Laman

new post

zzz

Senin, 12 September 2016

TT1 B 2a “PERBEDAAN ORANG ALIM DAN ORANG JAHIL” QS. AZ-ZUMAR AYAT 9

MAKALAH

KARAKTERISTIK ORANG BERILMU
“PERBEDAAN ORANG ALIM DAN ORANG JAHIL”
QS. AZ-ZUMAR AYAT 9
  
Nia Prastika     2021113251
 Kelas B
  
JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016




KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr.Wb

Pujisyukurpenulispanjatkankehadirat Allah Swt. Yang telahmelimpahkanRahmat, TaufiqsertaHidayah-Nya, akhirnyapenulisdapatmenyelesaikanpenulisanmakalahini yang merupakantugasmatakuliah Tafsir Tarbawi I. Penulissadarbahwatanpapertolongan-Nya segalausahapenulistidakakanadaartinya, laahaulawalaaquwwatailaabillaah.
Shalawatsertasalamdaripenulissemogasenantiasaterlimpahuntukkhalifah yang membawaanginperubahanbagikehidupandunia, NabiullahMuhammad Saw. Semogapenulismampumengikutijejakbeliausebagaikhalifahmeskibarusebataskhalifahuntukdiripenulissendiri.
Semogamakalahinidapatbermanfaatbagipenulisdanpembacauntukmenambahwawasan.


Wassalamualaikum, Wr. Wb










BAB I
PENDAHULUAN


A.    LatarBelakang
Biladilihatdarisisitujuanpenurunnya, al-Qur’an merupakanpetunjukdanpedoman yang mengarahkanmanusiauntukmenjalanikehidupaninidenganbaiksesuaiperintah Allah Swt, karenanyasangatberalasanbilaSa’idHawwadalamtafsirnya“al-Asas Fi al-Tafsir“mengatakanbahwa al-Qur’an adalahkitabtarbiyah (Hawwa, 1987:2). Ada beberapaalasan yang melandasi statement al-Qur’an adalahkitabPendidikan, diantaranya, pertama, ayat yang pertamaturunberisikanperintahuntukmembaca, danhaliniterkaitdenganpendidikan, dalamsurat al-Alaqayat 1-5; kedua, dilihatdarisumbernya, al-Qur’andiwahyukanoleh Allah Swt, dimanaperanNyaterhadapmakhluqnyasebagaipendidik pula. Ketiga, darisisipembawanyaadalahnabi Muhammad yang jugaseorangpendidik uc/mat, karenasalahsatutugaskenabianNyaadalahmensucikanmanusia, halinidapatdiartikandenganpendidikanjuga, keempat, darisisinamanya al-Qur’an jugamenunjukkanketerkaitandenganpendidikancontohnya, al-Qur’an, al-Kitabdan lain-lain. Kelima, biladilihatdarimisi al-Qur’an, misiutamanyaadalahpembinaanakhlaqmulia, sebagaimananabi Muhammad jugadiutusuntukmenyempurnakanakhlaq. Telahbanyakupayamenggaliayat-ayat al-Qur’an yang berkaitandenganpendidikandilakukanoleh para praktisipendidikan. Salah satuayatpendidikan yang akandibahasdimakalahiniadalahsurataz-zumarayat 9.

B.     RumusanMaslah

1.      Bagaimana pengertian tentang orang alim dan jahil ?
2.      Bagaimana tafsir surat Al-zumar ayat 9  ?
3.      Bagaimana pengaplikasiannya dalam kehidupan ?
4.      Bagaimana aspek tarbawi dalam surat Al-Zumar ayat 9 ?







BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Orang Alim dan Orang Jahil
Selama ini kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dinamakan orang alim itu adalah orang yang pandai, banyak ilmunya, ahli serta pakar dalam ilmu agama. Di dalam Al-Quran surat fathir (38) ayat yang ke 28, Allah swt berfirman yang artinya, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang alim).
Jadi, orang itu dikatakan sebagai orang alim manakala di dalam dirinya memiliki khasy-yah atau rasa takut kepada Allah swt, rasa takut yang menjadikan seseorang itu berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatannya. Rasa takut yang membuat orang merasa senantiasa diawali Allah, rasa takut yang membuat orang tersebut waspada jangan sampai terjerumus kedalam  perbuatan yang dilarang Allah.
Orang jahilialah orang yang mengetahuikebenaranakantetapiiatakmauuntukamalkan; atau, merekatakketahuikebenarandankebathilanjugatidakmauuntukmengetahuinya.

B.      Tafsir Q.S. Az-Zumar Ayat 9
 

Artinya : (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya ? Katakanlah, “ Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? “Sesungguhnya orang yang berakallahyang dapat menerima pelajaran. (Az-Zumar 9)
1.      Tafsir Al-Mishbah
Setelah ayat yang lalu mengncam dan mengancam orang-orang kafir, ayat diatas menegaskan perbedaan sikap dan ganjaran yang akan mereka terima dengan sikap dan ganjaran bagi orang-orang yang beriman. Allah berfirman : apakah orang-orang yang beribadah secara tekun dan tulus di waktu-waktu malam dalam keadaan sujud dan berdiri secara mantap demikian juga yang ruku, dan duduk atau berbaring, sedangkan ia terus menerus takut kepada siksa akhirat dan dalam saat yang sama senantiasa mengharapkan rahmat Tuhannya sama dengan mereka yang baru berdoa saat mendapat musibah dan melupakan-Nya ketika memperoleh nikmat serta menjadikan bagi Allah sekutu-kutu? Tentu saja tidak sama! Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui hak-hak Allah dan mengesakan-Nya dengan orang-orang yang tidak mengetahui hak Allah dan mengkufuri-Nya?”Sesungguhnya orang yang dapat menarik banyak pelajaran adalah Ulul Albab, yakni orang yang cerah pikirannya.[1]
2.      Tafsir Al-Maraghi
(apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya ? Katakanlah, ‘’ Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az-Zumar 9)
Setelah Allah swt, menerangkan sifat-sifat orang-orang musryik yang sesat dan menyebutkan celaan terhadap mereka serta tidak tetapnya mereka dalam beribadah, karena mereka kembali kepada Allah pada saat mengalami kesusahan dan kembali kepada patung-patung ketika mengalami kesenangan, maka dilanjutkan dengan menyebutkan hai ihwal orang-orang mu’min yang tekun melakukan ketaatan, yaitu yang hanya bersandar kepada Tuhan mereka saja dan hanya kembali kepada-Nya saja, serta mengharapkan rahmay-Nya dan takut kepada adzab-Nya.[2]
3.      Tafsir Al- Azhar
Kekafiran dan penipuan yang demikian itu hanyalah akan berlaku sementara, atau sedikit waktu saja. Tarulah paling lama selama mereka itu masih hidup, kemudian itu mereka akan mati. Tadi di ayat sebelumnya telah dikatakan bahwa segala amalan di dunia akan dinilai buruk baiknya oleh Tuhan sendiri di hari akhir. Namun amalan musyrik ini sejak dari jauh hari, masih didunia juga sudah dinyatakan penilaiannya. Bahwa dalam kesempurnaan sementara itu yang akan kamu dapati di akhirat ialah azab siksaan jadi penghuni neraka. “Ataukah orang-orang yang bertekun di tengah malam, dalam keadaan sujud dan berdiri, karena takut akan hari akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya?” (pangkal ayat 9Nabi disuruh lagi oleh Tuhan menanyakan, pertanyaan untuk menguatkan hujjah kebenaran; “Katakanlah! “Apakah akan sama orang-orang yang berpengetahuan dengan orang yang tidak berpengetahuan?”Pokok dari semua pengetahuan ialah mengenal Allah. Tidak kenal kepada Allah sama artinya dengan bodoh. Karena kalaupun ada pengetahuan, padahal Allah yang bersifat Maha Tahu, bahkan Allah itu pun bernama ‘Ilmun (pengetahuan), samalah dengan bodoh. Sebab dia tidak tahu akan kemana diarahkannya ilmu pengetahuan yang telah didapatnya itu. “ Yang akan ingat hanyalah semata-mata orang yang mempunyai akal budi.”(ujung ayat 9).
Sampai kelangit pun pengetahuan, Cuma kecerdasan otak. Belumlah dia mencukupi kalau tidak ada tuntutan jiwa. Iman adalah tuntutan jiwa yang akan jadi pelita bagi pengetahuan.
Albab kita artikan akal budi. Dia adalah kata banyak dari lubb, yang berarti isi, atau intisari, atau teras. Dia adalah gabungan diantara kecerdasan akal dan kehalusan budi. Dia meninggikan derajat manusia.[3]
Setelah Allah menerangkanprihalsifat-sifatburuk orang kafir, Allah memberikanperbandinganantarasifat-sifatmerekadengansifat-sifat orang beriman – yaknitidakberserahdirikecualihanyapada Allah SWT -, Allah sebutkan:
1. Apakah orang kafiritulebihbaikkeadaandantempatkembalinya, ataukah orang berimanpada Allah, yang slalutaatdantunduk, selaludalamkeadaanberibadahkepadaRabb-nya (baikdalamkeadaantidur, duduk, ataupunberdiri; di sepanjangmalam), di sampingitumerekajugatakutadzabakhiratdanjugamengharapkanbelaskasihNya.
(bentukpertanyaan yang takperlujawaban (istifhaaminkaariy/ bentukpertanyaan yang berartipengingkaran), artinya: orang berimanlebihbaikdaripada orang kafir)
2. Apakahsama; antara orang yang mengetahui (‘alim/ pandai) dengan orang yang tidakmengetahui (jahil/ bodoh) Sesungguhnyatiada lain yang bisamengambilpelajaran (mereka yang mauberi’tibar) hanyalah orang-orang yang mempunyaipikiran/ akal (ululalbaab).
3. Tidaksamaantara 2 kelompokini:
‘alim (orang yang mengetahui): diaketahuikebenarandanmaumengamalkansertaistiqomahpadanya.
jahil (orang yang bodoh): diaketahuikebenaranakantetapiiatakmauuntukamalkan; atau, merekatakketahuikebenarandankebathilanjugatidakmauuntukmengetahuinya.[4]

