Laman

Kamis, 20 Oktober 2011

tawuran dipicu diantaranya faktor akhlak setiap pelajar yang terlibat

AHMAD AFIK 
NIM 202109006
         
        Dalam dunia pendidikan pada masa sekarang ini banyak sekali terjadi perubahan. Perubahan yang terjadi tidak hanya yang bersifat positif saja, akan tetapi tidak sedikit juga perubahan yang bersifat negatif, justru perubahan yang bersifat negatif inilah yang sedang marak-maraknya terjadi di kalangan masyarakat ibu kota yaitu sering terjadinya tawuran yang dilakukan oleh para pelajar baik ditingkat SMP maupun SMA, hal ini terjadi karena dipicu oleh beberapa faktor diantaranya yaitu faktor akhlak yang dimiliki oleh setiap pelajar yang terlibat tawuran.
          Pada hakikatnya setiap individu manusia memiliki akhlak yang mulia atau bisa juga disebut akhlak yang terpuji, namun seiring perjalanan waktu yang dilalui oleh setiap manusia, akhlak tersebut dapat berubah menjadi akhlak yang tercela atau bisa juga disebut dengan akhlak yang buruk, perubahan ini tidak terjadi begitu saja, akan tetapi terjadi karena ada faktor-faktornya, salah satunya faktornya yaitu kurangnya pendidikan mengenai akhlak, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah. Hal ini sangat penting sekali diperhatikan oleh para orang tua selaku pendidik di lingkungan keluarga dan para guru selaku pendidik di lingkungan sekolah. Untuk itu para orang tua sebaiknya bekerjasama dengan para guru dalam hal mendidik dan menanamkan sifat akhlak yang terpuji kepada anak-anak maupun kepada para murid-murid. Salah satu contoh bentuk kerjasamanya yaitu para guru  khususnya guru mata pelajaran agama  untuk membuatkan buku panduan yang berisi tentang cara-cara untuk menjadi orang yang memiliki akhlak yang terpuji atau akhlak yang mulia beserta dengan lampiran yang berisi tentang sangsi-sangsi apabila para murid melakukan perbuatan yang tidak baik selama di lingkungan keluarga, sangsi-sangsi itu bisa berupa ancaman hukuman maupun persyaratan untuk kenaikan kelas para murid-murid. Buku panduan tersebut diberikan kepada para orang tua ataupun para wali murid untuk digunakan selama para murid berada di lingkungan keluarga.
                  Para orang tua ataupun wali murid bertugas mengajarkan bagaimana cara menjadi orang yang mempunyai akhlak yang terpuji yang sudah tertulis di dalam buku panduan tersebut, sekaligus menjadi korektor apabila ada murid yang melakukan perbuatan yang tidak baik selama berada di lingkungan keluarga dan melaporkannya ke pihak sekolah setiap ada perbuatan yang tidak baik yang dilakukan oleh murid selama berada di lingkungan keluarga, hasil laporan tersebut akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan penentuan kenaikan kelas bagi para murid. Sedangkan tugas guru juga tidak terlalu berbeda dengan para orang tua ataupun wali murid. Selain bertugas menyampaikan materi pelajaran, para guru juga bertugas mengawasi setiap tingkah laku yang dilakukan oleh para murid-muridnya. 
           Dengan adanya kerjasama yang dilakukan oleh para orang tua murid dan  para guru maka diharapkan para murid-murid dapat menanamkan dan menerapkan sifat-sifat akhlak yang terpuji serta tidak mau melakukan perbuatan yang tercela karena apabila para murid-murid melakukan perbuatan yang tercela tersebut maka akan mendapat ancaman hukuman bahkan bisa diancam untuk tidak naik kelas. 
          

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar