruh pada kehidupan, khususnya kehidupan bermasyarakat, karena apabila imannya tidak kuat maka ia akan mudah terpengaruh oleh orang lain, namun jika iman seseorang itu kuat maka ia akan kuat dengan pendiriannya.
Adapun orang yang benar-benar beriman pada Allah seharusnya:
a.       Iman seseorang tidak mudah tergoyahkan oleh apapun
b.      Orang yang beriman selalu senang dan sabar apabila mendapat cobaan yang diberikan oleh Allah







BAB III
KESIMPULAN

            Dari uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa :
Kita sebagai hamba Allah yang baik diharuskan untuk mengamati alam raya, karena dengan mengamati dan mempelajarinya kita dapat memperoleh beberapa manfaat, antara lain :
1.      Lebih mangenal fungsi-fungsi benda langit dan manfaat bagi kehidupan kita
2.      Mamberi perspektif bagi kita untuk mengenal bagaimana kebesaran Allah dalam menciptakan alam semesta ini
Sehingga dengan memperhatikan dan mengamati alam semesta ini, maka akan semakin kuat ketaqwaannya kepada Allah.
Dan tentang keimanan seseorang adalah, semakin ia diberi ujian dan cobaan oleh Allah, sedang ia sabar dan tabah dalam menghadapinya, maka akan semakin kuat pula keimanannya kepada Allah.












Daftar Pustaka

Abu Bakar, Bahrun. Mahkota Pokok-Pokok Hadis Rasulullah Jilid I.
      Bandung : CV. Sinar Baru Bandung. 1993.
Ali Fayyad, Mahmud. Metodologi Penetapan Kesahihan Hadis.
      Bandung : Pustaka Setia. 1998.
Assa’idi, Sa’dullah. Hadis-Hadis Sekte Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
      1996
Mustafa, Ahmad. Tafsir Al-Maragi. Semarang : PT. Karya Toha Putra
      Semarang. 1992.






















[1] Mahmud Aly Fayyad. Metodologi Penetapan Kesahihan Hadis,  (Bandung : Pustaka Setia, 1998), h. 108-111
[2] Ibid, hlm. 196-198
[3]Ahmad Mustofa Al Maragi, Tafsir Al-Maragi, (semarang : PT. Karya Toha Putra Semarang, 1992), Cet II, h. 343
[4] Drs. Sa’dullah Assa’idi, Hadis-hadis sekte, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1996), Cet. 1, h. 53-54
[5]Syekh Manshur Ali Nashif, Mahkota Pokok-Pokok Hadis Rasulullah Saw, (Bandung : CV. Sinar Baru Bandung, 1993), h. 34-35

42 komentar:

  1. apakah manusia bisa melihat sampai ke langit 7, atau bisa melihat ke arsyi...?
    di makalah di jelaskan bahwa iman manusia tidak mudah tergoyang , tapi kenapa iman manusia naik turun...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia itu hanya makhluk biasa yang mempunyai keterbatasan dalam melakukan sesuatu, namun ada satu manusia pilihan yang dapat naik hingga langit ke 7, dan itu adalah Nabi Muhammad dan itupun ats kehendak dan ijin Allah. jadi menurut pendapat saya manusia sehebat apapun tidak akan pernah bisa dan sanggup untuk menjangkau sampai langit ke 7 apalagi sampai ke Arsyi, Wallahu'alam
      Mengenai masalah iman yang tak tergoyahkan itu adalah imannya seorang yang benar2 sudah masuk dalam hati yang paling dalam, hidup dan matinya diserahkan semuanya kepada Allah, sedangkan tentang naik turunnya iman seseorang itu disebabkan karena iman tersebut belum sampai hati yang paling dalam bahkan ia masih sering meragukan kekuasaan Allah dan akan ingat Allah jika ia dalam kesusahan saja.

      Hapus
  2. assalamu' alaikum..
    2021111380

    apakah pendirian yang kuat menjamin seseorang itu beriman,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pendirian itu menyangkut tentang aqidah selama aqidah itu tidak menyeleweng, maka iman orang tersebut akan kuat, karena ia percaya bahwa tidak ada kekuatan kecuali kekuatan itu datang dari Allah. karena orang yang berpendirian agama yang kuat maka ia pasti mempunyai benteng keimanan yang kuat pula.

      Hapus
  3. assalamu'alaikum wr.wb
    nama : ratna wahyuningsih
    nim : 2021 111 212
    dalam makalah kan sudah dijelaskan mengenai fungsi mempelajari ilmu astronomi,,,,
    nha, yang saya tanyakan apakah ada fungsi lainny.????
    kalo ada, tlong jelaskan,
    terima kasih.
    wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fungsi/ manfaat lain dalam mempelajari astronomi antara lain:
      1. Utama-nya secara pragmatis adalah penentuan/perhitungan almanak. Penentuan/perhitungan ini bagi sosio kultur tertentu, kadang2 sangat sensitif.
      Misalnya dalam Islam: penentuan tanggal 1 bulan Ramadhan dan penentuan tanggal 1 bulan syawal. Yang mana dalam almanak Islam, memakai peredaran bulan sebagai basis perhitungannya.

      2. Perhitungan/Patokan Arah bagi para nelayan tradisional yang tidak mampu membeli peralatan navigasi yang canggih. Dipakai terutama pada malam hari, dengan berpatokan pada rasi2 bintang.

      3. Perhitungan kapan terjadinya pasang surut air laut.

      4. Perhitungan musim tanam para petani. Di kalangan petani Jawa dikenal dengan istilah "petungan mongso".

      5. Untuk tujuan yang lebih canggih, misalnya perhitungan manuver wahana antariksa untuk keperluan penelitian, misalnya pada voyager milik USA.

      Hapus
  4. Assalamualaikum ..
    Nama Rahardyani Tyas S
    NIM 2021111298

    menyangkut pembahasan tentang Astronomi, Bagaimana pendapat pemakalah tentang fenomena sering terjadinya perbedaan antara ahli falaq tentang penentuan bulan, seperti syawal, ramadhan, dsb ??? sebenarnya apa saja yang melatarbelakangi perbedaan tersebut ?
    dan menyangkut ke hadist kedua, sebenarnya apa kolerasinya dengan judulnya "hadits tentang fisika" ???

    terimakasih
    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Para ulama berselisih pendapat di dalam menentukan awal bulan Ramadhan ada yang secara(rukyat)dan cara hisab.
      Pendapat Pertama bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan adalah dengan cara melihat bulan secara langsung (rukyat)Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf dan khalaf, termasuk di dalamnya Imam Madzhab yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'I, dan Ahmad).
      Dalil mereka adalah sebagai berikut : Sabda Rasulullah saw : "Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh." (HR Muslim) 2. Sabda Rasulullah saw :
      "Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan." (HR. Bukhari dan Muslim)
      Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat bulan secara langsung. Jika bulan tersebut terhalang oleh awan, hendaknya disempurnakan bilangan bulan hingga tiga puluh hari.

      Pendapat kedua dengan menggunakan hisab. Ini adalah pendapat Mutharrif bin Abdullah, Ibnu Suraij, dan Ibnu Qutaibah. Mereka berdalil dengan hadits riwayat muslim di atas ( lihat hadits no 1 ) , hanya saja kelompok ini menafsirkan lafadh " faqduru lahu " dengan ilmu hisab. Yaitu jika bulan tersebut tertutup dengan mendung, maka pergunakanlah ilmu hisab.

      Dari dua pendapat di atas, maka pendapat yang benar adalah pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa untuk menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal adalah dengan cara melihat bulan secara langsung (rukyat). Boleh memakai alat bantu seperti teropong dan lain-lainnya. Demikian pula diperbolehkan menggunakan hitungan hisab, tetapi hanya sebagai pembantu dan penopang dari rukyat.

      Selain itu di dalam ilmu hisab (ilmu falak)ada perbedaan pendapat, Ada yang menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’. Sebagian yang lain menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’ ditambahkan bahwa pada saat terbenam matahari tersebut, Hilal (bulan) sudah wujud di atas ufuk. Ini sering disebut dengan model “ wujudul hilal.”
      Inilah mengapa umat Islam di Indonesia belum bisa bersatu di dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal, karena masing-masing dari aliran ilmu hisab (ilmu falak) memegang prinsipnya dan merasa paling benar, sehingga tidak mau mundur sedikitpun demi persatuan umat. Wallahu Musta'an.

      Untuk mengurangi perpecahan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menyikapi perbedaan cara menentukan awal bulan tersebut, para ulama menfatwakan bahwa sebaiknya umat Islam mengikuti awal bulan Ramadhan dan Syawal yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam negara masing-masing.
      Pada hadits kedua itu menjelaskan tentang emas dimana emas tersebut diibaratkan seperti keimanan seorang mukmin, yang tidak akan pernah berubah dan berkurang bila ditiup, seperti halnya iman yang tidak akan pernah goyah jika iman tersebut sudah masuk dalam hati sanubari yang paling dalam.

      Hapus
  5. nur fitriyani 2021 111 143
    Belajarlah dari nasabmu apa yang dapat kamu sambung dengannya tali persaudaraanmu kemudian sempurnakanlah dan belajarlah bahasa arab apa yang kamu ucapkannya kitab Allah kemudian sempurnakanlah, kemudian belajarlah dari bintang-bintang apa yang kamu dapatkan petunjuk dengannya didalam kegelapan daratan dan lautan kemudian sempurnakanlah. mksud kata sempurnakanlah dsni itu apa dan menyempurnakannya itu dgn cara apa?? mhn jlskan trma ksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud dari pertanyaan anda ialah menyambung tali silaturahmi untuk memperbnyak persaudaraan rasulpun memerintahkan untukk saling kenal mengenal satu sama lain,agar lebih erat tali persaudaraan dan maksud belajar b.arab agar kita mengetahui ilmu-ilmu karna Al-qur'ann juga di turunkan dengan b.arab, dan Nabi Muhammad Saw juga hidup di bangsa atau bahasa arab. dengan kita pandai dalam berbahasa maka pengatahuan kita semangkin luas.
      dan mksud dari ilmu perbintang kita dapat mengatahui pengatahuan seperti ilmu astronomi. ilmu perhitungan juga bisa ! asalkan kita sungguh2 dalam mempelajari ilmu-ilmu perbintangan,

      Hapus
  6. Sopi Yudin
    2022 111 134
    Assalamua'alaikum Wr, Wb ?
    mba ika bagaimana mengenai tentang sodiak seperti gemini. scorpion DLL ?? bukanya itu dari nujum atau benda-benda langit ?? apakah kita tetap percaya tentang adanya sodiak ?

    sebenarnya iman seseorang itu bertambah atau berkurang mba ? mohon penjelasanya mengenai iman seseorang itu ?? terimakasih

    Wassalamu'alaikum Wr, Wb ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pandangan islam tentang zodiak:
      Karakteristik orang tidak ditentukan dari tanggal
      kelahirannya, melainkan ditentukan oleh banyak faktor lainnya.
      Misalnya faktor genetis, di mana karakter orang tua
      biasanya memang menurun kepada anaknya. Juga dimungkinkan pembentukan karakter
      dari faktor lingkungan , di mana memang terbukti bahwa lingkungan
      itu sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang.
      Bahkan tidak jarang bahwa faktor kejadian penting
      yang membekas, seperti trauma dan sejenisnya, mungkin saja membelokkan atau
      paling tidak akan berpengaruh pada perangai seseorang.
      Tapi sama sekali tidak ada pengaruhnya bila
      dikaitkan dengan tanggal, bulan atau tahun kelahiran. Apalagi dikaitkan dengan
      zodiak yang pada hakikatnya tidak lain adalah kepercayaan syirik kepada
      benda-benda langit.
      Kesyirikan masalah zodiak ini semakin terasa kalau
      kita cermati istilah-istilah zodiak. Ternyata nama-nama bintang itu mengacu
      kepada nama-nama berhala. Padahal Islam diturunkan justru untuk memberantas
      berhala-berhala itu serta kepercayaan bahwa berhala dan konstalasi bintang itu
      berpengaruh pada nasib dan peruntungan manusia.
      Kalau pun ada pengaruh benda-benda langit atas apa
      yang terjadi di muka bumi, hanya sebatas ilmu astoronomi, yang bermanfaat untuk
      mengetahui musim tanam buat petani, atau untuk para pelayar dalam menentukan
      arah.
      Namun tidak ada kaitannya dengan karakter, sifat
      apalagi nasib seseorang.
      Jadi kepercayaan terhadap hal2 tersebut termasuk perbuatan syirik dalam pandangan islam.

      Mengenai iman seseorang itu adakalanya naik dan adakalanya turun, tapi kita masih bisa mengupayakan agar iman tersebut tetap bagus dengan cara menanamkan iman dalam hati kita dan selalu ingat kepada Allah dimanapun kita berada.

      Hapus
  7. Firda Amalia 2021 111 138

    Assalamu'alaikum...
    Dalam hadits ke-2 menjelaskan tentang fisika,menurut pemakalah apa yang dimaksud fisika dalam hadits tersebut??dan apa hubungannya tentang fisika dengan keimanan??mohon dijelaskan...
    terimakasih...
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengertian fisika secara garis besar adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar tentang hukum2, namun fisika disini itu membahas tentang emas, dimana emas tersebut di ibaratkan seperti keimanannya seorang mukmin. dimana emas itu bila ditiup tidak akan pernah berubah dan tidak berkurang seperti halnya iman, bagi seorang yang imannya telah meresap kedalam kalbu, maka tidak akan pernah tergoyahkan walaupun diberi ujian dan cobaan oleh Allah.

      Hapus
  8. dessy nur laily
    2021 111 140

    dari pembahasan di atas,mohon penjelasannya tentang korelasi judul sosiologi, lunguistik, fisika dengan kedua hadits diatas..
    terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya seperti ini mba dengan kita mempelajari ilmu alam (astronomi)! kita dapat mengatahui ilmu-ilmu seperti sosiologi,bertujuan hidup untuk sosial kepada sesama. lunguistik, fisika untuk perhitungan dan pengatahuan gaya-gaya grafitasi misalnya yang terjadi karna hukum alam.
      itu saja mba penjelasan dari saya ..

      Hapus
  9. Nama : Moh. Nashoikhul Ibad
    NIM : 2021 111 178

    Dengan bintang-bintang itu kalian mengetahui jalan lalu kalian menempuhnya dan selamat dari kesalahan dan kesesatan di daratan dan di lautan. caranya itu seperti apa? Contohkan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya adalah bahwasanya bintang2 tersebut dijadikan petunjuk baik di daratan maupun dilautan, karna pada masa primitif, orang2 arab menjadikan bintang sebagai petunjuk. sehingga dapat mengetahui jalan lalu dapat menempuhnya dan selamat dari kesalahan dan kesesatan di daratan dan dilautan. Adapun caranya itu tergantung situasi dan kondisi pada saat itu.
      Contohnya itu seorang nelayan yang sedang berlayar dan mereka menjadikan bintang sebagai petunjuk untuk arah pulang.

      Hapus
  10. nanik dwi astutik
    2021111062
    asalamualaikum
    bagaimana agar kita menjadikan haist yg berhubungan denan fisika itu pelajaran ? trimaksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam hadits ke 35 menjelaskan tentang fisika dimana didalamnya membahas tentang emas. dan emas tersebut di ibaratkan dengan keimanan seorang muslim, yang tidak akan berubah dan tidak akan berkurang walaupun diberi ujian dan cobaaan oleh Allah.
      Adapun pelajaran yang bisa diambil adalah agar iman yang ada dalam diri kita itu selalu kuat dan tidak akan berubah dan berkurang jika diberi cobaan oleh Allah, dan menjadikan ujian tersebut sebagai pelajaran kita agar selalu bersabar. seperti halnya emas yang akan tetap utuh walaupun dtiup oleh angin.

      Hapus
  11. Assalamu'alaikum mbak ika... hehee.. saya mau tanya ya... apa sih "siyaqul kalam" itu... yang ada pada keterangan hadits diatas..

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsslam mba bibah yang cantik !!! maksudnya siyaqul kalam ialah letaknya ucapan atau kalam ... itu saja mbaa

      Hapus
  12. Inayah 2021 111 165
    Assalamu'alaikum....
    mau tanya, bagaimana Kilatan Petir dan Geledek dalam Kacamata Syari’at Islam? sertakan Hadistnya. dan apakah hadist itu termasuk hadist kuat atau lemah, tolong jelaskan.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kilatan Petir dan Geledek dalam Kacamata Syari’at Islam:
      Ada tiga istilah untuk kilatan petir dan geledek yaitu ar ro’du, ash showa’iq dan al barq. Ar ro’du adalah istilah untuk suara petir atau geledek. Sedangkan ash showa’iq dan al barq adalah istilah untuk kilatan petir, yaitu cahaya yang muncul beberapa saat sebelum adanya suara petir.
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ”Dalam hadits marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen) pada riwayat At Tirmidzi dan selainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang ar ro’du, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
      مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ
      ”Ar ro’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.”
      Disebutkan dalam Makarimil Akhlaq milik Al Khoro-ithi, ’Ali pernah ditanya mengenai ar ro’du. Beliau menjawab, ”Ar ro’du adalah malaikat. Beliau ditanya pula mengenai al barq. Beliau menjawab, ”Al barq (kilatan petir) itu adalah pengoyak di tangannya.” Dan dalam riwayat lain dari Ali juga,” Al barq itu adalah pengoyak dari besi di tangannya”.”
      Kemudian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan lagi, ”Ar ro’du adalah mashdar (kata kerja yang dibendakan) berasal dari kata ro’ada, yar’udu, ro’dan (yang berarti gemuruh, pen). … Namanya gerakan pasti menimbulkan suara. Malaikat adalah yang menggerakkan (menggetarkan) awan, lalu memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan setiap gerakan di alam ini baik yang di atas (langit, pen) maupun di bawah (bumi, pen) adalah dari malaikat. Suara manusia dihasilkan dari gerakan bibir, lisan, gigi, lidah, dan dan tenggorokan. Dari situ, manusia bisa bertasbih kepada Rabbnya, bisa mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Oleh karena itu, ar ro’du (suara gemuruh) adalah suara yang membentak awan. Dan al barq (kilatan petir) adalah kilauan air atau kilauan cahaya. … ”
      Ketika menafsirkan surat al Baqarah ayat 19, As Suyuthi mengatakan bahwa ar ra’du adalah malaikat yang ditugasi mengatur awan. Ada juga yang berpendapat bahwa ar ro’du adalah suara malaikat. Sedangkan al barq (kilatan petir) adalah kilatan cahaya dari cambuk malaikat untuk menggiring mendung.
      Ar ro’du kadang dimaknakan dengan malaikat yang ditugasi mengatur awan. Ada pula yang berpendapat bahwa ar ro’du (geledek) adalah suara malaikat. Sedangkan al barq atau ash showa’iq adalah kilatan cahaya dari cambuk malaikat yang digunakan untuk menggiring mendung.
      Karena apa yang diperbuat oleh malaikat ini termasuk ranah ghoib, maka kewajiban kita hanyalah mengimaninya saja, dan tidak boleh mengingkari

      Hapus
  13. 2021 111 142

    kenapa Kalau hisab dan Hilal dalam menentukan awal dan akhir puasa, kebanyakan masih dihitung secara manual? dan tidak pakai hitungan hari, jam, menit dan detik, spt NASA dalam menentukan kapan gerhana matahari dan bulan bisa ditentukan dengan tepat jauh 2 hari sebelumya,
    bagaimana menurut pemakalah dalam hal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba bukanya hisab itu adalah dengan cara perhitungan dalam ilmu hisab (ilmu falak)ada perbedaan pendapat, Ada yang menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’. Sebagian yang lain menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’ ditambahkan bahwa pada saat terbenam matahari tersebut, Hilal (bulan) sudah wujud di atas ufuk. Ini sering disebut dengan model “ wujudul hilal.”
      Inilah mengapa umat Islam di Indonesia belum bisa bersatu di dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal, karena masing-masing dari aliran ilmu hisab (ilmu falak) memegang prinsipnya dan merasa paling benar, sehingga tidak mau mundur sedikitpun demi persatuan umat

      Hapus
  14. nim 2021 111 154
    mengapa kita manusia perlu mempelajari astronomi , bahkan sampe sampe membuat nama untuk planet planet yang ditemukan, padahalkan di luar agkasa sudah tidak ada kehidupn lagi disana? tolong jelaskan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alasan kita mempelajari astronomi itu antara lain:
      1. Agar kita lebih mengenal fungsi atau manfaat benda2 langit bagi kehidupan kita.
      2. Memberi perspektif bagi kita untuk mengenal tentang kebesaran Allah dalam menciptakan alam semesta ini.
      Sehingga dengan memperhatikan dan mengamati alam semesta ini, maka akan semakin kuat ketaqwaanya pada Allah.

      Hapus
  15. 2021 111 127
    assalamu'alaikum...
    bagaimana menurut pemakalah jika ilmu perbintangan digunakan untuk meramal nasib seseorang?
    bahwa disebutkan ilmu perbintangan juga dipersepsikan sebagai ilmu nujum (ilmu ramalan), mohon penjelasannya??
    terimakasih,
    wassalamu'alaikum....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalamu'alaikum !!!
      kalau yang saya ketahui di dalam kitab ta'lim kalau g salah.. heee
      jika ilmu perbintangan digunakan untuk meramal nasib seseorang itu tidak boleh ! karna melanggar aturan Allah SWT. hanya Allah SWT lah yang tahu apa yang sebelum dan sesudah kajadian yang akan diterima oleh mahkluk-makhlunya !! bukan ramalan mba akan tetapi untuk perhitungan. seperti cara untuk mengatahui kapan masuk awal bulan ramadhan. syawal ,,
      wa'alaikumusslam Wr, Wb ?

      Hapus
  16. assalamu'alaikum..
    bagaimana, aplikasi dari ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari? yang bisa kita lakukan sendiri...
    dan adakah ayat dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang fisika?
    trimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam...!
      fisika dalam kehidupan kita dapat mengambil pengatahuan tentang adanya hukum alam. saya contohkan mengapa benda di lemparkan pasti jatuh ke bawah karna itu merupakan gaya grafitasi . merupakan dari ilmu fisika..
      kalau di dalam ayat Al-qur"an kami belum menemukanya !! mohon maaf nya

      Hapus
  17. 2021 111 352
    kenapa ilmu fisika barat lebih maju dari pada timur? jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. karana tokoh-tokoh ilmuan timur juga mengambil ilmu-ilmu dari barat. itu yang saya ketahui!! bisa anda lihat pada ilmu filsafat islam yang mana tokoh timur juga lebih terdahulu adnya ilmu-ilmu ..

      Hapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. sakinah
    2021 111 211

    asslmkm ukhti...
    dimanakah sejatinya iman itu berada?
    sejauh manakah seorang mukmin bisa diumpamakan dengan sepotong emas?

    wasslmkm
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam
      iman itu letaknya di dalm hati manusia yang mempercayai Allah itu Tuhan-Nya,
      Iman itu bisa di umpamakan seperti emas jika keimanan seseorang tersebut sudah sampai kehatinya yang paling dalam. Dan juga mempercayai bahwa semua yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah.

      Hapus
  21. NAMA: ZAHRUL FITRIYAH
    NIM: 2021 111 156
    KELAS: E

    assalamu'alaikum
    mohon jelaskan mengenai ilmu sosiologi yang baik menurut hadits Rasul saw.??
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaitu kita di anjurkan untuk berhubungan kepada sesama. Mempererat tali silaturahmi, yang di perintah kan oleh rasul yaitu untuk saling kenal mengenal.

      Hapus
    2. wa'alaikumussalam
      mohon maaf mbk pipit, saya belum bisa menemukan haditsnya dan juga belum bisa menjelaskannya.

      Hapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus