Laman

Sabtu, 21 September 2013

SBM-I-3: Pendekatan SBM


MAKALAH
PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

Disusun guna memenuhi tugas:
Mata kuliah: strategi belajar mengajar
Dosen pengampu: Ghufron Dimyati

Di susun oleh:
Inayah (2021111165)
Andi yoga S (2021111176)
Ahris maula ulya (2021111177)

Kelas: I

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013



BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam proses belajar mengajar, kita sering menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan. Dan secara tidak sadar kita melakukan strategi untuk memerangi ketidaktahuan. Namun sebelum metode, sebuah pendekatan nampaknya penting diketahui hal ini untuk mengoptimalisasi  kegiatan balajar dikelas, karena nampaknya kita sering lupa bahwa kita amat terpengaruh oleh semua lingkungan yang kita tinggali. Adalah resiko bagi seorang pendidik untuk mendekati semua ini yang berpengaruh pada proses pelaksanaan pendidikan, karena hasil pendidikan itupun yang menjadi pengaruh terbesar dalam peradaban manusia, tidak ada yang tidak berkembang tanpa pendidikan.Guru perlu menyadari dan memaklumi bahwa anak didik itu merupakan individu dengan segala perbedaanya sehingga diperlukan beberapa pendekatan dalam proses belajar mengajar.
Oleh karena itu sebelum guru melakukan pengajaran diharapkan telah mengetahui pendekatan yang diambil tepat untuk anak didiknya. Supaya proses balajar mengajar bisa berjalan lancar








BAB 11
PEMBAHASAN
PENDEKATAN DALAM STRATEGI BELAJAR- MENGAJAR
A.    HAKIKAT PENDEKATAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Dalam kegiatan pembelajaran, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kalau kita beranggapan bahwa tugas guru adalah cuma ceramah, menyampaikan materi terussalam dan pergi adalah suatu hal yang sangat keliru.
Pendekatan pembelajaran diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada sudut pandang tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cukup teorits tertentu.
Pada dasarnya pendekatan pembelajaran berbeda dengan metode pembelajaran. Pendekatan lebih menekankan pada strattegi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Satu pendekatan direncanakan untuk satu pembelajaran, mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode. Sebagai contoh dalam pembelajaran pencemaran lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dapat dipilih dari beberapa pendekatan yang sesuai, antara lain pendekatan lingkungan. Ketika proses pembelajaran pencemaran lingkungan dilaksanakan dengan pendekatan lingkungan, maka dapat digunakan beberapa metode, misalnya metode observasi, metode diskusi, dan metode ceramah.[1]




B.     BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
1.      Ekspository Learning
Pendekatan ini dilatarbelakangi anggapan terhadap siswa bahwa mereka masih kosong dengan ilmu. Dalam pendekatan ini guru berfungsi sebagai desainer dan sebagai aktor.
Secara garis besar prosedur pendekatan ekspository learning ini adalah:
·         Preparasi
Yaitu, guru mempersiapkan (preparasi) bahan selengkapnya secara sistematis dan rapi.
·         Apersepsi
Guru bertanya atau memberikan uraian singkat untuk mengarahkan perhatian anak didik kepada meteri yang akan diajarkan.
·         Presentasi
Guru menyajikan bahan dengan cara memberikan ceramah atau menyuruh anak didik membaca bahan yang telah disiapkan dari buku teks tertentu atau yang ditulis guru sendiri.
·         Resitasi
Guru bertanya dan anak didik menjawab sesuai bahan yang dipelajari, atau anak didik disuruh menyatakan kembali dengan kata- kata sendiri (resitasi), tentang pokok- pokok masalah yang telah dipelajari secara lisan maupun tulisan.



2.      Enquiry learning
Adalah belajar mencari dan menemukan sendiri. Dalam sistem belajar- mengajar ini guru menyajikan bahn pelajaran tidak dalam bentuk yang final, tetapi anak didik diberi peluang untuk mencari dan menemukannya sendiri dengan mempergunakan teknik pendekatan pemecahan masalah.
Pendekatan enquiry learning dilatar belakangi oleh anggapan seorang pendidik bahwa siswa merupakan subjek dan objek yang telah memiliki ilmu pengetahuan..
Dalam pendekatan ini guru berfungsi sebagai supervisor, fasilator, mediator, dan komentator.
3.      Mastery learning (belajar tuntas)
Belajar tuntas didasarkan pada kondisi objektif bahwa setiap siswa dapat mencapai belajar tuntas, namun biasanya membutuhkan waktu yang berbeda- beda.
Bentuk pengajaran dalam model belajar tuntas ini bisa dilaksanakan secara individual, tetapi dapat juga secara kelompok. Dan tentunya pengajaran ini memerlukan adanya kelengkapan perangkat penunjang seperti modul, laboratorium, ataupun teaching mechine.
4.      Humanity education
Sebuah sistem klasik yang bersifat global, tetapi beberapa prinsip dasarnya diambil para ahli pendidikan untuk dijadikan sebuah sistem pendekatan PBM.
Pendekatan humanistic menitik beratkan pada upaya membantu siswa agar dapat mencapai perwujudan dirinya sesuai dengan kemempuan dasar dan kekhususan yang ada pada diri siswa.[2]






C.    CONTOH PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR- MENGAJAR
Contoh berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar, antara lain:
1.      Resource- based learning
Resource- basedlearning” adalah cara belajar yang bermacam- macam bentuk dan segi- seginya. Metode ini dapat singkat atau panjang, berlangsung selama satu jam pelajaran atau selama setengah semester dengan pertemuan dua kali seminggu selama satu atau dua jam, dapat diarahkan oleg guru atau berpusat pada kegiatan murid, dapat mengenai satu mata pelajaran tertentu atau melibatkan berbagai disiplin, dapat bersifat indifidual atau klasikal, dapat menggunakan alat audio- visual yang diamati secara individual atau diperlihatkan kepada seluruh kelas.[3]

2.      Mastery learning (belajar tuntas)
Mastery learning atau biasa disebut belajar tuntas, adalah pendekatan yang bertujuan agar materi pelajaran dikuasi oleh murid secara tuntas.
Di indonesia ide mastery learning atau belajar tuntas dipopulerkan oleh BP3K (Badan pengembangan dan penelitian pendididkan dan kebudayaan) yang dikaitkan dengan pembaharuan kurikulum (kurikulum 1975, PPSP atau proyek perintis sekolah pembangunan dengan pengajaran modulnya).[4]

3.      Pendekatan audio- tutorial
Pendekatan ini juga berdasarkan belajar secara individual. Anak- anak dapat belajar menurut kecepatan masing- masing dengan bahan pelajaran yang tidak uniform dengan yang lain dan memungkinkan pendalaman bagi individu menurut tujuan masing- masing.
Pendekatan belajar ini adalah belajar sendiri oleh murid dalam booth, semacam bilik yang kecil (audio- tutorial booth atau self- instructional learning carnel), yang dilengkapi dengan audio- tape yang mengarahkan siswa kepada berbagai kegiatan- kegiatan belajar, alat audio- visual, mungkin juga eksperimen yang harus dilakukan.[5]
4.      Belajar bebas
Belajar bebas bertujuan agar murid dapat belajar sendiri, menentukan sendiri apa yang dipelajari, bagaimana mempelajarinya, tanpa diatur secara ketat oleh guru atau peraturan.
Belajar berdasarkan kebebasan membawa perubahan yang positif pada anak, tentang sikapnya terhadap dirinya serta hubungannya dengan orang lain.
Belajar bebas dapat dilaksanakan bila syarat- syarat tertentu dapat dipenuhi, yakni:
Syarat- syarat belajar bebas:
a.      Adanya masalah
Adanya suatu masalah yang menarik dan bermakna bagi murid. Masalah itu harus riil yang ada kaitannya dengan kehidupan murid, sehingga ada hasrat dan kesediaan untuk memecahkannya.
b.      Kepercayaan akan kesanggupan manusia
Syarat ini hanya dapat dilakukan oleh diri guru, karena cara belajar ini hanya mungkin berdasarkan keyakinan penuh dari pihak guru akan kemampuan murid untuk berbuat yang baik, untuk belajar sendiri, untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.
c.       Keterbukaan guru
Keterbukaan guru akan kepribadiannya yang sesungguhnya, tidak boleh menutup- nutupinya, ia harus jujur menampakkan perasaannya yang sebenarnya sebagai manusia, yang dapat benci atau suka, senang dan sedih, marah, jengkel, atau gembira.
d.      Menghadapi murid
Guru harus menerima murid menurut pribadi masing- masing, dan dapat menghargai sifat- sifat mereka walaupun menyimpang dari apa yang umumnya dianggap baik.
Sikap menerima dan menghargai ini pada dasarnya sama dengan kepercayaan akan kemampuan individu untuk belajar dan berkembang.[6]

5.      Signal learning (belajar isyarat)
Timbul setelah sejumlah pengalaman tertentu.
Contoh:
-          aba- aba “siap!” merupakan suatu signal atau isyarat untuk mengambil sikap tertentu.
-          Melihat ular atau ulat yang besar menimbulkan rasa jijik. Melihat ular itu marupakan isyarat yang menimbulkan perasaan tertentu
6.      Stimulus- response learning (Belajar stimulus respon)
Kemampuan ini tidak diperoleh dengan tiba- tiba, akan tetapi melalui latihan- latihan. Respon itu dapat diatur atau dikuasai.
Contoh:
-          depannya bila kita katakan “kasi tangan” atau “salam”. Ucapan “kasi tangan” merupakan stimulus yang menimbulkan respon “memberi salam” oleh anjing itu.
7.      Chaining (rantai atau rangkaian)
Terjadi bila terbentuk hubungan antara beberapa S-R, oleh sebab yang satu terjadi segera setelah yang satu lagi, jadi berdasarkan “contiguity”.
Contoh:
-          “Ibu- bapak”, “kampung- halaman”, “selamat- tinggal” dll.
8.      Discrimination (Belajar diskriminasi)
Contoh:
-          Anak dapat mengenal berbagai merk mobil beserta namanya, walaupun tampaknya mobil itu banyak persamaan.
-          Demikian pula anak dapat membedakan manusia yang satu dari yang lain, juga tanaman binatang, dan lain- lain.
Makin banyak yang harus dirangkaikan, makin besar kesulitan yang dihadapi, karena kemungkinan gangguan atau “interference” itu, dan kemungkinan suatu chain dilupakan.
9.      Concept learning (Belajar konsep)
Belajar konsep mungkin karena kesanggupan manuia untuk mengadakan representasi internal tentang dunia sekitarnya dengan menggunakan bahasa.
Dengan menguasai konsep, ia dapat menggolongkan dunia sekitarnya menurut konsep itu, misalnya menurut warna, bentuk, besar, jumlah dan sebagainya.
Dalam hal ini kelakuan manusia tidak dikuasai oleh stimulus dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk yang abstrak.
Contoh:
-          Dapat anak kita suruh melakukan perintah, “ambil botol yang ditengah”.
Untuk mempelajari suatu konsep anak harus mengalami berbagai situasi dengan stimulus tertentu.
10.  Lure learning (Belajar aturan)
Type belajar ini banyak terdapat dalam pelajaran disekolah. Banyak aturan yang perlu diketahui oleh setiap orang yang terdidik. Aturan ini terdapat dalam tiap mata pelajaran.
Contoh:
-          Benda yang dipanaskan memuai; angin berhembus dari daerah maksimum ke daerah minimum.

11.  Problem solving (pemecahan masalah)
Disekolah murid-murid terus menerus dihadapkan dengan berbagai masalah dalam tiap matapelajaran.
Dalam memecahkan masalah sering harus dilalui barbagai langkah seperti mengenal setiap unsur dalam masalah itu, mencari aturan- aturan yang berkenaan dengan masalah itu dan dalam segala langkah perlu ia berpikir.[7]


























BAB 111
PENUTUP
    Kesimpulan
Pendekatan pembelajaran dapat berarti titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran atau merupakan gambaran pola umum perbuatan guru dan peserta didik di dalam perwujudan kegiatan pembelajaran, yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar.
Macam- macampendekatan dalam pembelajaran:
a.       Ekspository Learning
b.      Enquiry learning
c.       Mastery learning (belajar tuntas)
d.      Humanity education
Contoh- contoh pendekatan pembelajaran:
a.       Resource- based learning
b.      Mastery learning (belajar tuntas)
c.       Pendekatan audio- tutorial
d.      Belajar bebas
e.       Signal learning (belajar isyarat)
f.       Stimulus- response learning (Belajar stimulus respon)
g.      Chaining (rantai atau rangkaian)
h.      Discrimination (Belajar diskriminasi)
i.        Concept learning (Belajar konsep)
k.      Problem solving (pemecahan masalah)
DAFTAR PUSTAKA

Ø  Zainal Mustakim, 2009 Strategi Dan Metode Pembelajaran, Pekalongan: STAIN Pekalongan Press
Ø  Pupuh Fathurrahman. M Sobry Sutikno, 2009 Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Anggota Ikapi
Ø  S. Nasution, 2000 Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan  Mengajar, Jakarta: PT Bumi Aksara


[1] Zainal Mustakim, Strategi Dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2009), hlm. 71-72.
[2] Pupuh Fathurrahman. M Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Anggota Ikapi, 2009), hlm. 30-34.
[3] S. Nasution, Berbagai Pendekatan  Dalam Proses Belajar Dan  Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2000), hlm. 29

[4] Ibid,. Halm.36-37
[5] Ibid,. Halm.64
[6] Ibid,. Halm.80-87
[7] Ibid,. Halm. 136-139

22 komentar:

  1. Assslamu'alaikum.
    Singkat saja ya :) terkait empat pendekatan dalam pembelajarn yang sudah di jelaskan di atas. saya mau tanya, kekurangan dan kelebihan dari ke empat macam pendekatan tersebut?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam. terima kasih atas partanyaan ynga luar biasa. dibawah ini akan saya kemukakan bebrapa kekurangan dan kelebihan dari pendekatan pendekatan yang ada pada makalah diatas, sila disimak.

      1. Ekspository learning
      Kelebihan: dapat menyampaikan banyak materi dalam waktu yang singkat
      Kekurangan: *siswa kadang jenuh, karena hanya mendengarkan guru ceramah menyampaikan pelajaran.
      *siswa sering tidak paham dan lebih cenderung mengobrol sendiri.
      2. Enquiry learning
      Kelebihan: dapat merangsang siswa jadi lebih aktif untuk berpikir.
      kekurangan: pemikiran atau pemehaman masing2 siswa berbeda, jadi tidak semua siswa mampu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
      3. Mastery learning
      kelebihan: *memungkinkan siswa belajar lebih aktif, dan memungkinkan siswa untuk mengembangkan sendiri, memecahkan masalah sendiri.
      *guru dan siswa dapat bekerjasama dengan baik.
      kekurangan: * guru sering mengalami kesulitan dalam membuat rancangan pembelajaran, karena harus dibuat dlam jangka waktu yang panjang.
      *pendekatan ini membutuhkan fasilitas yang memadai, dana, dan waktu yang banyak.
      4. Humanity education
      kelebihan: *dapat mencapai perwujudan dirinya sesuai dengan kemempuan dasar dan kekhususan yang ada pada diri siswa
      Kekurangan: *Sedangkan kekurangan teori humanistik yaitu Peserta didik kurang mengenal diri dan potensi potensi yang ada pada diri mereka

      Hapus
    2. untuk kekurangannya:
      - terlalu banyak makan waktu
      - bagi anak yang kurang aktif mungki akan membosankan
      untuk kelebihannya:
      - memacu keaktifan siswa dalam belajar
      - siswa menjadi lebih mandiri
      - mengeluarkan segi- segi yang terbaik dalam pribadi anak
      - membawa perubahan positif terhadap pribadi anak

      Hapus
  2. Assalamualiakum wr. wb

    Nurul Falah 2021111163
    Dalam kterbukaan guru kan disitu disebutkan tidak boleh menutup-nutupinya, andai saja pendidik itu sifatnya atau kepribadiannya ternyata killer atau menakutkan biasanya pesrta didik cenderung tidak aktif, atau bahkan menjadi sering tidak masuk, bagaimana solusi yang tepat menurut pemakalah?? makassssren

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam. . .
      menurut saya kepribadian guru yang menakutkan ataupun galak ada 2 kemungkinan.
      yang pertama mnakutkan atau galak disini adalah karena siswa mungkin melakukan kesalahan, yang menyebabkan siswa tsbt dimarahi(didik,dinasehati)
      dan yang kedua guru galak atau menakutkan mugkin dikarenakan bawaan dalam kesehariannya.atau biasa disebut watak.
      solusi, jika anda berani, anda bisa langsung memberi masukan kepada guru yang bersangkutan sesuai dengan asas keterbukaan.
      yang kedua jika anda tidak berani membri masukan kepada guru scr lngsung, anda bisa berkonsultasi dengan guru BK yang ada disekolah.
      itu jawaban dari saya, , jika ada kekurangan sila komen lagi. .

      Hapus
    2. menurut saya, pribadi guru yang killer mungkin itu adalah bawaan dari dirinya, selain guru tersebut harus mampu menghilangkan kekillerannya, mahasiswapun harus mampu memahami apa yang diajarkannya, jadi jangan melihat dari segi kekurangannya, tetapi lihatlah dari apa yang diajarkannya. berarti intinya kembali kepada mahasiswa untuk benar- benar fokus dengan pelajarannya.
      demikian pendapat dari saya.

      Hapus
    3. Mas Ahris _ Apakah guru bk mengurus para pendidik, bukannya yang diutamakan pesrta didiknya?

      Hapus
    4. Aya Naya _ Iya bener pendapat jenengan, tapi yang terjadi biasanya pserta didik melihat dari sifat killer tadi dan jarang yang memperhatikan sampai sesuatu yang di ajarkannya........

      Hapus
  3. Assalamualiakum wr. wb..

    Wildan Faza
    2021 111 206
    DARI KE EMPAT PENDEKATAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN TERSEBUT, MENURUT PEMAKALAH MANA PENDEKATAN YANG PALING MENONJOL.. BERIKAN PENJELASANNYA..

    @el_wifa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam ke empat pendekatan diatas sebenarnya semuanya menonjol, akan tetapi paling sering digunakan dalam pembelajaran disekolah-sekolah (SMA) yaitu pendekatan Ekspository learning yaitu guru menerangkan secara langsung kepada siswa materi-materi yang akan diajarkan. Penggunaan metode ini siswa tidak perlu mencari dan menemukan sendiri fakta-fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan secara jelas oleh guru....
      terimakasih, sekin jawaban dri saya
      SASAHA

      Hapus
    2. ekspository learning
      karena pada metode ini lebih mengembangkan pribadi dan memacu keaktifan siswa dalam belajar, dan metode ini sudah umum dipakai pada tiap sekolah.

      Hapus
  4. Gilang Gintaka
    2021 111 207

    Saya sebenernya cukup males untuk membaca makalah Anda ini karena kan kita sama2 tahu kalo kita ini musuh abadi. :D
    Jadi saya minta Anda sebutkan point plus ataupun pelajaran ataupun hikmah yg bisa diimplementasikan pada KBM, selain yg telah disebutkan di atas, terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih...
      saya juga sebelumnya males menjawab pertanyaan dari MAHODISTA, tpi bagaimana lagi ini sudah kewajiban saya untuk menjawab...
      jadi hikmah yang dapat kita ambil dari makalah ataupun materi diatas, setelah kita belajar berbagai pendeketan yang ada, diharapkan kita dapat menjadi pengajar yang profesionalyang dapat menerapkan berbagai metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar,supaya kegiatan belajar mengajar berjalan secara efektif efisien nyaman menarik demi tercapainya tujuan belajar yang ingin dicapai.

      Hapus
    2. Secara umum metode mempunyai kegunaan:
      - memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
      - mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera.
      - menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
      - memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya
      - memberi rangsangan yang sama, menyamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.

      Hapus
  5. NAMA: KHOLIS ARIFAH
    NIM:2021 111 293

    Assalamu'alaikum,
    berkaitan dengan makalah pendekatan dalam belajar mengajar, saya ingin menanyakan pendekatan yang mana yang sesuai digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. adakah prinsip-prinsip tertentu untuk menjalankan pendekatan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama pertanyaannya denagan audien lain, bahwasannya semua metode adalah tetat, cuman metode yang paling sering digunakan pada semua sekolah kebanyakan menggunakan metode ekspositore learning, karena ini memang sudah umum.karena pada metode ini lebih mengembangkan pribadi dan memacu keaktifan siswa dalam belajar,

      Hapus
  6. waalaikumsalam. .
    menurut saya pendekatan yang sesuai digunakan dalam kegiatan belajar mengajar pada khususnya SD, SMP, SMA adalah pendekatan Ekspository Learning ataupunTCL. dimana pendekatan ini beranggapan bahwa siswa itu masih kosong dari Ilmu, dan disini guru berperan aktif dalam penyampaian proses belajar mengajar, sedangkan dalam kegiatan perkuliahan pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan Enquiry Leraning ataupun SCL, dimana proses belajar mengajar berpusat pada siswa atau peserta didik..

    BalasHapus
  7. assalamu'alaikum...............
    saya kurang paham dengan pengertian contoh pendekatan dalam proses belajar mengajar pada point ke 7.tolong jelaskan menggunakan bahasa pemakalah
    terimakasih.....................

    BalasHapus
    Balasan
    1. Chaining adalah belajar menghubungkan satuan ikatan S-R(Stimulus-Respons) yang satu dengan yang lain.Contoh: kampung-halaman, makan malam. dua kata yang artinya menjadi satu

      Hapus
  8. faisal fahmi 2021111255
    assalamualiakum wr wb...
    yang ingin saya tanyakan adalah, tentang pendekatan Mastery learning saya kurang paham, mohon dijelaskan kembali, tahapan-tahapan dari pendekatan tersebut... serta contohnya? trimakasih...

    BalasHapus