new post

zzz

Kamis, 01 Maret 2012

Kelas C, Roikhatul Miskiyah, 3 : MASJID SEBAGAI MADRASAH



MAKALAH
MASJID SEBAGAI MADRASAH

Disusun guna memenuhi tugas :
                             Mata Kuliah          : Hadits Tarbawi II
                             Dosen Pengampu  : M. Ghufron Dimyati, M.S.I





                                                stain.tif





Disusun oleh ;
Nama                   : Roikhatul Miskiyah
NIM           : 2021110141
Kelas          : C



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

PENDAHULUAN

Lembaga pendidikan adalah tempat dimana pembelajaran dilaksanakan, khususnya masjid yang akan menjadi pembahasan dalam hadits pada makalah ini. Para ulama telah sepakat bahwa terdapat tiga lingkungan pendidikan yang utama, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Sesungguhnya ketiganya adalah trilogi lingkungan, satu kesatuan lingkungan yang tak dapat dipisahkan, saling melengkapi, dan merupakan suatu sistem. Dalam kontek seperti ini maka proses pendidikan Islam dari seorang Muslim tidak hanya ditentukan oleh keberhasilannya pada salah satu dari ketiga lingkungan tersebut. melainkan pendidikan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Pendidikan Islam di dalam lingkungan masyarakat umumnya bersifat non-formal. Proses seperti ini umum terjadi melalui lembaga-lembaga sosial atau organisasi sosial yang tidak terlalu mengikat secara formal. Di zaman Rasulullah, proses bimbingan dilakukan melalui keluarga. Beliau senantiasa melakukankunjungan ke tiap keluarga dalam rangka melaksanakan risalahnya. Proses pendidikan melalui jalur di luar lingkungan keluarga baru dilaksanakan setelah syiar Islam semakin meluas dan peradaban Islam berkembang pesat. Pada masa rasul ini kemudian proses pendidikan berkembang pesat didalam lingkungan masjid. Sehingga masjid menjadi lembaga pendidikan kedua setelah keluarga. Hassan Langgulung  mengemukanan bahwa sarana pendidikan Islam dan kaum muslimin yang pada masa permulaan Islam adalah kuttab (surau), madrasah (sekolah), dan masjid , yang hingga masa modern ini tetap menjadi sarana pendidikan Islam.





PEMBAHASAN

A.    MADRASAH
            Masjid sebagai madrasah.

عن ابي سعيد : جاءت امرأة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقا لت : يا رسو ل
الله, ذهب الر جال بحديثك, فا جعل لنا من نفسك يوما نأ تيك فيه تعلمنا مما علمك الله. فقا ل: اجتمعنا في يوم كذا وكذا في مكان كذا وكذا. فاجتمعن. فأتا هن رسول الله صلى الله عليه وسلم فعلمهن مما علمه الله ثم قال : ما منكن امرأة تقدم بين يديها من ولدها ثلاثة إلاكان لها حجابا من النار. فقالت امرأة منهن: يا رسول الله اثنين؟ قال: فأعادتها مرتين ثم قال : واثنين, واثنين, واثنين.

B.     TERJEMAH
Dari abu sa’id, “seorang perempuan datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah pergi dengan haditsmu. Tetapkanlah untuk kami atas kemauanmu suatu hari yang kami datang padamu di hari itu, agar engkau mengajarkan kepada kami apa yang diajarkan Allah kepadamu. Beliau bersabda,’Berkumpullah pada hari ini dan itu, ditempat ini dan itu. Maka mereka pun berkumpul. Lalu Rasulullah SAW datang menemui mereka dan mengajarkan kepada mereka apa yang diajarkan Allah kepadanya. Setelah itu beliau bersabda,”Tidak ada seorang perempuan pun diantara kalian yang ditinggal mati tiga orang anaknya, melainkan anaknya itu menjadi penghalang bagi ibunya dari neraka’. Seorang perempuan di antara mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana dengan dua orang?’ Beliau bersabda,’Dan dua orang, dan dua orang, dan dua orang’.”[1]




C.     MUFRODAT
 جاءت = datang          ذهب     = pergi             حجا با = menghalangi
مراءة = perempuan     مكان     = tempat          ثلاثة   = tiga
 رجل = laki-laki          ولد        = anak             آثنين   = dua
D.    BIOGRAFI RAWI
Abu Sa'id al-Khudri (أبو سعيد الخدري) adalah Sahabat Nabi Muhammad dari golongan Ansar.. Ia lahir di Madinah tahun 10 sebelum hijrah. Nama lengkapnya Sa’ad bin Malik bin Sinan bin’Ubaidi Al Anshari Al Khazraji.[2] Ia mengajukan diri untuk berperang dalam Pertempuran Uhud pada 625 dimana ayahnya Malik ibn Sinan tewas, ia ikut dalam berbagai pertempuran selanjutnya. Walaupun ia pernah pergi ke Suriah untuk menemui Muawiyah bin Abu Sufyan, ia tetap penduduk Madinah. Pada Pertempuran Harrah tahun 64/683, ia ikut berperang untuk mempertahankan Madinah dari serbuan tentara Bani Umayyah. Ia disebutkan meninggal pada tahun 63/682, 64/683, 65/684, atau 74/693. Abu Sa'id salah satu perawi hadis yang paling banyak digunakan oleh umat Muslim. Jumlah hadis yang diriwatkan melaluinya berjumlah 1170 hadis, hal ini membuatnya termasuk dalam tujuh orang paling produktif dalam meriwayatkan hadis.[3]

E.     KETERANGAN HADITS
( Bab Nabi SAW mengajarkan umatnya, baik laki-laki maupun perempuan, tentang apa yang diajarkan Allah kepadanya tidak berdasarkan pendapat pribadi dan perumpamaan). Al Muhallab berkata,”maksudnya, apabila seorang ahli ilmu mendapat untuk berbicara berdasarkan nash, maka dia hendaknya tidak berbicara berdasarkan pendapat pribadinya dan analogi.” Maksud perumpamaan adalah qiyas,yaitu menetapkan hokum serupa yang diketahui, pada perkara lain karena kesamaan illat (sebab) suatu hokum. Sedangkan pendapat pribadi lebih umum dari pada itu.[4]
Seperti yang di jelaskan dalam hadits lain yang diriwayatkan aisyah berikut,bahwa ucapan rasuullah adalah
عن عا ئشة رحمه الله قلت كان كلا م رسول الله صلئ الله عليه وسلم كلا م فصلا يفهمه كل من سمعه  
Artinya; dari aisyah r.a berkata, ucapan yang jelas sistematis dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda bagi pendengarnya.bahwasannya perkataan rasulullah SAW adalah ucapan yang    tertata rapi, sehingga setiap orang yang mendengrnya bias memahami.[5]
 Bukhari menyebutkan hadits Abu Sa’id tentang perkataan seorang perempuan,قد ذ هب  الرجا ل بحد يثك    (kaum laki-laki telah pergi dengan haditsmu), lalu di dalamnya disebutkan فآ تاهن فعلمهن مما علمه الله(beliau kemudian datang kepada mereka dan mengajari mereka apa yang  diajarkna Allah kepadanya), di dalamnya juga disebutkan,            مامنكن امرأة تقدم بين يديها من ولدها (tidak ada seorang perempuanpun diantara kalian yang ditinggal mati tiga orang anaknya).
فاتاهن رسول الله  صلي الله عليه وسلم فعلمهن مما علمه ( Beliau kemudian datang menemui mereka dan mengajari mereka apa yang diajarkan Allah kepadanya). Ditempat tersebut disebutkan لقيهن فيه فوعظهن فو عمرهن فيما قال لهن . Beliau kemudian menjanjikan kepada mereka suatu hari untuk menemui mereka. Beliau menasehati mereka dan memeritahkan mereka. Maka diantara apa yang beliu katakan kepada mereka). Di sebutkan seperti di tempat ini.[6]
Menurut Imam Bukhari perempuan yang dating pada rasulullah,mungkin ia adalah asma binti Yazid bin AS sakan.
Selanjutnya redaksi’ mereka itu menjadi penghalang bagi ibunya dari api neraka.’ Menurut Al Karmani menunjukkan urusan yang hanya diketahui berdasarkan wahyu dari Allah dan dan tidak ada ruang bagi analogi dan pendapat.
Kesinambungan antara tema hadits (masjid sebagai madrasah) dengan isis hadits tersebut ditunjukkan pad kalimat, rasulullah bersabda:’ Berkumpullah pada hari inidan itu, ditempat ini dan itu’.maksunya ialah bahwsannya belajar mengajar bias dilakukan dimana saja dan kapan saja karena lembaga pendidikan itu banyak sekali tidak hanya lembaga pendidikan formal,tetapi juga non formal dan informal.
F.      ASPEK TARBAWI
Al Qadhi menyatakan bahwa masjid adalah lembaga atau wadah pendidikan yang kedua setelah rumah tangga. Pemahaman mendasar yang penting ditekankan di sini adalah bahwa masjid adalah tempat ibadah dan tempat pendidikan dalam pengertian yang luas. Menurut Quraish Shihab  kata „masjid‟ bukan sekedar memiliki makna sebagaimana bangunan tempat bersujud. Masjid juga bermakna tempat melaksanakan segala aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah swt. Dalam kaitannya dengan pendidikan Islam, masjid mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi edukatif dan fungsi social.[7]
Dari uraian hadits diatas, juga dapat ditarik nilai pendidikan sebagai berikut:
1.         Dalam menyampaikan/mengajarkan ilmu harus di sampaikan secara objektif’ tidak menggunakan analogi atau pun pendapat pribadi.
2.         Mengajarkan ilmu harus menyeluruh, tidak membandingkan peserta didik yang satu dengan yang lain.
3.         Kegiatan belajar mengajar bisa di lakaukan dimana saja dan kapan saja,karena lembaga pendidikan itu banyak sekali baik dalam ranah formal,non formal maupun informal.









PENUTUP

Disamping masjid menjadi tempat untuk berdakwah,beribadah,serta tempat umat berkumpul,sejak awal masjid berfungsi sebagai tempat mengajaran agama dan penerapannya dalam kehidupan. Al Qadhi menyatakan bahwa masjid adalah lembaga atau wadah pendidikan yang kedua setelah rumah tangga. Pemahaman mendasar yang penting ditekankan di sini adalah bahwa masjid adalah tempat ibadah dan tempat pendidikan dalam pengertian yang luas. Menurut Quraish Shihab  kata „masjid‟ bukan sekedar memiliki makna sebagaimana bangunan tempat bersujud. Masjid juga bermakna tempatmelaksanakan segala aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah swt. Dalam kaitannya dengan pendidikan Islam, masjid mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi edukatif dan fungsi social.















                                                     DAFTAR PUSTAKA

Al Asqalani,Ibnu Hajar. 2009. Fathul Baari syarah Imam Bukhari. Jakarta: Pustaka Azzam

Uhbiyati, Nur. 1998. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: cv.Pustaka setia

Mursi, muhammad Sa’id. 2007. Tokoh-tokoh Islam sepanjang Sejarah. Jakarta: Pustaka Al Kautsar

http:// hadits-pendididkan.html, diakses pada tanggal 25 februari 2012



[1]  Ibnu Hajar Al Asqalani, Fathul Baari Syarah Imam Bukhari, Jakarta; Pustaka Azzam, 2009, hal.168
[2] Muhammad Sa’id mursi, tokoh-tokoh islam sepanjang sejarah, Jakarta: Pustaka Al kautsar,2007,hal.126-127
[4]Ibnu Hajar Al Asqalani, Op.cit.,hal169-170
[5] http:// hadits-pendididkan.html, diakses pada tanggal 25 februari 2012
[6] Ibnu Hajar Al Asqalani, Op.cit.,hal169-170

[7] Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Setia, 1998, hal.233

8 komentar:

  1. nama : Arham Ali Firdaus
    NIM : 202 11 0101
    kelas c

    menurut anda,bagaimana caranya agar masjid2 sekarng dapat menjadi tempat madrasah kembali, karena realita zaman sekarang anak2 sangat dikonsentrasikan kepada ajaran sekolahan atau di privatkan sampai sore namun tidak di sekolah madrasahkan, karena sedikit madrsah yang ada di kota?

    BalasHapus
  2. nama: nurul islakhah
    nim: 2021110139
    ass...
    klo masjid digunakan sebagai madrasah,apa sisi positif dan negatifnya???

    BalasHapus
  3. Nama:Dewi Susanti
    Nim :2021110125


    menurut anda lebih efektif mana antara sekolah madrasah di masjid dan madrasah yang sudah disediakan gedungnya sendiri?

    BalasHapus
  4. nama : ayu hidayah
    nim : 2021110342
    kelas: C
    bagaimana pendapat anda seandainya masjid tidak hanya digunakan untuk madrasah yang hanya mengajarkan ilmu pengetahuan agama saja tetapi juga ilmu pengetahuan umum?

    BalasHapus
  5. mengapa masjid sebagai madrasah?istighfaroh 2021110119

    BalasHapus
  6. Nama: Khurotul Aini
    Nim : 2021110131
    Kelas : C

    Mohon jelaskan maksud hadits dan apa hubungannya judul hadits dengan isi hadist????

    BalasHapus
  7. nama:afif f
    nim:2021110096
    c

    pertanyaan:mengapa masjid sekarang ko sepi dan juga sering di kunci,sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya?pendapat anada mengenai hal tersebut?jelaskan dengan benar....

    BalasHapus
  8. jawaban:
    @arham, sbnrnya d msa skrg pun masjid msh berfungsi sbg madrasah (majlis ilmu) namun kurang bgt optimal hanya terbatas pd kajian ttn sja.
    mngenai krg.a mnt anak-anak pda madrasah hal tsb merpkn tanggung jawab org tua shrsnya lebih mmerhatikan ttg pndidikan anknya.
    @islakhah,sisi negatifnya ditakutkan akan keg peribadatan di masjid mlht fungsi utm masjid tu sndri sbg tmpt ibadah.
    positif: dpt mngktkn keimanan,twdhu' krn saat bljr d masjid tntnya hati qt lbh trjga dbndg d tmpt lain.
    @dewi sus, mnrt sy lbh efektif pmbljrn d t4 yg lbh khusus sprt madrasah mnmbg dri bbrpa sisi positifnya.
    @ayu hidyah, mnrt sy hal tsb tidak lagi relevan pd zaman skrg.
    @mba isti,karena pda zaman rasulullah masjid jg di gnkn sbg majlis ilmu, shg masjd jg mpy fungsi edukatif hgG skrg.

    BalasHapus