Laman

1111

Kamis, 29 Maret 2012

H7-43 M. Mastur Hilmi


MAKALAH
Busana dan Aksesoris Cerminan Jiwa
Disusun guna memenuhi tugas:
                        Mata kuliah                                 : Hadits Tarbawi II
                                    Dosen Pengampu                        : Muhammad Hufron, M.S.I





Disusun oleh:
M. Mastur Hilmi
202 111 0368
JURUSAN TARBIYAH (PAI)
                                              Kelas  H
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN
Pakaian adalah salah satu alat pelindung fisik manusia. Tentunya pakaian tak lepas dari kehidupan manusia. Semua kehidupan manusia haruslah sesuai syari’at Islam, yang mana telah diatur oleh Al – Qur’an. Maka dari itu, manusia haruslah berpakaian sesuai dengan yang telah diatur oleh Allah SWT. Berpakaian sesuai dengan syari’at Islam, akan membuat kita merasa itu adalah sebuah kewajiban untuk menjaganya agar tetap dengan aturan yang ada.
Aksesoris wanita merupakan pelengkap untuk mempercantik dirinya, namun itu merupakan hal sekunder dari kebutuhan mereka. Maka janganlah para perempuan itu menggunakan aksesoris yang berlebihan yang nantinya akan banyak menyebabkan kemadhorotan baginya, oleh karena menggunakan aksesoris itu boleh-boleh saja namun harus ada batasannya.









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Hadist tentang Busana dan Aksesoris Cermina Jiwa

عن أبي هريرة قال, قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: (صِنفانِ من اهل النارِ لم اَرَهُما قَومٌ مَعَهُم سِياَطٌ كأَذْنابِ البقَرِِ يضْرِبُونَ بها الناسَ وَنِسَاءٌ كاَسياتٌ عارياتٌ مُمِيلاتٌ مائلاتٌ رُءُوْسُهُنَّ كاَسنِمَةِ البُخْتِ الماَئلَةِ لايدخلنَ الجنّةَ ولاَيَجِدْنَ ريْحَها وإِنَّ ريْحَهاَ ليوْجدُ من مسِيْرَةِ كذا وَكَذا)
(رواه مسلم في الصحيح, كتاب اللباس والزينة, باب النساء الكاسيات العاريات المائلات المميلات)

B.   Terjemahan
Dari Abi Hurairoh berkata, Rosulullah SAW bersabda: “Ada 2 kelompok manusia ahli Nereka, saya belum pernah melihat keduanya: sekelompok kaum yang memiliki cambuk seperti seekor lembu yang dikumpulkan kepada manusia (penguasa yang dzalim), dan perempuan yang berpakian transparan yang menarik berjalan lenggak-lenggok, kepalanya seperti unta yang geleng-geleng, tidak akan masuk surga dan tidak akan menemukan baunya, dan sesungguhnya bau surga bisa di capai dengan perjalanan sekian dan sekian”(H.R. Imam Muslim)[1]
C.    Mufrodat
Ada 2 kelompok manusia ahli Nereka                        صِنفانِ من اهل النارِ
saya belum pernah melihat keduanya                                      لم اَرَهُما
sekelompok kaum yang memiliki cambuk                   قَومٌ مَعَهُم سِياَطٌ
seperti seekor lembu                                                                كأَذْنابِ البقَرِِ
yang dikumpulkan kepada manusia                            يضْرِبُونَ بها الناسَ
dan perempuan                                                                        وَنِسَاءٌ
yang berpakian transparan                                           كاَسياتٌ عارياتٌ
yang menarik                                                                           مُمِيلاتٌ
berjalan lenggak-lenggok                                                        مائلاتٌ           
kepalanya seperti unta                         رُءُوْسُهُنَّ كاَسنِمَةِ البُخْتِ
yang geleng-geleng                                                                 الماَئلَةِ
tidak akan masuk surga                                                           لايدخلنَ الجنّة  
dan tidak akan menemukan baunnya                                      ولاَيَجِدْنَ ريْحَها           
dan sesungguhnya bau surga                                                   وإِنَّ ريْحَهاَ
bisa di capai dengan perjalanan                                   ليوْجدُ من مسِيْرَةِ
begini dan begini                                                                     كذا وَكَذا
D.    Biografi Abu Hurairah
Abu hurairah adalah Abd ar Rahman ibnu Sakhr (Abdullah ibn Sakhr) adalah dausy at-Tamimy. Beliau lahir tahun 21 SH/602 M. Abu hurairah datang ke madinah pada tahun khaibar, yakni pada bulan muharram tahun 7 H, lalu memeluk agama islam. Beliau meriwayatkan hadits sejumlah 5.374 hadits.
Hadits-haditsnya banyak diriwayatkan oleh sahabat dan tabi’in. Diantara para sahabat adalah Ibnnu Abbas, Ibnu Umar, Annas, Watsilah ibn al-Asqo’, Jabir ibn Abdillah al-Anshary.
Abu hurairah pernah menjadi gubernur Madinah, dan pada masa pemerintahan Umar, beliau diangkat menjadi gubernur di Bahrain, kemudian beliau diberhentikan. Beliau meninggal d imadinah pada tahun 59 H=679 M.[2]
E.   Keterangan Hadits
هذا الحديث من معجزات النبوة فقد وقع هذان الصنفان وهما موجودان وفيه ذام هذينالصنفين قيل معناه كاسيات من نعمة الله عاريات من شكرها. وقيل معناه تستر بعض بدنها وتكشف وَتَكْشِف بَعْضه إِظْهَارًا بِحَالِهَا وَنَحْوه ، وَقِيلَ : مَعْنَاهُ تَلْبَس ثَوْبًا رَقِيقًا يَصِف لَوْن بَدَنها وامامائلات فَقِيلَ : مَعْنَاهُ عَنْ طَاعَة اللَّه ، وَمَا يَلْزَمهُنَّ حِفْظه مُمِيلَات أَيْ يُعَلِّمْنَ غَيْرهنَّ فِعْلهنَّ الْمَذْمُوم ، وَقِيلَ : مَائِلَات يَمْشِينَ مُتَبَخْتِرَات ، مُمِيلَات لِأَكْتَافِهِنَّ . وَقِيلَ : مَائِلَات يَمْشُطْنَ الْمِشْطَة الْمَائِلَة ، وَهِيَ مِشْطَة الْبَغَايَا . مُمِيلَات يَمْشُطْنَ غَيْرهنَّ تِلْكَ الْمِشْطَة . وَمَعْنَى رُءُوسهنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْت أَنْ يُكَبِّرْنَهَا وَيُعَظِّمْنَهَا بِلَفِّ عِمَامَة أَوْ عِصَابَة أَوْ نَحْوهمَا
Hadist ini termasuk mukjizat rosulullah SAW. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi. Adapun “berpakaian tapi telanjang”, ia memiliki beberapa sis penegrtian.
1.      Mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepadanya.
2.      Mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.
3.      Yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memeperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.
4.      Yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakan bagian dalalmnya.
و امّا مائلات, maka ada yang mengatakan menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.
مميلات Artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang melakukan. Ada yang mengatakan مائلاتitu berlenggok-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyangkan pundak. Ada yang mengatakan مائلاتadalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu para pelacur yang telah mereka kenal. Ada yang mengatakan مميلاتyaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.
Adapun رُءُوْسُهُنَّ كاَسنِمَةِ البُخْتِ, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.[3]
F.     Aspek Tarbawi
Dari hadits yang telah disebutkan ada banyak pendidikan yang dapat kita ambil seperti :
1.      Gunakanlah pakaian yang sesuai dengan syariat agama, yaitu menutup aurat dan indah dipandang.
2.      Pendidikan bukan hanya untuk lingkungan sekolah yang formal, tetapi pendidikan juga diperuntukkan bagi etika dalam berpakaian
3.      Menutup aurat tidak hanya dengan asal menutup, tapi harus memperhatikan  cara dan etika dalam berpakaian menurut islam, seperti tidak memakai baju terlalu ketat walaupun sudah tertutup semua auratnya.



















PENUTUP
Dari makalah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa memperhatikan penampilan dan khususnya etika berpakaina itu penting dalam islam. Terbukti dari hadits Rosullah SAW diatas yang menyatakan bahwa seorang wanita yang berpakaian ketat walaupun semua auratnya tertutup tidak akan bisa mencium bau surga apalagi untuk masuk kedalamnya.
Pribadi seseorang itu tercermin dari cara berpakaiannya, seseorang yang berpenampilan yang rapi mempunyai kepribadian yang baik. Dan sebaliknya seseoarang yang memperhatikan etika dalam berpakaian akan tercermin sebagai seorang pribadi yang jelek.












DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Hazbi Ash shidiqi, Tengku. 2009. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits. Semarang : PT Pustaka Riski Putra
Zaki Al din Abdl-‘Azhim Al Mundziri, Al Hafizh. 2004. Ringkasan Shahih Muslim. Bandung : Mizan
Syarah An-nawawi, juz 17










[1] Al hafidz  Zaki Al din ‘Abd Al-‘Azhim Al mundziri, Ringkasan shahih muslim,(Bandung : Mizan, 2004) hal hal.783
[2] Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqy, Sejarah dan pengantar ilmu hadits,(Semarang: PT Pustaka Riski Putra, 2009), hal 221-222
[3]Syarah An-nawawi, juz 17, hal 109-110

13 komentar:

  1. farah dibha (20201110357)
    menurut pemakalah sendiri, aksesoris cerminan jiwa yg benar spt apa? tlg jelaskan lbh terperinci

    BalasHapus
  2. Krisna Ayu Diana (2021110348)

    Batasan-batasan seperti apakah yang harus diperhatikan oleh seorang wanita dalam penggunaan aksesoris?

    BalasHapus
  3. Risnatul Khikmah (2021110374), KELAS: H

    1. Dalam terjemahan hadits "dan perempuan yang berpakian transparan yang menarik berjalan lenggak-lenggok, kepalanya seperti unta yang geleng-geleng" dapat diibaratkan seperti apa??
    2. bagaimana Islam mengatur etika berpakaian untuk laki-laki dan untuk perempuan?

    BalasHapus
  4. rohiman
    2021110356
    bagaimana pendapat pemakalah dengan fenomena pada zaman sekarang ini yang mana para perempuan memekai pakaian yang ketat-ketat,,?? dan di atas pemakalah mengatakan bahwa perempuan yang seperti itu tdk akan mencium bau surga apa lagi masuk surga.

    BalasHapus
  5. sokhiyah
    2021110379
    apa korelasi antara hadits dengan judul makalah yang anda buat,,?
    dalam hadits kn cuma membahas tntang wanita saja, yang untuk pria tdk d bahas.

    BalasHapus
  6. irfaqiyah
    2021110354

    pada dasarnya semua wanita mengetahui bagaimana pakaian yang benar dan dianjurkan tapi kebanyakan mereka tidak menerapkannya dalam cara berpakaian mereka, jadi aspek kognitifnya mereka kuasai tapi dalam aspek afektif dan psikomotoriknya tidak mereka jalankan, jadi apakah ada yang salah dengan dunia pendidikan kita? bagaimana pemakalah menanggapinya?

    BalasHapus
  7. siti mutoharoh
    2021110346
    H

    sering kita jumpai disekitar kita wanita yang berpakaian menyerupai laki" dan sebaliknya seorang laki" yang memakai cincin emas, padahal dalam islam telah dijelaskan bahwa seorang laki-laki tidak boleh memakai emas...
    bagaimana pemakalah menyikapai hal tersebut , dan bagaimana hukumnya..??????

    BalasHapus
  8. SUSWATI (H)
    2021110358

    bagaimana menurut pendapat pemakalah tentang seorang perempuan yg memakai celana longgar,yg terbuat dari kain dan tebal,disini kelebihan memakai celana daripada rok panjang itu, celana lebih praktis, ringkas,dan nyaman,juga tentunya lebih aman dari pada rok panjang,apakah penggunaan celana pd seorang perempuan itu sesuai dg syariat islam?

    BalasHapus
  9. Karimatul Khasanah(2021110361)
    Di dalam bagian aspek tarbawi tertera agar memakai pakaian yang menutup aurat dan indah di pandang, indah di pandang dalam konteks ini maksudnya bagaimana? dan biyasanya persepsi orang kan berbeda-beda mengenai keindahan.

    BalasHapus
  10. muhajir Azhary
    2021110340

    Maka janganlah para perempuan itu menggunakan aksesoris yang berlebihan yang nantinya akan banyak menyebabkan kemadhorotan baginya.. tolong di perjelas lagi maksudnya secara luas ...

    thanks for aLL...

    BalasHapus
  11. wahyu retty rena yusyansari
    2021110352


    1. pada arti hadits tertulis "dan sesungguhnya bau surga bisa di capai dengan perjalanan sekian dan sekian”. maksudnya sekian sekian yg bagaimana??

    2.bagaimana pendapat anda tentang cara berpakaian wanita pada masa sekarang??

    BalasHapus
  12. dari makalah di atas ada kalimat yang menyatakan bahwa pribadi seseorang tercermin oleh pakaiannya. padahal di masa sekarang ini banyak orang yang memakai pakaian rapih dan sopan, namun kenyataanya dia adalah seorang pencopet,penipu bahkan koruptor. Bagaimana pemakalah menanggapi hal tersebut?

    BalasHapus
  13. nama:ilma camalia
    nim :2021110380

    menurut pemakalah sendiri bagaimana cara berpakaian yang benar menurut prespektif hadis?

    BalasHapus