Laman

Jumat, 07 Oktober 2016

tt1 B 6a “Fungsi Al-Qur'an": Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 138



TUJUAN PENDIDIKAN
Fungsi Al-Qur'an": Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 138
 
Ubaidillah 2021115182 
 Kelas B

PRODI PAI / JURUSAN TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
2016
 





KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulilah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kasih-Nya tiada batas dan sayang-Nya melimpah kepada hamba-Nya. Atas rahmat dan pertolongan Allah swt, kami mampu menyelesaikan penulisan makalah tentang Tujuan Pendidikan Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 138-”.
Makalah  ini ditulis dengan maksud sebagai tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi, dan menjadikan penambahan wawasan sekaligus pemahaman terhadap maksud dari surat ali ‘imran ayat 138.
Harapan kami, semoga setelah penulisan makalah ini selesai kami semakin memahami tentang Tujuan Pendidikan Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 138.
Penulis  menyadari bahwa dalam penulisan  makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran, kritik, serta bimbingan dari para dosen demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami. Akhirnya saya mohon maaf atas segala kekurangan.

Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh


Pekalongan,5 oktober 2016










BAB I
PENDAHULUAN

Al-Quran adalah “Kalam Allah” yang bernilai mukjizat, yang diturunkan kepada Rasul, dengan perantaraan malaikat Jibril AS yang tertulis pada mashahif. Diriwayatkan kepada kita dengan mutawatir. Membacanya terhitung ibadah. Diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas. Al-Quran adalah sebagai tata kehidupan umat dan petunjuk bagi makhluk. Ia merupakan tanda kebenaran Rasulullah SAW, merupakan bukti yang jelas atas kenabian dan kerasulannya. Oleh karena keagungan dan kepentingan Al-Quran bagi umat manusia maka diperlukan pemahaman yang berdasar dari Rasulullah SAW dan riwayat yang disampaikan oleh para sahabat dan tabi’in r.a.
Dalam pembahasan Al-Quran sebagai kumpulan wahyu Allah SWT, maka kami mencoba membahas Tafsir Surat Ali Imran ayat 138  yang menjelaskan tentang tujuan pendidikan dan sebagai petunjuk untuk menuju jalan yang benar agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Agama islam sangat menjunjung tinggi pendidikan, serta tidak membeda-bedakan pendidikan kepada laki-laki maupun pendidikan kepada wanita. Sebagaimana hadits  nabi yang berbunyi:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةُ عَلَي كُلِّ مُسْلِمِ وَ مُسْلِمَةِ         
Artinya:Menuntut ilmu di wajibkan bagi tiap-tiap orang islam lelaki dan orang islam perempuan”.[1][1]
Didalam Al-Qur’an juga banyak ayat-ayat yang berhubungan dengan  pendidikan, diantaranya surah Al-Alaq ayat 1-5 menjelaskan kewajiban belajar mengajar, begitu juga pada surah Luqman ayat 12-19 yang menjelaskan materi pendidikan.  Dari keterangan hadits dan ayat Al-Quran tersbut dapat kita katakan bahwa didalam islam pendidikan itu sangat penting.
            Dari begitu besarnya perhatian islam terhadap pendidikan, tentu agama islam memiliki tujuan dan alasan tersendiri terhadap permasalahan tersebut. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan memaparkan tujuan agama islam menyuruh umatnya memperhatikan pendidikan.
Dan juga Tafsir surat Al Fath ayat 29 yang menjelaskan tentang pribadi Rasulullah Saw dan para sahabat beliau. Beliau adalah seorang manusia biasa, hanya saja beliau di beri wahyu oleh Allah Swt dan menjadi utusan-Nya. Beliau adalah Nabi penutup dan sekaligus Rasul yang terakhir. Beliau diangkat menjadi utusan Allah itu tidak untuk dipuji oleh sekalian umatnya, tetapi untuk diikuti kepeminpinannya dalam urusan beriman kepada Allah, untuk dituruti tuntunannya dalam hal cara beribadah kepada-Nya, serta untuk dicontoh akhlak dan budi pekertinya dalam cara bergaul dan bermasyarakat dengan manusia.
























BAB II
PEMBAHASAN
TUJUAN PENDIDIKAN

                                                                          
A.  Teks Surat Ali Imran Ayat 138.
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ (138)
B.  Terjemah Surat Ali Imran Ayat 138-139
(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan bagi manusia, petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa (138)[2][2]
                                                  
C.  Mufrodat (Kosakata)

(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan bagi manusia
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ
Petunjuk
وَهُدًى
dan pengajaran
وَمَوْعِظَةٌ
bagi orang-orang yang bertakwa
لِلْمُتَّقِينَ
dan janganlah kamu merasa lemah
وَلَا تَهِنُوا
dan janganlah pula kamu bersedih hati
وَلَا تَحْزَنُوا
padahal kamu adalah orang yang paling tinggi (derajatnya)
وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْن
jika kamu (benar-benar) beriman
إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ





E. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan yang ingin dicapai yakni mencakup aspek kognitif (akal), aspek afektif (moral), dan spiritual. Dengan kata lain, terciptanya kepribadian yang seimbang, yang tidak hanya menekankan perkembangan akal, tetapi juga perkembangan spiritual. Sehubungan dengan itu, Quraish shihab memaparkan, pendidikan islam adalah pencapaian tujuan yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an yaitu serangkaian upaya yang dilkukan oleh seorang pendidik dalam membantu anak didik menjalankan fungsinya di muka bumi, baik pembinaan pada aspek material maupun spiritual.
Dr. Zakiah Daraja mengatakan bahwa tujuan pendidikan islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil dengan pola takwa, insane kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengandung arti bahwa pendidikan islam itu di harapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senag dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesamanya,.[3][3]
 Tujuan pendidikan islam mempunyai cakupan yang sangat luas baik secara material maupun secara spiritual. Pendidikan islam tidak hanya melihat bahwa pendidikan sebagai upaya mencerdaskan semata melainkan sejalan dengan konsep islam tentang manusia dan hakikat eksistensinya. Bahkan pendidikan islam berupaya menumbuhkan pemahaman dan kesadaran bahwa manusia itu sama di depan Allah, perbedaannya adalah kadar ketaqwaannya sebagai bentuk perbedaan secara kualitatif.
Akhirnya tujuan pendidikan islam adalah melahirkan manusia-manusia yang beriman dan berpengetahuan, dan saling menunjang satu sama lainnya. Jikalau tidak, dapat dinyatakan sebagai kebodohan baru.[4][4]


F. Penjelasan Tafsir Surat Ali ‘Imran Ayat 138
a.       Ali Imran ayat 138
            Pada ayat 138 menjelaskan bahwa penuturan yang telah lalu tersebut merupakan penjelasan tentang keadaan umat manusia sekaligus sebagai petuah dan nasehat bagi orang yang bertakwa dari kalangan mereka. Petunjuk ini sifatnya umum bagi seluruh umat manusia dan merupakan hujjah atau bukti bagi orang mukmin dan kafir, orang yang bertakwa atau fasik.[5][5]
            Ahmad Musthafa Al-Maraghy dalam tafsirnya menjelaskan, ini (Al-Qur’an) adalah sebagai petunjuk dan petuah yang khusus bagi orang-orang yang bertakwa karena mereka orang yang mau mengambil petunjuk dengan kenyataan-kenyataan seperti ini. Mereka juga mau mengambilnya sebagai pelajaran dalam menghadapi kenyataan yang sedang mereka alami. Orang mukmin sejati adalah orang yang mau mengambil hidayah dari Al-kitab dan mau menerima penyuluhan nasehat-nasehatNya, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firmanNya.[6][6]
(al-baqara: 2)
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Artinya:
Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
Selain itu Rasulullah bersabda:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّه
            “Aku telah meninggalkan kepada kalian dua perkara, kamu takkan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi.”[7][7]
            Adapun Ibnu Katsier menjelaskan ×bahwa firman Allah ini adalah penjelasan bagi seluruh manusia” yakni Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat penjelasan mengenai berbagai hal dan petunjuk serta pelajaran, yakni di dalam Al-Qur’an itu terdapat berita tentang orang-orang sebelum kalian dan petunjuk bagi hati kalian sekaligus pelajaran, yaitu pencegahan terhadap hal-hal yang diharamkan dan perbuatan dosa, dan sabda Rasulullah adalah suatu anjuran agar kita umat islam tidak boleh meninggalkan Al-Qura an dan As-Sunah.
            Sedangkan menurut Quraish shihab dalam bukunya tafsir al-mishbah menjelaskan ini, yakni pesan-pesan yang dikandung oleh semua ayat-ayat yang lalu, atau al-Qur’an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi seluruh manusia, dan ia juga berfungsi sebagai petunjuk yang member bimbingan- masa kini dan masa yang akan datang untuk menuju kearah yang benar serta peringatan yang halus dan berkesan menyangkut hal-hal yang tidak wajar bagi orang-orang yang bertakwa, yang antara lain mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari sunnahtullah yang berlaku dalam masyarakat.[8][8]
            Prof. Hamka dalam tafsirnya juga mengatakan bahwa memperhatikan orang memperoleh penjelasan, petunjuk, dan pengajaran bagi orang yan bertakwa. Dari sini kita dapat mengetahui lagi betapa luasnya arti takwa. Pokok arti, ialah memelihara (wiqayah). Maksud yang pertama, ialah takwa kepada Allah, memelihara hubungan dengan Allah SWT dan takut kepadaNya. Tetapi dalam ayat ini kita bertemu lagi dengan arti yang lain, yaitu memelihara, menjaga, awas, dan waspada. Maka dengan demikian takwa kepada Allah SWT tidaklah cukup sekedar dengan ibadat shalat, berzakat dan berpuasa saja. Tetepi termasuk lagi dalam rangka ketakwaan ialah kewaspadaan menjaga agama dari intaian musuh. Taat kepada komando pimpinan, sebab kalau kalah karena tidak ada kewaspadaa, jangan Allah yang disalahkan, tetapi salahkanlah diri sendiri yang lengah[9][9]
           
            Al-Qaththan menjelaskan bahwa, dengan mengetahui sejarah perjalanan manusia dan alam ini, maka dapat diambil pelajaran bahwa manusia yang berjalan sesuai dengan sunnatullah dia akan selamat dan begitu pula sebaliknya (al-Qaththan, Juz . 1 h. 223). Dari penjelasannya itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa salah satu tujuan pendidikan Islam adalah harus dapat mengantarkan peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan aturan yang berlaku. Sesuai dengan sunnatullah.

 G. Ayat Ayat yang berkaitan
a. Al-Alaq ayat 1-5
Didalam Al-Qur’an juga banyak ayat-ayat yang berhubungan dengan  pendidikan, diantaranya surah Al-Alaq ayat 1-5 menjelaskan kewajiban belajar mengajar. Dalam muqodimah surat Al ‘alaq terdri atas 19 ayat, termasuk golaongan ayat makiyah. Ayatb1-5 dari ayat ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertamakali diturunkan, yaitu diwaktu nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira’. Surat ini dinamai “Al ‘Alaq” (segumpal darah), di ambil dari perkataan ‘alaq yang terdapat pada ayat yang kedua surat ini. Surat ini dinamai juga “Iqra’” atau “Al-Qolam.
Pokok-pokok isinya adalah perintah membaca Al-Qur an: Manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan Qalam sebagai mengembangkan pengetahuan; manusia bertindak melampui batas karna mereka merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah Allah.
Surat Al ‘alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memulyaknnya dengan mengajar, membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tapi manusia tidak ingat akan asalnya, karena itu mereka tidak menyukuri nikmat Allah itu, bahkan mereka bertindak melampaui batas karena melihat dirinya merasa serba cukup.[10][14]
Hubungan surat Al ‘alaq denga surat Ali ‘imran adalah: Surat Ali ‘imran menjelaskan bahwa tujuan pendidikan dalam surat ini ialah agar manusia mengetahui jalan hidup yang lurus dan benar, dimana Al-Quran lah yang menjadi pendidik dan menjadi penerang jalan hidup manusia. Sedangkan dalam surat Al ‘alaq ialah perintah membaca Al-Qur an, manusia dijadikan dari segumpal darah, Allah menjadikan Qalam sebagai mengembangkan pengetahuan, manusia bertindak melampui batas karna mereka merasa dirinya serba cukup. Oleh karena itu  di jelaskan dalam surat Ali imran tentang tujuan pendidikan agar manusia mengetahui jalan hidup yang lurus dan benar, karena Allah menjadikan Al qur an sebagai penerang jalan hidup manusia agar tidak berbuat malampaui batas.





























BAB III
KESIMPULAN

            Kesimpulannya, bahwa didalam Surat Ali Imran ayat 138 mengandung perintah untuk melakukan persiapan, menyediakan segala sesuatunya termasuk dengan tekad dan semangat yang benar., di samping keteguhan hati dan tawakkal kepada Allah. Supaya kita bisa meraih keberhasilan dan mendapatkan apa yang kita inginkan, karena dam pendidikan jikalau tidak disertai dengan persiapan dan semangat maka tujuan dari hasil pendidikan akan sulit untuk tercapai.



































DAFTAR PUSTAKA

Al-quran terjemah syaamil qur’an
Hamka, Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: PT. Pustaka Nasional, 1983)
https://miftah19.wordpress.com/2009/05/23/kajian-tentang-ayat-ayat-pendidikan/
Musthafa Ahmad Al-Maraghy, Tafsir Al-Maraghy  jilid  4, (Semarang :Toha           Putra, 1993)
Malik bin Anas, Al-Muwatha’. Juz V hal.371
Shihab Quraish, Tafsir al-mishbah, (ciputat: Lentera Hati, 2000)
Syeh Az-Zarnuji Kitab Ta’limul muta’alim.
Tafsir Al-‘usyr Al-akhir dari Al-quranul karim juz 28,29,30; ww.tafseer.info
uhbiyati Nur, ilmu pendidikan islam, (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 1999)



[1][1] Syeh Az-Zarnuji Kitab Ta’limul muta’alim hal.4
[2][2] Al-quran terjemah syaamil qur’an

[3][3] Nur uhbiyati, ilmu pendidikan islam, (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 1999), h. 41
[4][4] Hasniati Gani Ali, op.cit., h. 34
[5][5] Ahmad Musthafa Al-Maraghy, Tafsir Al-Maraghy  jilid  4, (Semarang :Toha Putra, 1993), hal. 132
[6][6] Ibid., h. 133
[7][7] Malik bin Anas, Al-Muwatha’. Juz V hal.371
[8][8] Quraish Shihab, Tafsir al-mishbah, (ciputat: Lentera Hati, 2000), h. 211
[9][9] Hamka, Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: PT. Pustaka Nasional, 1983), h. 933
[10][14] Tafsir Al-‘usyr Al-akhir dari Al-quranul karim juz 28,29,30; ww.tafseer.info

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar