Laman

Minggu, 20 November 2016

tt1 D 11c “ METODE PERSUASIF” “QS.ALI-IMRAN Ayat 133”

METODE PENDIDIKAN UMUM
“ METODE PERSUASIF”
QS.ALI-IMRAN Ayat 133

Iklimatul Janah (2021115304)
 Kelas : D

JURUSAN TARBBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah atas segala kemudahan yang diberikan kepada penulis , sehingga dapat menyelesaikan makaalah ini dengan waktu yang tepat. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurahkaan untuk baginda Nabi Muhammad SAW,yang kita nantikan syafaatnya di Yaumul Kiyamah.
Ucapan terimakasih pula penyusun sampaikan kepada :
1.      Ayah dan Ibu yang senantiasa memberikan dukungan moril dan materil kepada penulis.
2.      Bapak Muhammad Ghufron, M.S.I, selaku dosen matakuliah Tafsir Tarbawi I, yang telah memberikan amanah untuk menyelesaikan tugas ini
3.      Teman-teman yang senantiasa memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari , bahwa  makalah  ini masih jauh dari kata sempurna dan masih memiliki banyak kekurangan. Baik dari segi penyusunan dan pemilihan kata . Oleh karena itu, penulis mengharap saran dan kritik dari pembaca yang membangun ,sebagai bahan evaluasi agar dalam tahap penyusunan lebih baik lagi.
Semoga makalah tafsir tarbawi ini bermanfaat bagi masyarakat luas pada umumnya, dan bagi para mahasiswa khususnya.


Pekalongan, 25 Nopember 2016

Iklimatul janah






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Permasalahan yang seringkali kita jumpai dalam pengajaran, khususnya pengajaran agama islam. Kita sebagai pendidik tertuju bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Disamping masalah lainya yang sering didapati adalah kurangnya perhatian guru agama terhadap variasi penggunaan metode mengajar dalam upaya peningkatan mutu pengajaran secara baik. Metode Persuasif dalam konteks pembelajaran umum dapat mengajak, mendorong atau juga bisa mengarahkan untuk siswa melakukan hal baik, positif / sesuatu yang  membuat siswa menjadi sadar akan pentingnya suatu hubungan dalam hal interaksi dalam lingkungan sosial maupun lingkungan agamanya.

B.    Judul
Metode Pendidikan Umum”Metode Persuasif” QS Ali-Imran Ayat 133
C.    Nash dan artinya

لِلْمُتَّقِينَ أُعِدَّتْ وَالأرْضُ السَّمَاوَاتُ عَرْضُهَا وَجَنَّةٍ رَبِّكُمْ مِنْ مَغْفِرَةٍ إِلَى وَسَارِعُوا
. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

D.    Arti penting dikaji
Ayat ini menerangkan bahwa seruan manusia untuk segera bertaubat meminta ampunan kepada Tuhannya. Karena akan ada surga bagi orang-orang yang bertakwa.ayat ini sangat berkaitan dengan metode pendidikan umum khususnya metode persuasif dimana kita harus bisa mengajak , mengarahkan menuju kejalan kebaikan,menjauhi larangan-larangan_Nya dan mematuhi apapun yang menjadi perintah-Nya supaya kita selalu di jalan yang diridhoi Allah. 

BAB II
PEMBAHASAN
A.    TEORI
Pengertian Metode berasal dari Bahasa Yunani  methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka, metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu.
Persuasif merupakan salah satu strategi komunikasi yang penting dalam berinteraksi dengan orang lain. Metode persuasif Persuasi dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap/pendapat atau membujuk agar berbuat sesuatu. Dalam karangan persuasi penulis berusaha membujuk, mengarahkan, menyarankan atau mendorong pembacanya untuk berbuat sesuatu. Jika dalam argumentasi yang menjadi sasaran utama adalah logika, maka yang menjadi sasaran utama persuasi ialah emosi pembaca- meski logika seperti pada argumentasi juga tidak kalah pentingnya
B.    TAFSIR
1.     Tafsir ibnu katsir
Allah ta’ala berfirman, “Dan bergegaslah kamu menuju ampunan dari tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langitdan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Maksudnya,sebagaimana neraka disediakan bagi orang-orang kafir. Ada pendapat yang mengatakan bahwa maksud firmanAllah ta’ala, “seluas langit dan bumi” merupakan pemberitahuan betapa luasnya surga itu, sebagaimana Allah berfirman ketika menerangkan sifat surga, “bagian dalamnya dari sutra.” Lalu, bagaimana dugaanmu dengan bagian luarnya. Adapula pendapat yang mengatakan bahwa lebarnya surga itu seperti panjangnya, karena ia berbentuk kubah dan berada dibawah ‘arsy. Maka lebar sesuatu yang berbentuk kubah atau bulat adalah sama dengan panjangnya. Hal itu ditunjukan pula oleh keterangan yang terdapat dalam sahihain, “apabila kamu memohon surga kepada Allah maka pintalah surga firdaus, karena ia merupakan surga yang paling tinggi dan paling luas. Dari firdauslah memancar aneka sungai surga. Atap firdaus adalah ‘arsy Ar-Rahman”
            Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, “heraclius menulis surat kepada Nabi SAW.yang isinya, ‘sesungguhnya andamengajaksaya kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi. Lalu, dimanakah neraka?’ maka Nabi SAW bersabda,’Maha suci Allah. Dimanakah malam apabila siang datang?”
            Al Bazar meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “seseorang datang kepada rosulullah SAW. Kemudian bertanya, ‘bagaimana pendapat engkau mengenai firman Allah, ‘surga yang luasnya seluas langit dan bumi,’ lalu dimanakah neraka?’ Nabisaw. Bersabda, ‘bagaimana menurutmu apabila malam datang dan merembahi segala perkara, maka dimanakah siang?’ orang itu menawab, ‘ditempat yang dikehendaki Allah.’ Nabi saw. Bersabda,’ demikian pula dengan neraka. Ia berada pada tempat yang dikehendaki Allah SWT. “yakni, demikianlah bila kita tidak menyaksikan malam tatkala siang datang, maka hal itu tidak memastikan tidak beradanya malam pada suatu tempat, meskipun kita tidak tau dimana malam itu berada. Demikianpula dengan neraka. Ia berada pada tempat yang dikehendaki Allah ta’ala.[1]

2.     Tafsir al-Misbah

    Ketaatan yang diperintahkan oleh ayat yang lalu, dapat terlaksana tanpa upaya yang sungguh-sungguh, misalnya sekedar melaksanakan yang wajib dan mengabaikan yang sunnah atau anjuran . Atau cukup menghindari yang haram, tetapi melaksanakan yang makruh. Sekadar memohon ampun atas kesalahan dan dosa besar dan tidak mengingat lagi dosa kecil atau hal yang kurang pantas. Ayat ini, menganjurkan peningkatan upaya itu bagaikan satu perlombaan dan kompetisi yang memang merupakan salah satu cara peningkatan kualitas. Karena itu bersegeralah kamu bagaikan ketergesaan seorangyang ingin mendahului yang lain menuju ampunan dari tuhanmu dengan menyadari kesalahan dan berlombalah mencapai, yaitu surga yang sangat agungyang lebarnya, yakni luasnya selebar seluas langit dan bumi yang disediakan untuk al-mutaqqin, yakni orang-orang yang telah mantab ketakwaanya, yang taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-nya.
Yang dimaksud dengan lebar surga disini adalah luasnya, dan luas yang dimaksud adalah perumpamaan. Ia tidak harus dipahami dengan arti harfiyahnya. Dalam benak kita-manusia- tidak ada sesuatu yang dapat menggambarkan keluasan, melebihi luasnya langit dan bumi, maka untuk menggambarkan betapa luasnya surga, Allah memilih kata-kata selebar langit dan bumi. Disisi lain,sedemikian luasnya sehingga ketika mendengar bahwa lebarnya saa sudah demikian, maka bagaimana pula panjangnya.


Perumpamaan yang diberikan oleh Al-Qur’an ini mengundang kaum muslimin agar tidak mempersempit surga dan merasa atau menyarankan bahwa hanya diri atau kelompoknya saja yangakan memasukinya surga sedemikian luas, sehingga siapapun yang berserah dirikepadanya, Insyaallah akan mendapat tempat yang luas disana.[2]
.   3.    Tafsir al Maraghi
Bersegeralah melakukan amal yang dapat menyampaikan kepada ampunan tuhan atau dosa-dosa kalian, yang dapatmemasukan kalian ke surga yang luasnya disediakan oleh Allah untuk orang yang mau bertaqwa, melaksanakan perintah-perintahnya serta menjauhi larangan-larangannya. Untuk itu beramalbaiklah dan bertaubatlah dari perbuatan disa seperti melakukan riba dan sebagainya.dan bersedekhlah kepada orang sengsara yang membutuhkan pertolongan.
Diriwayatkan bahwa heraclius, raa Romawi yang mengirimkan utusan kepada Nabi saw. Dengan membawa sepucuk surat dari beliau yang didalamnya tertera, “engkau melalui surat mengajak kami ke surga yang luasnya bagai langit dan bumi, lalu dimanakah neraka?” maka Rasulullah SAW.bersabda “subhanallah (maha suci Allah) dimanakah malam hari bila siang datang?” (maksud beliau bahwa cakrawala berputar, maka terjadilah siang hari pada salah satu sisi alam, sedang malam hari terjadi pada sisi lainya yang berhadapan. Demikian pula masalah tadi yaitu surga berada disebelah atas dan neraka berada di bawah).
Abu muslim berkata, sesungguhnya yang dimaksud dengan kata Al- Ardu disini adalah harga yang diajukan untuk suatu barang jualan, artinya harga surga tersebut seandainya dijual sama dengan harga langit dan bumi.maksudnya keagungan kadar dan fungsinya yang benar lagi agung, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyamainya, betapapun agungnya ia.
 اُعِدَّتْ لِلمُتَّقِيْنَ   yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Dalam ayat ini terdapat bukti yang menunjukan bahwa surga itu sekarang telah diciptakan dan tempatnya diluar jagadraya ini. Sebab ayat telah membuktikan bahwa surga lebih besar dibanding  jagad.[3]
C.    Aplikasi dalam Kehidupan
Dalam konteks pendidikan, seorang pendidik  seharusnya selalu menerapkan sebuah metode, salah satu metodenya adalah persuasif dimana pendidik harus bisa mengajak, memengaruhi, dan meyakinkan peserta didiknya agar tercapainya tujuan pendidikan.



D.    Aspek Tarbawi.
a.      Selalu ingat  terhadap sang pencipta dalam hal apapun.Ingat bahwa semua mahluk akan kembali kepada-Nya
b.     Senantiasa  bertakwa kepada Allah SWT
c.      Pendidik dituntut unruk mengarahkan, mengingatkan ke jalan yang baik
d.     Pendidik Mampu memotivasi diri sendiri sebelum memotivasi orang lain.
e.      Segara bertaubat ketika berbuat dosa.
f.      Akan ada surga bagi orang yang bertakwa








BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Metode persuasif Persuasi dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap/pendapat atau membujuk agar berbuat sesuatu. Dalam karangan persuasi penulis berusaha membujuk, mengarahkan, menyarankan atau mendorong pembacanya untuk berbuat sesuatu. Jika dalam argumentasi yang menjadi sasaran utama adalah logika, maka yang menjadi sasaran utama persuasi ialah emosi pembaca- meski logika seperti pada argumentasi juga tidak kalah pentingnya. Dalam konteks pendidikan metode persuasif bisa diterapkan dengan mengajak, mengarahkan anak didik menuju kearah baik, menuju kemajuan peradaban pendidikan yang lebih maju lagi.














DAFTAR PUTSTAKA
M.Quraish Shihab.2004. Tafsir al-Misbah.Ciputat,Tanggerang.Lentera Hati
Abubakar,bahrun dan hery noer Aly. 1993. Tafsir al- Maraghi.Semarang. PT. Karya Toha Putra Semarang
Ar-Rifa’i,Muhammad nasib.1999 Tafsir ibnu Katsir.Jakarta.Gema Insani
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-133-143.html#sthash.5Uv4O3Ts.dpuf





















BIODATA PENULIS
Nama          : iklimatul janah
Alamat                   : Ds. Kebojongan, Kec.Comal, Kab.Pemalang
TTL           : Pemalang, 04 Maret 1997
Pendidikan :  SD N 03 KEBOJONGAN
                     SMPN 05 COMAL
                     MA NASRULLAH AMPELGADING
        IAIN PEKALONGAN (dalam proses)




[1] Ar-Rifa’i,Muhammad nasib Tafsir ibnu Katsir.Jakarta.Gema Insani


[2] M.Quraish Shihab.2004. Tafsir al-Misbah.Ciputat,Tanggerang.Lentera Hati



                   [3] Abubakar,bahrun dan hery noer Aly.. Tafsir al- Maraghi.Semarang. PT. Karya Toha Putra Semarang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar