Laman

Selasa, 08 November 2016

sbm H 9 MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TEACHER CENTER

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
TEACHER CENTER

 Laelatul B.  Nur Ikl.

Kelas : H

JURUSAN TARBIYAH / PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016




PROFIL PEMAKALAH


Nama          : Laelatul Badriyah
NIM                        : 2021114272
TTL                        : Pekalongan, 27 Maret 1996
Alamat                   : Karangjompo, TirtoPekalongan
AsalSekolah           : MAN 2 Pekalongan
Motto                                 : “Khairunas ‘Anfauhum Linnas”

Nama                      : Nur iklimah
NIM                        : 2021114287
TTL                        : pekalongan 28 mei 1995
Alamat                   : kemplong wiradesa
Asal sekolah          : sma 1 wiradesa
Motto : selalu  landasi hidup dengan keyakinan,keikhlasan dan keridhoa-NYA



BAB I
PENDAHULUAN

            Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku yaitu guru dan siswa. Kegiatan pembelajaran dalam implementasinya mengenal banyak istilah untuk menggambarkan cara mengajar yang akan dilakukan oleh guru. Saat ini banyak macam setrategi dan metode pembelajran yang digunakan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran menjadi lebih baik, akan tetapi banyak juga yang kurang menguasai dan kurang menggetahui tentang model-model pembelajaran yang penting dalam kaitanya peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan zaman sekarang apabila seorang guru tidak bisa mengembangkan model model pembelajaran maka proses pembelajaran menjadi kurang menarik bagi para siswa. Oleh karena itu pentingnya mempelajari model-model pembelajaran sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas pendidikan kita.
            Penelitian tentang kegiatan pembelajaran berusaha menemukan model pembelajaran. Model-model yang ditemukan dapat diubah, diuji kembali dan dikembangkan, selanjutnya dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran berdasarkan pola pembelajaran yang digunakan.













BAB II
PEMBAHASAN


A.    Hakikat Model Pembelajaran
Joyce dan Weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain (Joyce and Weil, 1980:1).
 Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya.[1]
Pada sistem pembelajaran model teacher centered Learning, guru lebih banyak melakukan kegiatan belajar mengajar dengan bentuk ceramah (Lecturing). Guru menjadi pusat peran dalam pencapaian hasil pembelajaran dan seakan-akan menjadi satu-satunya sumber ilmu. Model ini berarti memberikan informasi satu arah karena yang ingin dicapai adalah bagaimana guru bisa mengajar dengan baik sehingga yang ada hanyalah transfer pengetahuan.
Pendekatan teacher center dimana proses pembelajaran lebih berpusat pada guru hanya akan membuat guru semakin cerdas tetapi siswa hanya memiliki pengalaman mendengar paparan saja. Output yang dihasilkan oleh pendekatan belajar seperti ini tidak lebih hanya menghasilkan siswa yang kurang mampu mengapresiasi ilmu pengetahuan, takut berpendapat, tidak berani mencoba yang akhirnya cenderung menjadi pelajar yang pasif dan miskin kreativitas.[2]

B.    Model-model Pembelajaran Interaktif yang berpusat pada Guru (Teacher Center)
1.     Presentasi dan Penjelasan
Presentasi adalah model yang berpusat pada guru. Presentasi (ceramah) dan penjelasan memakan waktu yang cukup lama. Banyaknya waktu yang digunakan untuk mempresentasikan dan menjelaskan informasi semakin meningkat, mulai dari SD, SMP, dan SMA.
Secara singkat hasil-hasil belajar model presentasi ini cukup jelas dan tidak ruwet malahan hal ini membantu siswa memperoleh, mengasimilasikan dan menyimpan informasi baru, memperluas struktur konseptual dan mengembangkan kebiasaan mendengarkan dan memikirkan tentang informasi.
Namun sebelum guru mempresentasikan dan menjeaskan kepada siswa, maka guru perlu merencanakan terlebih dahulu dengan melakukan :
a.      Memilih tujuan dan isi presentasi.
b.     Mendiagnosis pengetahuan yang sudah dimiliki siswa.
c.      Memilih advance organizer (kerangka pendukung bagi info baru) yang tepat dan kuat.
d.     Merencanakan penggunaan waktu dan ruang.
Setelah direncanakan kemudian diadaptasikan kepada siswa yang mempunyai kemampuan. Guru dapat mengadaptasikan presentasi dengan berbagai cara, diantaranya :
a.      Menyiapkan penggunaan gambar dan ilustrasi (media).
b.     Menggunakan beragam tes.
c.      Sedikit banyak konkret (contoh).
Cara melaksanakannya yaitu :
a.      Mengklasifikasikan tujuan pelajaran dan menyiapkan siswa untuk belajar.
b.     Mempresentasikan advance organizer.
c.      Mempresentasikan info baru yang dimaksud.
d.     Memantau dan memeriksa pemahaman siswa serta memperluas dan memperkuat keterampilan berpikir mereka.

2.     Pengajaran Langsung
Pengajaran langsung yaitu gaya mengajar dimana guru terlibat aktif dalam mengusung isu pelajaran kepada seluruh kelas.
Model pembelajaran langsung dimaksudkan untuk membantu siswa mempelajari berbagai keterampilan dan pengetahuan dasar yang dapat diajarkan langsung secara bertahap.
Pengajaran langsung dirancang untuk meningkatkan penguasaan berbagai keterampilan (pengetahuan prosedural) dan pengetahuan faktual yang dapat diajarkan secara bertahap. Elemen-elemen utama pengajaran langsung yang efektif, diantaranya :
a.      Pelajaran yang distrukturisasikan dengan jelas
Pelajaran harus memiliki struktur yang jelas, sehingga siswa dapat memahami dengan mudah isi pelajaran hubungannya dengan apa yang mereka ketahui.
b.     Presentasi yang terstruktur dan jelas
Cara meningkatkan kejelasan presentasi :
1). Model deduktif. Di dalam model ini presentasi dimulai dengan prinsip atau aturan umum, kemudian dilanjutkan dengan contoh-contoh yang lebih terinci dan spesifik.
2). Model induktf. Pada model ini presentasi dimulai dengan contoh-contoh (aktual) kemudian beralih ke aturan atau prinsip umum.
c.      Pacing pengajaran sebagai bagian penting dari pengajaran langsung yang efektif.
d.     Modelling, yaitu salah satu prosedur yang berguna untuk diikuti ketika mengajarkan topik-topik tertentu, dan memberikan model secara eksplisit tentang sebuah keterampilan atau prosedur.
e.      Penggunaan pemetaan konseptual, yaitu salah satu strategi yang dapat membantu menstrukturisasikan pelajaran dalam pikiran murid dengan menggunakan pemetaan konseptual.
f.      Tanya jawab interaktif
Peran praktik individual dalam pengajaran langsung, yaitu :
a.      Menyiapkan seatwork (bahan dalam jumlah yang cukup untuk digunakan murid selama praktik).
b.     Penggunaan workbook/textbook
c.      Mengorganisasikan seatwork
d.     Umpan balik terhadap seatwork
e.      Mendiferensikan seatwork
Sebelum melakukan pengajaran langsung, hendaknya guru merencanakan pengajaran langsung terlebih dahulu seperti :
a.      Menyiapkan tujuan.
b.     Melaksanakan analisis.
c.      Merencanakan waktu dan ruang.

3.     Pengajaran Konsep
Dengan pengajaran konsep, guru dapat membantu siswa untuk memperoleh dan mengembangkan konsep-konsep dasr yang dibutuhkan untuk pembelajaran lebih lanjut dan pemikiran tingkat tinggi.
Pengajaran konsep tidak dirancang untuk mengajarkan informasi dalam jumlah besar kepada siswa. Tetapi dengan mempelajari dan menerapkan konsep-konsep kunci dalam subjek tertentu, siswa akan mampu mentransfer berbagai pembelajaran spesifik ke bidang-bidang yang lebih umum.
Pendekatan yang digunakan dalam pengajaran konsep adalah pendekatan Direct Presentation (presentasi langsung) dan pendekatan konsep Concept Attainment (pencapaian konsep).
Sebuah konsep pengajaran pada dasarnya terdiri dari empat fase, yaitu :
a.      Mempresentasikan tujuan.
b.     Memberikan masukan baik examples atau non-examples.
c.      Menguji pencapaian konsep.
d.     Menganalisis proses berpikir siswa.
Merencanakan dan Melaksanakan Pengajaran Konsep
Cara merencanakan pengajaran konsep :
a.      Memilih konsep.
b.     Memutuskan pendekatan yang dipakai.
c.      Mendefinisikan konsep.
d.     Menganalisis konsep.
e.      Memilih dan mengurutkan berbagai contoh dan bukan contoh.
f.      Menggunakan gambar-gambar visual.
Cara Melaksanakan Pengajaran Konsep
a.      Mengklasifikasikan maksud dan estabhlising.
b.     Memberikan masukan dan bukan contoh serta menguji pencapaian.[3]

C.    PerbedaanMacam-Macam Model Pembelajaran
1.     Dari segiTahapanlangkahnya
a.     Padapembelajaranlangsung, yaitusebagaiberikut.
-Menginformasikantujuanpembelajarandanorientasipelajarankepadasiswa.Dalamtahapini guru menginformasikanhal-hal yang harusdipelajaridankinerjasiswa yang diharapkan.
-Me-review pengetahuandanketerampilanprasyarat. Dalamtahapini guru mengajukanpertanyaanuntukmengungkappengetahuandanketerampilan yang telahdikuasaisiswa.
-Menyampaikanmateripelajaran.Dalamfaseini, guru menyampaikanmateri, menyajikaninformasi, memberikancontoh-contoh, mendemontrasikankonsepdansebagainya.
-Melaksanakanbimbingan. Bimbingandilakukandenganmengajukanpertanyaan-pertanyaanuntukmenilaitingkatpemahamansiswadanmengoreksikesalahankonsep.
-Memberikankesempatankepadasiswauntukberlatih.Dalamtahapini, guru memberikankesempatankepadasiswauntukmelatihketerampilannyaataumenggunakaninformasibarusecaraindividuataukelompok.
-Menilaikinerjasiswadanmemberikanumpanbalik. Guru memberikanreviuterhadaphal-hal yang telahdilakukansiswa, memberikanumpanbalikterhadapresponsiswa yang benardanmengulangketerampilanjikadiperlukan.
-Memberikanlatihanmandiri.Dalamtahapini, guru dapatmemberikantugas-tugasmandirikepadasiswauntukmeningkatkanpemahamannyaterhadapmateri yang telahmerekapelajari.[4]
b. Padapembelajarankonsepdibagikedalamtigafase, yakni
(1) Presentasi Data danIdentifikasi Data; (2) mengujipencapaiandarisuatukonsep; dan (3) analisisberpikirstrategi.
Fase I: Presentasi Data danIdentifikasi Data
Langkah-langkahkegiatanmengajarsebagaiberikut:
1. Guru mempresentasikancontoh-contoh yang sudahdiberinama (berlabel),
2. Guru memintatafsiransiswa
3. Guru memintasiswauntukmendefinisikan
Langkah-langkahkegiatanpembelajaransebagaiberikut:
1. Siswamembandingkancontoh-contohpositifdancontoh-contohnegatif,
2. Siswamengajukanhasiltafsirannya,
3. Siswamembangkitkandanmengujihipothesis,
4. Siswamenyatakansuatudefinisimenurutatributessensinya
Fase II: MengujiPencapaiandarisuatuKonsep
Langkah-langkahkegiatanmengajarsebagaiberikut:
1. Guru memintasiswauntukmengidentifikasicontoh-contohtambahan yang tidakbernama,
2. Guru menkonfirmasikanhipothesis, nama-namakonsep, danmenyatakankembalidefinisimenurutatributessensinya,
3. Guru memintacontoh-contoh lain
Langkah-langkahkegiatanpembelajaransebagaiberikut:
1. Siswa member contoh-contoh,
2. Siswa member namakonsep,
3. Siswamencaricontohlainnya
Fase III: AnalisisStartegiBerpikir
Langkah-langkahkegiatanmengajarsebagaiberikut:
1. Guru bertanyamengapadanbagaimana
2. Guru membimbingdiskusi
Langkah-langkahkegiatanpembelajaransebagaiberikut:
1. Siswamenguraikanpemikirannya,
2. Siswamendiskusikanperanhipothesisdanatributnya,
3. Siswamendiskusikanberbagaipemikirannya[5]

b.     model presesntasi dan penjelasan efektif digunakan yaitu
 (1) perencanaan presentasi dan penjelasan. Pada tahap ini yang dilakukan oleh guru adalah
 (a) memperhatikan pengetahuan awal, kesiapan, dan perkembangan intelektual anak,
 (b) memilih konten,
 (c) memperhatikan lingkungan kelas.
(2) Menyampaikan presentasi dan penjelasan. Pada tahap ini, ada empat fase yang perlu dilakukan oleh guru, yaitu
 (a) upaya untuk mendapatkan perhatian,
(b) melakukan pengorganisasian awal,
(c) menyajikan materi baru,
 (d) memantau dan memeriksa pemahaman serta penguatan pikiran siswa.[6]




















BAB III
PENUTUP

Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain.
            Pengembangan model-model pembelajaran merupakan suatu keniscayaan yang harus dipersiapkan dan dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak keberhasilan kegiatan pembelajaran disekolah yang terlibat langsung dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tugas guru bukan semata-mata mengajar, tetapi lebih kepada membelajarkan siswa. Oleh karena itu seorang guru harus dapat menguasai berbagai model pembelajaran yang ada agar kegiatan pembelajaran dapat lebih variatif dan tidak monoton sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.























DAFTAR PUSTAKA



Mustakim, Zaenal. 2015. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.
Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Press.
http://www.coachonma.harianbernas.com/berita-23477-Metode-Presentasi-dan-Penjelasan-dalam-Pembelajaran.html(diakses pada tanggal 6 November 2016).(diakses pada tanggal 6 November 2016).




[1] Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: Rajawali Press. 2011). Hlm. 132.
[3] Zaenal Mustakim, Strategi dan  Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press. 2015). Hlm. 269-276.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar