Laman

Selasa, 27 September 2016

sbm H 3 Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar

Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar
  
Ita Mashita
Fani Laelasari
Latania Dzikri
Kelas H

Jurusan Tarbiyah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan
2016



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya, makalah yang membahas tentang proses belajar mengajar ini dapat diselesaikan. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya.
            Makalah ini kami susun dengan maksud untuk dijadikan pedoman bagi Mahasiswa dalam proses belajar, melaksanakan tugas dan meningkatkan Mahasiswa dalam melaksanakan Ibadah sehari-hari.
            Makalah ini menjelaskan tentang proses belajar mengajar. Dengan demikian, materi makalah ini diharapkan dapat membantu proses belajar Mahasiswa dalam studi pembelajaran.
            Penulis telah berupaya menyajikan makalah ini dengan sebaik-baiknya, meskipun tidak komprehensif. Disamping itu, apabila dalam makalah ini didapati kekurangan dan kesalahan, baik dalam pengetikan maupun isinya, maka penulis dengan senang hati menerima saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan penulisan makalah berikutnya. Akhirnya semoga makalah yang sederhana ini menambah khasanah keilmuan dan bermanfaat untuk membantu kegiatan menulis makalah yang baik dan benar bagi kami. Amin yaa robbal ‘alamin.



                                                                                 Pekalongan,  September 2016





DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR...............................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................
A.    Latar Belakang.............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................
A.  Hakikat Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar................................2
B.  Macam-macam Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar......................3
C.  Contoh Strategi Pendekatan Belajar Mengajar.......................................8

BAB III PENUTUP...............................................................................................
A.    Kesimpulan.............................................................................................12
B.    Saran.......................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................













BAB I
PENDAHULUAN

A.              Latar Belakang
Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Satu pendekatan direncanakan untuk satu pembelajaran, mungkin pada pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode.
Dalam perspektif islam makna belajar bukan hanya sekedar upaya perubahan perilaku. Konsep belajar dalam islam merupakan konsep belajar yang ideal, karena sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam. Tujuan belajar dalam islam bukanlah mencari rezeki didunia ini semata, tetapi untuk sampai kepada hakikat, memperkuat akhlak yang sempurna.
Dalam keseluruhan proses pendidikan disekolah, termasuk pendidikan agama islam di sekolah-sekolah dan madrasah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan, banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh anak didik. Menurut Hamalik belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan prilaku, termasuk juga perbaikan prilaku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara lengkap. Istilah strategi lebih luas pengertiannya dari metode atau tekhnik, dengan kata lain di dalam strategi juga terkandung pengertian metode atau tekhnik, di mana dalam strategi juga dibicarakan pendekatan pengajaran dalam penyampain informasi, memilih sumber belajar, menunjang pengajaran, menetukan dan menjelaskan peranan siswa.






BAB II
PEMBAHASAN
D.              Hakikat Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar
Menjadi guru kreatif, profesional dan menyenangkan dituntut untuk memiliki kemampuan untuk mengembangkan pendekatan dan memilih metode pembelajaran yang efektif. Hal ini penting terutama untuk menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Cara Guru melakukan suatu pendekatan pembelajaran mungkin memerlukan pendekatan dan metode yang berbeda dengan pembelajaran lainnya.
Dalam melakukan suatu pembelajaran, agar para murid terkondisikan dan dapat menerima pembelajran dengan baik, maka diperlukan suatu pendekatan yang dilakukan suatu pendekatan yang harus dilakukan seorang pengajar kepada para siswanya.
Pendekatan pembelajaran diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi menguatkan dan melatari metode pembelajran dengan cakupan teroris tententu.
Pada dasarnya pendekatan pembelajaran berbeda dengan metode pembelajaran. Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Satu pendekatan direncanakan untuk satu pembelajaran, mungkin pada pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode. Sebagai contoh, dalam pembelajaran pencemaran lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dapat dipilih dari beberapa pendekatan yang sesuai, antara lain pendekatan lingkungan. Ketika proses pembelajaran pencemaran lingkungan dilaksanakan dengan pendekatan lingkungan, maka dapat digunakan beberapa metode misalnya metode observasi, metode diskusi dan metode ceramah.

E.              Macam-macam Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar
1.     Pendekatan Yang Berhubungan dengan Penyampaian Materi
a.     Pendekatan Kompetensi
Kompetensi menunjukkan kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pembelajaran dan latihan, mulai dari menggosok gigi sampai dengan melakukan operasi jantung. Dalam hubungannya dengan proses pembelajaran, kompetensi menunjukkan kepada perbuatan (performance) yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar mengajar.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan indikator yang menunjukkan kepada perbuatan yang bisa diamati, dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan, nilai, sikap serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. Pembentukan kompetensi bersifat transaksional, bergantung pada kondisi-kondisi dan pihak-pihak yang terlibat secara aktual.[1]
b.     Pendekan lingkungan
Pendekatan lingkungan merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang dilihat di lingkungan sekitar, baik lingkungan rumah maupun sekolah.
c.      Pendekatan kontekstual
Definisi mendasar tentang pembelajaran kontekstual (contextual teaching dan learning) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan ketrampilannya dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit dan dari proses mengontruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.[2]
d.     Pendekatan Tematik
Pendekatan tematik merupakan salah satu model pembelajaran merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intramata pelajaran maupun antramata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan secara utuh, sehingga pembelajaran jadi bermakna bagi peserta didik. Memadukan disini untuk dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata menghubungkan antara intra dan antar mata pelajaran.[3]
e.     Pendekatan Tujuan Pembelajaran
Pendekatan ini berorientasi pada tujuan akhir yang akan dicapai. Sebenarnya pendekatan ini tercakup juga ketika seorang guru merencanakan pendekatan lainnya, karena suatu pendekatan itu dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semua pendekatan dirancang untuk keberhasilan suatu tujuan.
f.      Pendekatan Konsep
Pembelajaran dengan menggunakan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep yang menjadi fokus dengan berbagai metode siswa dibimbing untuk memahami konsep.
g.     Pendekatan Inquiry
Pendekatan inquiry berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik yaitu dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli peneliti. Pendekatan inquiry ini dibedakan menjadi 2 yaitu inquiry terpimpin dan inquiry terbuka atau bebas. Perbedaan keduanya terletak pada siapa yang mengajukan pertanyaan dan apa tujuan dari kegiatannya.
Tujuan dari pendekatan ini yaitu mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian proses mental.[4]
h.     Pendekatan Penemuan
Penggunaan pendekatan penemuan berarti kegiatan belajar mengajar siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada umumnya materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan hal yang akan ditemukan.
i.       Pendekatan Proses
Pada pendekatan proses, tujuan utamanya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam ketrampilan proses, seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan dan mengkomunikasikan. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
j.      Pendekatan interaktif (pendekatan pertanyaan anak)
Pendekatan ini memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang mereka ajukan.
k.     Pendekatan Pemecahan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan ini ada dua versi. Versi pertama siswa dapat menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan data, menyusun data dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarahkan ke pemecahan masalah. Versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan bahan dan membantu memberikan petunjuk.
l.       Pendekatan Sains dan Teknologi dan Masyarakat
Melalui pendekatan sains teknologi masyarakat ini guru dianggap sebagai fasilitator dan informasi dan diterima siswa akan lebih lama diingat. Sebenarnya dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sains teknologi dan masyarakat ini tercakup juga adanya pemecahan masalah, tetapi masalah itu ditekankan pada masalah yang ditemukan sehari-hari yang dalam pemecahan masalahnya menggunakan langkah-langkah ilmiah.[5]
m.    Pendekatan Terpadu
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang intinya memadukan dua unsur atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran. Pemaduan dilakukan dengan menekankan pada prinsip keterkaitan antara satu unsur dengan unsur yang lainnya, sehingga diharapkan terjadi peningkatan wawasan karena satu pembelajaran melibatkan lebih dari satu cara pandang.
n.     Pendekatan Keagamaan
Untuk mata pelajaran umum, pendekatan keagamaan sangat penting digunakan. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama. Pendekatan keagamaan dapat diterapkan melalui prinsip-prinsip mengajar seperti konsep kolerasi dan sosialisasi yaitu dengan cara menyisipkan pesan-pesan keagamaan.
o.     Pendekatan Ketrampilan Proses
Pendektan ketrampilan proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas dan kreatifitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian tersebut, termasuk diantaranya keterlibatan fisik, mental dan sosial peserta didik dalam prose pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.
p.     Pendekatan Kebermaknaan
Dalam rangka penguasaan bahasa inggris tidak bisa mengabaikan masalah pendekatan yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Diantara sebab kegagalan penguasaan bahasa inggris oleh siswa adalah kurang tepatnya pendidikan yang digunakan oleh guru. Kegagalan pengajaran tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan menjadi masalah bagi siswa dalam setiap jenjang pendidikan yang dimasukinya. Karena perlunya dipecahkan. Salah satu alternatif keparah pemecahan masalah tersebut maka digunakan pendektan baru yaitu pendekatan kebermaknaan.
2.               Pendekatan Yang Berhubungan dengan Penciptaan Kondisi Pembelajaran
a.     Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem diterapkan dalam pembelajaran bukan saja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sesuai dengan perkembangan dalam psikologi belajar sistemik, yang dilandasi oleh prinsip-prinsip psikologi behavioristik, humanistik, serta kenyataan dalam masyarakat sendiri.
Aspek-aspek pendektan sistem pembelajaran meliputi aspek filosofis dan aspek proses. Asperk filosofis adalah pandangan hidup yang melandasi sikap siperancang sistem yang terarah pada kenyataan. Sedangkan aspek proses yaitu suatu proses dan suatu perangkat alat konseptual.
b.     Pendekatan Penularan Informasi
Pendekatan penularan informasi merupakan cermin pengajaran yang dilami kebanyakan guru. Pendekatan ini memberikan kepada mereka yang berusaha menilai hasil pendidikan dengan menularkan pengetahuan yang telah diketahui.
Pendekatan ini menyederhanakan hubungan amtara guru dan murid, karena guru mengendalikan proses belajar. Sehingga siswa menjadi pihak penerima yang pasif.
c.      Pendekatan Individual
Pendekatan individual adalah kegiatan mengajar guru yang menitikberatkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Ciri-ciri menonjol dari pendekatan individul adalah :
-        Tujuan pengajaran pada pembelajaran secara individual
-        Siswa dalam pembelajaran individual
-        Guru dalam pembelajaran individual
-        Program pembelajaran dalam pembelajaran individual
d.     Pendekatan Kelompok
Dalam pendekatan kelompok ini kegiatan belajar mengajar dikelas adakalanya guru membentuk kelompok kecil. Guru memberikan bantuan dan bimbingan bantuan atau bimbingan kepada setiap anggota lebih intensif.
e.     Pendekatan bervariasi
Pendekatan bervariasi bertolak dari konsep bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik alam belajar bermacam-macam. Kasus yang biasanya muncul dalam pengajaran dengan berbagai motif, sehingga perlu variasi teknik pemecahan untuk setiap kasus.
F.               Contoh Strategi Pendekatan Belajar Mengajar
Macam-Macam Contoh Strategi Pembelajaran
Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertenu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran.
Pada mulanya istilah strategi banyak digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Sekarang, istilah strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Misalnya seorang manajer atau pimpinan perusahaan yang menginginkan keuntungan dan kesuksesan yang besar akan menerapkan suatu strategi dalam mencapai tujuannya itu, seorang pelatih akan tim basket akan menentukan strategi yang dianggap tepat untuk dapat memenangkan suatu pertandingan. Begitu juga seorang guru yang mengharapkan hasil baik dalam proses pembelajaran juga akan menerapkan suatu strategi agar hasil belajar siswanya mendapat prestasi yang terbaik.
Macam-Macam Strategi Pembelajaran
A. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru atau pun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar.
B. Metode Demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret.
C. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama.
D. Metode Simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau berbuat seakan-akan. Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk me- mahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya.
E. Metode Tugas dan Resitasi
Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan dan tempat lainnya. Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan, dan tugas di laboratorium.
F. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru.
G. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil (sub-sub kelompok).














BAB III
PENUTUP
A.          Kesimpulan
Untuk memotivasi siswa agar lebih senang belajar maka diperlukan pendekatan pembelajaran. Dengan pendekatan pembelajaran tersebut diharapkam peserta didik dapat termotivasi untuk belajar. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran.
Ada beberapa pendekatan yang diharapkan dapat membantu pendidik dalam  menyelesaikan berbagai masalah dalam  kegiatan belajar mengajar, diantaranya : Pendekatan bervariasi, Pendekatan Kelompok, Pendekatan Individual, Pendekatan Penularan Informasi, Pendekatan Sistem.
Ada beberapa macam-macam contoh strategi pembelajaran: Metode Ceramah, Metode Demonstrasi, Metode Diskusi, Metode Simulasi, Metode Tugas dan Resitasi, Metode Tanya Jawab, Metode Kerja Kelompok.
Pada dasarnya pendekatan pembelajaran berbeda dengan metode pembelajaran. Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya.

B.          Saran
       Dari bermacam-macamnya pendekatan dalam  proses belajar mengajar, diharapkan pendidik mampu memaksimalkan dan mempraktekkan pendekatan itu untuk mengatasi semua permasalahan yang muncul dalam  upayanya membentuk kepribadian anak didik sehingga nantinya memperoleh hasil yang memuaskan dan mampu menciptakan generasi bangsa yang berkualitas.





DAFTAR PUSTAKA

Ibnu Badar Al-Tabany, Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group.
Hosnan, Muhamad. Pendekatan Saintetifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. 2004. Bogor: Ghalia Indonesia.
Majid & Chaerul Rochman, Abdul. 2014. Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013.
            Mustakim, Zaenal. 2015. Strategi & Metode Pembelajar. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.





[1] Zaenal Mustakim, Strategi & Metode Pembelajar, ( Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2015), hlm. 72-73.
[2] M. Hosnan, Pendekatan Saintetifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2004), hlm. 267.
[3] Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm.106.
[4]  Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, (Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP), hlm.80.
[5] Zaenal Mustakim, Op. Cit. hlm. 54.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar