Laman

Kamis, 20 Oktober 2011

mendesain santri menjadi insan berakhlak juga menciptakan peradaban masyarakatnya

Imam Turyuti
202 109 046
 
Secercah Harapan Dalam Inovasi Pesantren
 
 
Bismillah, Berangkat dari pengalaman saya belajar di pondok pesantren yang hanya tiga tahun belajar di sana. Namun demikian meski tiga tahun adalah waktu yang sangat sebentar untuk belajar di pesantren, tapi setidaknya saya dapat merasakan yang namanya mondok di pesantren @_@. awalnya saya tidak begitu tahu apa yang di namakan pondok pesantren,proses belajarnyapun berbeda dengan sekolah-sekolah formal,di pondok lebih banyak bahkan keseluruhan materi ajarnya adalah berbasis islami atau mempelajari dan mendalami berbagai nilai-nilai ajaran Islami saja, di mulai dari tingkat dasar yaitu bagi yang belum bisa membaca dan menulis alqur’an atau di sebut juga kelas shifir, sampai kepada tingkat aliyah yaitu bagi para santri yang bisa di katakan hampir selesai belajar di pesantren,banyak perbedaan pada saat saya belajar di MTs(waktu itu).
 Pesantren juga bisa di katakan sebagai lembaga pendidikan non formal,yang mempunyai visi dan misi,yang mempunyai tujuan yang jelas, dan para santri di harapkan mampu membawa perubahan di lingkungan masyarakatnya masing-masing, dengan demikian pesantren berarti harus bisa memberikan serta mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan bekal para santri guna terwujudnya perubahan sosial yang bersifat positif.
            Tiga tahun di pesantren membuat saya sedikit ada perubahan, setidaknya yang tadinya saya tidak tahu apa itu ilmu nahwu shorof dan sebagainya kini saya sedikit bisa memahami, dan tidak hanya itu, dari segi akhlakpun Alhamdulillah saya mengalami perubahan meski di katakan belum maksimal, semua berkat pengajaran dan bimbingan para ustadz dan kyai yang setiap harinya memberi dan menasehati mengenai ajaran Islam yang sesungguhnya. Sebagimana lembaga pendidikan yang lain, pesantren juga memiliki kurikulum yang di jadikan pegangan dalam proses pembelajaran guna terwujudnya tujuan yang di harapkan, karena tanpa adanya kurikulum yang jelas sulit rasanya untuk bisa mengantarkan kepada tujuan yang di inginkan. Di pesantren kurikulumnya lebih mengarah kepada tujuan-tujuan yang berbasis keislaman, karena yang saya lihat di sana, materi pelajarannya adalah berkenaan dengan qur’an dan hadist serta kitab-kitab kuning buah karya ulama salaf. Metode pembelajaran yang di gunakan para ustadz dalam proses pembelajarannya kebanyakan adalah metode ceramah,yang terkadang membuat santri merasa ngantuk(contohnya saya sendiri) sebab kemungkinan penyampaian materinya atau mungkin materi itu sendiri kurang menarik bagi santri walaupun sebenarnya semua yang di ajarkan di pesantren adalah mempunyai nilai yang sangat bermanfaat bagi para santri maupun lingkungannya nanti, misalnya ilmu bahasa arab yang mana selain berguna untuk memahami dan mengetahui makna-makna yang tersirat dalam kandungan al qur’qn dan hadist,di samping itu pada zaman sekarang ini bahasa arab adalah termasuk bahsa yang di akui dunia dan sangat perlu di perdalami serta harus di kuasai oleh para ilmuan ataupun cendekiawan maupun para pelajar.
            Berkenaan dengan inovasi pendidikan, maka ada sedikit harapan dari saya mengenai lembaga pendidikan islam atau pesantren khususnya pesantren yang dulu saya pernah mampir sebentar untuk menimba ilmu, adapun bagi pesantren yang sudah ada perubahan semoga bisa menjadi lebih baik lagi, dimana harapan saya, agar ada perubahan-perubahan yang tidak mengurangi atau menghilangkan ciri khas dari pesantren, baik dari kurikulumnya yang lebih menentukan bahan ajar yang akan di sampaikan, maupun dari metode yang di gunakan para ustadz saat memberikan atau menyampaikan pelajarannya, serta peraturan-peraturan yang ada dalam pesantren.
            Sebaiknya Kurikulum pesantren  tidak hanya lebih mementingkan bahkan keseluruhan hanya berkenaan dengan nilai-nilai islami saja, namun hendaknya melihat dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat maupun dunia luas, sebab salah satu tujuan dari pesantren selain mendesain para santri menjadi insan yang berakhlak karimah, berwawasan islam, serta taqwa pada Tuhannya, juga mempunyai harapan agar para alumni santri nantinya dapat menyesuaikan perubahan-perubahan masyarakatnya dan membawa atau menciptakan peradaban baru bagi masyarakat sekitarnya, tentunya peradaban yang bersifat positif dan di Ridhoi Allah SWT. Tentunya itu harus berawal dari kurikulum yang ada di pesantren, yakni dengan menambah materi umum agar para santri bisa mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di era modern ini, dengan begitu Insya Allah santri akan mendapat bekal ilmu yang tidak hanya urusan akhirat saja.
            Kemudian, selain kurikulum yang harus di benahi,metode pembelajarannya pun harus ada perubahan, yakni yang tadinya menggunakan metode ceramah sekarang harus menggunakan metode diskusi agar para santri lebih bebas mengekspresikan dirinya. Berkenaan dengan hal itu maka dalam pondok pesantren perlu adanya tambahan perpustakaan yang bisa di manfaatkan para santri,yakni agar santri sebelum mengikuti pelajaran yang akan di sampaikan ustadz ia bisa lebih dahulu mempelajari materi yang akan di ajarkan,dengan begitu maka akan membantu melancarkan proses belajar yang menggunakan metode diskusi tadi.serta perlu adanya media pembelajaran yang memudahkan para santri untuk memahami materi yang di ajarkan,tentunya media pembelajaran yang sesuai dengan prinsip media pembelajaran itu sendiri.
            Selanjutnya,berkenaan dengan bidang bahasa yang sekarang menuntut agar peserta didik dalam hal ini santri,agar mampu menguasainya yakni bahasa arab dan bahasa inggris,maka perlu adanya tambahan atau peraturan dalam pesantren agar para santri sering menggunakan atau berdialog menggunakan bahasa arab dan bahsa inggris, misalnya dalam tujuh hari diberi peraturan agar santri di wajibkan berdialog menggunakan bahasa arab pada hari rabu sampai hari jum’at, hari sabtu  sampai hari senin menggunakan bahasa inggris,selain hari tersebut boleh berdialog menggunakan bahasa yang biasa mereka gunakan. Dengan begitu santri sedikit demi sedikit menguasai bahasa asing. Maka dalam hal ini para pengajar atau para ustadz juga harus memiliki keahlian berbahasa asing agar lebih mudah membimbing para santrinya. Hal demikian memang sudah ada atau dilakukan oleh pesantren yang lain tapi bukan pesantren yang pernah saya tempati untuk belajar.
            Yang terakhir dalam tulisan ini,saya mengharapkan akan adanya perubahan-perubahan dalam pembelajaran di pesantren khususnya bagi pesantren yang dulu saya pernah menimba ilmu di sana. Dan semoga tulisan yang masih jauh dari sempurna ini bisa saya perbaiki lagi dan tidak berhenti sampai disini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar