new post

zzz

Jumat, 30 Maret 2012

D7-38 Rusdiyani Sukmawati


MAKALAH HADITS 38
 ASPEK FISIK-BIOLOGIS MANUSIA
Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : Ghufron Dimyati, M.S.I


Disusun Oleh :
Rusdiyani Sukmawati
                                                                        2021110175
Kelas D

JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
STAIN PEKALONGAN
2012





BAB I
PENDAHULUAN

Manusia merupakan salah satu makhluk hidup di antara makhluk-makhluk hidup lain yang ada di alam semesta ini. Allah menciptakan manusia melalui tahapan proses yang cukup panjang. Manusia diciptakan dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Materi Hadits Aspek Fisik-Biologis Manusia
قَالَ عَبْدُ اللهِ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ اْلمَصْدُوْقُ قَالَ (اِنَّ اَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِى بَطْنِ اُمِّهِ اَرْبَعِيْنَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنَ مُضْغَةً مِثْلَ ذّلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ الله مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِاَرْبَعِ كَلِمَاتٍ وَيُقَالُ لَهُ اكْتَبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَاَجَلَهُ وَشَقِيٌّ اَوْسَعِيْدُ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيْهِ الرُّوْحُ فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْلَمُ حَتَّى مَايَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اْلجَنَّةَ اِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ النَّارِ وَيَعْلمَلُ حَتَّى مَايَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ اِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ الْجَنَّةِ)
(رواه البخاري في الصحيح, كتاب بدء الخلق, باب ذكرالملائكة)
B.     Terjemah Hadits
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan : “Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian Allah mengutus malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat. Dikatakan kepadanya; tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Kemudian ditiupkan ruh kepadanya. Sesungguhnya salah seorang diantara kalian melakukan perbuatan baik hingga jarak dirinya dan surga tinggal satu jengkal, namun apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya sehingga dia melakukan amalan penghuni neraka. Dan sesungguhnya seseorang melakukan perbuatan buruk hingga jarak dirinya dan neraka tinggal satu jengkal, namun apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya sehingga dia melakukan amalan penghuni surga.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)[1]
C.    Mufrodat
Rasulullah berkata
حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan berkata
وَهُوَ الصَّادِقُ اْلمَصْدُوْقُ قَالَ
Sesungguhnya salah seorang diantara kalian
اِنَّ اَحَدَكُمْ
Dikumpulkan penciptaannya
يُجْمَعُ خَلْقُهُ
Di perut ibunya
فِى بَطْنِ اُمِّهِ
Empat puluh hari
اُمِّهِ اَرْبَعِيْنَ يَوْمًا
Kemudian menjadi segumpal darah
ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً
Seperti itu
مِثْلَ ذَلِكَ
Kemudian menjadi segumpal daging
ثُمَّ يَكُوْنَ مُضْغَةً
Seperti itu
مِثْلَ ذّلِكَ
Kemudian Allah mengutus malaikat
ثُمَّ يَبْعَثُ الله مَلَكًا
Maka empat kalimat diperintahkan
فَيُؤْمَرُ بِاَرْبَعِ كَلِمَاتٍ
Dan dikatakan padanya
وَيُقَالُ لَهُ
Tulislah amalya
اكْتَبْ عَمَلَهُ
Dan risqinya
وَرِزْقَهُ
Dan ajalnya
وَاَجَلَهُ
Dan kecelakaan atau kebahagiaan
وَشَقِيٌّ اَوْسَعِيْدُ
Kemudian ditiupkan ruh kepadanya
ثُمَّ يُنْفَخُ فِيْهِ الرُّوْحُ
Sesungguhnya salah seorang diantara kalian
فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ
Melakukan perbuatan baik hingga jarak
لَيَعْلَمُ حَتَّى مَايَكُوْنُ
Antara dirinya
بَيْنَهُ
Dan antara surga
وَبَيْنَ اْلجَنَّةَ
Tinggal satu jengkal
اِلاَّ ذِرَاعٌ
Namun apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya
فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ
Sehingga dia melakukan amalan
فَيَعْمَلُ
Dengan amalan ahli neraka
بِعَمَلِ اَهْلِ النَّارِ
Dan sesungguhnya seseorang  melakukan perbuatan buruk
وَيَعْلمَلُ حَتَّى مَايَكُوْنُ
Hingga antara dirinya
بَيْنَهُ
Dan antara neraka
وَبَيْنَ النَّارِ
Tinggal satu jengkal
اِلاَّ ذِرَاعٌ
Namun apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya
فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُ
Sehingga dia melakukan amalan
فَيَعْمَلُ
Dengan amalan penghuni surga
بِعَمَلِ اَهْلِ الْجَنَّةِ


D.    Biografi Abdullah bin Mas’ud
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil al-Hudzali. Nama julukannya “ Abu Abdirahman”. Ia sahabat ke enam yang paling dahulu masuk islam. Beliau datang ke Madinah dan sakit di sana kemudian wafat pada tahun 32 H/654 M dalam usia 65 tahun dan dimakamkan di Baqi. Jumlah hadits yang ia riwayatkan mencapai 848 hadits.[2]



E.    Keterangan Hadits
الصَّادِقُ berarti orang yang benar dalam seluruh do’a yang dikatakannya, karena beliau adalah kebenaran dan kejujuran itu sendiri yang sesuai dengan kenyataan. اْلمَصْدُوْقُ (dibenarkan atau dapat dipercaya). Artinya segala ucapannya yang berkenaan dengan apa-apa yang diwahyukan kepadanya dapat dipercaya, karena Malaikat Jibril datang kepadanya dengan membawa kebenaran. Dan Allah, telah membenarkan apa yang sudah dijanjikan-Nya.
 يُجْمَعُ berarti dikumpulkan dan dipelihara
خَلْقُهُ  (ciptaannya) artinya,bahan ciptaannya yaitu air mani (sperma) yang darinya manusia diciptakan.
فِى بَطْنِ اُمِّهِ (dalam perut ibunya). Maksudnya adalah rahim ibunya.                    
عَلَقَةً  Adalah gumpalan darah yang tidak kering, dinamai عَلَقَةً (yang secara harfiyah bermakna “gantungan” karena ketergantungannya dengan bantuan yang menahannya.
مُضْغَةً Secara harfiyah berarti “kunyahan”, yaitu segumpal daging seukuran kunyahan.
فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُ Telah ditetapkan baginya ketentuan. Artinya sesuatu yang mendahuluinya, yaitu yang ada dalam pengetahuan Allah, atau Lauh Mahfuzh, atau ketika masih dalam perut ibu.[3]



F.     Aspek Tarbawi
  1. Allah mengetahui tentang keadaan makhukNya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
  2. Tidak mungkin manusia di dunia ini dapat memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, karena amal perbuatan hanyalah wasilah, selanjutnya Allah lah yang menentukan.
  3. Amal perbuatan manusia dinilai pada akhirnya. Maka, hendaklah manusia tidak terpedaya oleh kondisi saat ini. Oleh karena itu, mohonlah kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (khusnul khatimah).
  4. Jemputlah rezeki dengan usaha dan cara yang dicintai oleh Allah dan RasulNya. Bersikap tenang dan qanaah, itu lebih baik daripada membabi buta dan mengurus hati dan pikiran untuk mendapatkan rezeki yang diinginkan.[4]
  5. Agar manusia hati-hati dalam melakukan segala urusannya, tidak tergopoh-gopoh dan tergesa-gesa.
  6. Mengajarkan kepada manusia bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sempurna, baik dalam masalah yang bersifat bathiniyah maupun lahiriyah, adalah dengan melakukannya secara hati-hati dan bertahap.[5]







BAB III
PENUTUP

Manusia diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya penciptaan dan melalui berbagai proses yang panjang. Maka dari itu, kita sebagai manusia hendaknya bersyukur kepada Allah serta beribadah dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan kepada Allah swt.


















DAFTAR PUSTAKA

Imam Az-Zabidi, ringkasan sohih bukhori (Jakarta : Mizan Pustaka) hal. 558-559
http://www.alquran-sunnah.com/kitab/ulama-ahlul-hadits/index.htm#page=Abdullah_bin_Masud_Radhiyallahu_anhu.htm




[1] Imam Az-Zabidi, ringkasa sohih bukhori (Jakarta : mizan pustaka) hal. 558-559.
[2] http://www.alquran-sunnah.com/kitab/ulama-ahlul hadits/index.htm#page=Abdullah_bin_Masud_Radhiyallahu_anhu.htm
[4] http://yokotrix.blogspot.com/2010/11/syarah-arbain-4-fase-penciptaan-manusia.html

11 komentar:

  1. Nama : Maria ulfa
    Nim : 2021110172
    Kelas : D

    "Apakah maksud dari kata " namun apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya sehingga dia melakukan amalan penghuni surga" mohon dijelaskan.Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam hadits ini kan dijelaskan mengenai takdir perbuatan manusia, dimana setiap perilaku manusia telah ditetapkan apakah dia kelak masuk surga ataupun neraka. sehingga apabila telah ditetapkan untuk masuk surga walaupun ia semasa hidupnya melakukan perbuatan dosa, maka dalam akhir hidupnya ia akan melakukan kebajikan yang akan menuntunnya pada jalan menuju surga. Demikian mbx ulpha yang bisansaya jawab, terimakasih atas pertanyaan anda......... (:

      Hapus
  2. Nama : Siti Eni Aliyah
    Nim : 2021110185
    Kelas : D

    " Apakah yang 4 diatas itu merupakan ketetapan yang tidak dapat dirubah?? sedangkan yang saya tau segala sesuatu itu dapat berubah asalkan kita berikhtiyar dan berusaha...Bagaimana menurut pendapat anda??
    Tank you :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut pendapat saya Iya mbx tidak dapat dirubah.... karena ketetapan tersebut kan merupakan takdir dari Allah. Semisal dalam hal ajal, setiap orang kan pasti akan mati, dan kita juga tidak tahu kapan ajal itu akan menjemput kita. Dengan berikhtiyar bermacam apapun yang namanya ajal pasti akan datang dan kita tidak bisa menghindarinya.

      Hapus
  3. Ana Shofiana
    2021110176
    D

    Apakah yang dituliskan Allah dalam perut ibu itu hanya yang baik-baik saja atau ada yang buruk?
    lebih banyak mana antara yang baik dan yang buruk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya yang dituliskan Allah dalam perut ibu itu adalah 4 hal yang seperti sudah disebutkan dalam hadits saya di atas,mengenai presentase antara baik dan buruk itu yang tahu hanyalah yang menuliskan (Allah). akan tetapi dalam penulisan takdir pasti ada yang buruk, dikarenakan tidak ada manusia yang maksum (suci dari dosa).

      Hapus
  4. NAMA: M SYAUQIL MALIK
    KELAS: D
    NIM: 2021110180


    Apa kaitannya jika hadits itu dikaitkan dengan dunia pendidikan????
    tolong di explore lebih lanjut ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadits ini jika dikaitkan dengan dunia pendidikan sangat erat sekali, yaitu berkaitan dengan ilmu Biologi, dimana hadits saya ini kan menjelaskan tentang proses penciptaan manusia.

      Hapus
  5. Nama : Dewi Shofiana
    Kelas : D
    NIM : 2021110164

    Pertanyaan:
    Menurut aspek tarbawi nomor 6, Mengajarkan kepada manusia bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sempurna, baik dalam masalah yang bersifat bathiniyah maupun lahiriyah, adalah dengan melakukannya secara hati-hati dan bertahap. coba jelaskan maksud secara hati-hati dan bertahap tersebut?

    BalasHapus
  6. Nama: M. Iqbal Majdi
    NIM:202 111 0170
    Kelas: D
    P: Ibrah mempelajari hadits ini?

    BalasHapus
  7. nama : asmaul fauziah
    kelas : D
    nim : 20211101
    bagaimana caranya agar kita dapat menerima apapun yang telah di berikan/di ciptakan oleh ALLAH pada kita meskipun kadang tidak sesuai dengan harapan?

    BalasHapus