Laman

new post

zzz

Jumat, 24 Oktober 2014

ilmu akhlak - D - 7 : KONSEP DAN APLIKASI KEBAIKAN,KEBAJIKAN,DAN KEBAHAGIAAN



KONSEP DAN APLIKASI KEBAIKAN,KEBAJIKAN,DAN KEBAHAGIAAN
                                                             
MAKALAH

                                    Disusun Guna Memenuhi Tugas
                                    Mata Kuliah                : Ilmu Akhlaq
                                    Dosen Pengampu        : Muhammad Hufron, M.S.I

Disusun Oleh :
1.      Isti Azah                        (2021114174)
2.      Azka Farihatullillah         (2021114175)
3.      Nur Khamidah               (2021114176)
4.      Khuswatun Khasanah     (2021114177) 

 Kelas PAI / D


JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI 
(STAIN) PEKALONGAN 
2014




KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada kami. Sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul : KONSEP DAN APLIKASI KEBAIKAN, KEBAJIKAN, KEBAHAGIAAN. Makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas kuliah ilmu akhlak.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga makalah ini dapat kami selesaikan dengan baik.
Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi menyempurnakan makalah ini.
Semoga makalah ii bisa memberikan informasi kepada masyarakat dan mahasiswa,
 serta bermanfaat untuk pengembangunan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Amin . . . .












BAB I
PENDAHULUAN
 A.Latar Belakang Masalah
Dalam agama islam kita sering diajarkan untuk mencari kebaikan, kebajikan, dan kebahagiaan.Oleh sebab itu, kita sebagai orang yang beriman diwajibkan untuk berbuat kebaikan, kebajikan, dan kebahagiaan yang sudah dijelaskan dalam Al-qur’an dan diharapkan untuk selalu melakukan kebaikan dan kebijakan agar terciptanya kebahagiaan
Kata’’ Baik’’ merupakan kata yang subyektif. Setiap orang,ingin dikatakan baik sekalipun sebenarnya ia tidak baik. Kita juga sering memberikan penilaian kepada orang lain baik dan tidak baik hanya sekedar dhahir yang kita pahami.
Berkaitan dengan persoalan keagamaan, kita juga tidak pernah dapat mengatakan bahwa orang lain berdosa. Yang dapat kita katakan adalah bahwa kelakuan seseorang tidak sesuai dengan apa yang dilakukan mungkin orang tersebut bingung atau salah tafsir.
Oleh karen itu, kebaikan yang hakiki hanya milik Allah sematalah yang berhak menilainya. Manusia hanya dapat mengamati indikasi-indikasi kebaikan dari segi luarnya saja.










A.    Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari kebaikan?
2.      Apa pengertian dari kebahagiaan?
3.      Apa pengertian dari kebajikan?
B.     Tujuan penulisan
Makalah ini disusun untuk :
1.      Mengetahui pengertian Kebaikan
2.      Mengetahui pengertian Kebahagiaan
3.      Mengerti pengertian Kebajikan
C.    Metode penulisan
Metode penulisan yang dilakukan melalui studi literatur atau metode kajian Pustaka,yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau dari  referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang dibahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah,melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber,dan penyintesiskan serta pengorganisasian jawaban permasalahan.
D.    Sistematika penulisan
Makalah ini di tulis terdiri dari beberapa bagian : BAB I pendahuluan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, metode penulisan makalah, sistematika penulisan makalah. BAB II pembahasan. BAB III penutupan meliputi simpulan dan saran.






BAB II
PEMBAHASAN
A. KEBAIKAN
1. Pengertian Kebaikan
     Dari segi bahasa baik atau kebaikan adalah terjemahan dari kata khoir, al-birr, al ma’ruf. Dalam bhs. Inggris disebut juga dengan good yang artinya baik. Sedang menurut istilah  bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan, kepuasan, kesenangan, dan persesuaian.
     Sedang baik menurut Ethik adalah sesuatu yang berharga untuk tujuan. Sebaiknya yang tidak berharga, tidak berguna untuk tujuan apabila yang merugikan, atau yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan adalah buruk dan yang disebut baik dapat pula berarti sesuatu yang mendatangkan, memberikan perasaan senang atau bahagia.
2. Konsep Al-Qur’an tentang Kebaikan
     Berkenaan dengan konsep “kebaikan” dalam Al-Qur’an penulis mencoba menyadur daritulisan Drs. Enoh,M.Ag yang di publikasikan dalam jurnal mimbar dengan judul konsep baik ( kebaikan) dan buruk (keburukan dalam Al-qur’an).
     Dalam tulisan tersebeut di sebutkan bahwa kata ‘baik’ dalm Al-qur’an memiliki sinonim yang banyak dan istilah-istilah tersebut memiliki maksud-maksud tersendiri yang juga mrujuk pada arti kebaikan. Diantaranya adalah :
1.      Al-husnu atau Al-hasanah merupakan gambaran segala sesuatu yang menyenangkan dan disukai, baik berdasarkan pandang akal,hawa, atau dari segi pandang secara fisik.( Qs.Azzumur ;18)
2.      Al-ihsan yaitu mengamalkan kebaikan yang diketahuinya yang sifatnya lebih umum dari pada memberikan kenikmatan.
3.      Al-khair adalah kebaikan berupa kenikmatan dunia yaitu yang terbaik dari segala sesuatu.(Qs. Al-baqarah: 148)
4.      Al-ma’ruf menunjukan kecenderungan kepada kebaikan yang berhubungan dengan ketaatan dan ketundukan manusia kepad Allah Swt. Secara konstektual penggunaan kata Al-ma’ruf dalam Al-qur’qn senanatiasa berhubungan dengan persoalan dan ketentuan yang di gariskan Allah secara syari’.
5.      Al-mshalhah dan Al-mafsadah lebih cenderung kepada gambaran kebaikan yang berhubunga dengan kebaikan-keburukan alam dan lingkungan secara umum dan menunjukan kebaikan bersifat amaliyah.
6.      Al-birr merupakan kebaikan yang hakiki dan menggambarkan integrasi akal, perasaan, sekaligus tuntunan syara’ dalam menentukan baik buruk, sehingga mencakup sekaligus mengintegralkan seluruh kebaikan dari berbagai dimensi.
3. Bagaimana kebaikan menurut islam?
Rosulullah dalam hadistnya menegaskan :
            “kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa-apa saja yang meragukan  jiwamu, dan kamu tidak suka memperlihatkannya kepada orang lain.” (HR.Muslim).
 Kebaikan adalah apasaja yang menenangkan hati dan jiwamu. Dalam salah satu ayat Al-qur’an kebaikan disebut “Al-birru” yang berarti kebaikan yang banyak.
Yang dimaksud perbuatan baik atau kebaikan dalam islam antara lain :
1.      Beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, dan beriman kepada para Nabi
2.      Suka infak, dermawan, memberikan sebagian hartanya kepada anak yatim dan fakir miskin
3.      Mendirikan sholat
4.      Menunaikan zakat, menepati janji[1]
B.KEBAHAGIAAN
  1.Pengertian Kebahagiaan
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang selalu dicari oleh manusia sejak zaman dahulu sampai sekarang. Akan tetapi, untuk merumuskan atau mentukan apa sebenarnya yang dimaksud kebahagiaan itu tidaklah mudah. Tiap orang atau kelompok sering mempunyai batasan sendiri  yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, sehingga sukar menentukan apa sebenarnya kebahagiaan itu. Dalam kenyataan hidup sehari-hari  berbagai macam pendapat muncul kepermukaan. Sebagai contoh ada yang berpendapat  bahwa pangkat, kedudukan dan kekayaan merupakan sesuatu yang membahagaiakan.  Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha meraih pangkat, kedudukan dan kekayaan dengan berbagai jalan dan dengan mengerahkan semua kemampuan yang dimiliknya. Namun dalam kenyataannya, pangkat dan kedudukan sering menghilangkan kebahagiaan.  Demikian juga halnya dengan harta kekayaan. Banyak kasus yang menunjukan bahwa orang yang kaya kehilangan ketenangan hidup karena terlalu berorientasi kepada kekayaannya sehingga ketenangan kehidupaan keluarga yang pernah dimiliki menjadi berkurang dan bahkan mungkin hilang sama sekali. Gambaran tersebut menunjukan bahwa kebahagiaan merupakan suatu yang sangat subjektif  dan kondisional. [2]
Dengan demikian kebahagiaan merupakan salah satu motif yang menggerakan perbuatan seseorang. Setiap perbuatan sadar pasti digerakan olrh suatu keinginan. Tercapainya sesuatu yang diinginkan akan memuaskan hati pelakunya. Kepuasan yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan suatu perbuatan merupakan salah satu unsur kebahagiaan. Dalam proses pencapaian kebahagiaan yang diinginkan kadang-kadang seseorang bersedia mengorbankan sesuatu yang telah diraihnya. Olrh karena itu pengertian seseorang tentang kebahagaiaan sangat mempengaruhi tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-harinya
Dalam kehidupan sehari-hari kebahagiaan dapat mempunyai pengertian kelezatan (pleasure), kegembiraan (joy), dan bahagia (happines). Mc. Dougal sebagaimana dikutip oleh Abdul Aziz al-Qussy mengatakan bahwa kebahagiaan akan diperoleh apabila seseorang mampu menyelesaikan suatu kewajiban dengan cara yang baik dan benar. Dengan adanya kewajiban maka akan timbul perasaan harga diri, yaitu suatu pikiran yang menyatakan bahwa menunaikan kewajiban adalah merupakan tugas dan tanggung jawab dirinya. Apabila tugas dan tanggung jawab tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan benar maka akan melahirkan kebahagiaan. Jadi kebahagiaan adalah hasil nyata diri (self realization) karena tersalurnya dorongan-dorongan batin yang yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang ada pada dirinya.  Apabila tujuan yang diinginkan dapat tercapai, maka seseorang akan merasakan puas. Kepuasan yang dirasakan dengan sadar itulah yang disebut kebahagiaan. Jadi kebahagiaan adalah keinginan yang terpuaskan karena sadar dirinya memiliki sesuatu yang baik[3].
Kebahagiaan yang sempurna hanya bisa dapa diraih oleh seseorang kalau ia dapat mengikuti semua petunjuk dan bimbingan dari dzat yang maha sempurna.


2.Beberapa Pendapat Tentang Kebahagiaan
Banyak ilmuan yang berpendapat tentang kebahagiaan diantaranya :
1.      Al-Kindi S.cm  ilmuan berpendapat bahwa kebahagiaan bukanlah dengan mencapai keinginan dan hasrat-hasrat kalu bersifat indrawi. Tetapi diperoleh melalui pencapaian keinginan dan hasrat yang bersifat rasional dalam memikirkan , membedakan dengan mengenal hakikatnya.

2.      Menurut Al-Razi  bahwa kebahagiaan / kenikmatan  terjadi ketika manusia tersebut kembali lagi ke keadaan semula yang alamiyah. Bahwa kenikmatan adalah rehat dari penderitaan.

Pemikiran lain yang dijadikan rujukan penulis dalam pembahasan kebahagiaa  adalah miskawaih.menurutnya kebahagiaan setiap eksistensi ada pada inti perilakunya yang ia lakukan atas dasar kesempurnaan dan keutuhan, yaitu dalam kemampuan membedakan, berfikir , dan mengambil hikmah.[4]
Kalau di lihat dari sudut pandang tasawuf ia adalah orang yang telah mencapai maqom ridla, dan kalau dari sudut pandang psikolog ia adalah orang yang telah teraktualisasi dan orang yang telah mencapai tingkat demikian berarti telah mencapai ujung akhir kebahagiaan.
3.KEBAJIKAN
1.Pengertian Kebajikan
Kebajikan adalah sesuatu yang mendatangkan kebaikan ( keselamatam, keberuntungan, dsb )
Dari An-Nawwas bin Sam’an ra, dari Nabi Saw,beliau bersabda, “ kebajikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam jiwamu dan ngkau tidak suka bila hal iu terlihat oleh manusia ( orang lain )” ( HR. Muslim )
Ada Dua definisi kebajikan:
Dua definisi kebajikan yang merupakan hadist ke-27 dari kitab Arba’in An-Nawawiyah ini di antaranya menjelaskan tentang Al-birru (kebajikan).
1.      Yang di maksud Al-birru adalah khusnul khuluq ( berakhlak yang baik)
2.      Kebajikan adalah sesuatu yang jiwamu tentram kepadanya dan hatimu menjadi tenang.

Contoh segala bentuk kebajikan. Bisa berupa kebajikan kepada kedua orang tua, biasa disebut birrul walidain, dan kebajikan mencakup juga segala bentuk pengaruh positif dari sebuah amal ibadah
2.Ayat yang menjelaskan tentang kebajikan
Allah Swt menjanjikan mereka berbagai kebajikan di akhirat yang merupakan balasan atas kebajikan yang selama ini di laksanakannya di dunia. Sebagai mana terdapat dalam Qs. Al-insan :5
¨bÎ)u#tö/F{$#šcqç/uŽô³tƒ`ÏB<¨ù(x.šc%x.$ygã_#tÏB#·qèù$Ÿ2ÇÎÈ
   Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.
Luasnya pengertian dan cakupan al-birr ini juga terdapat dalam Qs. Al-baqoroh: 177. Dalam ayat ini di jelaskan bahwa al-birr mencakup :
1.      Rukun iman
2.      Memberikan harta yang di cintainya kepada orang yang membutuhkn
3.      Menegakkan sholat dan membayar zakat
4.      Memenuhi segala bentuk perjanjian
5.      Bersabar dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan.
3.Perintah untuk bekerjasama dalam kebajikan
Banyak ayat Al-qur’an dan hadist Nabi yang memerintahkan manusia untuk melakukan segala bentuk al-birr (kebajikan). Bukan itu saja, Al-qur’an juga memerintahkan kitauntuk berta’awun ( bekerjasama dan bermitra) perintah ini di antaranya terdapat dalam Qs. Al-maidah: 2
$pkšr'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#qãZtB#uäŸw(#q=ÏtéBuŽÈµ¯»yèx©«!$#Ÿwurtök¤9$#tP#tptø:$#Ÿwuryôolù;$#ŸwuryÍ´¯»n=s)ø9$#IwurtûüÏiB!#uä|MøŠt7ø9$#tP#tptø:$#tbqäótGö6tƒWxôÒsù`ÏiBöNÍkÍh5§$ZRºuqôÊÍur4#sŒÎ)ur÷Läêù=n=ym(#rߊ$sÜô¹$$sù4ŸwuröNä3¨ZtB̍øgsãb$t«oYx©BQöqs%br&öNà2r|¹Ç`tãÏÉfó¡yJø9$#ÏQ#tptø:$#br&(#rßtG÷ès?¢(#qçRur$yès?urn?tãÎhŽÉ9ø9$#3uqø)­G9$#ur(Ÿwur(#qçRur$yès?n?tãÉOøOM}$#Èbºurôãèø9$#ur4(#qà)¨?$#ur©!$#(¨bÎ)©!$#߃Ïx©É>$s)Ïèø9$#ÇËÈ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.






















BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Kebaikan adalah sesuatu yang mendatangkan kepuasan, kaharuan,dan kesenangan (rasa bahagia). Kebahagiaan adalah keinginan yang terpuaskan karena sadar dirinya memiliki sesuatu yang baik.Kebajikan adalah sesuatu yang mendatangkan kebaikan ( keselamatam, keberuntungan, dsb). Jadi ketiganya saling berkaitan dan penting bagi kehidupan manusia. Dengan kebaikan kita akan mendapatkan kesenangan dan dengan kesenangan kita akan mendapatkan kebajikan dalam jiwa.
B.SARAN
Marilah kita bersama-sama membangun sikap dan sifat terpuji (baik) agar kita dapat memperoleh kepuasan dan kesenangan yang mampu membuat hati dan jiwa kita menjadi tentram dan tenang.

















   DAFTAR PUSTAKA
Suraji, Imam, Etika dalam Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadits,Jakarta, PT.Pustaka Al
             Husna, 2006
 Fakhry, Majid, Etika Dalam Islam,  Surakarta: Pustaka Pelajar Offset. Hlm.135
Magnis, Franz von,Etika umum, Yogyakarta, 1985 ,hlm 31





[1]http://dwiaapriliani.bolgspot.com                                                                                                                                            

[2]Franz von magnis, Etika umum, Yogyakarta, 1985 ,hlm 31

[3]Ibid,hlm 33

[4]Majid Fakhry, Etika Dalam Islam,  Surakarta: Pustaka Pelajar Offset. Hlm.135


Tidak ada komentar:

Posting Komentar