Laman

Minggu, 16 Oktober 2016

sbm G 7 MANAJEMEN KELAS

MANAJEMEN KELAS


 Hid Oktavia  M. Sidiq

 Kh. Roziqin  Rizqi Silvi.

Kelas : PAI G

JURUSAN TARBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
2016



KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam semoga rahmat dan kesejahteraan senantiasa di limpahkan oleh Allah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, para keluarga dan sahabatnya. Dengan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat Allah SWT atas karunia dan nikmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”Manajemen Kelas“ ini yang sekarang ada di hadapan para pembaca yang budiman.
Penulis telah berupaya menyajikan laporan ini dengan sebaik-baiknya, meskipun tidak komprehensif. Di samping itu,apabila terdapat kesalahan dan kekurangan,baik dalam pengetikan maupun isinya, maka penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna penyempurnaan penulisan berikutnya.
Semoga makalah yang sederhana ini menambah khasanah keilmuan dan dengan ini saya mempersembahkan dengan penuh rasa terima kasih, semoga allah SWT memberkahi sehingga dapat memberikan manfaat. Amin ya robbal ‘alamin.


                                                                             Pekalongan, 16 Oktober 2016


                                                                             Penulis.


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar  Belakang
Masalah yang sering dihadapi baik guru pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah pengelolaan kelas atau manajemen kelas. Bahkan aspek ini sering dibicarakan oleh penulis-penulis profesional dan oleh para pengajar sehingga hal ini menjadi syarat yang efektif bagi pengajaran kelas. Dengan adanya manajemen kelas yang baik anak didik dapat memanfaatkan kemapuan, bakat, dan energinya pada tugas-tugas individual maupun kelompok. Karena kelas mempunyai peran dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksi eduaktif.
Berhasil atau tidaknya suatu aktivitas manusia adalah tergantung pada manajemen yang diterapkannya. Manjemen kelas merupakan gambaran miniatur dalam manajemen sekolah. Manakala manajemen sekolah tidak baik, tidak ada guru yang dapat memenej atau mengorganisasikan kelas yang baik demikian pula sebaliknya.
Perlu kita sadari pula bahwa bekerja dalam dunia pendidikan khususnya dalam kaitannya dengan kegiatan pengelolaan kelas tidak bisa bertindak seperti seorang juru masak dengan buku resep masakannya. Suatu masalah yang timbul mungkin dapat berhasil diatasi dengan cara tertentu, akan tetapi cara tersebut mungkin tidak dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah yang sama. Oleh karena itu keterampilan guru untuk dapat membaca situasi kelas sangat penting agar yang dilakukan tepat guna.          
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kiranya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk fokusnya kajian makalah ini. Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Apa hakikat manajemen kelas?
2. Apa aspek-aspek manajemen kelas?
3. Apa masalah-masalah dalam manajemen kelas?
4. Bagaimana tugas guru dalam manajemen kelas?
5. Apa prinsip-prinsip manajemen kelas?
6. Bagaimana pendekatan dalam manajemen kelas?
7. Bagaimana manajemen kelas yang efektif?
8. Bagaimana aplikasi manajemen kelas?
C.   Metode Pemecahan Masalah        
Metode pemecahan masalah yang dilakukan melalui studi literatur atau metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang di bahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber, dan penyintesisan serta pengorganisasian jawaban permasalahan.
D.   Sistematika Penulisan Makalah
Makalah ini ditulis dalam tiga bagian, meliputi : BAB I, Bagian pendahuluan yang terdiri dari : latar belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah dan sistematika penulisan makalah ; BAB II adalah pembahasan, ; BAB III, bagian penutup yang terdiri dari simpulan dan saran-saran.




BAB II
PEMBAHASAN
A.   Hakikat Manajemen Kelas
1.    Pengertian Manajemen Kelas
Secara terminologi manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas yang berarti pengaturan ruang kelas. Sedangkan menurut istilah ada beberapa pendapat antara lain :
a.    Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam sebuah bukunya yang berjudul
            “ Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif ” bahwa manajemen kelas adalah suatu upaya memperdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
b.   Menurut Amatembun, manajemen kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan dan mempertahankan serta mengembangtumbuhkan motivasi belajar untuk mencapai tujuan yang telah diciptakan.
c.    Menurut Suharsimi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Manajemen kelas menurutnya meliputi dua hal, yaitu :
·     Pengelolaan menyangkut siswa
·     Pengelolaan fisik kelas (ruangan, prabot, alat pengajaran)
Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.[1]
2.    Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas yang dilakukan guru bukan tanpa tujuan. Karena dengan adanya tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas walaupun terkadang merasakan kelelahan fisik maupun pikiran. Guru sadar tanpa adanya suatu manajemen kelas dengan baik maka akan menghambat kegiatan belajar mengajar.
Tujuan dari manajemen kelas secara umum adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas.
Dengan adanya fasilitas yang tersedia itu memungkinkan siswa :
a.    Belajar dan bekerja
b.   Terciptanya suasana disiplin
c.    Perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa.[2]
Sedangakan tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996) adalah:
a.    Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b.   Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c.    Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
d.   Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individualnya.[3]
3.    Fungsi Manajemen Kelas
Secara umum fungsi manajemen kelas di tinjau dari analisis problem adalah :
a.    Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas.
            Artinya aspek manajemen kelas yang dihadirkan bisa membantu tugas guru sebagai pendidik dalam suatu kinerja yang lebih baik lagi.
b.   Memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan dengan lancar.
            Artinya aspek manajemen kelas bisa mengklasifikasi bentuk-bentuk tugas tertentu.
Fungsi-fungsi tersebut dapat dijabarkan beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan manajemen kelas, yaitu:
1.   Membantu kelompok dalam membagi tugas
2.   Membantu pembentukan kelompok
3.   Mambantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi
4.   Mambantu individu agar dapat bekerjasama dalam kelompok atau kelas
5.   Membantu prosedur kerja
6.   Mengubah kondisi kelas[4]
B.    Aspek-Aspek Manajemen Kelas
Menurut Oemar Malik ada tujuh aspek manajemen kelas, yaitu :
1.   Aspek tujuan instruksional
2.   Aspek materi pelajaran
3.   Aspek metode dan strategi pembelajaran
4.   Aspek ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
5.   Aspek media instruksional
6.   Aspek penilaian
7.   Aspek penunjang fasilitas
Menurut Lois V. Johnson dan May Bany (1970) mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas :
1.   Sifat-sifat kelas
2.   Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3.   Memahami situasi kelas
4.   Mendiagnosis situasi kelas
5.   Bertindak selektif
6.   Bertindak kreatif
7.   Untuk memperbaiki kondisi kelas[5]
C.   Masalah-Masalah Dalam Manajemen Kelas
Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pengajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru dalam mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu adalah prestasi belajar siswa rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang telah ditentukan. Keanekaragaman masalah perilaku siswa itu menimbulkan beberapa masalah pengelolaan kelas. Menurut Made Pidarta, masalah-masalah pengelolaan kelas yang berhubungan dengan perilaku siswa adalah :
1.   Kurang kesatuan, dengan adanya kelompok-kelompok, klik-klik, dan pertentangan jenis kelamin
2.   Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya ribut, bercakap-cakap, pergi kesana kemari, dan sebagainya
3.   Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya ribut, bermusuhan, mengucilkan, merendahkan kelompok bodoh dan sebagainya
4.   Kelas mentoleransi kekeliruan-kekeliruan temannya, ialah menerima dan mendorong perilaku siswa yang keliru
5.   Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang dan sebagainya
6.   Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah, seperti tugas-tugas tambahan, anggota kelas yang baru, situasi baru, dan sebagainya.[6]
Ø Faktor-Faktor yang mempengaruhi iklim kelas yaitu :
1.   Siswa yang asyik mendengarkan pelajaran tiba-tiba ada gangguan. Misalnya jatuhnya cicak orang lewat, ribut.
2.   Siswa yang mendengarkan pelajaran tiba-tiba ada musibah. Misalnya kebakaran, listrik mati saat guru mengajar dengan menggunakan media.[7]
D.   Tugas Guru Dalam Manajemen Kelas
1.    Pengaturan atau pengkondisian fisik
Pengkondisian kelas merujuk pada pengetahuan dimana sebuah perilaku yang semula mengikuti sebuah peristiwa diminta untuk mengikuti peristiwa lain yang berbeda. Pengkondisian fisik meliputi :
1.   Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
2.   Pengaturan tempat duduk
3.   Ventilasi dan pengaturan cahaya
4.   Pengaturan penyimpanan barang
5.   Penataan keindahan dan kebersihan kelas
2.    Pengaturan peserta didik
Dalam pengaturan anak didik ada dua macam, yaitu :
1.   Pembentukan organisasi : merupakan langkah awal melatih dan membina anak didik dalam hal organisasi, mereka dilatih untuk bertanggung jawab atas tugas yang dipercayakan.
2.   Pengelompokkan anak didik : pengelompokkan ini ada bermacam-macam, dari yang sederhana sampai yang kompleks.[8]

E.    Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas
Manajemen kelas dapat mempergunakan prinsip-prinsip antara lain sebagai berikut :
1.   Hangat dan Antusias
            Guru yang hangat dan akrab dengan anak didik selalu menunjukan antusias pada tugasnya akan berusaha dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2.   Tantangan
            Penggunaan kata-kata tindakan cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi tingkah laku yang menyimpang.
3.   Bervariasi
            Penggunaan alat atau media gaya mengajar guru pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan apalagi bila penggunaannya bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan hal itu merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4.   Keluwesan
            Dengan keluwesan tingkah laku guru dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan ilkim belajar mengajar yang efektif. 
5.   Penekanan pada hal-hal yang positif
            Guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian anak didik pada hal-hal yang negatif.
6.   Penanaman disiplin diri.
7.   Tujuan akhirnya anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri. Karena itu guru sebaiknya selalu mendorong anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru hendanya menjadi teladan.[9]
F.    Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
a. Culture
Culture atau budaya, guru harus memahami budaya bawaan yang dimliki oleh masing-masing siswa. Dengan pemahaman terhadap budaya bawaan dari masing-masing siswa maka guru akan memahami dan mencari pendekatan yang cocok dengan gaya belajarnya masing-masing. Budaya organisasi kelas harus mampu menfasilitasi keseluruhan budaya bawaan yang melekat kepada siswa.
b. Commitment
Comittment adalah sebuah bentuk integrasi secara total dari seseorang terhadap sesuatu atau pekerjaan tertentu dengan melibatkan keseluruhan aspek diri.
c. Communication
Benar atau salah, valid atau tidak validnya sesuatu akan diperoleh dengan melakukan komunikasi, dengan komuniksi dapat diperoleh sejumlah informasi berkaitam dengan permasalahan atau substansi dari suatu peristiwa.[10]
G.   Manajemen Kelas Yang Efektif
Lingkungan belajar yang efektif cenderung lebih sukses, daripada guru-guru yang memerankan diri sebagai figur otoritas atau penegak disiplin belaka. Kinerja manajemen kelas yang efektif memungkinkan lahirnya roda penegak bagi penciptaan pemahaman diri, evaluasi diri, dan internalisasi kontrol diri pada kalangan siswa.
Mempersiapkan manajemen kelas yang efektif, itu dapat diorganisasikan di seputar tiga topik utama:
1.   Menetapkan aturan dan prosedur
Kelas membutuhkan aturan dan prosedur untuk mengatur kegiatan penting. Aturan adalah pernyataan yang menyebutkan apa yang diharapkan untuk dilakukan. Sedangkan prosedur adalah cara untuk menyelesaikan pekerjaan atau kegiatan, hal ini sering dibuat dalam bentuk tertulis. Pengelolaan kelas yang efektif menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengajarkan berbagai prosedur kepada siswa.
2.   Menjaga aturan dan prosedur
Pengelolaan kelas yang efektif pada umumnya hanya menetapkan beberapa aturan prosedur saja mengajarkannya dengan cermat kepada siswa, dan menjadikannya sesuatu yang rutin dengan menggunakannya secara konsisten. 
3.   Menjaga konsistensi.
Manajemen kelas yang efektif dan konsisten dalam menegakkan aturan dan menetapkan prosedur bila tidak ada aturan serta prosedur akan buyar dengan cepat. Pengelolaan kelas yang  efektif merencanakan dan melaksanakan prosedur yang membantu agar segala sesuatunya dapat dimulai dengan cepat dan pasti.
Manajemen preventif yang secara keseluruhan dibuat oleh guru sebagai berikut :
1.  Komunikasi dengan jelas tugas-tugas dan persyaratan untuk menyelesaikannya.
2.  Bagaimana cara kerja prosedur untuk memantau pekerjaan siswa.
3.  Konsisten dalam memeriksa pekerjaan yang telah selesai yang telah dikerjakan.
4.   Memberikan umpan balik yang tepat pada hasil pekerjaan siswa.[11]
H.   Aplikasi Manajemen Kelas
Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar  mengajar  yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif, efisien dan berguna untuk mencapai kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam belajar dan pembelajaran adalah manajemen kelas yang efektif dan efisien, karena proses pembelajaran lebih dominan dilakukan di dalam kelas. Oleh karena itu peran guru sangat berpengaruh dalam manajemen kelas, dengan manajemen kelas yang baik maka akan berdampak pada prestasi siswa yang baik pula.
Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti/hal yang pokok dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, efisien dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang maksimal.[12]








BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Manajemen kelas secara terminologi manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas yang berarti pengaturan ruang kelas.
Sedangkan menurut istilah manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
B.    Saran
Makalah ini saya buat dengan semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya. Semoga makalah ini biza bermanfaat bagi para pembaca, menambah wawasan, menambah pengetahuan. Terimakasih dan selamat membaca.











DAFTAR PUSTAKA
Mustakim, Zaenal  Strategi dan Metode  Pembelajaran. Pekalongan: STAIN PEKALONGAN Press, 2015.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPIManajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2010.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan ZainStrategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Yamin Martinis dan Maisah Manajemen Pembelajaran Kelas. Jakarta:GP Pres, 2003.















PROFIL PENULIS MAKALAH

Nama                                     :  Muhamad Sidiq Al - Amin
Tempat, Tanggal Lahir           :  Pemalang,17 Maret 1995   
NIM                                        :  2021114157
Alamat                                                : Jln. Lombok No : 37  RT : 02  RW : 06  Dusun :                                        Danayasa/ Kaligelang Kecamatan : Taman                                       Kabupaten : Pemalang
Asal Sekolah                           :  SD 02 Kaligelang
                                                MTs N Pemalang
                                                MAN Pemalang
Hobi                                        : Olahraga ( sepakbola dan berenang)



         
Nama                                     :  Mohamad Khairur Rozikin
Tempat, Tanggal Lahir           :  Tegal, 04 November 1996  
NIM                                        :  2021114158
Alamat                                                :  Dusun. Panusupan RT : 02 RW : 05
                                                Kecamatan : Pangkah Kabupaten : Tegal
Asal Sekolah                           :  TK Masyitoh
                                                MI Ma’Arif
                                                MTs Raden Fatah
                                                MAN Babakan
Hobi                                        : Olahraga







Nama                                      :  Hidayatul Oktaviani
Tempat, Tanggal Lahir           :  Tegal, 31 Oktober 1995     
NIM                                        :  2021114153
Alamat                                                :  Jalan Projosumarto II
                                                Tegal Kecamatan : Talang Kabupaten : Tegal
Asal Sekolah                           :  SDN Bengle 01
                                                SDN Lambanggelun 01
                                                SMP N 02 Talang
                                                SMA Ihsaniyah Tegal
Hobi                                        : Berenang
Nama                                      :  Risqi Silviana
Tempat, TanggalLahir                        :  Pekalongan, 30 september 1996    
NIM                                        :  2021114166
Alamat                                                :  Jalan Pramuka
                                                Kecamatan : Buaran, Kabupaten : Pekalongan
Asal Sekolah                           :  TK Simbang Kulon
                                                MIS Simbang Kulon
                                                MTsS Simbang Kulon
                                                MAS Simbang Kulon
Hobi                                        : Bulutangkis dan Berenang.






[1]Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode  Pembelajaran, ( Pekalongan : STAIN PEKALONGAN Press, 2015), hlm. 202.
[2]Ibid., hlm. 203.
[3]Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 111.
[4]Zaenal Mustakim, Op.Cit., hlm. 204.
[5]Ibid., hlm. 205.
[6]Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 218.
[7]Ibid., hlm. 206.
[8]Ibid., hlm. 209.
[9]Zaenal Musatakim, Op.Cit., hlm. 210.
[10] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI,Op.Cit., hlm. 118.
[11]Zaenal Mustakim, Op.Cit,. 215.
[12] Yamin, Martinis dan MaisahManajemen Pembelajaran Kelas,(Jakarta:GP Pres, 2003), hlm. 303.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar