Laman

Minggu, 20 November 2016

tt1 C 11c Metode Persuasif (QS. Ali Imran[3]: 133)




METODE PENDIDIKAN UMUM
Metode Persuasif
(QS. Ali Imran[3]: 133)


Riska Sanifa (2021115280)
Kelas : C

JURUSAN TARBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2016



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Persuasif merupakan suatu bentuk pengaruh sosial. Persuasif adalah proses membimbing diri sendiri atau orang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik. Setiap hari kita selalu mengalami usaha pengubahan sikap ini dalam jumlah yang sangat banyak. Bila kita cermati bentuknya sangat beragam dari mulia papan iklan di jalan, iklan di radio dan televisi, iklan di koran dan majalah, kampanye calon presiden sampai pada acara-acara sosial merupakan beberapa contoh model persuasif.
Metode persuasif bersifat mengajak audience sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Persuasif memiliki tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui tranmisi beberapa pesan.
















B.     Judul Makalah
Metode Pendidikan Hukum: Metode Persuasif dalam QS. Ali Imran[3]: 133
C.     NASH

وَسَارِعُوْا اِليَ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهاَ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
Artinya : “Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi yang disediakan untuk al-Muttaqin”.

D.    Arti Penting Pengkajian Materi
Begitu pentingnya metode pembelajaran bagi kehidupan, terutama dalam pendidikan. salah satu metode pembelajaran adalah metode persuasif karena dengan menggunakan metode ini kita dapat mengajak dan mempengaruhi orang lain melakukan kebaikan. Apabila orang lain melaksanakan kebaikan yang kita ajarkan, maka kita dan orang yang melaksanakan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT dan ilmu yang dimiliki menjadi bermanfaat.  Dijelaskan dalam QS. Ali Imran ayat 133 bahwa diperintahkan untuk segera meminta ampun kepada Allah dan memohon surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Tentunya semua umat manusia berharap mendapatkan ampunan dari Allah dan berharap mendapat surganya. Maka dari itu marilah berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan, menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat dan senantiasa mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan agar mendapatkan surganya Allah SWT amin.







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori

Metode persuasif merupakan komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Persuasif  banyak digunakan untuk membujuk orang lain agar dapat mengikuti tujuan yang dikehendaki tanpa paksaan. Dengan metode persuasif, seseorang atau sekelompok orang tidak merasa bahwa perubahan dalam dirinya adalah akibat pengaruh dari luar. Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.
Persuasif dalam KBBI berarti membujuk secara halus (supaya menjadi yakin).
Persuasif menurut para ahli antara lain, yaitu
a.       K. Andeerson, mengemukakan bahwa metode persuasif adalah perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui tranmisi beberapa pesan.
b.      Kaffer , mengemukakan bahwa persuasif merupakan usaha untuk membujuk seseorang untuk mau mengikuti tujuan yang dikehendaki tanpa paksaan.
c.       Warrant, mengemukakan bahwa persuasif merupakan perintah yang dibungkus dengan ajakan atau bujukan sehingga terkesan tidak memaksa.[1]

B.     Tafsir
1.         Tafsir Al-Mishbah

1.      وَسَارِ عُوْا اِليَ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهاَ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
     Bersegeralah kamu bagaikan ketergesaan seorang yang ingin mendahului yang lain menuju ampunan dari Tuhanmu dengan menyadari kesalahan, dan berlombalah mencapai surga yang sangat agung yang lebarnya yakni luasnya selebar luas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yakni orang-orang yang telah mantap ketakwaanya, yang taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
     Yang dimaksud dengan lebar surga disini adalah luasnya, dan luas yang dimaksud adalah perumpamaan. Ia tidak harus dipahami dalam arti harfiahnya. Dalam benak kita manusia, tidak ada sesuatu yang dpat menggambarkan keluasaan, melebihi luasnya langit dan bumi, maka untuk menggambarkan betapa luasnya surga, maka Allah memilih kata-kata “selebar langit dan bumi”. Perumpamaan yang dibelikan oleh al-Qur’an ini mengundang kaum muslim agar tidak mempersempit surga dan merasa atau menduga bahwa hanya diri atau kelompoknya saja yang akan memasukinya. Surga sedemikian luas, sehingga siapa pun yang berserah diri kepada-Nya, insya Allah akan mendapat tempat yang luas disana.[2]
2.         Tafsir Ibnu Katsir I         
Maksud dari ayat tersebut adalah neraka disediakan bagi orang-orang kafir. Ada pendapat yang mengatakan bahwa maksud firman Allah Ta’ala, “Seluas langit dan bumi” merupakan pemberitahuan betapa luasnya surga itu, sebagaimana Allah berfirman ketika menerangkan sifat surga, “Bagian dalamnya dari sutra. “Lalu, bagaimana dugaanmu dengan luarnya. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa lebarnya surga itu seperti panjangnya. Hal itu ditunjukkan pula oleh keterangan yang terdapat dalam sahihain, “Apabila kamu memohon surga kepada Allah, maka pintalah surga Firdaus, karena ia merupakan surga yang paling tinggi dan paling luas. Dari Firdauslah memancar aneka sungai surga. Atap Firdaus adalah ‘Arasy Ar-Rahman”.
Kemudian Allah Ta’ala menceritakan sifat ahli surga, Allah berfirman, “Orang-orang yang menginfkkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit”yakni pada saat sulit dan lapang, saat giat dan malas, saat sehat dan sakit, dan dalam segala hal dan keadaan. allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, secara rahasia maupun terang-terangan.” Maksud ayat ini ialah bahwa mereka tidak dilalaikan oleh perkara apa pun untuk menaati Allah Ta’ala dan berinfak untuk memperoleh ridha-Nya.[3]

3.         Tafsir Al-Azhar
“ Berloma-lombalah kamu sekalian kepada ampunan Tuhan kamu, tidak pandang kaya, tidak pandan miskin. Tidak pandang kedudukan tinggi ataupun derajat rendah, semuanya insaf akan kekurangan diri. Perintah Allah belum terlaksana semuanya, lalu semuanya berlomba memohon ampun, dengan mulut dan dengan perbuatan, semuanya mencari rezeki yang halal. “Dan syurga yang (luasnya) seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”[4]

Penjelasan

C.    Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari

1.      Senantiasa memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah dilakukan.
2.      Selalu taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
3.      Senantiasa berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit.
4.      Senantisa berdo’a agar mendapatkan surgan-Nya Allah.

D.    Aspek Tarbawi

1.      Berlomba-lomba mengejar surga dengan berbuat amal, tolong menolong, bantu membantu sesama manusia dan taat menuruti perintah Allah dan Rasul.
2.      Orang yang bertakwa maka bahagialah hidupnya di dunia maupun di akhirat, diliputi rahmat dan tersedialah kelak surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
3.      Sifat ahli surga adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.


BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan

Metodeadalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan metode persuasif, seseorang atau sekelompok orang tidak merasa bahwa perubahan dalam dirinya adalah akibat pengaruh dari luar. Metode persuasif bersifat mengajak audience sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Persuasif memiliki tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui tranmisi beberapa pesan. 
Dari QS. Ali-Imran ayat 133 kita dapat mengambil pelajaran yang penting yaitu menjadi seseorang yang senantiasa memohon ampun kepada Allah dan berlomba-lomba mengejar surga dengan cara berbuat amal dan selalu membantu sesama manusia. Menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya, senantiasa bertakwa kepada Allah agar kita kelak mendapat surganya Allah, amin ya rabbal alamin.


B.     Daftar Pustaka

http: //bismakd. Blogspot.com/2013/01/persuasif.html?m=1 diakses pada hari kamis tgl 17 November 2016 pukul 09.10
Shihab, MQuraish. 2000. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.
Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib. 1999. Tafsir Ibnu Katsir I. Jakarta: Gema Insani.
Hamka. 1987. Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.
           


Biografi Penulis



Nama: Riska Sanifa
Tempat Tanggal Lahir: Pekalongan, 29 Juli 1997
Alamat                         : Dk. Gorek Desa Waru Lor, Kec. Wiradesa, Kab. Pekalongan
Pendidikan:
1.      SD Waru Lor                  (2003-2009)
2.      SMP Negeri 2 Wiradesa (2009-2012)
3.      MAN 2 Pekalongan       (2012-2015)
4.      IAIN Pekalongan          (dalam proses)


[1] http: //bismakd. Blogspot.com/2013/01/persuasif.html?m=1 diakses pada hari kamis tgl 17 November 2016 pukul 09.10
[2] M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. (Jakarta: Lentera Hati, 2000), hlm. 205-206.
[3] M. Nasib ar-Rifa’i. Tafsir Ibnu Katsir. (Jakarta: Gema Insani, 1999), hlm.582.
[4]Hamka. Tafsir Al-Azhar. (Jakarta: Pustaka Panjimas), hlm. 90.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar