Laman

1111

Jumat, 27 April 2012

F10-62 Raudlotul Khasanah


MAKALAH

Reboisasi dan Penghijauan

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah           : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu   : Ghufron Dimyati


 










Disusun oleh :

Raudatul Khasanah
Kelas F



Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
(STAIN) PEKALONGAN

PENDAHULUAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas hidayah dan inayahNya tiada tara kepada kita semua sehingga kita dapat beraktifitas dan beramal seperti biasa tanpa aral apapun juga.
Dalam makalah ini kita akan membahas tentang hubungan manusia dengan lingkungan yaitu Reboisasi dan juga penghijauan.
Diantara jenis pendidikan yang paling baru dan amat penting adalah pendidikan tentang lingkungan hidup, atau pendidikan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang lingkungan hidup yang berada di sekitar manusia, serta menjaganya dari apa yang dapat menghancurkannya.


PEMBAHASAN

v  Hadits I dan terjemah

عن أنس بنا ما لك قال قالرسو ل الله صلى الله عليه وسلم : إن قا امت على أحد كم القيا مه وفي يد ه فسلة فليغر سها
Artinya :
Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah satu di antara kamu sekalian melakukan pengrusakan pada lingkungan sekitarnya, maka tanamlah kembali padanya.

Ø  Mufrodat
القيا مة        : mendirikan / melakukan 
يفرس         : menanam[1]
Ø  Biografi Perawi
Nama aslinya adalah Anas bin Malik bin Nadar Al-Khazraji. Beliau lahir pada tahun 612 dan wafat pada tahun 709. tapi  ada juga yang mengatakan bahwa beliau wafat pada tahun 712.
Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari Bani An-Najjai dan merupakan anak dari Umi Sulaim R.A. Sejak berusia 10 tahun beliau sudah melayani keperluan Nabi Muhammad SAW. Sehingga selalu bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, beliau menghafal benyak hadits.[2]

Ø  Pengembangan Hadits
Alam semesta merupakan karunia yang paling besar terhadap manusia. Untuk itu Allah SWT menyuruh manusia untuk memanfaatkannya dengan baik dan terus bersyukur kepada-Nya. Akan tetapi malah terjadi kerusakan disana-sini akibat perbuatan orang-orang munafik.
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menanam kembali apa yang rusak dari hutan yang telah di tebang. Rasulullah sendiri memuji perbuatan ini sebagai salah satu perbuatan yang terpuji.
Sekarang ini sudah banyak yang terjadi di darat, di laut maupun di udara, semua akibat perbuatan orang-orang munafik. Akibatnya banyak sekali terjadi bencana seperti banjir, gempa, angin puting beliung dan ada lagi yang sangat menghawatirkan yaitu issu akan terjadinya pemanasan global.
Sekarang ini banyak hutan yang rusak karena banyaknnya penebang liar dan tidak adanya lagi penghijauan kembali.
Rasulullah sangat tidak menyukai perbuatan seperti ini, dalam banyak hadits, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu menjaga lingkungan, salah satunya dengan cara menanam pohon kembali atau reboisasi dari apa yang sebelumnya telah kita rusak.[3]

v  Hadits II dan terjemah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, berkata
عن أنس ر ضي الله عنه قال
Rasulullah SAW bersabda
قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم
Apabila seorang muslim
ما من مسلم
Menabur benih dan menanam pohon
يغرس غر سا أو يزرع زر عا
Dan manfaatnya di ambil oleh burung
فيأ كل منه طير
Dan manusia
أو إنسا ن
Dan juga hewan lainnya
أو بهيمة
Maka di pandang sebagai melakukan sedekah[4]
ألا كا ن له به صد قة

Ø  Pengembangan Hadits
Dalam islam, sunah memberikan perhatian terhadap reboisasi dan juga penghijauan dengan amat besar dan tidak ada bandingannya. Banyak hadits Nabi SAW yang menjadikan pekerjaan menanam tanaman sebagai salah satu cara taqarrub yang paling afdhal kepada Allah SWT. Karena dengan upayanya itu, nantinya pohon itu dapat dimanfaatkan oleh manusia, kemudian burung dan juga hewan-hewan yang lain. Ia adalah sedekah jariyah yang terus menerus mengalir, selagi pohon yang ditanamnya masih hidup.
Kita bisa menangkap pelajaran dari kalimat di atas, bahwa selagi kita selalu menanam pohon dan juga merawatnya. Niscaya manfaat dari pohon yang kita tanam akan menjadi sumber pahala bagi kita karena kita telah bersedekah kepada makhluk ciptaan Allh yang lain.
Dalam memperhatikan masalah menanam pohon dan tetumbuhan, serta berusaha merawatnya kemudian merubah tanah yang tandus menjadi kebun yang hijau merupakan ajaran dari Rasulullah SAW.[5]


PENUTUP

Setiap manusia yang mau menanam pohon dan juga merawatnya, kemudian pohon itu berbuah dan buahnya di makan oleh seseorang, kemudian burung dan juga hewan lain, niscaya akan mendapat ganjaran dari Allah SWT, karena itu merupakan perbuatan bersedekah dan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Kemudian seseorang yang melakukan pengrusakan terhadap lingkungan, maka akan mendapatkan dosa karena telah merusak alam ciptaan Allah SWT.



DAFTAR PUSTAKA

Yunus, Mahmud . 1990 . Kamus Bahasa Arab – Indonesia . Jakarta : PT. Hidakarya Agung
http//al-islam.orang/tahrif/imprecation.biografi anas bin malik
http//bahr ulum’s web blog : Hadits tentang upaya pelestarian lingkungan
Az-Zabidi, Imam . 2000 . Ringkasan Shahih Al-Bukhari . Bandung : Penerbit Mizan
Qardhawi, Yusuf . 1998 . As-Sunnatu Mashdaran lil Ma’rifati wal Hadharati. Jakarta : Gema Insani Press


[1] Mahmud Yunus. Kamus Bahasa Arab – Indonesia . (Jakarta : PT. Hidakarya Agung, 1999)
[2] http//:al-islam.orang/tahrif/imprecation.biografi anas bin maslik
[3] http.//bahr ulum’s web blog : Hadits tentang upaya pelestarian lingkungan
[4] Imam Az-Zabidi. Ringkasan Shahih Al-Bukhari. (Bandung : Penerbit Mizan, 2000) hlm.427.
[5] Yusuf Qardhawi. As-sunnatu Mashdaran lil Ma’rifati wal Hadharati. (Jakarta : Gema Insani Press, 1998), hlm. 257.

5 komentar:

  1. eny marfu`ah
    202 111 0238
    kelas f

    bagaimana sih caranya menumbuhkan rasa cinta kita kepada alam dan lingkungan, agar kita senantiasa untuk melakukan reboisasi dan penghijauan itu ?......

    BalasHapus
  2. Anisa Afriani
    202109080
    kelas F

    terkadang ada seseorang yang sengaja menanam tumbuhan yang kemudian dijadikan sebagai bonsai. pada proses pembuatan bonsai, biasanya diberi kawat pengait agar arah ranting tumbuhan sesuai dengan yang diinginkan.Bagaimana pandangan pemakalah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya itu boleh-boleh saja karena termasuk proses memperindah tanaman....
      sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta kita tehadap tanaman (secara khusus) dan lingkungan (secara umum)...
      yang tidak di perbolehkan itu adalah apabila kita dengan sengaja merusaknya.......

      Hapus
  3. arif stiawan
    2021110270
    f

    "Jika salah satu di antara kamu sekalian melakukan pengrusakan pada lingkungan sekitarnya, maka tanamlah kembali padanya."

    1. ini itu anjuran atau perintah?
    2. beban ini ditujukan kpd si pengrusak saja atau juga kpd masyarakat?
    3. melihat realita sekarang, banyak pohon2 dipinggir jalan yang bisa dibilang tidak mengganggu, bahkan sangat bermanfaat tetapi ditebangi tanpa ada tindakan lanjutan. dan yg menebang itu pemerintah. bgaimana menurut pemakalah dalam menyikapi hal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. apabila di lihat dari susunan katanya, hadits tersebut termasuk anjuran, karena jika menggunakan kata perintah maka wajib hukumnya untuk setiap orang melakukannya, sedangkan anjuran itu hanya fardhu kifayah saja... dan hanya sebuah rambu-rambu untuk menghindari bencana yang di akibatkan dari pengrusakan lingkungan tersebut...............
      2. hadits ini di tujukan kepada semua manusia terutama bagi orang yang merasa melakukan pengrusakan.......
      3. saya sendiri tidak setuju akan hal ini, tapi kita juga tidak bisa berkomentar ataupun menyalahkan tindakan yang di lakukan oleh pemerintah tersebut karena kita tidak tahu tujuan dari di lakukannya penebangan pohon, mungkin saja pemerintah mempunyai niat yang baik seperti menghindari hal-hal yang mungkin terjadi karena adanya pohon tersebut seperti pohon tumbang karena angin besar dan lain sebagainya....

      Hapus