C. Aplikasi Dalam Kehidupan
Dalam susunan ini adalah jumlah kata yang tidak tertulis atau terucap, tetapi jelas di dalam makna ayat. Yaitu diantara dua macam kehidupan. Kehidupan pertama ialah yang gelisah langsung berdoa menyeru Tuhan jika malapetaka datang menimpa dan lupa kepada Allah bila bahaya telah terhindar. Ada satu kehidupan lagi, yaitu kehidupan Mu’min yang selalu tidak lepas ingatannya dari Tuhan, sehingga baik ketika berduka, atau ketika bersuka, baik ketika angin taufan menghancurkan segala bangunan sehingga banyak orang kehilangan akal, atau ketika angin demikian telah merdeka, langit cerah dan angin sepoi jadi gantinya, namun orang itu tetap tenang dan tidak kehilangan arah. Dia tersentak dari tidurnya tengah malam, dia bertekun mengingat Tuhan lalu bersujud memohon ampunan dan ridha Ilahi, bahkan ada yang terus qiyamul-lail, berdiri tegak mengerjakan sembahyang. Yang mendorongnya untuk bertekun, berqunut ingat akan Tuhan, samapai bersujud dan sembahyang lain tidak ialah karena takut kalau-kalau di akhirat kelak amalannya mendapat nilai yang rendah di sisi Tuhan, malahan dia mengharapkan Rahmat Ilahi, kasih sayang Tuhan yang tidak berkeputusan dan tidak berbatas.

D. Aspek Tarbawi
1. Rasa takut hanya pada akhirat, sedang rahmat tidak dibatasi dengan akhirat, sehingga dapat mencakup rahmat duniawi dan ukhrawi
2. seorang mukmin hendaknya tidak merasa takut menghadapi kehidupan duniawi, karena apapun yang terjadi selama ia bertakwa maka itu tidak masalah, bahkan dapat merupakan sebab ketinggian derajatnya di akhirat.
3. adapun rahmat, maka tentu saja yang di harapkan adalah rahmat menyeluruh, dunia dan akhirat.
4. segala amalan di dunia akan di nilai buruk baiknya oleh Tuhan sendiri di hari akhirat.Namun amalan musyrik ini sejak dari jauh hari, masih didunia juga sudah dinyatakan penilaiannya. Bahwa dalam kesempurnaan sementara itu yang akan kamu dapati di akhirat ialah azab siksaan jadi penghuni neraka.                                                                                           
























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kesimpulan isi atau kandungan surat Az-Zummar ayat 9 antara lain sebagai berikut:
a. Orang yang bersujud di malamharilebihterjaganiatnyaamandarisifatriya
b. Orang yang tunduk (pada Allah) slalumempergunakanwaktu-waktunyauntukberibadahkepadaNya; baik di waktududuk, berdiri, bahkandalamkeadaanberbaring.
c. KeutamaanSholat di tengahmalam
d. Orang-orang yang tunduk dan takut atas azab Allah swt
e. Iman adalah tuntunan jiwa yang akan jadi pelita pengetahuan
f. Orang beriman lebih baik daripada orang kafir
g. Ayatinimenunjukkanatas ‘kesempurnaanmanusia’ bilamanamerekamempunyai 2 halpokok; yakni, ilmudanamal (wujudkonsekwensiatasilmu yang iapunya).
h. ‘alim (orang yang mengetahui): diaketahuikebenarandanmaumengamalkansertaistiqomahpadanya.
jahil (orang yang bodoh): diaketahuikebenaranakantetapiiatakmauuntukamalkan; atau, merekatakketahuikebenarandankebathilanjugatidakmauuntukmengetahuinya.[5]










DAFTAR PUSTAKA


Ahmad Mustafa Al-Maraghi. TerjemahTafsir Al-Maraghi. Semarang : PT. KaryaToha Putra, 1993.
http//goole.com//langgitjinggadipelupukmatarumahmakalah//. Hari senin,05,9,2016. Pukul 09:34
Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz XXIV,  Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982
M. QurayshShihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, KesandanKeserasian Al-Qur’an. Jakarta: LenteraHati, 2002.





















BIODATA


Nama               : Nia Prastika
TTL                 : Pekalongan, 23 Februari 1995
Alamat                        : Ds. Bojongkoneng Kec. Kandangserang
Asal Sekolah   : SD N 1 Bojongkoneng
                           SMP N 1 Kandangserang
                           SMA N 1 Kandangserang




[1]M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 195-196
[2]Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: PT. Karya Toha Putra Semarang, 1993), hlm. 259-260
[3]Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz XXIV, ( Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hlm. 17-18
[4]http//goole.com//langgitjinggadipelupukmatarumahmakalah//. Hari senin,05,9,2016. Pukul 09:34
[5]http//goole.com//langgitjinggadipelupukmatarumahmakalah//. Hari senin,05,9,2016. Pukul 09:34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar