Laman

Rabu, 05 Oktober 2016

TT1 C 5b Kebaikan Dunia dan Akhirat QS. Al-Baqarah : 201

TUJUAN PENDIDIKAN “UMUM”
QS. Al-Baqarah : 201
Kebaikan Dunia dan Akhirat

JULEHA (2021115092)
 Kelas C

JURUSAN TARBIYAH/PAI
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan
2016



KATA PENGANTAR

            Pertama- tama  perkenankanlah saya selaku penyusun makalah ini mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan judul kebaikan di dunia dan di akhirat
            Tujuan di susunnya makalah ini adalah untuk memahami tujuan pendidikan agama islam .Dengan mempelajari isi dari makalah ini diharapkan generasi muda bangsa mampu menjadi islam yang sesungguhnya, saleh beriman kepada Allah SWT dan bermanfaat bagi masyarakat.
            Ucapan terima kasih dan puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT , Serta tidak pula lupa kepada bapak M. Ghufron MSI dan kepada orang tua, serta semua pihak yang telah membantu mendukung dalam pembuatan makalah ini
            Saya selaku penyusun makalah ini telah berusaha sebaik mungkin, namun tidak mustahil bila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Oleh karena itu saya memohon saran serta komentar yang dapat saya jadikan motivasi untuk pedoman di masa yang akan datang.

                                                                                    Pekalongan,September 2016
Penulis






BAB l
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Kehidupan dunia bersifat fana dan semu. Kehidupan sebenarnya adalah kehidupan sesudah mati (kekal). Setiap hamba-hamba yang beriman akan percaya atau meyakini adanya kehidupan setelah mati. Oleh karena itu manusia harus mempersiapkan bekal di dunia maupun di akhirat agar mencapai suatu kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Menyeimbangkan kesibukan untuk dunia dan akhirat merupakan salah satu kewajiban muslim. Memang, sibuk mencari rezeki di dunia menjadi suatu keharusan. Namun, perasaan cinta dan ambisi megenai kebahagiaan dunia tidak boleh menguasai hati.
Sebab ini bisa membuat kita melupakan masalah akhirat. Padahal orang yang menjadikan akhirat sebagai obsesi tertinggi telah dijanjikan oleh Allah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk itu, kita harus senantiasa menyeimbangkan kedua hal ini dengan melakukan amalan kebaikan.
Dari pemaparan tersebut bertujuan supaya pembaca bisa mengambil gambaran tentang amalan-amalan kebaikan dan keseimbangan di dunia dan akhirat.

B.   Judul Makalah
Makalah ini berjudul “KEBAIKAN DI DUNIA DAN DI AHKIRAT” sesuai dengan tugas yang telah didapatkan oleh penulis.



C.   Nash dan Arti  QS. Al-Baqarah Ayat 201
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
 وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya :
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

D.   Arti Penting Kajian Materi
Dalam  Q.S Al- Baqarah ayat 201 kita dapat dipahami bahwa Kebaikan di dunia itu bukanlah memiliki harta yang berlimpah dan anak banyak dan sebagainya, tetapi kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas, dan engkau tidak menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah Swt.
Kebaikan di akhirat adalah tujuan akhir kita, dan kebaikan di akhirat adalah surga (Al-jannah) yaitu suatu tempat yang berada di alam akhirat yang penuh dengan segala macam kenikmatan, kebahagiaan dan kesenangan yang di peruntukkan bagi hamba- hambaNya yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt dan bagi hamba-hambaNya yang beramal saleh.  
Tujuan pendidikan di dalam islam adalah mendekatkan diri kepada allah  untuk mencapai suatu kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Untuk itu kita di anjurkan untuk senantiasa berdoa agar kita dapat memperoleh keuntungan di dunia dan di akhirat dan terhindar dari siksa neraka.



BAB II
PEMBAHASAN
A.   Teori
Betapun normatifnya kebahagiaan itu, setiap manusia pasti mendambakannya, baik untuk kehidupan jangka pendek, menengah, panjang, tetap berujung kematian (dunia) maupun untuk kehidupan jangka panjang abadi (akhirat). Dalam setiap agama di ajarkan tentang keimanan terhadap hari akhir, hari kebangkitan, dan hari pembalasan.
Hal ini menunjukan bahwa setiap agama membawa ajaran keyakinan akan adanya kehidupan setelah mati, dan setiap manusia yang mengalaminya akan merasakan kebahagiaan atau kesengsaraan.
Dunia akhirat adalah dua dunia yang tidak dapat dipisahkan dari orientasi kehiduoan seorang muslim. Dunia fana sebagai tenpat dan ladang beramal dan berjuang, sedangkan akhirat yang baqa adalah tempat dan ladang memetik hasilnya. Disadari atau tidak, semua gerak gerik dan perbuatan di dunia ini merupakan tanaman setiap orang yang akan dipetik hasilnya dalam kehidupan di akhirat kelak. Ada beberapa kehidupan dunia dan akhirat :
1.           Kehidupan dunia bersifat fana (sementara), sedangkan kehidupan akhirat bersifat baqa (selamanya)
2.           Dunia tempat beramal dan berjuang, sedangkan akhirat tempat memetik hasil.
3.           Dunia sebagai tempat ujian dan cobaan, sedangkan akhirat tempat pahala dan ganjaran.
4.           Kehidupan dunia bersifat semu sedangkan kehidupan akhirat bersifat hakiki.
Di dalam Islam usaha dan doa merupakan dua hal yang ridak dapat dipisahkan.untuk mengejar kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat diperlukan dua bentuk usaha tersebut, dan pendidikan sebagai usaha sadar dari para pelaku pendidikan merupakan salah satunya. Akan tetapi berusaha melalui kegiatan pendidikan saja tidaklah cukup, harus pula dibarengi  dengan selalu memohon kepada Tuhan, dan keterampilan berdoa ini dapat dimiliki seorang peserta didik berkat pendidikan pula.[1]
B.   Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 201
1.     Tafsir Al-Azhar
Disini kita mendapat pengetahuan bahwa orang jahiliyah pun naik haji tetapi hanya semata-mata karena telah menjadi adat kebiasaan sejak dahulu. Hati mereka lebih terpaut terhadap dunia.
                                    “Dan setengah mereka (pula) ada yang berkata: Ya Tuhan kami ! berikanlah kami di dunia ini kebaikan dan di akhiratpun kebaikan (pula) dan periharalah kami daripad siksaan neraka”
                                    Mereka ini bersama-sama naik haji, bersama wukuf, mabit dan bersama berhenti di Mina dengan golongan yang pertama tadi. Mereka sama-sama mengenakan pakaian ihram tetapi yang pertama hanya menuntut kebaikan saja. Minta perkembangan harta benda, binatang ternak dan kekayaan. Minta hujan turun banyak  supaya tanah ladang mereka subur dan memberikan hasil berganda. Tetapi golongan yang kedua bukan saja meminta kebaikan duniawi, melainkan memohonkan pula kebaikan ukhrawi, hari akhirat.  Dan kebaikan hari akhirat itu hendaklah dibangunkan dari sekarang. Merekapun memohonkan hujan turun, supaya sawah ladang subur. Dan kalau hasil setahun keluar berlipat ganda, merekanpun akan mendapat berkah lebih besar dari tahun yang lalu. Kalau mereka dapat berzakat, mendapat bahagialah mereka di akhirat dengan memakai kebaikan yang ada di dunia.
Maka kebaikan di dunia itu ialah harta kekayaan, kedudukan yang tinggi, badan yang sehat dan sebagainya. Lantaran keinsyafan mereka beragama, maka kesehatan badan, kekayaan dan kesuburan akan dapat mereka jadikan untuk amal bekal di nai kahirat kelak. Tetapi kalau mereka hanya mencari kebaikan dunia saja, harta itu akan habis percuma untuk perkara yang tidak berfaidah. Kesehatan badan akan hilang di dalam senda gurau yang tidak menentu. Penyakit bahkil akan datang menimpa jiwa. Kalau tidak dapat mempertanggung jawabkan di akhirta kelak, sudah terang segala kebaikan dunia itu akan menjadi bala bencana dan adzab jika di akhirat. Itulah sebabnya di ujung permohonan mereka kepada tuhan , mereka memohonkan agar terhindar kiranya dari adzab api neraka di akhirat. [2]
2.     Tafsir Al-Misabah

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
 وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Dan di antara mereka ada yang berdoa, Tuhan kami! Anugerahkan kami hasanah di dunia dan hasanah di akhirat dan periharalah kami dari siksa neraka.”

      Dan di anatara mereka yakni manusia yang telah melaksanakan haji atas semua manusia yang sudah, belum atau tidak meksanakan haji ada juga yang menjadikan ibadah haji atas seluruh aktivitasnya mengarah kepada Allah dan selalu mengingat-Nya, sehingga ia berdoa, Tuhan kami! Demi kasih sayang dan bimbingan-Mu, anugerahillah kami khasanah di dunia dan di akhirat .
      Anda baca yang mereka mohonkan bukan segala kesenangan dunia, tetapi yang sifatnya hasanah, yaitu yang baik, bahkan bukan hanya di dunia, tetapi juga memohon hasanah di akhirat. Dan karena perolehan hasanah belum termasuk keterhindaran dari keburukan, atau karena bisa jadi hasanah itu di peroleh setelah mengalami siksa, maka mereka menambahkan permohonan mereka dengan berkata, Dan pelihara  pulalah kami dari siksa neraka.
      Bermacam- macam penafsiranulama tentang makna hasanah di dunia dan hasanah di akhirat. Adalah bijaksana memahaminya secara umum, bukan hanya dalam arti imam dan kukuh, kesehatan, afiat, rezeki yang memuaskan, pasangan yang ideal, dan anak-anak yang shaleh, tetapi segala yang menyenagkan di dunia dan berakibat menyenangkan di hari kemudian. Demikian juga khasanah di akhirat ia bukan pula hanya keterbebasan dari rasa takut di akhirat, hisab/ perhitungan yang mudah, masuk ke surga dan mendapat ridha-Nya, tetapi lebih dari itu, karena anugrah allah tidak terbatas.[3]

C.    Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
1.     Selalu bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah swt
2.     Selalu berdzikir memuji nama Allah Ta’ala untuk menjadikan hati manusia menjadi tenang,  pikiran cerah, dan tubuh senantiasa sehat.
3.     Selalu senantiasa bersabar atas ujian yang di berikan oleh Allah swt kepada manusia.
4.      menerapkan ajaran sesuai syariat islam untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat
5.     selalu di biasakan untuk beramal dengan hati yang ikhlas untuk bekal  di akhirat kelak.
6.     Senantiasa selalau berdoa memohon agar terhindar dari azab api neraka di akhirat.



D.   Aspek Tarbawi
1.    Berniaga bagi jamaah dapat di benarkan. Dengan demikian tidaklah
terlarang bagi jamaah haji membawa barang dagangan. Selama dasar niatnya berkunjung ke tanah suci adalah ikhlas demi karena allah swt.
2.    Persamaan semua manusia dari segi kemanusiaannya, suku bangsa dan garis keturunan tidak menjadikan satu pihak menjadi lebih terhormat dari pada pihak lain. Berbaur dengan masyarakat umum/ tidak angkuh adalah ciri muslim yang baik.
3.    Mengingat dan berdzikir hendaknya di lakukan serupa, bahkan melebihi ingatan dan kebanggaan kepada leluhur.
4.    Jangan berdoa hanya untuk kenikmatan dunia semata.[4]











BAB lll
PEMBAHASAN

A.   KESIMPULAN
DaIam islam tujuan pendidikan itu mendekatkan diri kepada Allah. Islam adalah agama yang mengajarkan kepada pemeluknya keseimbangan orientasi antara kehidupan dunia yang fana dan kehidupan akhirat yang baka. Dunia dan akhirat adalah dua ‘’dunia’’ yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan seorang muslim.
Dalam ayat ini  kita dapat dipahami bahwa  Kebaikan di dunia itu bukanlah memiliki harta yang berlimpah dan anak banyak dan sebagainya, tetapi kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas, dan engkau tidak menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah Swt.
Kebaikan di akhirat adalah tujuan akhir kita, dan kebaikan di akhirat adalah surga (Al-jannah) yaitu suatu tempat yang berada di alam akhirat yang penuh dengan segala macam kenikmatan, kebahagiaan dan kesenangan yang di peruntukkan bagi hamba- hambaNya yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt dan bagi hamba-hambaNya yang beramal saleh, serta tidak lupa pula untuk berdoa agar terhindar dari siksa neraka.

B.   SARAN

Pemakalah sadar betul bahwa dalam menyusun makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi bahasa maupun yang lainnya serta jauh dari kata sempurna. Oleh karenanya ,pemakalah sangat mengharapkan saran serta kritik yang bersifat membangun dari para pembaca khusunya dosen pengampu mata kuliah hadis tarbawi ini.


DAFTAR PUSTAKA

Hamka, 2005, Tafsir Al-Azhar Juz II, Jakarta:PT. PUSTAKA PANJIMAS
Nanang Gojali, 2013, Tafsir Hadis Tentang Pendidikan, Bandung: CV PUSTAKA SETIA.
Shihab, M.Quraisy,2000, Tafsir AL- MISHBAH Pesan, Kesan, dan Keserasian, tanggerang: LENTERA HATI
Shihab, M.Quraisy, 2012, AL-LUBAB Makna,Tujuan,dan Pelajaran dari Surah-Surah al- Quran, Tanggerang: LENTERA HATI





PROFIL


Nama : Juleha
TTL    : Pemalang 15 April 1997
Alamat: Ds klareyan kec. Petarukan kab. Pemalang
Riwayat pendidikan:
1.    SDN 02 Klareyan
2.    MTS Al-Muawanah
3.    SMA N 1 Petarukan













[1] Nanang ghojali, Tafsir Hadis Tentang Pendidikan, (BANDUNG:CV PUSTAKA SETIA,2013), hlm.176-177.
[2] Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz II, PT. PUSTAKA PANJIMAS, (Jakarta: 2005), hlm.186-187
[3] M.Quraisy Shihab, Tafsir AL- MISHBAH Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an,
(Tanggerang: Lentera Hati, 2000), hlm 412.
[4] M.Quraisy Shihab, AL-LUBAB Makna,Tujuan,dan Pelajaran dari Surah-Surah al- Quran, (Tanggerang: Lentera Hati, 2012), hlm 9.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar