Laman

Kamis, 17 November 2016

tt1 A 11c “Metode Persuasif” (Q.S Ali Imran ayat 133)



METODE PENDIDIKAN UMUM
“Metode Persuasif”
(Q.S Ali Imran ayat 133)


Durohmatun istiqomah (2021115316)
Kelas A
 
FAKULTAS TARBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016



KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah swt yang maha pengasih lagi maha penyayang, serta puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Tafsir Tarbawi ini, dengan judul “Metode Persuasif” sesuai dengan Q.S Ali Imran: 133.
Dalam menyusun makalah ini tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang penulis alami, namun berkat dukungan dan semangat dari orang-orang  terdekat serta bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. Bapak dan ibu  atas semua doa dan bantuan untuk menyelesaikan makalah ini
2. Bapak Ghufron Dimyati, M.S.I selaku dosen pengampu mata kuliah tafsir Tarbawi 1
3. Teman-teman kelas Tafsir Tarbawi 1 A yang selalu mensupport dan menghibur penulis dalampenyelesaian makalah ini
4. serta semua pihak yang telah bernontribusi dalampembuatan makalah ini.
            Demikian makalah ini kami susun, Semoga dapat berguna dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Amin.
Pekalongan, 15 November 2016

Durohmatun istiqomah



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks dimana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya salah satu faktor tersebut diantaranya adalah guru. Guru merupakan komponen pengajaran yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Selain itu yang berperan penting bagi keberhasilan pengajaran adalah proses pelaksanaan pengajaran. Pelaksanaan pengajaran yang baik sangat dipengaruhi oleh perencanaan yang baik pula.
Agar pelaksanaan pengajaran berjalan efisien dan efektif maka diperlukan perencanaan yang tersusun secara sistematis, dengan proses belajar mengajar yang lebih bermakna dan mengaktifkan siswa serta dirancang dalam suatu skenario yang jelas.
Permasalahn yang seringkali dijumpai dalam pengajaran, khususnya pengajaran agama isam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Disamping masalah lainya yang sering didapati adalah kurangnya perhatian guru agama terhadap variasi penggunaan metode mengajar dalam upaya peningkatan mutu pengajaran secara baik.
Bertitik tolak pada pengertian metode pengajaran, yaitu suatu cara penyampaian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang diterapkan, maka fungsi metode mengajar tidak dapat diabaikan karena metode mengajar tersebut turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar-mengajar dan merupakan bagian integral dari suatu sistem pengajaran.
Secara umum terdapat beberapa metode pendidikan, dan dalam kesempatan kali ini pemakalah akan menguraikan salah satu dari metode tersebut yaitu metode persuasif sesuai dengan Q.S Ali Imran ayat 133
B.     Judul
Judul makalah ini adalah “Metode Pendidikan Umum” dengan sub Judul “Metode Persuasif” sesuai dengan Q.S Ali Imran ayat 133
C.     Nash Al-Qur’an
Artinya:
Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari tuhanmu dan surgayang lebarnya selebar langit dan bumi,yang disediakan untuk al- Muttaqin.”
D.    Arti Penting
Dalam ayat ini terkandung makna seruan atau ajakan untuk mempengaruhi manusia agar segera meminta ampunan dari Allah, karena sesungguhnya surga sangatlah luas untuk orang-orang yang mantap ketakwaanya.










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori
Metode merupakan cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan persuasi adalah suatu ajakan yang bersifat membujuk secara halus supaya menjadi yakin.[1] Jadi Metode Persuasi adalah kemampuan untuk dapat mengajak, memengaruhi dan meyakinkan seseorang.
Metode persuasi juga sangat penting dimiliki oleh seorang pendidik, karena seseorang dengan sifat persuasif akan mampu “menarik” orang-orang di sekitarnya untuk setuju dengan hal-hal yang dilakukan dan disampaikannya. Pengertian persuasi adalah sebuah bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain. Dalam persuasi, seorang pendidik dianggap berhasil jika ia mampu mengajak bahkan meyakinkan peserta didiknya menjadi lebih baik.

B.     Tafsir
1.      Tafsir al- misbah
Ketaatan yang diperintahkan oleh ayat yang lalu, dapat terlaksana tanpa upaya sungguh-sungguh, misalnya sekedar melaksanakan yang wajib dan mengabaikan yang sunah atau anjuran. Atau cukup menghindari yang haram, tetapi melaksanakan yang makruh. sekedar memohon ampun atas kesalahan dan dosa besar dan tidak mengingat lagi dosa kecil atau hal-hal yang kurang pantas. Ayat ini menganjurkan peningkatan upaya, melukiskan upaya itu bagaikan satuperlombaan dan kompetisi yang memang merupakan salah satu cara peningkatan kualitas. Karena itu bersegeralah kamu bagaikan ketergesaan seorangyang ingin mendahului yang lain menuju ampunan dari tuhanmu dengan menyadari kesalahan dan berlombalah mencapai, yaitu surga yang sangat agung yang lebarnya, yakni luasnya selebar seluas langit dan bumi yang disediakan untuk al-mutaqqin, yakni orang-orang yang telah mantab ketakwaanya, yang taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-nya.
Yang dimaksud dengan lebar surga disini adalah luasnya, dan luas yang dimaksud adalah perumpamaan. Ia tidak harus dipahami dengan arti harfiyahnya. Dalam benak kita-manusia- tidak ada sesuatu yang dapat menggambarkan keluasan, melebihi luasnya langit dan bumi, maka untuk menggambarkan betapa luasnya surga, Allah memilih kata-kata selebar langit dan bumi. Disisi lain,sedemikian luasnya sehingga ketika mendengar bahwa lebarnya saa sudah demikian, maka bagaimana pula panjangnya.
Perumpamaan yang diberikan oleh Al-Qur’an ini mengundang kaum muslimin agar tidak mempersempit surga dan merasa atau menyarankan bahwa hanya diri atau kelompoknya saja yangakan memasukinya surga sedemikian luas, sehingga siapapun yang berserah dirikepadanya, Insyaallah akan mendapat tempat yang luas disana.[2]
2.      Tafsir ibnu katsir
Allah ta’ala berfirman, “Dan bergegaslah kamu menuju ampunan dari tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langitdan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Maksudnya,sebagaimana neraka disediakan bagi orang-orang kafir. Ada pendapat yang mengatakan bahwa maksud firmanAllah ta’ala, “seluas langit dan bumi” merupakan pemberitahuan betapa luasnya surga itu, sebagaimana Allah berfirman ketika menerangkan sifat surga, “bagian dalamnya dari sutra.” Lalu, bagaimana dugaanmu dengan bagian luarnya. Adapula pendapat yang mengatakan bahwa lebarnya surga itu seperti panjangnya, karena ia berbentuk kubah dan berada dibawah ‘arsy. Maka lebar sesuatu yang berbentuk kubah atau bulat adalah sama dengan panjangnya. Hal itu ditunjukan pula oleh keterangan yang terdapat dalam sahihain, “apabila kamu memohon surga kepada Allah maka pintalah surga firdaus, karena ia merupakan surga yang paling tinggi dan paling luas. Dari firdauslah memancar aneka sungai surga. Atap firdaus adalah ‘arsy Ar-Rahman”
            Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, “heraclius menulis surat kepada Nabi SAW.yang isinya, ‘sesungguhnya andamengajaksaya kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi. Lalu, dimanakah neraka?’ maka Nabi SAW bersabda,’Maha suci Allah. Dimanakah malam apabila siang datang?”
            Al Bazar meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “seseorang datang kepada rosulullah SAW. Kemudian bertanya, ‘bagaimana pendapat engkau mengenai firman Allah, ‘surga yang luasnya seluas langit dan bumi,’ lalu dimanakah neraka?’ Nabisaw. Bersabda, ‘bagaimana menurutmu apabila malam datang dan merembahi segala perkara, maka dimanakah siang?’ orang itu menawab, ‘ditempat yang dikehendaki Allah.’ Nabi saw. Bersabda,’ demikian pula dengan neraka. Ia berada pada tempat yang dikehendaki Allah SWT. “yakni, demikianlah bila kita tidak menyaksikan malam tatkala siang datang, maka hal itu tidak memastikan tidak beradanya malam pada suatu tempat, meskipun kita tidak tau dimana malam itu berada. Demikianpula dengan neraka. Ia berada pada tempat yang dikehendaki Allah ta’ala. [3]
3.      Tafsir Jalalain
وَسَارِعُوْا (dan bersegeralah kamu) dengan atau tanpa wau-
اِلى مَغفِرَةٍ مِّنْ رّبّكُم وَجنّةٍ عَرضُهاالسَّمَوَتُ وَالارضُ (kepada keampunan dari tuhanmu dan kepadasurga yang luasnya seluas langit dan bumi) artinya seluas langit dan bumi bila keduanya disambung, sedangkan ardartinya ialah luas-
اُعِدَّتْ لِلمُتَّقِيْنَ   (yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa) kepada Allah dengan mengerjakan taat dan meninggalkan maksiat.[4]
4.      Tafsir al Maraghi
Bersegeralah melakukan amal yang dapat menyampaikan kepada ampunan tuhan atau dosa-dosa kalian, yang dapatmemasukan kalian ke surga yang luasnya disediakan oleh Allah untuk orang yang mau bertaqwa, melaksanakan perintah-perintahnya serta menjauhi larangan-larangannya. Untuk itu beramalbaiklah dan bertaubatlah dari perbuatan disa seperti melakukan riba dan sebagainya.dan bersedekhlah kepada orang sengsara yang membutuhkan pertolongan.
Diriwayatkan bahwa heraclius, raa Romawi yang mengirimkan utusan kepada Nabi saw. Dengan membawa sepucuk surat dari beliau yang didalamnya tertera, “engkau melalui surat mengajak kami ke surga yang luasnya bagai langit dan bumi, lalu dimanakah neraka?” maka Rasulullah SAW.bersabda “subhanallah (maha suci Allah) dimanakah malam hari bila siang datang?” (maksud beliau bahwa cakrawala berputar, maka terjadilah siang hari pada salah satu sisi alam, sedang malam hari terjadi pada sisi lainya yang berhadapan. Demikian pula masalah tadi yaitu surga berada disebelah atas dan neraka berada di bawah).
Abu muslim berkata, sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Al- Ardu disini adalah harga yang diajukan untuk suatu barang jualan, artinya harga surga tersebut seandainya dijual sama dengan harga langit dan bumi.maksudnya keagungan kadar dan fungsinya yang benar lagi agung, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyamainya, betapapun agungnya ia.
 اُعِدَّتْ لِلمُتَّقِيْنَ   yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Dalam ayat ini terdapat bukti yang menunjukan bahwa surga itu sekarang telah diciptakan dan tempatnya diluar jagadraya ini. Sebab ayat telah membuktikan bahwa surga lebih besar dibanding  jagad raya, sehingga tidak mungkin adanya surga berada di sekitar jagad raya ini.[5]
C.     Aplikasi dalam kehidupan
Dalam pendidikan harus ada sebuah metode, salah satu metodenya adalah persuasif dimana pendidik harus bisa mengajak, memengaruhi, dan meyakinkan peserta didiknya agar tercapainya tujuan pendidikan.
D.    Aspek Tarbawi
1.      Pendidik harus mempunyai metode dalam mengajar
2.      Pendidik harus bisa mengajak dan memengaruhi serta meyakinkan peserta didiknya ke arah yang lebih baik
3.      Hendaknya kita memohon ampun atas salah dan dosa kepada Allah
4.      Hendaknya kita selalu taat dengan perintah Allah dan menjauhi laranganNya(al Muttaqin)
5.      Sesungguhnya surga yang sangat luas telah disiapkan untuk al Muttaqin














BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Metode Persuasi adalah kemampuan untuk dapat mengajak, memengaruhi dan meyakinkan seseorang. Metode persuasi juga sangat penting dimiliki oleh seorang pendidik.
Dalam pendidikan harus ada sebuah metode, salah satu metodenya adalah persuasif dimana pendidik harus bisa mengajak, memengaruhi, dan meyakinkan peserta didiknya agar tercapainya tujuan pendidikan.
Sebagaimana dalam kandungan Q.S Ali Imran ayat 133 tentang ajakan dan seruan untuk memohon ampun kepada Allah,mematuhi segala perintah dan menjauhi segala laranganNya(al-muttaqin), karena sesungguhnya Al-muttaqin telah disediakan surga yang sangat luas.











DAFTAR PUSTAKA
Abubakar,bahrun.2009. Terjemahan Tafsir Jalalain.Bandung. Sinar Baru Algensindo
Abubakar,bahrun dan hery noer Aly. 1993. Tafsir al- Maraghi.Semarang. PT.  Karya Toha Putra Semarang
Ar-Rifa’i,Muhammad nasib.1999 Tafsir ibnu Katsir.Jakarta.Gema Insani
Shihab, M.Quraish.2002. Tafsir al-Misbah.Jakarta.Lentera Hati
http://kbbi.web.id/persuasif  (Diakses pada tanggal 17 November 2016 pukul 11:29)














PROFIL
Nama                                       : Durohmatun istiqomah
Nim                                         : 2021115316
Tempat, Tanggal Lahir            : Pekalongan, 19 April 1997
Alamat                                                : Ds. Garungwiyoro, Kandangserang, Pekalongan
Riwayat Pendidikan              
- SD N 2 Garungwiyoro
- SMP N 2 Kandangserang
- MAN 1 Pekalongan
- IAIN Pekalongan (masih)





[1] http://kbbi.web.id/persuasif, (diakses pada tanggal 17 November 2016 pukul 11:29)
[2] M.Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah,(Jakarta:Lentera Hati, 2002), hlm.219-220
[3] Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Tafsir ibnu Katsir,(Jakarta:Gema Insani,1999),hlm.581-582
[4] Bahrun abubakar, Terjemahan Tafsir Jalalain,(Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009)hlm. 260
[5] Bahrun abubakar dan Hery noer Aly, Tafsir al- Maraghi,(Semarang: PT. Karya Toha Putra Semarang,1993),hlm.115

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar