Laman

Jumat, 07 Oktober 2016

tt1 B 6b SIFAT-SIFAT MUKMIN ( Q.S Al-fath : 29 )



TUJUAN “KHUSUS” PENDIDIKAN
SIFAT-SIFAT MUKMIN : ( Q.S Al-Fath  : 29 )

Luthfi Maulana    (2021115195)
Kelas B

FAKULTAS TARBIYAH / PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
2016


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan inayahNya kepada seluruh umat manusia dengan nikmat Iman,nikmat sehat dan nikmat waktu yang diberikan khususnya pada saya yang tiada terkira.Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang kelak kita nantikan syafaatnya di Yaumul Qiyamah.
Saya selaku penulis yang diberi mandat untuk menulis sebuah Makalah yang mempunyai judul besar ”Tujuan ”Khusus” Pendidikan Al-Quran” dengan Sub tema “Sifat-Sifat Mukmin”dengan Tafsir Q.S Al-Fath ayat 29 memberi apresiasi tertinggi kepada seluruh pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah tersebut.Yang pertama dan yang paling utama saya mengucapkan Terimakasih kepada Allah SWT yang selalu memberi kemudahan dalam segala hal.Yang kedua diucapkan Terimakasih kepada Bpk Muhammad Hufron M.S.I yang telah menyampaikan Ilmu dalam Mata Kuliah Tafsir Tarbawi I dengan bimbingan yang tiada habisnya.Yang terakhir saya mengucapkan terimakasih kepada kedua Orang Tua saya yang selalu mensuport saya dalam mencari ilmu lewat iringan doa-doanya serta teman-teman seperjuangan yang saling bahu-membahu dalam aktifitas perkuliahan.
Semoga makalah yang saya buat dapat memberi dampak positif kepada seluruh pembaca,terlebih dalam bidang penambahan Ilmu Pengetahuan yang berguna untuk kehidupan sekarang dan yang datang (Akhirat).

Pekalongan,30 September 2016

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupannya, manusia tidak akan pernah bisa lepas untuk mencari nilai-nilai kebenaran yang sebenarnya karena kesehariannya manusia dihadapkan berbagai macam  persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Dengan perkembangan Iptek yang pesat ini  persoalan hidup menjadi lebih kompleks dan manusia pun semakin sulit mengatasi persoalan hidupnya. Di saat kita manusia tidak bisa menyelesaikan atau mengatasi persoalan hidup. Kita  pasti lebih memilih lari dari masalah tersebut dan melakukan hal-hal yang menyimpang seperti minuman-minuman keras, narkoba, dll. Dan bahkan tidak sedikit dari mereka yang melakukan  bunuh diri gara-gara tidak bisa mengatasi persoalan kehidupan.
Di sinilah iman dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mencontohkan sifat-sifat mukmin harus kita  itu mengambil perannya sebagai jalan keluar atau solusi untuk menyelesaikan Pradigma permasalahan kehidupan tersebut. Melalui makalah yang berjudul “Tujuan “Khusus” Pendidikan Al-Quran “ dengan Sub Tema
 “Sifat-Sifat Mukmin” dalam Q.S Al-Fath ayat 29 semoga segala permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan,dengan memegang konsep Iman lewat keteladanan Rasullullah SAW agar bisa menjadi Mukmin seutuhnya karna Iman tersebut memegang peranan penting bagi kehidupan manusia  di dunia dan akhirat lewat Pondasi Iman dalam beragama.
B.     Judul Makalah
Makalah ini berjudul ”Tujuan ”Khusus” Pendidikan Al-Quran” dengan Sub Tema “Sifat-Sifat Mukmin” sesuai  judul yang menjadi tugas untuk saya dengan Tafsir Q.S Al_Fath ayat 29

C.    Nash dan Terjemahan Q.S Al-Fath ayat 29
Surat Al-Fath Ayat 29
Artinya  : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”{Q.S Al-fath :29}






D.    Arti Penting Q.S Al-Fath :29
Surah Al-Fath (Arab ; الفتح , "Kemenangan") adalah surah ke-48 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat. Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad SAW S.A.Wdalam peperangannya.
Nabi Muhammad S.A.Wsangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari. Kegembiraan Nabi Muhammad S.A.Witu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad S.A.Wdalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.












BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori
1.      Pengertian
Mukmin/Mu'min (bahasa Arab: مؤمن) adalah istilah Islam dalam bahasa Arab yang sering disebut dalam Al-Qur'an, berarti "orang beriman", dan merupakan seorang Muslim yang dapat memenuhi seluruh kehendak Allah, dan memiliki iman kuat dalam hatinya. Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa mu'min tidak serta-merta berarti "orang beriman" namun orang yang menyerahkan dirinya agar diatur dengan Din Islam. Selain itu, mu'min juga dapat dikatakan orang yang memberikan keamanan atas Muslim.[1]
2.      Sifat-Sifat Orang Mukmin
Sifat – sifat yang dimiliki oleh seorang mukmin,yaitu:[2]
1.      Memiliki Rasa Takut di Dalam Hatinya
Allah Ta’ala berfirman
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka” (QS. Al-Anfal: 2)


Hanya orang yang beriman jika disebutkan nama Allah, muncul rasa takut dalam hatinya. Rasa takutnya sebagai bentuk mengagungkan Allah.
Sebagai contoh, jika ada seseorang yang berkeinginan melakukan maksiat, kemudian ia teringat Allah atau ada yang mengingatkannya dengan mengatakan, “bertakwalah anda kepada Allah”, maka dia adalah seorang yang mukmin. Rasa takut tersebut adalah ciri-ciri orang yang beriman.
2.      Adanya Tambahan Iman ketika Ayat Quran Dibacakan
Allah Ta’ala berfirman
وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا
dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)” (QS. Al-Anfal: 2)
Hal ini menjadi bukti keimanan seseorang  ketika Al Qur’an dibaca baik oleh dirinya ataupun orang lain, ia dapat mengambil manfaat dengan bertambahnya rasa iman.
Sebagaimana RasulullahShallallahu ‘alaihi Wasallam pernah memerintahkan Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al Qur’an, lantas Ibnu Mas’ud bertanya, “Bagaimana aku membacakan Al Qur’an sedang Al Qur’an diturunkan untukmu?



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pun menjawab, “Sungguh aku senang mendengar bacaan Al Qur’an dari orang lain.” Ibnu Mas’ud pun membaca surah An-Nisa, tatkala sampai pada ayat 41,
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)” (QS. An-Nisa: 41).
Maka Nabi mengatakan, “Cukup” Aku pun memandangi Nabi dan melihat mata beliau berlinangan air mata. (HR. Al-Bukhari)
Potongan ayat ke-2 surah Al-Anfal di atas menjadi dalil bahwa rasa iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Karena akidah ahlusunnah adalah iman itu bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan maksiat.
 Dicontohkan dalam ayat di atas adalah melakukan ketaatan dengan mendengarkan bacaan al quran. Adapun kelompok murji’ah yang memiliki penyimpangan dalam akidah ini, mengatakan bahwa rasa iman tidak dapat bertambah maupun berkurang, dan ini adalah akidah yang keliru.
Kisah Ibnu Mas’ud di atas juga menunjukkan betapa lembutnya hati Nabi, tatkala beliau dibacakan Al Qur’an, hati beliau terenyuh sehingga berlinanglah air mata beliau.

3.      Tawakkal Hanya kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman
وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS. Al-Anfal: 2).
Orang yang beriman akan menyandarkan segala urusannya hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Akan tetapi mereka
juga melakukan sebab agar terwujudnya suatu hal, di samping tetap bertawakkal kepada Allah. Karena mereka yakin bahwa tidak akan terwujud suatu hal kecuali atas kehendak Allah.
4.      Mendirikan Shalat
Allah Ta’ala berfirman
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat” (QS. Al-Anfal: 3).
Banyak ayat yang menunjukkan shalat adalah bukti keimanan seseorang, salah satu dalam ayat ini. Orang yang beriman akan mendirikan shalat secara sempurna, baik shalat yang hukumnya wajib maupun yang dianjurkan.



5.      Senang Berinfak
Allah Ta’ala berfirman
وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
dan yang menginfakkan rizki yang Kami berikan kepada mereka” (QS. Al-Anfal: 3).
Seorang dikatakan beriman ketika ia menginfakkan hartanya dijalanAllah.Sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menginfakkan seluruh hartanya
di jalan Allah. Namun ada catatan penting, ketika ada yang memiliki kebutuhan mendesak, baik dari keluarga maupun orang lain, maka tidak sepatutnya menginfakkan seluruh hartanya.
Demikianlah 5 sifat orang beriman yang Allah sebut dalam surah Al-Anfal ayat ke-2 dan ke-3. Kemudian di awal ayat ke 4 Allah sebut mereka itulah orang yang memiliki iman dengan sebenar benar iman. Allah mengatakan:
أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya” (QS. Al-Anfal: 4).
Semoga kita tergolong orang yang memiliki sifat-sifat di atas sehingga predikat orang yang beriman dapat kita raih. Wallahul muwaffiq.


B.     Tafsir
1.      Tafsir Al-Azhar
Di dalam ayat ke-22 dan 23 yang akan kita tafsirkan ini, kita diajar ilmu jiwa manusia di dalam peperangan:“Dan kalau memerangi akan kamu orang-orang kafir,niscaya mereka akan berputarke belakang.” (Pangkal ayat 22)
Artinya ialah bahwa terjadi peperangan , pertempuran diantara orang-orang yang berperang karena suatu cita-cita, dan disini cita-cita islam yang luhur,dengan orang-orang yang kafir,yang tidak mempunyai cita-cita yang jelas,yang mulia,akhir kelaknya pihak yang kafir dan menolak kebenaran itu akan berputar ke belakang,tegasnya akan mumdur/kalah putar ke belakang: niscaya mereka akan mundur,tegasnya mereka tidak akan sanggup bertahan lama.
“Kemudian itu tidaklah mereka akan dapati pelindung dan penolong.” (Ujung ayat 22).Artinya,kian lama kian meresalah mereka di dalam hati,guna apa mereka berperang dan untuk siapa? Apakah nilai bagi jiwa mereka sendiri yang mereka perjuangkan di medan peperangan, selimpat hidup selompat mati.Segala peperangan diatas dunia ini ialah menghadang mati! Orang wajib mengetahui sebenar-benar dan seyakin-yakinnya buat apa dia mati! Mesti ada inti perjuangan mereka yang jelas,sampai mereka sanggup melompat maut itu dan merasa berbahagia mati karena itu.[3]

2.      Tafsir Al-Maraghi
Setelah Allah SWT,menyebutkan bahwa Dia mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama islam,supaya Dia meluhurkan derajat agama tersebut atas semua agama-agama yang lain,maka dilanjutkan dengan menerangkan ihwal rasul dan umat yang kepada mereka ia diutus.Allah menggambarkan mereka dengan sifat-sifat yang seluruhnya terpuji dan merupakan peringatan bagi generasi sesudah mereka dan dengan sifat-sifat itulah mereka dapat menguasai bagsa-bangsa lain dan memiliki negeri-negeri mereka,bahkan menggenggam tampuk kepemimpinan seluruh dunia,yaitu:
1.      Bahwa mereka bersikap keras pada siapapun  yang menentang agamaNya dan mengajak bermusuhan dan bersifat belas kasih sesama mereka.
2.      Bahwa mereka menjadikan salat dan keikhlasan kepada Allah sebagai kebiasaan mereka pada kebanyakan waktu.
3.      Bahwa mereka dengan amal mereka mengharapkan pahala dari Tuhan mereka dan kedekatan di sisiNya serta keridhaan dariNya.
4.      Bahwa mereka mempunyai tanda yang dengan itu mereka mudah di kenal.Yakni bahwa mereka bercahaya pada wajah mereka,khusyu’ dan tunduk yang bisa dikenali oleh orang yang cerdas.[4]



5.      Bahwa Injil mengumpamakan keadaan mereka dengan mengatakan,akan muncul suatu kaum yang akan tumbuh bagaikan tumbuhnya tanaman ,mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran.
Bahwasannya pada permulaan islam orang-orang mukmin jumlahnya sedikit saja. Kemudaia mereka semakin banyak dan semakin teratur dan hari demi hari semakin meningkat sehingga membuat orang-orang kagum terhadap mereka.Nabi SAW berdakwah sendirian.Kemudian Allah memperkuat dengan orang-orang yang ada bersamanya sebagaimana diperkuatnya benih yang pertama dari suatu tanaman dengan hal-hal yang keluar dari padanya.[5]
3.      Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT memberitakan tentang Muhammad SAW,bahwa dia itu adalah benar-benar utusan Allah,tanpa diragukan dan disangsikan lagi.Oleh karna itu Allah SWT berfirman “Muhammad itu adalah utusan Allah.” Dan pernyataan ini mencakup atas setiap sifar yang mulia dan indah.Kemudain Allah SWT melanjutkan dengan memberikan sanjungan kepada para sahabatnya—semoga Allah memberikan keridhaan-Nya terhadap mereka , “Dan orang-orang yang beriman dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir,tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka.”[6]


Penggalan ini seperti firmanNya,”....Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya,yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman,yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.”
(al-maidah:54) penggalan di atas merupakan sifat yang umum,yang merangkum setiap orang-orang yang beriman.
Sedangkan Rasulullah Muhammad dan para nabi semuanya tentu lebih layak lagi memilki sifat yang demikian.Mereka semua keras terhadap orang-orang kafir dan lemah lembut serta berbuat baik terhadap orang-orang yang berperilaku mulia.Mereka memasang wajah seram kepada orang-orang kafir dan menampilkan wajah yang berseri-seri kepada orang-orang beriman.Hal ini senagaimana firmanNya,”Hai orang-orang yang beriman,perangilah orang-orang kafir yang disekitar kamu itu,dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari kamu.” (at-taubah:123)
Nabi SAW telah bersabda ,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan seorang mukmin dalam saling mencintai dan menyayangi di antara mereka adalah bagaikan badan yang satu.Bila salah satu anggotanya mengadu sakit,maka semua anggota badannya akan ikut merasakan demam dan tidak dapat tidur.”[7]


Beliau juga bersabda,
حديث أبِى مُوسى ،عَنِ النَّبِىِّ صَلى الله عليه وسلم ، قَالَ : (( إنَّ الْمُؤ مِنَ
لِلْمُؤمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا )) وَشَبَّكَ أَصَا بِعَهُ .
أخرجه لبخارى فى : – كتاب الصلاة : – باب تشبيك الأصابع فى المسجد وغيره
“Orang mukmin terhadap mukmin lainnya itu bagaikan satu bangunan ;sebagiannya memperkuat bagian yang lain.Dan menjalin jari tangan beliau.”
Kedua hadits ini termasuk dalam hadits yang shahih.
Firman Allah SWT selanjutnya,”Kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya,”Allah menyifati mereka dengan banyakNya beramal.
Dan sesungguhnya sholat itu adalah amalan yangpaling baik.Dan Allah juga menyifati mereka dengan keikhlasan mereka terhadap-Nya dan mengharapkan pahala di sisi-Nya yaitu,surga yang mencakup atas karunia dan kelapangan rezeki serta keridhaan Allah.Dan ini adalah yang paling besar.Sebagaimana yang telah difirmankn-Nya, “Dan keridhaan Allah itu adalah lebih besar.” (at-taubah: 72)
Firman Allah SWT selanjutnya, “Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” Sima yang terdapat di dalam ayat ini adalah tanda yang baik dan kekhusyukan terhadap Allah SWT.berkata setengah ulama salaf, “Barangsiapa yang banyak melakukan shalat pada malamnya,.maka wajahnya akan tampak cerah di siang hari.”[8]
Jadi bila kerahasiaan seorang mukmin itu baik terhadap Allah Ta’ala, Allah akan memperbaiki lahiriahnya di hadapan orang banyak.Sebagaimana telah diriwayatkan dari Umar bin khaththab r.a yang mengatakan, “Barangsiapa orang memperbaiki kerahasiaannya,Allah SWT akan memperbaiki apa yang tampak dari dirinya.”
Kemudian telah diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas r.a dari Rasulullah bahwasannya beliau bersabda,
Petunjuk yang saleh,dan kesedarhanaan itu adalah satu bagian dari 25 bagian kenabian.”
Maka para sahabat Nabi SAW .Adalah orang-orang yang telah memurnikan niat mereka,memperbaiki amalan mereka,dan terang benderanglah wajah-wajah mereka.Oleh karna itu setiap orang melihat mereka pastilah akan terpesona oleh tanda dan petunjuk mereka.[9]
C.    Aplikasi Dalam Kehidupan
1.      Mempertebal keyakinan kepada Allah SWT dalam hal beragama sebagai wujud Penghambaaan kepada Sang Maha Kuasa
2.      Mau berjuang di jalan Allah/Jihad untuk hal kebaikan apapun lewat cara yang benar dan sesuai dengan syariat agama islam tidak dengan cara radikal
3.      Merasa takut dalam hidup di dunia sebagai wujud rasa takut kepada Allah SWT karna manusia belum ada apa-apanya dibandingkan Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.
4.      Hatinya merasa bergetar ketika membaca/dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran sebagai tambahan suntikan keimanan.
5.      Tawakkal kepada Allah dalam melakukan suatu hal secara maksimal setelah ikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin nantinya hasil tetap pada Allah SWT dengan tawakal
6.      Mendirikan sholat dengan baik dan dengan sebenar-benarnya tepat pada waktunya
7.      Senang berinfak sebagai wujud rasa syukur pada Allah atas segala rezeki yang telah diberikan Allah SWT serta untuk berbagi dengan sesama manusia


D.    Aspek Tarbawi
1.      Sebagai muslim yang beriman hendaknya yakin kepada Allah SWT sebagai pencipta semesta alam dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya dengan mengamalkan isi Al-Quran
2.      Mukmin sejati adalah dia yang mencintai sesama sebagai wujud persaudaraan antar umat guna memperkuat Ukhuwah Islamiah untuk menjauhkan dari perpecahan
3.      Sebagai manusia hendaknya berikhtiar dan berdoa dengan semaksimal mungkin lalu menyerahkan sepenuhnya hasil keputusan Kepada Allah SWT sebagi wujud Tawakkal pada Allah SWT
4.      Mukmin sejati itu mendirikan sholat namun bukan melaksanakan sholat karna jika melaksanakan sholat hanya menggugurkan kewajiban namun jika mendirikan sholat dia juga mendirikan agamanya
5.      Banyak mengambil pelajaran dari kejadian yang terjadi atas Kuasa Allah lewat pedoman Al-Quran dan hukum yang lainnya









BAB III
KESIMPULAN
Jadi,mukmin adalah orang yang takwa kepada Allah SWT dengan sebenar-sebenarnya takwa. Dalam arti senantiasa menjalankan segala perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, dan berjihad dengan harta jiwa mereka pada jalan Allah SWT.Dan sifat-sifat orang mukmin yang telah dipaparkan diatas antara lain:Yakin mau berjihad,adanya rasa takut kepada Allah SWT,adanya tambahan keimanan bila dibacakan Al-Quran,Tawakkal,mendirikan sholat dan senag berinfak.
Hal yang telah dipaparkan diats hendaknya di aplikasikan dalam kehidupan agar hal tersebut bisa berdayaguna dan mengajak kebaikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain dan hendaknya sebagai Muslim sejati kita dapat mengambil pelajaran/hikmah melalui aspek tarbawi agar hidup kita bisa sesuai dengan aturan agama Allah dan aturan hukum dunia dan kita bisa mendapat gelar Mukmin di dunia dan akhirat.









DAFTAR PUSTAKA
Al-Maraghi, Ahmad Mustafa, 1993, Tafsir Al-Maraghi, Semarang: PT.Karya Toha Putra Semarang
Ar-rifa’i, Muhammad Nasib, 2006, Taisiru al-Alliyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir,Jilid 4, Jakarta: GEMA INSANI
https://id.Wikipedia.org/wiki/Mu’min
Karim, Abdul, 1982, Tafsir al-Azhar Juzu’ke-26, Surabaya: Yayasan Nurul Islam












CURRICULUM  VITAE
1.      Nama                           :  Luthfi Maulana
2.      TTL                             :  Pekalongan,28 Pebruari 1997
3.      Riwayat Pendidkan    :
A.    SDN 02 Pekiringan Alit
B.     SMP  1 kajen
C.     SMA 1 Kajen
D.    Sedang Di Jurusan PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Pekalongan
4.      Alamat                                    :  Perum GKI Gandarum Kajen,Pekalongan
5.      Motto                          :  “Teruslah Berkarya Untuk Kemajuan
Agama Dan Negara”



[1]  https://id.Wikipedia.org/wiki/Mu’min Diakses pada tanggal 30 Sepember 2016 Pukul 20.30 WIB
[2] https://muslim.or.id/25367-5-sifat-orang-yang-beriman.html Diakses Pada tanggal 30 September 2016 Pukul 21.00

[3] Abdul Karim, Tafsir Al-Azhar Juzu’ ke-26, (Surabaya: Yayasan Nurul Islam, 1982) hlm. 187
[4] Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: PT.Karya Toha Putra, 1993) hlm. 193
[5] Ibid., hlm. 193-194
[6] Muhammad Nasib ar-rifa’i, Taisiru al-Alliyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir,jilid 4, (Jakarta: GEMA INSANI, 2006) hlm. 413
[7] Ibid., hlm. 413
[8] Ibid., hlm. 413-414
[9] Ibid., hlm. 414

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar