Laman

new post

zzz

Selasa, 14 Maret 2017

tt2 c5b “SIANG HARI UNTUK MENCARI KARUNIA ALLAH SWT” Qs. Ar-Ruum(30):23

PRINSIP ETOS KERJA
“SIANG HARI UNTUK MENCARI KARUNIA ALLAH  SWT” Qs. Ar-Ruum(30):23

Sholikhatun (2021115126)
Kelas  C

TARBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI(IAIN) PEKALONGAN
2017





KATA PENGANTAR
Segala Puji Bagi Allah SWT Tuhan Seru Sekalian Alam Yang Telah Memberikan Banyak kenikmatan kepada kita semua . sholawat serta salam semoga selalu tercurah Limpahkan kepada junjungan Nabi besar, Nabi Agung Nabi Muhammad Rosulullah SAW keluarga dan Sahabat serta umat nya hingga akhir zaman .
Dengan rahmat Allah SWT, saya bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “ SIANG HARI UNTUK MENCARI KARUNIA Allah SWT “ dengan baik.Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua . Amiin..tak ada gading yang tak retak, sesungguhnya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan , oleh karenanya saya minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan.
pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada:
1.     Ayah dan Ibu atas semua doanya untuk menyelesaikan   makalah ini.
2.     Bapak Muhammad Hufron, M.S.I selaku pengampu mata kuliah Tafsir Tarbawi II.
3.     Teman-teman kelas Tafsir Tarbawi II yang selalu mensuport dan menghibur selama penyelesaian makalah ini.

Pekalongan ,  Maret 2017

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN       
A.Latar Belakang
            Agama islam sangat menjunjung tinggi nilai kerja setiap umat-Nya. Ketika masyarakat dunia pada umumnya menempatkan kelas pendeta dan kelas militer di tempat yang tinggi, islam lebih menghargai orang-orang yang berilmu, petani, pedagang, dan pengrajin. Karena dihadapan Allah Swt, semua makhluk itu memiliki hak dan kedudukan yang sama.dan yang membedakan di antaranya adalah ketakwaanya kepada Allah swt, yang di ukur denagn iman dan amal sholehnya.
            Al-qur’an sebagi pedoman umat islam sendiri telah menjelaskan bahwasanya manusia yang telah di karuniai akal, pikiran serta panca indera yang sempurna hendaknya memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya.salah satunya dalam Qs. Ar-Ruum(30):23 dengan meningkatkan rasa syukur melalui perbuatan yakni mencari karunia-Nya(rezeki)di siang hari dan malam hari untuk beristirahat , dalam hal ini sebagai ikhtiar mencari ridha Allah SWT.
            Agama islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan denagn kerja.
Rosulullah SAW bersabda :”bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.”



B.Tema : Prinsip Etos Kerja
   Judul : Siang Hari Untuk Mencari Karunia Allah SWT.
C.Nash Dan Artinya
وَ مِنْ ءَ اَ يَتِهِ مَنَا مُكُمْ بِا لَيْلِ وَ ا نَّهَا رِ وَ ا بْتِغَا ؤُ كُمْ مِنْ فَظْلِهِ اِ نَّ فِي ذَ لِكَ لَاَ يَتِ لِّقَوْ مٍ يَّسْمَعُوْنَ (23) 
Artinya : “ Dan setengah daripada tanda-tanda kebesaranya ialah tidur kamu     di waktu malam dan siang dan usaha kamu mencari sebahagian dari karunianya.Sesungguhnya pada yang demikian adalah tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan .
D.Arti Penting Di kaji
            Arti pentingnya mengkaji Qs. AR ruum ayat 23 yaitu mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah yang menjadikan siang untuk bekerja dan malam untuk beristirahat . dimana  siang hari yaitu waktu di mana untuk mencari rezeki dan sebagian dari karunia-Nya dan malam hari untuk beristirahat.
semenjak matahari telah terbit , terbukalah waktu lapang buat berusaha mencari sebahagian dari karunia Tuhan untuk hidup. Dan dalam bekerja/mencari rezeki ada etika yang harus di laksanakan sebagai seorang muslim dan hal-hal yang harus di jauhi , agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
           
           
           


BAB II
    PEMBAHASAN
A.TEORI
1.Pengertian Etos Kerja
            Etos yang berasal dari kata yunani , dapt mempunyai arti sebagai sesuatu yang di yakini, cara berbuat, sikap serta persepsi terhadap nilai bekerja.
            Dari kata ini lahirlah apa yang di sebut dengan “ethic”yaitu pedoman , moral, dan perilaku, atau dikenal pila etiket yang artinya cara bersopan santun. Karena etika berkaitan dengan nilai kejiwaan seseorang , maka hendaknya setiap pribadi muslim harus mengisi etika tersebut denagn keislamannya dalam arti yang aktual, sehingga cara dirinya mempersepsi sesuatu selalu positif dan sejauh mungkin terus berupaya untuk menghindari yang negatif.
            Bekerja bagi seorang muslim adalah suatu upaya yang sungguh-sungguh, dengan mengerahkan seluruh asset, fikir, dan dzikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakan arti dirinya sebagi hamba Allah yang harus menundukan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik (khoiro  ummah) atau dengan kata lain dapt juga kita katakan bahwa hanya dengan bekerja manusia itu memanusiakan dirinya. 
            Etos kerja muslim itu dapat di definisikan sebagai : cara pandang yang yang di yakini seoarang muslim bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya,menampakan kemanusiaanya , tetapi juga sebagi suatu manifestasi dari amal sholeh dan oleh karenanya mempunyai nilai ibadah yang sangat luhur.[1]
B.Ciri Etos Kerja Muslim
1)     memiliki jiwa kepemimpinan
2)     Selalu berhitung
3)     Menghargai waktu
4)     Dia tidak pernah merasa puas berbuat kebaikan (positive improvements)
5)     Hidup berhemat dan efisien
6)     Memiliki jiwa wiraswasta
7)     Memiliki insting bertanding & bersaing
8)     Keinginan untuk mandiri (independent)
9)     Haus untuk memiliki sifat keilmuan
10) Berwawasan makro - universal
11)  Memperhatikan kesehatan dan gizi
12) Ulet, pantang menyerah
13) Berorientasi pada produktifitas[2]

C. Nilai yang menghambat Etos Kerja
1)     Khurafat dan Takhayul
Mereka percaya adanya Tuhan bahkan menyakini bahwa Allah adalah maha pencipta , tetapi kejahilan dan kebutaan iman menyebabkan mereka tersesat dan lebih sesat lagi , di mana mereka bersekutu dengan setan untuk membuat idolatry,yaitubentuk penyembahan lain agar dirinya merasa tentram dan mendapatkan pertolongan (36:74). Maka jimat-jimat sebagi alat untuk menjebatani keinginannya denagn Tuhan menjadi bertambah kabur karena dalam titiktetentu jimat itu pun menjadi Tuhan penolong bagi dirinuya.
Sikap takhayul tidak lebih dari kedurjanaan yang menjatuhkan martabat kemanusiaan, serta membunuh kreativitas sebagai salah satu ciri etos kerja.
2)     Tak akan lari gunung di kejar, alon-alon asal kelakon
Peribahasa alon-alon asal kelakon memberikan suatu nuansa bahwa apabila seseorang bekerja dengan benar , mengikuti prosedur maka akan menghasilkan pekerjaan yang paripurna.
Hampir sejalan dengan falsafah ini adalah sebuah ungkapan yang mengatakan : Tak akan lari gunung di kejar.Ungkapan ini memberikan sutu pengertian agar dalam melaksanakan sebuah tugas , pekerjaan atau kiprah tertentu , kita harus mampu bersabar , telaten, dan optimis.
3)               Gampangan , take it easy,bagimana nanti sajalah
Cobalah anda renungkan mana mungkin seseorang bisa tampil untuk menjadi seorang pemenang (the winner), apabila di lapangan pacu atau di gelanggang tinju, dia tidak serius,lengah dan menganggap enteng lawan. Pastilah dia akan di pecundangi lawan dan di permalukan , padahal kesempatan emas itu , jarang atau bahkan tidak pernah mengetuk pintu rumah kita dua kali.
4)               Nrimo – Fatalistis
Tawakal dalam ajaran islam berarti “Kejarlah untamu yang lepas itu dan ikatlah. Baru kemudian engkau pasrah dan berdoa”. Pasrah seharusnya di artikan sebagai sikap bati yang stabil setelah kita kerja keras. Sikap bertawakal adalah kekuatan ruhani setelah kita menghadapi pertempuran yang berat.dan sabar adalah daya tangguh yang tersimpan sebagi enerji yang maha dahsyat untuk membentengi dari kerapuran jiwa yang gampang menyerah.
Konotasi sabar , pasrah dan nrimo, jangan sampai berubah menjadi sikap fatalisme. Bagaikan ikan mati yang mengambang dan hanya ikut hanyut di air keruh tanpa mampu mengubah diri dan posisinya.
5)               Mangan ora mangan pokoke kumpul
Pepatah Mangan ora mangan pokoke kumpul,mungkin menunjukan satu need of affiliation yang tinggi , kebutuhan bersahabat dan kekeluargaan yang kental. Satu falsafah yang luhur sebagai refleksi dari penghargaan atas nilai-nilai keakraban , saling membantu diantara sesama keluarga dan berani menanggung derita demi keutuhan ikatan keluarga. Tetapi jangan sampai salah tafsir seakan-akan mengorbankan nilai bekerja hanya karena alasan merasa jauh dari keluarga atau menjadikan diri kita menjadi malas mencari nafkah karena sudah merasa sudah mendapatkan jaminan (belas kasihan)dari clan atau keluarga kita.
6)               Salah  persepsi, bahwa kerja kasar itu hina
Islam telah mendidik kita agar menjadi pekerja yang tangguh , serta menghasilkan prestasi yang terlahir dari tetesan keringat hasil perjuangan hidup yang ulet. Rasululullah bersabda :”bahwa memikul kayu bakar lebih baik dari pada meminta-minta.” Dari ucapav ini tampaklah bahwa islam sangat menghargai budaya kerja , tanpa membedakan apakh pekerjaan itu dalam bentuk kerja otak. Perbedaanya, hanyalah dalam soal skill atau profesionalisme, sebagaimana Nabi bersabda : “ Apabila suru urusan di berikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.”
Dengan dua hadits di atas, sadarlah kita bahwa setiap pribadi muslim , harus mampu mandiri, bekerja dan berusaha untuk meningkatkan profesionalisme dalam bidangnya masing-masing .sekali lagi pandangan yang mengatakan bahwa kerja kasar (fisik)itu adalah rendah ,sesungguhnya sangat bertentangan denagn esensi islam itu sendiri.
7)           Jimat atau mascot
Semangat juang yang mempengaruhi etos kerja muslim bukan pengaruh dari benda-benda suci yang bertuah tetapi di karenakan adanay rasa mahabah lillah  (cinta kepada Allah)yang sangat menggelora mempengaruhi seluruh jiwanya . Semuanya berpangkal dari Allah – laa haula walaa quwwata illa billah. Keyakinan tauhid inilah yang memberikan ilham dan etos kerja untuk mengukir hidup denagn iman , mengubah dunia dengan cinta dan menjadikan dirinya penuh arti.[3]
B. Penjelasan Surat AR-ruum Ayat 23
   1.Tafsir Al-Azhar
             “Dan setengah daripada tanda-tanda kebesaranya ialah tidur kamu di waktu   malam dan siang”.(pangkal ayat 23).Apabila matahari telah terbenam udara yang panas berubah jadi sejuk.Kesejukan udara dan bumi yang diliputi gelap menyebabkan keadaan yang demikian jadi sesuai untuk istirahat ,maka mata pun meluyu tidur.Siang hari pun kadang-kadang karena kepayahan kita pun tidur di waktu yang di namai dalam bahasa arab “waktu qailulah”; di waktu itu pun kadang-kadang kita mengambil istirahat , walaupun hanya sejenak.
“Dan usaha kamu mencari sebahagian dari karunianya.” Yaitu semenjak matahari telah terbit , terbukalah waktu lapang buat berusaha mencari sebahagian dari karunia Tuhan untuk hidup , mencari minum dan makan ,untuk mencari nafkah perbelanjaan anak dan istri,membangun rumah tangga sederhana, kendaraan yang jadi sebagian keperluan berusaha dan menghubungi tetangga dan masyarakat , sehingga setiap hari siang yang kita lalui , penuhlah dengan amal bakti yang shalih dan timbul dari iman.
Itu pun sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Allah .Berbagai ayat tersua di dalam Al Qur’an menyuruh berusaha , mencari makan dan minum,asalkan jangan berlebih-lebihan hingga terpukau oleh itu saja, dan lupa kepada tuhan yang memberikan kesempatan itu.”Sesungguhnya pada yang demikian adalah tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan .”(ujung ayat 23).
Perhatikan pulalah ujung ayat yang menyebutkan tentang orang-orang yang suka mendengarkan , suka memasang pendengarannya.Karena dengan panca indera , di antara kelima indera yang menghubungkan peribadi tiap-tiap kita dengan alam keliling kita ialah melihat dan mendengar. Bolehlah kita gunakan pendengaran kita itu,buat mendengarkan deru angin berhembus, bunyi hujan ketika lebatnya, bunyi ombak ketika menghempaskan diri ke pantai, bunyi peluit kapal ketika membawa barang-barang kiriman keluar (export) dan menerima pesanan (import), bunyi kereta api yang rodanya berputar kencang sekali menghubungkan suatu negeri dengan negeri yang lain, bunyi kapal, udara yang dari zaman ke zaman bertambah berlipat ganda dari zaman dahulu , karena yang di capai di masa dahulu dalam masa satu bulan dari nejd ke Mekkah, sekarang hanya dalam satu jam! Dengarkanlah segala bunyi; nyaring dan badak, merdu dan sumbang .menyedihkan atau membosankan .Dengarkanlah suara burung menyanyi , lembu melenguh, kerbau menguak, kambing membebek, anjing menggonggong tengah malam ,entah penyakit yang akan datang ,ayam berkokok dan murai berkicau tandanya waktu Subuh sudah dekat .Dengan  kesukaan memasangkan telinga buat mendengar , banyaklah hikmat tanda-tanda kebesaran Tuhan  yang akan dapat kita ketahui.[4]
2.Tafsir Al-Maraghi
           
(وَ مِنْ اَ يَتِهِ مَنَا مُكُمْ بِا لَيْلِ وَ ا لنَّهَا رِ وَ اْبتِغَا ؤُ كُمْ مِّنْ فَضْلِهِ)             
“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaa-Nya ialah tidur kalian di malam hari dan istirahat kalian padanaya sehingga terhentilah aktifitas dan perasaan kalian di kala itu.Dan usaha kalian dalam rangka mencari rezeki pada siang hari yaitu denagn mengerjakan hal-hal yang dapat menghidupi kalian .
(اِ نَّ فِيْ ذَ لِكَ لَاَ يَتٍ لِّقَوْ مٍ يَّسْمَعُوْ نَ)
        “Sesungguhnya di dalam apa yang telah di ciptakan oleh Allah itu terkandung pelajaran dan bukti bagi orang-orang yang mau mendengarkan nasehat-nasehatnya. Lalu mereka mengamalkanya dan mereka memahami hujjah-hujjahnya yang di tunjukan kepada mereka , yaitu bahwasanya yang menciptakan kesemuanya itu mampu untuk menghidupkan kembali .Semua makhluk dan mengembalikan mereka , hal ini    mudah bagi-Nya.  [5]
3.Tafsir Al misbah
            وَ مِنْ ءَ ا يَا تِهِ مَنَا مُكُمْ بِا لَّيْلِ وَ ا لنَّهَا رِ وَ ابْتِغَا ؤُ كُمْ مِنْ فَضْلِهِ اِ نَّ فِي ذَ لِكَ لَا يَا تِ لِقَوْ مٍ يَسْمَعُوْ ن
“ Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah tidur kamu di waktu malam dan siang dan usaha kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan .”
                                                         Penciptaan langit dan bumi itu dengan system yang di tetapkannya melahirkan malam dan siang . Dan diantara tanda-tanda kekuasaanya yang berkaitan dengan malam dan siang , adalah tidur kamu di waktu malam dan siang tanpa mampu melawan bila gejala tidur mengunjungimu serta tidak pula dapat mengundangnya walau engkau sangat mengiginkan tidur jika ia atas kehendak kami enggan mengunjungimu. Dan diantara tanda-tanda-Nya yang lain adalah usaha kamu baik malam maupun siang mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan.
                                                         Sementara ulama memahami ayat di atas dalam arti “ Diantara tanda-tanda-Nya adalah tidur kamu di waktu malam dan usaha kamu mencari rezeki di waktu siang.” Ini sejalan dengan banyak ayat Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah menjadikan malam untuk istirahat dan siang untuk mencari rezekinya. Memang, secara umum, malam untuk tidur dan siang hari untuk bekerja . Tetapi pemahaman itu tidak harus selalu demikian .Tidak ada halangan memahami ayat-ayat diatas sesuai bunyi. Apalagi dewasa ini, malam telah menjadi waktu tidur sekaligus untuk mencari rezeki dan siang di gunakan juga untuk kedua tujuan tersebut. Bahkan sebagian ornag ada yang pekarjaanya lebuh banyak dia lakukan di waktu malam, di banding dengan siang hari .
                                                         Pendapat ini dapat di kukuhkan dengan penyebutan kata ((فضله fadhlihi. Kata fadhl berarti kelebihan dari kadar kebutuhan , sebagaimana ia di pahami  kebutuhan . Anugerah Allah di namai fadhl karena dia tidak membutuhkanya bahkan tidak membutuhkan sesuatu. Disisi lain, siapa yang bekerja siang dan malam atau di malam hari, maka upayanya ketika itu dapt di nilai sebagi upaya meraih kelebihan dari kadar kebutuhannya.
                                                         Ayat di atas yang berbicara tentang kegitan mencari rezeki dan tidur , di tutup dengan firmanya : (لقوم يسمعو ن) li qaumin yasmaun / bagi kaum yang mendengarkan. “Tidur dan usaha adalah diam dan gerak. Keduanya dapat di jangkau melalui pendengaran.Dengan demikian, sangat serasi penutup ayat ini dengan bukti- bukti yang terhampar di alam raya yang di bicarakannya dengan gaya Al Quran “. Demikian Sayyid quthub.Thahir Ibn Asyur, mengemukakan analisis lain. Menurutnya, ayat yang berbicara  tentang tidur dan upaya mencari rezeki ini, di akhiri denagan penutup bagi kaum yang mendengar ,di sebabkan oleh dua hal. Pertama , kedua hal tersebut telah merupakan kebiasaan manusia , sehingga mereka tidak lagi memperhatikan bukti-bukti yang dikandungnya yang menunjuk kehebatan ciptaan Allah itu. Dari sini Agaknya yang di maksud oleh thahir Ibn Asyur adalah persoalan-persoalan yang bersifat aksioma yang mengandung banyak petunjuk. Tetapi karena  kebiasaan dan sifatnya yang sangat jelas maka ia tidak di perhatikan, sehingga yang di butuhkan disini adalah ‘pendengaran’ dari pihak lain yang mengingatkan dan membimbing siapa yang lengah itu.Agaknya untuk mengetahui hakikat tidur yang sampai saat ini masih merupakan misteri , di perlukan banyak bimbingan dan upaya mendengar khususnya dari petunjuk Allah swt. Hal kedua, menurut  Ibn Asyur , adalah karena apa yang di dengar orang lain menyangkut keadaan sewaktu tidur- dari segi keagungan pengaturan Allah  justru lebih banyak daripada apa yang di rasakan oleh yang tidur menyangkut tidurnya . Karena siapa yang tidur tidak mengetahui menyangkut  tidurnya, kecuali persiapannya  untuk tidur serta saat dia untuk bangkit dari tidurnya yang ketika itu dia mengetahui bahwa  dia baru saja tidur.Adapun keadaan yang tidur sewaktu tidurnya , kadar keterjagaanya ketika dia di bangunkan , kepekaan di sekelilingnya sehingga menggangu atau tidak menggangu tidurnya , semua itu tidak di ketahui oleh tidur , kecuali melalui informasi orang-orang yang jaga pada saat dia tidur itu. Dengan demikian , sarana untuk mengetahui keadaan orang-orang tidur dan perbedaan-perbedaannya adalah pendengaran . [6]
C.Implikasi/Aplikasi Dalam Kehidupan
semenjak matahari telah terbit , terbukalah waktu lapang buat berusaha mencari sebahagian dari karunia Tuhan untuk hidup , mencari minum dan makan ,untuk mencari nafkah perbelanjaan anak dan istri,membangun rumah tangga sederhana, kendaraan yang jadi sebagian keperluan berusaha dan menghubungi tetangga dan masyarakat , sehingga setiap hari siang yang kita lalui , penuhlah dengan amal bakti yang shalih dan timbul dari iman.
Apabila matahari telah terbenam, udara yang panas berubah jadi sejuk.Kesejukan udara dan bumi yang diliputi gelap menyebabkan keadaan yang demikian jadi sesuai untuk istirahat ,maka mata pun meluyu tidur.
di antara kelima indera yang menghubungkan peribadi tiap-tiap kita dengan alam keliling kita ialah melihat dan mendengar. Bolehlah kita gunakan pendengaran kita itu,buat mendengarkan deru angin berhembus, bunyi hujan ketika lebatnya, bunyi ombak ketika menghempaskan diri ke pantai, bunyi peluit kapal ketika membawa barang-barang kiriman keluar (export) dan menerima pesanan (import), bunyi kereta api yang rodanya berputar kencang sekali menghubungkan suatu negeri dengan negeri yang lain, bunyi kapal, udara yang dari zaman ke zaman bertambah berlipat ganda dari zaman dahulu , karena yang di capai di masa dahulu dalam masa satu bulan dari nejd ke Mekkah, sekarang hanya dalam satu jam! Dengarkanlah segala bunyi; nyaring dan badak, merdu dan sumbang .menyedihkan atau membosankan .Dengarkanlah suara burung menyanyi , lembu melenguh, kerbau menguak, kambing membebek, anjing menggonggong tengah malam ,entah penyakit yang akan datang ,ayam berkokok dan murai berkicau tandanya waktu Subuh sudah dekat .Dengan  kesukaan memasangkan telinga buat mendengar , banyaklah hikmat tanda-tanda kebesaran Tuhan  yang akan dapat kita ketahui.
D. Aspek Tarbawi
1.     Mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah SWT yaitu waktu siang dan malam, di mana waktu siang hari kita di suruh untuk mencari rezeki dan sebagian dari karuania-Nya , dan malam hari, kita disuruh untuk beristirahat.
2.     Dalam mencari rezeki kita harus memperhatikan etika sebagai seorang muslim , mana hal-hal yang seharusnya baik untuk di kerjakan dan hal-hal apa saja yang harus di tinggalkan .
3.     Dan ketika bekerja hendaknya tidak  memakai  benda-benda seperti : Jimat atau Masqot (benda-benda yang di jadikan keramat) .
4.     Percayalah bahwa Rezeki, Jodoh, hidup, dan mati berada mutlak di tangan Allah SWT.




           
           
 BAB III
         PENUTUP
Penciptaan langit dan bumi itu dengan system yang di tetapkannya melahirkan malam dan siang . Dan diantara tanda-tanda kekuasaanya yang berkaitan dengan malam dan siang , adalah tidur kamu di waktu malam dan siang tanpa mampu melawan bila gejala tidur mengunjungimu serta tidak pula dapat mengundangnya walau engkau sangat mengiginkan tidur jika ia atas kehendak kami enggan mengunjungimu. Dan diantara tanda-tanda-Nya yang lain adalah usaha kamu baik malam maupun siang mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan.
di antara kelima indera yang menghubungkan peribadi tiap-tiap kita dengan alam keliling kita ialah melihat dan mendengar. Bolehlah kita gunakan pendengaran kita itu,buat mendengarkan deru angin berhembus, bunyi hujan ketika lebatnya, bunyi ombak ketika menghempaskan diri ke pantai, bunyi peluit kapal ketika membawa barang-barang kiriman keluar (export) dan menerima pesanan (import), bunyi kereta api yang rodanya berputar kencang sekali menghubungkan suatu negeri dengan negeri yang lain,banyaklah hikmat tanda-tanda kebesaran Tuhan  yang akan dapat kita ketahui.






DAFTAR PUSTAKA
Tasmara ,Toto .1995.Etos Kerja Pribadi Muslim .Yogyakarta:Dana Bhakti Wakaf.
Hamka.1982.Tafsir Al-Azhar.Jakarta:Pustaka PanjiMas.
Al maraghi Ahmad Musthafa.1993.Tafsir Al Maraghi.Semarang:CV.Toha Putra.
Shihab M.Quraish.2002.Tafsir Al Misbah Pesan,Kesan,dan Keserasian Al-Qur’an.Jakarta:Lentera Hati.














PROFIL PENULIS
Nama                        : Sholikhatun
TTL                           : Tegal, 15 Oktober 1996
Alamat                      : Ds.Purwahamba Kec.Suradadi Kab.Tegal
Riwayat Pendidikan :
1.     MI Ibtidaiyah Islamiyah Purwahamba
2.     MTs Al-Fatah Suradadi
3.     SMK As-syamsuriyyah Brebes
4.     S1 proses Di IAIN Pekalongan














[1] Toto Tasmara,Etos Kerja Pribadi Muslim(Yogyakarta:Dana Bhakti Wakaf,1995),hal.25-28 .
[2]Ibid.,hal.29-56 .
[3] Ibid .,hal.125-133.
[4] Hamka,Tafsir Al-Azhar(Jakarta:Pustaka PanjiMas,1982),hal.69-70.
[5]Ahmad Musthafa Al Maraghi,Tafsir Al maraghi(Semarang:CV.Toha Putra,1993),hal.70-71 .
[6] M.Quraish Shihab,Tafsir Al Misbah pesan ,kesan ,dan keserasian Al-Qur’an,(Jakarta:Lentera Hati ,2002),hal.39-40.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar