Laman

Jumat, 31 Oktober 2014

SPI - G - 9 : IMPEREALISME BARAT TERHADAP DUNIA ISLAM


IMPEREALISME BARAT TERHADAP DUNIA ISLAM
Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah    :  Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu    :   Ghufron Dimyati, M.S.I 


Disusun oleh:
Sugi Mulyani        (2021113194)
Mustafidah          (2021113200)
Ati Utami             (2021113205)

Kelas G
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
 PEKALONGAN
 2014




BAB I
PENDAHULUAN

Kemajuann yang telah dicapai bangsa-bangsa Barat memiliki kolerasi yang erat dengan perkembangan peradaban dunia Islam, baik ketika Islam mencapai puncak kemajuannya di Eropa ataupun kemajuan yang dicapai dunia islam Baghdad. Bangsa Barat banyak berutang budi kepada para ilmuan muslim yang telah berhasil mengembangkan imu pengetahuan dan teknologi.
Dalam makalah ini akan diuraikan tentang imperialisme Barat terhadap dunia Islam yang meliputi:           
a.                   Kemajuan dunia Barat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
b.                   Kebangkitan Eropa
c.                   Imperealisme Barat terhadap dunia islam
d.                  Kemunduran kerajaan Usmani dan ekspansi Barat ke negeri-negeri islam








BAB II
PEMBAHASAN

A.                 KEMAJUAN DUNIA BARAT DALAM ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Kemajuann yang telah dicapai bangsa-bangsa Barat pada periode ini sebenarnya memiliki kolerasi yang erat dengan perkembangan peradaban dunia Islam, baik ketika Islam mencapai puncak kemajuannya di Eropa ataupun kemajuan yang dicapai dunia islam Baghdad. Bangsa Barat banyak berutang budi kepada para ilmuan muslim yang telah berhasil mengembangkan imu pengetahuan dan teknologi.
Spanyol (Andalusia ) merupakan tempat paling utama bagi bangsa Barat dalam menyerap peradaban islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antar bangsa. Bangsa Barat menyaksikan realitas bahwa ketika Andalusia berada dibawah kekuasaan umat Islam, negeri ini telah terlalu jauh meninggalkan Negara-negara tetangganya di Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains disamping perkembangan dan kemajuan bangunan fisik.
Dalam hal ini pemikiran Ibnu Rusyd atau Averros (1120-1198 M) sangat berpengaruh didunia Eropa. Pemikiran ini berhasil melepaskan belenggu pemikiran taklid, dan mengkritk semua bentuk yang tidakrasional. Di antara ilmu pengetahuan dan teknologi dalam islam yang snagat banyak dipelajari oleh ilmuwan Barat adalah ilmu kedokteran, ilmu sejarah dan ilmu-ilmu lainnya.
Disamping ilmu-ilmu tersebut terdapat ilmu-ilmu lain yang banyak berpegaruh terhadap perkembangan dan kemajuan abngsa Barat, diantaranya ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tamabang (mneralog), metorogi, dan sebagainya.
Dari kerja keras dan tingginya kreativitas bangsa Barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yag telah dihasilkan oleh umat Islam menyebabka bangsa Barat menemukan maasa kemajuan dan kejayaan.
Setelah bangsa Barat menemukan masa-masa kejayaanya dengan ditemukaanya berbagai kemajuan dalam sains dan teknologi, mereka ingin mengadakan ekspedisi keberbagai Negara diluar Eropa. Mereka ingin membuktikan pendapat Galileo Galilei yang menyatakan bahwa bumi ini bulat, yang berarti bahwa jika terus menyusuri jalan ke barat, maka akan sampai ditempat semula. Oleh karena itu, banyak bangsa Eropa berlomba mencari wilayah baru, seperti Spanyol, Portugis, Inggris Belanda Perancis dan sebagainya.tujuan mereka tidak hanya untuk membuktikan kebenaran teori itu, ttpi juga ada sebagia mereka yang bertujuan mengambil alih kekuatan ekonomi umat Islam yang saat itu menguasai system perekonomian dunia.
Diawal periode modern, ondisi dunia Islam  secara poliis berada dibawah  penetrasi kolonialisme. Baru pada pertengahan abad ke-20 M dunia Islam muai bangkit melepaskan negerinya dari imperialism Barat. Pada abad 20 M ini merupakan peiode kebangkitan islam, setelah mengalami kemunduran pada periode pertengahan. Periode ini mulai bermunculan pemikiran modernisasi dalam Islam. Gerakan modernisasi tersebut paling tidak muncul karena dua hal berikut. Pertama, timbulnya kesadaran dikalangan ulama bahwa banyak ajaran “asing” yang masuk dan diterima sebagai ajaran Islam. Ajaran ajaran itu bertentangan dengan semangat ajaran islam yang sebenarnya, seperti bid’ah, khurafat, dan takhayul.
 Ajaran-ajaran inilah menurut mereka, yang membawa Islam menjadi munur. Oleh karena itu, mereka bangkit untuk membersihkan Islam dari ajaran atau paham seperti itu. Gerakan ini dikenal sebagai gerakan reformasi. Kedua, pada periode ini Barat mendominasi dunia dibidang politik dan peradaban, persentuhan dengan Barat menyadaran tokoh-tokoh Islam ketinggalan mereka. Oleh karena itu, mereka berusaha bangkit dengan mencontoh Barat dalam masalah-maslah politik dan peradaban untuk menciptakan balance of power.
Ketika tiga kerajaan besar Islam sedang mengalami kemunduran pada abad ke-18 M, Eropa Barat mengalami kemajuan dengan pesat. Kerajaan Safawi hancur di awal abad ke-18 M, dan Kerajaan Mughal (mongol) hancur pada awal paruh kedua abad ke-19 M di tangan inggiris yang kemudian mengambil alih kekuasaan da anak benua India. Adapun kekuatan Islam terakhir yang masih disegani oleh lawan adalah kerajaan Usmani di Turki.akan tetapi, yang terakhir inipun terus mengalami kemunduran demi kemunduran, sehingga Turki Usmani dijuluki sebagai The Sick Man of Europe, orang sakit dari Eropa.  Kelemahan kerajaan-kerajaan Islam itu menyebabkan Eropa dapat menguasai dan menjajah negeri-negeri Islam dengan mudah. Satu demi satu negeri-negeri Islam dapat ditundukkan dan kemudian dijajah oleh bangsa Barat.

B.                 KEBANGKITAN EROPA
Bangsa-bangsa Eropa menghadapi tantangan yang sangat berat pada awal kebangkitannya. Dihadappan mereka masih terdapat kekuatan-kekuatan angkatan perag Islam  yang sulit dikalahkan, terutama kerajaan Usmani yang berpusat di Turki. Tida ada jalan lain, mereka harus menembus jalan yang sebelumnya hanya dipandang sebagai dinding yang membatasi gerak mereka.
Mereka melakukan berbagai penelitian tentang rahasia-rahasia alam, berusaha menaklukkan lautan dan menjelajahi benua yang sebelumnya masih diliputi kegelapan. Setelah Christpher Columbus menemukan Benua Amerika ((1492 M) dan Vasco dan Gama menemukan jalan ke Timur melalui CapeTTown (1498 M), benua Amerka dan kepulauan HIndia segera jatuh ke bawah kekuasaan Eropa. Dua penemuan iu, sungguh tak terkirakan nilainya, Eropa menjadi maju dalam dunia perdagangan karena tidak lagi tergantung kepada jalur lama yang dikuasai umat Islam.
L. Stoddard dalam The New World of Islam, menggambarkan situasi tersebut dengan kata-kata demikian:
‘Lalu dengan sekejap mata dinding laut itu berubah menjadi jalan raya dan Eropa yang terpojok itu menjadi yang bertuan dilaut dan dengan demikian yang dipertuan didunia. Terjadilah perputaran nasib yang maha hebat dalam sejarah seluruh umat manusia.
Dalam bidang perekonomian bangsa-bagsa Eropapun semaki maju karena daerah-daerah baru terbuka baginya. Mereka dapat memperoleh kekyaan yang tidak terhingga untuk meningkatkan kesejahteraan negerinya. Maka mulailah kemajuan bangsa Barat menandingi kemjuan umat Islam yang telah sejak lama memang berangsur-angsur mengalami kemunduran. Kemajuan bangsa Barat itu dipercepat oleh penemuan dan perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Penemuan mesin Uap yang kemudian melahirkan revolusi Industri di Eropa semakin memantapkan kemajuan mereka.

C. IMPERIALISME BARAT TERHADAP DUNIA ISLAM
Kelemahan dan kemunduran dunia islam di manfaatkan oleh bangsa-bangsa Barat untuk bangkit dan bergerak menuju ke arah Negara-negara islam serta menguasai dan menjajahnya. Motivasi mereka datang ke Negara-negara islam adalahmotivasi ekonomi, politik, dan agama. Hal tersebut dapat terlihat dari cara-cara mereka datang untuk pertama kali ke Negara-negara islam. Mereka datang dengan dalih untuk berdagang atau mencari rempah-rempah di Timur.
Pada saat yang sama, dunia islam sedang terus di landa kemunduran dan kelemahan dalam berbagai bidang, sehingga Negara-negara islam tidak mampu bersaing dengan bangsa Barat yang di dukung oleh kekuatan politik militer yang tangguh. Saat itulah dunia islam berada dalam kekuasaan kaum imperialisme Barat.
Setelah bangsa-bangsa Barat menguasai ekonomu dan politik Negara-negara islam, terdapat Negara Barat yang menjajah dunia slam yang melakukan penyebaran agama Kristen melalui missionaries atau zending. Penjajahan bangsa barat yang di pelopori oleh bangsa sepanyol dan portugis mempunyai tujuan yang hampir sama, yaitu di samping mencari daerah penanaman modal asingnya, mereka juga berusaha untuk menyebarkan agama Kristen di Wilayah jajahannya. Walaupun usahanya tidak segencar yang di lakukan oleh spanyol dan portugis yang bersemboyan: Gold yaitu semangat untuk mencari keuntungan besar (emas), glory yaitu: semangat menyebarkan agama Kristen di Masyarakat yang terjajah.
Dengan demikian motivasi bangsa-bangsa Barat dalam menjajah Negara-negara islam selain motivasi ekonomidan politik, juga terdapat motivasi agama. Satu demi satu Negara-negara islam akhirnya jatuh kedalam genggagaman penjajahan bangsa-bangsa Barat. Hanya beberapa Negara yang tidak di jajah oleh bangsa Barat seperti Kerajaan Turki Usmani, dan Arab.
Selain itu, kedatangan bangsa-bangsa Barat ke negeri-negeri atau wilayah islam, terutama Negara-negara yang subur dan kaya hasil rempah-rempahnya seperti Indonesia dan Malaka serta Hindia, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan serta mengeruk kekayaan hasil buminya tetapi juga bertujuan menguasai seluruh system yang ada baik system ekonomi, politik, budaya, pendidikan, agama, dan lain-lain Kekejaman meraka dalam bidang ekonomi terlihat dari upaya mereka untuk melakukan monopoli perdagangan, yakni dengan merebut Bandar-bandar pelabuhan besar yang sebelumnya menjadi daerah perdagangan umat islam dari Arab, Persia, India, dan Cina. Dalam bidang kemasyarakatan, penjajah sengaja menciptakan jurang pemisah antara kaum bangsawan dengan rakyat kecil. Di samping itu, kaum penjajah sering kali melakukan penghinaan terhadap umat islam. Mereka mengatakan bahwa kaum agama (islam) adalah orang-orang yang bodoh dan terbelakang. Oleh karena itu, mereka tidak pantas mengatur masyarakat.
Sikap dan perlakuan penjajah terhadap masyarakat yang dijajah, tidak sebatas samapai di situ saja. Para penjajah menyebarkan budaya yang merusak bangsa dan agama. Seperti budaya minuman keras, berjudi, pergaulan bebas, dan sebagainya yang melanda kaum terjajah. Dengan cara-cara itu penjajah merusak peradaban islam, dan dengan demikian mereka berharap dapat dengan mudah menguasai Negara dan masyarakat Islam yang berada di bawah kekuasaannya.
Pada awal abad ke-17, india yang pada saat itu di bawah kekuasaan Mongol Islam, berada dalam posisi kemajuan dan kemakmuran. Keadaan demikian mengundang bangsa Eropa yang sedang mengalami kemajuan berdagang kesana. Pada awal abad ke 17 M, inggris dan Belanda mulai menginjakkn kaki ke India. Pada tahun 1661 M, Inggris mendapat izin menanamkan modal, dan pada tahun 1617 M Belanda mendapatkan izin yang sama.
Di kawasan Asia Tenggara, beberapa wilayah negri Islam baru mulai berkembang, yang merupakan daerah rempah-rempah terkenal pada masa itu. Negeri-negeri di Asia Tenggara menjadi ajang perebutan Negara-negara eropa. Asia Tenggara sebagaimana juga di India, kekuasaan politik negara-negara Eropa itu berlanjut terus sampai pertengahan abad ke-20 M, ketika negeri-negeri jajahan tersebutmemerdekakan diri dari dominasi kekuasaan asing. Wilayah Asia Tenggara yang juga merupakan Negara-negara islam, tidak terkecuali jatuh dalam kekuasaan bangsa-bangsa Eropa yang selama beberapa waktu menjajahnya[1].
D.  Kemunduran Kerajaan Usmani dan Ekspansi Barat kenegeri-negeri   Islam.
                               Munculnya kekuatan politik baru didaratan Eropa dianggap secara umum sebagai faktor yang mempercepat kerunuhan Kerajaan Turki Usmani. Munculnya kekuatan baru tersebutdisebabkan oleh beberap penemuan dibeberapa teknologi mendorong bangkitnya kekuatan baru dibidang ekonomi maupun militer perubahan semacam itu tidak hanya merubah format hidup msyarakat islam tetapi juga keseluruhan umat manusia[2].
Namun kekalahan besar kerajaan Usmani dalam menghadapi serangan Eropa diWina tahun 1683 M membuka mata Barat bahwa kerajaan  Usmani telah mundur jauh sekali. Sejak itulah Kerajaan Usmani berulang kali mendapat serangan-serangan dari barat. Ia hanya terpelihara dari keruntuhan karena kedengkian di antara kerajaan-kerajaan barat yang memperebutkan rampasan perang yang berasal dari Turki. Sejak pertempuran diWina itu, Kerajaan Turki Usmani menyadari akan kemunduranya dan kemajuan barat. Usaha-usaha pembaharuan mulai dilaksanakan dengan mengirim duta-duta kenegara-negara Erops, terutama Prancis, untuk mempelajari suasana kemajuan disana dari dekat.
Celebi Mehmed diutus ke Paris tahun 1720 M dan diinstruksikan untuk mengunjungi pabrik-pabrik, benteng-benteng pertahanan dan institusi lainya. Ia kemudian member laporan tentang kemajuan teknik, organisasi angkatan perang modern dan lembaga social lainya. Laporan-laporan itu mendorang Sultan Ahmad III untuk memulai pembaruan militer dalam kerajaan Usmani pada tahun 1717 M, seorang perwira Prancis de Rocherfort datang ke Istambul dalam rangka membentuk korp At-Then dan melatih tentara Usmani dalam ilmu kemiliteran modern. Pada tahun 1729 M, datang lagi comte de Bonneval juga dari Prancis, untuk member latihan penggunaan meriam modern. Ia dibantu oleh Macathy dari Irlandia, Ramsay dari Skotlandia dan Mornay dari Prancis. Pada tahun 1734 M untuk pertama kalinya Sekolah Teknik Militer dibuka.
Usaha pembaharuan ini tidak terbatas pada bidang militer saja, dalam bidang-bidang yang lain juga dilakukan pembaharuan seperti pembukaan percetakan di Istambul tahun 1727 M, untuk kepentingan kemajuan ilmu pengetahuan. Demikian juga gerakan penerjemahan buku-buku Eropa kedalam bahasa Turki. Pembaharuan di Turki dilakukan dalam berbagai bidang untuk meraih kemajuan-kemajuan Negara.
Akan tetapi walaupun demikian, usaha-usaha pembaharuan itu bukan hanya menahan kemunduran Kerajaan Turki Usmani yang terus mengalami kemerosotan, tetapi juga tidak membawa hasil yang diharapkan. Penyebab kegagalan itu terutama adalah kelemahan raja-raja Usmani karena wewenangnya sudh jauh menurun. Disamping itu keuangan Negara yang terus mengalami kemerosotan sehingga tidak mampu menunjang usaha pembaruan. Fakta terpenting lainya yang membawa kegagalan itu adalah karena Ulama dan tentara yenisseri yang sejak abad ke-17 M menguasai suasana politik dalam Kerajaan Usmani serta menolak usaha pembaruan itu.  
Modernisasi di Turki baru mengalami kemajuan setelah penghalang pembaruan utama, yaitu tentara Yenisseri dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 M. Stuktur kekuasaan kerajaan dirombak, lembaga pendidikan modern didirikan, buku-buku barat diterjemahkan ke dalam bahasa Turki, siswa-siswa berbakat dikirim ke Eropa untuk belajar dan yang terpenting adalah sekolah-sekolah yang berhubungan kemiliteran ddirikan. Bidang militer inilah yang utama dan pertama mendapat perhatian. Akan tetapi meski banyak mendatangkan kemajuan, hasil gerakan pembaruan tetap tidak berhasil menghentikan gerak maju Barat ke dunia islam di abad ke-19 M. selama abad 18 M barat menyerang ujung garis medan pertempuran islam di Eropa Timur, wilayah kekuasaan Turki Usmani. Akhir dari peperangan-peperangan itu adalah ditanda tanganinya  perjanjian San Stefano (Maret, 1878 M) dan perjanjian Berlin (Juni-Juli, 1878 M) antar kerajaan Usmani dan Rusia. Dengan demikian sebagian besar berpenduduk mayoritas Muslim di Timur Tengan pada abad berikutnya mulai diduduki bangsa-bangsa Eropa.
Ketika perang Dunia I meletus, Turki bergabung dengan Jerman yang kemudian mengalami kekalahan. Akibatnya, kekuasaan Turki Usmani semakin ambruk. Partai persatuan dan kemajuan memberontak kepada Sultan dan dapat menghapuskan kekhalifahan usmani, kemajuan membentuk Turki modern pada tahun 1924 M. dengan demikian, kesatuan politik dalam Kerajaan Turki Usmani sejak bergeloranya gerakan pembaruan justru tidak stail, terutama karena para Sultan tidak mampu megakomodasi pemikiran yang berkembang dikalangan pemimpin bangsanya.
 Disamping itu peperangan melawan Barat terus berkecamuk memakan dan menguras tenaga, berakhir dengan kekalahan dipihak Turki. Penetrasi Barat ke pusat dunia Isam ditimur tengah pertama-tama dilakukan oleh dua bangsa eropa terkemuka yaitu Inggris dan Prancis, yang memang sedang bersaing. Inggris terleih dahulu menanam pengaruhnya di India. Prancis merasa perlu memutus hubungan komunikasi antara Inggris di barat dan India di Timur. Oleh karena itu, pintu gerbang ke India yaitu Mesir harus berada dibawah kekuasaanya. Untuk maksud tersebut mesir dapat ditaklukan Prancis pada tahun 1798 M.
Alasan lain Prancis menaklukan Mesir adalah untuk memasarkan hasil-hasil industrinya. Mesir, disamping mudah dicapai, juga dapat menjadi sentral aktivitas untuk mendistribusikan barang ke Turki, Syiria, Hijaz, begitu pula ke Timur jauh. Di balik itu, Napoleon Bonaparte sendiri, sebagai panglima ekspedisi Prancis itu memiliki keinginan untuk mengikuti jejak Alexander the Great Macedonia, yang jauh dimasa lalu pernah menguasai Eropa dan Asia sampai ke India. Akan tetapi kondisi politik Prancis menghendaki Napoleon meninggalkan Mesir tahun 1799 M. di Mesir Jenderal Kleber menggantikan kedudukan Napoleon. Dalam suatu pertempuran laut antara Inggris dan Prancis Jenderal Kleber kalah. Jenderan Kleber dan ekspedisinya meninggalkan Mesir 31 Agustus 1801 M dan di Mesir terjadi kekosongan kekuasaan.
Kekosongan itu dimanfaatkan oleh seorang perwira Turki, Muhammad Ali yang didukung oleh rakyat berhasil mengambil kekuasaan dan mendirikan dinastinya. Dimulai oleh Muhammad Ali, Mesir sempat menegakan kedaulatan dan beberapa pembaruan. Tetapi pada tahun 1882 M negeri ini ditaklukan oleh Inggris. Persaingan antara Inggris dan Prancis di Timur Tengah memang sudah lama dan terus berlangsung. Dengan demikian satu demi satu wilayah-wilayah Negara islam jatuh ke tangan imperialism Barat. Keadaan umat islam yang semakin melemah tersebut seakan tiada  berdaya menghadapi imperialism Barat yang semakin maju dalam berbagai bidang khusus di dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi modern[3].   




BAB III
PENUTUP

Bangsa-bangsa Eropa menghadapi tantangan yang sangat berat pada awal kebangkitannya. Dihadapan mereka masih terdapat kekuatan-kekuatan angkatan perag Islam  yang sulit dikalahkan, terutama kerajaan Usmani yang berpusat di Turki. Tida ada jalan lain, mereka harus menembus jalan yang sebelumnya hanya dipandang sebagai dinding yang membatasi gerak mereka.
Namun ketika Eropa bangkit dengan kekuatannya munculah kekuatan politik baru didaratan Eropa yang dianggap secara umum sebagai faktor yang mempercepat keruntuhan Kerajaan Turki Usmani. Munculnya kekuatan baru tersebut disebabkan oleh beberapa penemuan dibeberapa teknologi mendorong bangkitnya kekuatan baru dibidang ekonomi maupun militer perubahan semacam itu tidak hanya merubah format hidup msyarakat islam tetapi juga keseluruhan umat manusia.










DAFTAR PUSTAKA

Amir Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah 2010
Mughni A Syafiq, Sejarah Peradaban Islam di Kawasan Turki,Jakarta:Wacana Ilmu1997






[1] Samsul Munir Amir, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Amzah 2010)hlm.345-354
[2] Syafiq A Mughni, Sejarah Peradaban Islam di Kawasan Turki,(Jakarta:Wacana Ilmu 1997) hlm.112
[3] Ibid hlm.354-359

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar