Laman

Jumat, 27 Februari 2015

L-3-10 : Riyanto



MASJID SEBAGAI MADRASAH
Mata Kuliah    : Hadits Tarbawi II 


Disusun Oleh:
RIYANTO                  2021213002

KELAS L (Reguler Sore)


JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015



KATA PENGANTAR
Puji syukur terhadap Allah swt, atas limpahan nikmat dan  karuniaya sehingga makalah ini dapat terselsaikan dengan lancar dan tanpa halangan suatu apapun. Makalah ini disusun dengan judul masjid sebagai madrasah memberikan definisi bahwa peran masjid yang penting selain beribadah adalah juga untuk berkegiatan belajar mengajar atau yang disebut dengan madrasah.
          Penulis menulis makalah ini diambil dari berbagai referensi, sehingga apabila ada kesalahan didalam memadukan materi dari berbagai sumber, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
A.    PENDAHULUAN

      Pendidikan islam secara kelembagaan tampak dalam berbagai bentuk dan variasi. Di samping lembaga yang bersifat umum, seperti masjid terdapat lembaga-lembaga lain yang mencerminkan kekhasan orientasinya. Madrasah sudah menjadi fenomena sejak munculnya madrasah nizamiyah di bahdat. Seperti madrasah-madrasah yang didirikan di bawah nauman masjid yang menjadi lembaga pendidikan, seperti halnya masjid Al-Azhar di mesir yang dibawah naunganya mampu mendirikan berbagai lembaga pendidikan termasuk madrasah.
         Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan masyarakat muslim terhadap pendidikan, maka masjid pada aktu itu menjadi pusat pendiikan, mau tidak mau harus menciptakan wadah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Diantaranya dengan menbangun lembaga-lembaga pentitikan termasuk madrasah.   
B.     Pengertian
1.        Pengertian Madrasah

Madrasah adalah salah satu bentuk kelembagaan pendidikan islam yang memiliki sejarah sangat panjang. Pendidikan islam itu sendiri dalam pengertian umum (luas) dapat dikatakan muncul dan berkembang seiring dengan kemunculan islam itu sendiri; yakni berawal dari pendidikan yang bersifat informal berupa dakwah islamiyah untuk menyebarkan islam, terutama dalam hal yang berkaitan aqidah. Pada masa ini berlangsung pendidikan islam yang diselenggarakan dirumah-rumah yang dikenal dengan Dar al-Arqam. Kemudian seiring dengan perkembangan islam yang terbentuknya masyarakat islam, pendidikan islam diselenggarakan di masjid-masjid yang dikenal dengan bentuk halaqah.[1]

C.     Teori pendukung

1.      Bentuk Lembaga Keilmuan dalam Peradapan islam
Dari pembacaan sejumlah literatur di peroleh kejelasan bahwa lembaga-lembaga keilmuan yang ada dalam islam tidak hanya berupa madrasah atau madrasah atau madrasah,”tinggi” atau al-jam’iah, yang menjadi lembaga pendidikan formal. Selain lembaga-lembaga tersebut, di temukan lembaga-lembaga tersebut, ditemukan praktik-praktik lembaga pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang agaknya sukar ditemukan kaitan dalam pengamatan studi-studi keislaman deasa ini, namun ia tetap diakui eksestensinya dalam sejarh.[2]
2.      Lembaga Pengembangan Keilmuan Islam
Dengan bentuk pengklasifikasian di atas, maka lembaga-lembaga yang dapat di ketegorikan sebagai lembaga pengembangan keilmuan  dalam islam terdiri tiga bentuk, yaitu:[3]
a.       Halaqah
Halaqah adalah istilah lembaga bentuk pertama yang dalam sejarahnya mengembangkan keilmuan di dalam islam. Halaqah disini dimaksudkan dalam konteks kelembagaan, bukan dalam konteks pendekatan keilmuan.
b.      Toko buku
Selain berbentuk halaqah, lembaga pengembangan keilmuan dalam islam ditemukan dalam bentuk toko-toko buku dan perpustakaan-perpustakaan. Namun para pengamat sejarah islam akhirnya juga harus mengakui secara faktual, bahwa dalam pengajaran kesejarahan toko buku buku itu mempunyai peranan yang dominan dalam penyebaran usaha-usaha keilmuan di kota-kota islam. Dapat dipahami, bahwa dengan terkumpulnya hadis dalam buku-buku sastra, sejak itulah kerangka sunah sudah mulai terkait pada tulisan-tulisan sastra.
c.       Perpustakaan
Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari kaitan dengan perpustakaan. Umat islam selain menghormati ilmuwan juga menghormati karya-karya ilmu yang disimpan dalam manuskrip dan buku-buku di perpustakaan. Kesetiaan mereka kepada buku-buku yang terkenal tidak jauh dari kesetiaan kepada perintah agama, karena dengan ditulisnya ajaran itu dalam buku-buku berarti didalam buku-buku perpustakaan itulah agama menyimpan khasanah ajaranya yang bisa disebarluaskan.

d.      Laboratorium Keilmuan
Kalau halaqah, toko buku dan perpustakaan dapat menjadi sarana dan pengembangan keilmuan, maka laboratorium itu terkaid dengan pengembangan keilmuan. Istilah ini digunakan untuk mewadahi konsep observatarium, klinik dan rumah sakit yang bergerak dalam pengembangan keilmuan ruang angkasa atau perbintangan.

3.    Pengajaran Al-qur’an
Pendidikan islam yang paling sederhana
Pendidikan yang paling sederhana, seluruhnya dipusatkan pada Al-qur’an. Untuk permulaan, diajarkan surat Al-fatehah. Untuk permulaan, dan kemudian surat-surat pendek dalam juz amma (terdiri dari surat 78 sampai dengan 114) yang penting untuk pelaksaan ibadah.
           Dalam pengkajian ini para murid mempelajari huruf-huruf Arab dan menghafalkan teks-teks yang terdapat dalam Al-qur’an, disamping itu, diajarkan pula peraturan dan tatatertib sholat, wudhu,dan beberapa doa.
4.      Pengajian kitap: Pendidikan lanjutan
Pada umumnya, pengkajian kitab agama ini berdeda dengan pengkajian Al-quran yang telah disebutkan dimuka.
Perbedaan itu dapat dilihat dari tiga segi yaitu:
a.         Para murid pengajian kitap ini pada umumnya masuk klas atau asrama dalam lingkungan lembaga pendidikan yang disebut madrasah atau pesantren.
b.         Mata pelajaran yang diberikan meliputi mata pelajaran yang lebih banyak pengkajian Al-quran.
c.         Pendidikan yang diberikan tidak hanya individual tetapi juga secara klompok.[4]

5.      keragaman fungsi masjid

a.       Fungsi Dakwah Masjid Pada rosulullah
Ketika rorulullah saw,berhijrah ke Yastsrib, langkah pertama yang beliau lakukan adalag membangun peradapan baru bagi umat manusia yang dimolai dari masjid
b.      fungsi dakwah Masjid pada masa kini
 Merupakan tempat peribadatan
·         Sebagai tempat peradapan keagamaan
·         Masjid menjadi titik fokus kehidudan keagamaan
·         Menjadi titik fokuskehidupan sosial
·         Masjid bagi kaum muslimmenjadi pusat atau tempat untuk mendapatkan keagamaan.
·         Dan lain-lain.[5]
6.      Madrasah dan tantangan peradapan moderen
7.       
Suatu kenyataan dan sekaligus keunggulan sistem pendidikan nasional dewasa ini mengintegrasikan pranata-pranata pendidikan yang beragam kedalam satu pembangunan sistemik pendidikan nasional.yakni dengan kesediaan mengakui ciri-ciri khas yang dimiliki pranata masing-masing.
Sungguhpun demikian, kita paham bahwa madrasah bukan suatu  indigenous (pribumi) dalam peta dunia pendidikan di indonesia. Sebagaimana ditunjukkan oleh kata”madrasah” itu sendiri, yang besasal dari bahasa arab. Secara harfiyah, kata ini berarti atau setara maknanya dengan kata indonesia “sekolah” (yang notabe juga bukan kata asli dari bahasa kita. Sekolah dialihkan dari bahasa asing,misalnya school ataupun scola).
Madrasah mengandung arti tempat atau wahana anak mengenyam proses pembelajaran. Mangsudnya, dimadrasah itulah menjalani proses
Secara terarah, terpimpin, dan terkendali.[6]
Format madrasah dari waktu kewaktu menjadi semakin jelas sosoknya, sementara isi dan visi keislaman terus mengalami perubahan. Sejak akhir dari abad ke-19, keputusan mencatat perubahan-perubahan pemikiran  islam di wilayah  nusantara (indonesia). Hal ini seiring dengan semakin kuwatnya proses pembentukan intellectual webs (jaringan intelektual) di kalangan umat islam.[7]

D.    Hadis
عن أبي سعيد: جائت امرأة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلّم فقالت : يا رسول الله، ذهب الرّجل بحديثك، فاجعل لنا من نفسك يوما نأتيك فيه تعلّمن ممّا علّمك الله فقال:    اجتمعن في يوم كذا وكذافي مكان كذا وكذا فاجتمعن فأتاهنّ رسول الله صلى الله عليه وسلّم فعلّمهنّ ممّا علّمه الله ثمّ قال :  { ما منكنّ إمرأة تقدّم بين يديها من ولدها ثلاثة إلاّ كان لها حجابا من النّار } فقالت امرأة منهنّ : يارسول الله اثنين؟ قال: فأدتهامرتين ثم قال: واثنين، واثنين،واثنين . (رواه البخاري في الصحيح, كتاب إلاعتصام بالكتاب والسنة, باب تعليم النبي صلى الله عليه وسلم أمته من الرجال والنساء مماعلمه الله ليس برأي ولاتمثيل)
Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah pergi dengan hadismu. Tetapkanlah untuk kami atas kemauanmu suatu hari yang kami datang padamu di hari itu, agar engkau mengajarkan kepada kami apa yang diajarkan Allah kepadmu’. Beliau bersabda’Berkumpullah pada hari ini dan itu, di tempat ini dan itu,. Maka merekapun berkumpul. Lalu Rasulullah SAW datang menemui mereka dan mengajarkan kepada mereka apa yang diajarkan Allah kepadanya. Setelah itu beliau bersabda. Tidak ada dari seorang perempuanpun dari diantara kalian yang ditinggal mati tiga orang anaknya, melainkan anaknya itu menjadi penghalang bagi ibunya dari neraka’. Seorang perempuan diantara mereka berkata, ’wahai Rasulullah, bagaimana dengan dua orang?’Beliau bersabda, ‘Dan dua orang, dan dua orang, dan dua orang’.” (HR. Al-Bukhori).

E.     Refleksi terhadap kehidupan

Berbicara tentang masjid saat ini sangat beragam manfaatnya khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian memang ada beberapa masjid yang terkenal mampu melahirkan kader pejuang dan terkenal dengan berbagai kegiatan inovasinya. Ditanah  air kita bangga melihat pesatnta pertumbuhan kualitas masjid dan semarak rehabilitas. Kita bangga akan peningkatan-peningkatan fungsi dan kegunaannya. Diharapkan masjid akan menjadi pusat ibadah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
F.      Aspek tarbawi
Masjid dapat dianggap sebagai tempat ibadah dan tempat pendidikan yang merupakan salah satu lembaga yang berperan besar dalam dunia pendidikan islam. Masjid merupakan tempat yang utama untuk me,pelajari ilmu agama dan ilmu lainnya. Zaman Rasulullah SAW. dan seterusnya, di zaman para Sahabat dan Tabiin masjid telah menjadi pusat pengembangan ilmu-ilmu islam kepada seluruh umat. Bermula dari madinah dan selanjutnya ken Andalusia, masjid-masjid dikota-kota tersebut telah berkembang sebagai pusat pengkajian sehinggan menjadi universitas yang terbilang populer diwaktu itu dan kini menjadi universitas Al-Azhar di Mesir yang masih terus menjadi tumpuan umat islam diseluruh dunia.


                                              PENUTUP
Simpulan
Dari makalah ini dapat disimpulkan baha masjid berguna tidakhanya untuk beribadah saja melainlan masjid juga berguna untuk tempat belajar mengajar, madrasah juga sebagai salah satu untuk kelembagaan pendidikan islam yang memiliki sejarah sangat panjang. Meskipun madrasah pernah berkembang pada abad 11 dan 12, atau periode pertengahan sejarah islam, khususnya di ilayah baghdad seperti madrasah Al-Nizamiyah, kehadiran madrasah di indonesia tanpaknya merupakan fenomena modern pada aal abad 20.  
Manfaat
Makalah ini sangat bermanfaat bagi kita untuk membaca dan mendalaminya karna kita dapat mengetahui bawha kita bisa menggunakan masjid sebagai media untukmencari ilmu yaitu dengan cara memanfaatkan masjid sebagai madrasah.



















PROFIL

Description: IMG_20150302_210643.jpgNama riyanto, lahir di Batang, Jawa tengah, pada tanggal 11 juni 1992. Pendidikan SD ditempuh di desa gringgingsari yaitu kota kelahiranya. Pendidikan SMP di tempuh di wonotunggal tepatnya di SMP 1 wonotunggal, kemudian melanjutkan pendidikan MA Sunan Kalijaga di Kecamatan Bawang. Kini ia masih melanjutkan study Jurusan Tarbiyah Prodi PAI di STAIN Pekalongan. 


[1] Maksum, madrasah sejarah dan perkembangannya, (Jakarta:Logos wacana ilmu, 1999), hlm vii
[2] Abdurrahman Mas’ud, dinamika pesantren dan madrasah, (Yogyakarta:pustaka pelajar offset, 2002), hlm 168
[3] Ibid.,hlm 170-180
[4] Karel A. Steenbrink, pesantren, madrasah, sekolah, (Jakarta:pustaka LP3ES Indonesia, 1986), hlm 10-12
[5] Ismawati, dinamika fungsi ragam dakah pada masjid besar al-muttaqin kaliwungu kabupaten kendal jawa tengah, (Semarang: DIPA IAIN walisongo, 2011), hlm 14-18
[6] Malik Fadjar, madrasah dan tantangan modernitas, (Bandung:Mizan, 1998), hlm 15
[7]Ibid., hlm 23

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar