Laman

Minggu, 16 Oktober 2016

tt1 A 7a “ KARAKTER ALLAH SEBAGAI PENDIDIK” QS.AL-FATIHAH Ayat 1-4

 SUBJEK PENDIDIKAN "HAKIKI"
“ KARAKTER ALLAH SEBAGAI PENDIDIK”
QS.AL-FATIHAH Ayat 1-4


WILDA KARIMAH (2021115156)
Kelas : A

JURUSAN TARBIYAH / PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN 
2016



 KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT , karena dengan Rahmat, karunia, serta Taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang “kARAKTER ALLAH SEBAGAI PENDIDIK”. Kami sangat berterimah kasih kepada bapak Muhammad Ghufron, M.S.I selaku Dosen mata kuliah tafsir tarbawi I di IAIN pekalongan yang telah membimbing saya untuk menyelesaikan tugas ini.
           Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai ibadah kepada Allah, saya menyadari sepenuhnya bahwa di makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa adanya saran yang membangun.
           Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya, sebelumnya saya memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari Bapak dosen dan para pembaca yang budiman demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Pekalongan, 15 oktober 2016

Wilda karimah
                                                                                               




                                                                                                 

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح ,al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surah pertama dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat.Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an.Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran.Dinamakan Ummul Qur'an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran.Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.
Surat ini berada di urutan pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema besar Al Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi orang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semua itu tercermin dalam surat Al Fatihah.

Tema
Tema garis besar makalah ini adalah “subjek pendidikan (hakiki)” dan sub tema pembahasannya adalah” karakter allah sebagai pendidik”

Arti penting

Dari berbagai ayat Al-Quran  “segala pujian bagi Allah Rabb bagi seluruh alam”. (Q.S. Al-Fatihah: 2) itu membicarakan tentang hakikat Allah sebagai pendidik dapat dipahami dalam firman-firman yang diturunkan-Nyakepada Nabi Muhammad SAW. Allah memiliki pengetahuan yang amat luas. Dia juga sebagai Pencipta.

Nash al-qur’an dan terjemahannya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1)
 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) 
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) 
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4( [الفاتحة : 1 - 4] 
Artinya: 
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam;
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang;
Yang menguasai Hari Pembalasan.


BAB II
PEMBAHASAN


TEORI
Pengertian 
Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihat dari sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan. 
Secara etimologi, dalam konteks pendidikan Islam pendidik disebut dengan murabbi, mu’allim, dan muaddib. Katamurabbi berasal dari kata rabba, yurabbi.
Secara terminologi Pendidik atau guru banyak diartikan orang, ada yang mengatakan di gugu lan ditiru (Jawa), yaitu orang yang harus di gugu dan di tiru oleh semua muridnya. Artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan di yakini sebagai kebenaran oleh semua muridnya dan sekaligus untuk diteladani. Adapun definisi guru menurut :
a.       Zakiyah Daradjat
Mengartikan  guru adalah pendidik professional, karena secara inplisit ia telah menerima dan memikul sebagian tanggung jawab orang tua murid ketika menyekolahkan anaknya ke sekolah atau madrasah, berarti telah melimpahkan sebagian tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru.
Poerwadarminta 
Mengartikan guru adalah orang yang kerjanya mengajar. 
Guru dalam islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan seluruh potensinya, baik potensi afektif, kognitif maupun potensi psikomotorik dan mampu mandiri secara makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial dalam memenuhi tugasnya sebagai makhluk Allah.
Jadi karakter allah sebagai pendidik maksudnya bahwa allah adalah sebagai sumbr ilmu pengetahuan karena Kalimat ar-Rahman dan ar-Rahim dalam ayat ketiga surat al-fatihah ini bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah sebagaimana disebutkan pada ayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan Allah atau sesuatu pamrih. Pendidikan dan pemeliharaan tersebut semata-mata karena rahmat dan kasih sayang Tuhan yang dicurahkan kepada makhluk-makhluk-Nya.
Penjelasan Umum Surat Al-Fatihah
Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat dan menurut mayoritas ulama diturunkan di Mekkah. Namun menurut pendapat sebagian ulama, seperti Mujahid, surat ini diturunkan di Madinah. Menurut pendapat lain lagi, surat ini diturunkan dua kali, sekali di Mekkah, sekali di Madinah. Ia merupakan surat pertama dalam daftar surat Al-Qur’an. Meski demikian, ia bukanlah surat yang pertama kali diturunkan, karena surah yang pertama kali diturunkan adalah Surah al-Alaq. 
Surat ini dinamakan al-fatihah (pembuka) karena secara tekstual ia memang merupakan surat yang membuka atau mengawali Al-Qur’an, dan sebagai bacaan yang mengawali dibacanya surah lain dalam shalat. Selain al-Fatihah, surat ini juga dinamakan oleh mayoritas ulama dengan Ummul Kitab. Namun nama ini tidak disukai oleh Anas, al-Hasan, dan Ibnu Sirin. Menurut mereka, nama Ummul Kitab adalah sebutan untuk al-Lauh al-Mahfuzh.  Selain kedua nama itu di atas, menurut as-Suyuthi memiliki lebih dari dua puluh nama, di antaranya adalah al-Wafiyah (yang mencakup), asy-Syafiyah (yang menyembuhkan), dan as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang). 

TAFSIR

Tafsir  al-misbah
Dalam tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa permulaan ayat surat Al-Fatihah itu sesuai dengan kaidah utama ajaran Islam yang menyatakan Allah adalah al-Awwal wal Akhir, Wal zhahir wal Bathin/ Dia yang Pertama dan Dia pula yang Terakhir, Dia yang Nampak dengan jelas (bukti-bukti wujud-Nya) Dan Dia pula yang Tersembunyi (terhadap siapapun hakikat-Nya). Dia Yang Maha Suci itu yang merupakan wujud yang haq, yang dari-Nya semua wujud memperoleh wujudnya, dan dari-Nya bermula semua yang memiliki permulaan. Karena itu dengan nama-Nya, segala sesuatu harus dimulai dan dengan nama-Nya terlaksana gerak dan arah.
Ayat kedua, Dalam tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa memuji Allah adalah luapan rasa syukur yang memenuhi jiwa seorang mukmin ketika mendengar nama-Nya disebut. Karena keberadaan seseorang sejak semula di pentas bumi ini tidak lain kecuali limpahan nikmat Ilahi yang mengundang rasa syukur dan pujian. Setiap kejapan, setiap saat dan pada setiap langkah, silih berganti anugerah Allah berduyun-duyun lalu menyatu dan tercurah kepada seluruh makhluk, khususnya manusia. Karena itu wajar memulai dengan memuji-Nya dan mengakhiripun dengan menuji-Nya. Ini juga sebagai kaidah utama ajaran Islam, “ Dia Allah. Tiada Tuhan selain Dia. Bagi-Nya saja segala puji sejak awal (dalam kehidupan dunia ini) dan di akhirat nanti”. (Al-Qashash: 70)
Lanjutan ayat ini yang menyatakan Allah Rabb al-alamin. Kata rabb, seakar dengan kata tarbiyah, yaitu mengarahkan suatu tahap demi tahap , menuju kesempurnaan kejadian dan fungsinya. Penggalan ayat ini merupakan keterangan lebih lanjutnya yang membuktikan layaknya Allah SWT mendapat pujian. Allah wajar dipuja dan dipuji karena keindahan kebaikan dan kebenaran yang disandang-Nya. Selanjutnya Dia dipuja dan dipuji karena rububiyyah-Nya (pemeliharaan) itu. Bermula dari mewujudkan makhluk termasuk manusia dari tiada, sampai membimbing mereka untuk mencapai tujuan penciptaan hingga memelihara dan memasukkan manusia kelak di surga-Nya. Jika ada yang bertanya, “Mengapa pujian harus dikembalikan atau ditujukan kepada Allah semata?” jawabannya adalah karena Dia Tuhan Pemeliahara seluruh alam.
  Ayat ketiga Dalam tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa pemeliharaan tidak dapat terlaksaana dengan baik dan sempurna kecuali bila disertai oleh rahmat kasih sayang. Oleh karena itu ayat ini menggaris bawahi kedua sifat Allah inisetelah sebelumnya menegaskan bahwa Allah adalah Pemelihara seluruh alam. Pemeliharan-Nya itu bukan atas dasar kesewenang-wenangan, tetapi diliputi oleh rahmat dan kasih sayang.
Ayat ketiga ini tidak dapat dianggap sebagai pengulangan sebagian kandungan ayat pertama (Basmalah). Kalimat ar-Rahman dan ar-Rahim dalam ayat ketiga ini bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah sebagaimana disebutkan pada ayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan Allah atau sesuatu pamrih. Pendidikan dan pemeliharaan tersebut semata-mata karena rahmat dan kasih sayang Tuhan yang dicurahkan kepada makhluk-makhluk-Nya.
Ayat keempat Dalam tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa Pemelihara dan Pendidik yang Rahman dan Rahim  boleh jadi tidak memiliki (sesuatu). Sedang sifat ketuhanan tidak dapat dilepaskan dari kepemilikan dan kekuasaan. Oleh karena itu kepemilikan dan kekuasaan yang dimaksud perlu ditegaskan.
Tafsir ibnu katsir
Bismllah  ( سْمِ اللَّهِ ) dengan menyebut nama allah.susunan kalimat yang demikian ini berarti ada susunan kata yang mendahuluinya yaitu aku mulai perbuatan ini dengan nama allah untuk mendapat berkat dan pertolongan rahat allah sehingga dapat selesai dengan semupurna dan baik.juga menyadari sebagai mahluk allah untuk menyadari kembal bahwa segala-galanya hanyalah tergantung pada rahmat allah. Ar-rahman ar-rahim, dua kalimat pecahan dari rahmat untuk menyebut kelebihan dan kata rahman lebih luas dari rahim. Nama rahman ini juga khusus bagi allah, tidak boleh dipakai untuk lain-Nya. 
Alhamduillahirabbil alamina ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين  ) segala puji bagi allah. Alhamdulillah sgala puji allah pada diriNya, yan mengandung tuntutan kepada hamba supaya mereka memuji allah seperti seakan-akan perintah allah. Rabb berati pemilik yang berhak penuh, juga berarti majikan juga yang memelihara serta menjamin kebaikan dan perbaikan dan semua makhluk alam semesta. alam ialah segala sesuatu selain allah. Maka allah rabb dari semua alam itu sebagai pencipta, yang memelihara, memperbaiki, dan menjamin. Sebagaimana tersebut dalam surat asy-syuara 23-24. fir’aun bertanya: “apakah rabbu alamin itu?” jawab musa, “tuhan pencipta, pemelihara, penjamin langit, dan bumi dan apa saja yang diantara keduanya, jika kalian mau percaya dan yakin.” 
Ar-rahman ar-rahim( الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ). ar-rahman yang memberi nikmat yang sebesar-basarnya. Ar-rahim yang memberi nikmat yang halus sehingga tidak terasa, padahal nikmat besar, dan semua nikmat allah itu besar, hanya saja ada yang berupa langit, bumi, matahari,dan ada yang berupa penglihatan, pendengaran dan panca indra, dan lain-lain. Jika kita hitung nikmat allah takan terhingga.  
Maliki yaumiddin مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . raja yang memiliki pembalasan. Dapat dibaca maliki (raja) dan dapat dibaca maaliki (pemilik- yang memiliki) umar berkata “andaikan perhitungan bagi dirimu sebelum kamu dihisab (diperhitungkan) dan dipertimbangkan untuk dirimu sebelum kamu ditimbang, dan siap- siaplah untuk menghadapi perhitungan, yang besar, menghadap kepada tuhan yang tidak trsembunyi,pada Nya sedikitpun dari amal perbuatanmu. Pada hari kiamat kelak kalian akan dihadapkan pada tuhan yan tidak tersembunyi pada Nya suatu apapun. ”
Tafsir al maroghi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم sunah dibaca di semua surat al- qur’an selain surat baroah dan attaubah dan di samping itu basmalah juga selalu dibaca katika hendak melakukan sesuatu pekerjaan Karean bismillah hirrahmanirrahim juga bisa diartikan “bahwa kekuatan yang menyebabkan aku dapat mengerjakan perbuatan ini dari allah.”
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ setiap pujian yang baik hanya bagi allah, karena yang menjadi sumber dari segala yang ada. Dia lah yang mengatur alam dan mendidik serta memelihara dari awal hingga akhir, juga mengilhamkan segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan dan menguntungkan.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ telah disebutkan bahwa kata ar-rahman maknanya yang melimpahkan segala macam nikmat, lagi berbuat baik kepada hambaNya dengan tiada terbatas. Kata ini khusus bagi allah saja.tak pernah terdapat dalam bahasa arab kata ini digunakan untuk selain allah. Kata ar-rahim maknanya yang tetap berifat sayang yang menjadi sumber bagi sikap brbuat baik (kebaikan).
Yang berkuasa dihari pembalasan  مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ adalah untuk targhib (mempertakutkan) sesudah taghib (mengembirakan), dan mengajarkan agar kita mengetahui bahwa allah mendidik hambanya dengan dua macam pendidika itu, yaitu allah bersifat sayang kepada mereka dan memberi balasan atas segala apa yang mereka kerjakan, seperti yan telah difirmankaNya dalam qur’an surat 15 ayat 49.
Tafsir al-azhar
Alhamdulillahi segala puji-pujian hanya untuk allah. Tidak ada yang lain yang berhak mendapat pujian itu, meski misalnya ada eseorang berjasa baik kepada kita, meskipun memujinya namun hakikat puji hanya kepaa allah. Sebab orang itu tidak dapat berbuat apa- apa karena ada nya allah yang maha besar.
Rabbilalamin (pemelihara semesta alam). Kita dikenalkan kepada allah yaitu allah sebagai yang tunggal, sekarang kita dikenalkan lagi kepada allah yang rabbun. Kata rabbun ini meliputi segala macam pemeliharaan, penjagaan, juga  pendidikan dan pengasuhan.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ayat ini menyempurnakan makud dari ayat sebelumnya.jika allah sebagai rabb, sebagai pemelihara dan pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud dan isi pendidikan itu, melainkan karena kasih sayangNya semata dan karena murahNya belaka, tidaklah dalam memberi pemeliharaan pendidikan itu menuntut keuntungan bagi dirinya sendiri. bukan sebagai suatu pemerintahan mengadakan suatu pendidikan “kader” dan latihan pegawai, ialah karena mengharapkan apabila orang-orang ang dididik itu telah lepas dari peendidikan, akan dapat dipergunakan menjadi pegawai ang baik.dan pemeliharaan yang dia berikan adalah pertama karena arrahman maknanya ialah bahwa sifat allah yang rohman itu telah membekas dan berjalan ke atas hambanya bertambah tinggi kecerdasan hamba itu, bertambah terasa olehnya betapa arrohman allah terhadap dirinya, dan sifatt arrohim ialah sifat yang melekat pada allah. Aka arrohman ialah setelah itu terpaksa pada hamba, dan arrohim ialah pada keadannya yang tetap dan tidak pernah  padam-padamnya pada tuhan. Dan keduanya itu adalah saa menandung akan subr kata yaitu rahmat.
Yang menguasai hari pembalasan مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  didunia ini yang ada hanya penilaian, tetapi tidak ada pembalasan manusia. Didunia tidak ada pembalasan yang sebenarnyadan disini tidak ada perhitungan yang adil.

APLIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI
Hakikat allah sebagai pendidik maksudnya bahwa allah adalah sebagai sumber ilmu pengetahuan karena Kalimat ar-Rahman dan ar-Rahim dalam ayat ketiga surat al-fatihah ini bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah sebagaimana disebutkan pada ayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan Allah atau sesuatu pamrih. Pendidikan dan pemeliharaan tersebut semata-mata karena rahmat dan kasih sayang Tuhan yang dicurahkan kepada makhluk-makhluk-Nya. 
Kita sabagai makhuk allah harus meniru allah sebagaimana allah mendidik nabi muhamad dengan kasih sayang, tidak hanya itu allah juga memelihara, dan membimbing.
ASPEK TARBAWI
Allah selalu mendidik dan memeliharra segala yang maujud ini dengan rahmat dan mahabbah, karena disamping sifatnya yang rabbulalamin,penguasaan dan pemeliharaan semata alam, dan dia juga menyebut dirinya sebagai arrahman dan arrohim, maha pengasih lagi maha penyayang. 
Bila para pengajar dan pendidik ingin mendapat sukses, maka mereka harus bekerja berdasarkan mahabbah dan kasih sayang. 

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan 
Surat Al-Fatihah bukan semata-mata bacaan untuk beribadah saja, tetapi juga mengandung bimbingan untuk membentuk pandangan hidup setiap muslim.
Tauhid uluhiyah sudah ditunjukkan keberadaannya dalam ayat, “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah).Hal itu dikarenakan penyandaran pujian oleh para hamba terhadap Rabb mereka merupakan sebuah bentuk ibadah dan sanjungan kepada-Nya, dan itu merupakan bagian dari perbuatan mereka. Adapun tauhid rububiyah, ia juga sudah terkandung di dalam ayat, “Rabbil ‘alamin.” Hal itu disebabkan Allah adalah rabb bagi segala sesuatu, pencipta sekaligus penguasanya.Pada ayat “Maliki yaumiddin” Allah adalah rabb segala sesuatu dan penguasanya.Seluruh kerajaan langit dan bumi serta apapun yang berada di antara keduanya adalah milik-Nya.Dialah Raja yang menguasai dunia dan akhirat.
Sedangkan tauhid asma’ wa shifat, maka sesungguhnya ayat kedua telah menyebutkan dua buah nama Allah. Kedua nama itu adalah Allah dan Rabb sebagaimana di dalam ayat, “Rabbil ‘alamin”. Pada ayat ini kata ‘alamin adalah segala makhluk selain Allah. Allah dengan dzat-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, maka Dialah Sang Pencipta. Sedangkan semua selain diri-Nya adalah makhluk.
Saran
  Kita Sebagai pendidik haruslah sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana layaknya sorang pendidik, kita tidak hhanya mendidik saja melainkan juga arus memelihara anak didknya, dan harus mempunyai sifat kasih sayang kepada anak didiknya.

DARTAR PUSTAKA

http://definisimu.blogspot.co.id/2012/09/definisi-karakter.html. Diakses tgl 15 oktober 2016
<http://keajaibanikhlas.blogspot.co.id/2013/02/hakikat-pendidikan.html. diakses tgl.15> oktober 2016
http://langitjinggadipelupukmatarumahmakalah.blogspot.co.id/2014/10/makalah-tafsir-ayat-ayat-al-fatiha.html. diakses tgl 15 oktober 2016
Prof. Dr. Hamka,. ,1981. tafsir al-azhar jus 1.
Syekh ahmad musthafa , 1895. terjemah tafsir al-maraghi, yogyakarta : sumber ilmu.
Tafsir Al-Misbah, Juz I.

1987.Terjemah singkat ibnu katsir. surabaya: PT Bina iilmu

Biodata penulis :

Nama     :     Wilda Karimah
TTL        :     Pekalongan, 04 November 1995
Alamat   :     jl. Jrebeng kembang  no. 02 Rt: 1 Rw:1 kabupaten pekalongan

Riwayat Pendidikan :
1.TK muslimat NU Prawasan Barat
2. SD N 1 Kedungwuni
3. SMP N 1 Kedungwuni
4. SMA Islam YMI Wonopringgo





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar