zzz

Kamis, 12 April 2012

G9-51 Fatkhiyatun Ni'mah

MAKALAH

SISTEM RIBA DAN KRISIS EKONOMI


Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu :  Ghufron Dimyati, M.S.I




Description: STAIN
 










Disusun Oleh :
FATKHIYATUN NI’MAH
NIM. 202 111 0319
                                          

JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

BAB I
PENDAHULUAN

Riba merupakan salah satu perbuatan haram yang harus dijauhi oleh umat Islam. Keharaman Riba telah diterangkan di dalam al-qur’an dan hadits Nabi SAW.
“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.
Jelas dapat diketahui dari ayat tersebut bahwa riba merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Berkaitan dengan hal ini pula, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Allah SWT Melaknat pemakan riba, orang yang member makan (orang lain) dengan riba, juru tulis tansaksi, riba, dua orang saksinya semuanya sama saja (HR. Muslim dan Ahmad).
Syariat Islam tidak memerintahkan kepada manusia kecuali pada sesuatu yang membawa kebahagiaan dan kemuliaan di dunia dan akhirat. Dan sebaliknya syariat Islam tidak melarang kecuali pada sesuatu yang adapt membawa keburukan dan kesengsaraan di dunia dan akhirat.
Demikian juga dengan adanya larangan riba, itu disebabkan karena riba mempunyai implikasi buruk dan bahaya bagi manusia. Akibat dari dosa ini dapat dirasakan oleh banyak kalangan, karena riba merupakan kedzaliman yang sangat jelas dan nyata.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hadis tentang Sistem Riba dan Krisis Ekonomi
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ حّدَّثَنِىْ اَبِيْ َحَدَّثَنَا مُوْسَى بْنُ دَاوُدَ, قَالَ: اَخْبَرَنَاابْنُ لُهَبْعَةْ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سُلَيْمَانِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ رَاشِدِ اْلمُرَادِى عَنْ عَمْرِ وَبْنِ اْلعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا مِنْ قَوْمِ يَظْهَرُ فِيْهِمْ الرِّبَاإِلاَّ أَخَذُوْا بِِالسَّنَةِ وَمَا مِنْ قَوْمٍ يَظْهَرُ مِنْهُمْ الرُّشَاإِلاَّ أُخِذُوْا بِالرُّعْبِ. (رواه احمد)[1]
B.     Terjemah Hadits
Dari Amar bin Ash ra, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada (balasan) bagi kaum yang tampak pada mereka perbuatan riba kecuali diambil dari tahun mereka, dan tidak ada (balasan) bagi kaum yang tampak dari mereka perbuatan suap kecuali diambil dari mereka ketakutan”

C.    Mufrodat
Tampak, terjadi
 ظَهَرَيَظْهَرُ
Mengambil
أَخَذَ )ب(
Menyuap, Menyogok
الرَّشَا
Ketakutan
الرُّعُبِ

D.    Biografi Rowi Pertama
Dalam kitab Tahdzibul Kamal disebutkan bahwa nama lengkap Amr bin Al Ash ialah Amr bin al Ash bin Wail bin Hasyim bin Sa’id bin sahm bin Amr ibn Hashish Ka’ab in Lu’ay bin Ghalib al Quraisyi merupakan sahabat Nabi SAW. Gelarnya ialah Abu Muhammad as sahmi. Rasulullah SAW memanggilnya dengan Abu Abdillah. Setelah ia masuk Islam. Beliau masuk islam pada tahun 8 Hijriyah, sebelum penaklukan kota Mekah, pada bulan yang sama dengan Khalid bin Walid bin Usman bin Thalhah yaitu pada bulan Safar.
Amr bin Al Ash merupakan penduduk asli kota Mekkah dan berasal dari suku Quraisy, pindah atau hijrah ke Madinah, kemudian meneap di Mesir dan meninggal disana pula. Berkata Abdul Jabar bin Warad, dari Ibnu Abi Mulaikah: Thalhah berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Amr bin Al Ash adalah termasuk orang Quraisy yang sholeh.[2]
Amr bin Al Ash juga dikenal sebagai seorang yang gagah berani pembawaannya. Beliau merupakan salah satu pemimpin tentara penaklukan kota Syam, dan kota Mesir pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan bekerja disana (kota Mesir) untuk beliaud an Khalifah Utsman. Kemudian pada masa Muawiyah diangkat menjadi Gubernur di Kufah samapi akhir hayatnya.
Mengenai tahun wafanya, ada beberapa pendapat. Menurut pendapat yang paling shohih, beliau wafat pada tahun 43 Hijriyah di Mesir dan dimakamkan disana.

E.     Keterangan Hadits
Hadits yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad diatas, bersumber dari sahabat Amr bin Ash yang mendengar langsung dari Rasulullah. Hadits tersebut menerangkan bahwa balasan yang pantas bagi suatu kaum yang telah tersebar luas dan merajalela perbuatan riba dalam kehidupa mereka adalah Allah akan menimpakan kepada mereka suatu malapetaka berupa bencana kekeringan (tahun paceklik) dan kelaparan serta krisis ekonomi yang membuat mereka sangat menderita.
Imam Al Harali berkata: banyaknya musibah yang di alami umat saat ini adalah sebagaimana yang ditimpakan kepada kaum Bani Israil yakni berupa siksaan yang amat buruk dan berjalan selama beberapa tahun, karena mereka telah melakukan perbuatan riba.
Dan balasan yang pantas bagi suatu kaum yang tampak dari mereka perbuatan suap menyuao adalah Allah akan menimpakan kepada mereka rasa ketakutan. Sehingga dengan begitu mereka tidak akan merasa tentram dalam kehidupannya.
Dalam keterangan lain, bahwa musibah tersebut akan ditimpakan Allah Kepada kaum yang tampak dari mereka perbuatan zina. Akan tetapi dasar dari keterangan ini kurang jelas.
Ibnu hajar berkata bahwa hadits ini juga menjelaskan bahwa penyakit Tho’un dan penyakit-penyakit menular itu terjadi karena adanya perbuatan-perbuatan yang keji. Dan apabila tampak perbuatan-perbuatan keji pada suatukaum, maka Allah akan menimpakan kepada mereka kebinasaan.[3]
                                                                                                  
F.     Aspek Tarbawi
Dari hadits dan keterangan tersebut maka dapat dilihat bahwa kita sebaiknya menjauhi perbuatan riba. Karena selain diharamkan akibat yang ditimbulkan pun tidak hanya akan dirasakan oleh orang yang melakukannya tapi riba juga memiliki implikasi buruk pada kehidupan sosial kemasyarakatan.
Masyarakat yang bermuamalah dengan riba tidak akan terjadi saling mebantu dalam kehidupannya, serta dapat menimbulkan kedengkian dan kebencian antarmasyarakat.
Selain itu, sistem riba juga menjadi sebab utama terjadinya kebangkrutan krisis ekonomi suatu bangsa.


BAB III
PENUTUP

Simpulan
Dapat disimpulkan dari uraian diatas, bahwa riba dan suap menyuap merupakan perbuatan yang sangat dibenci dan dilaknat oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam benar-benar harus menjauhi dua hal itu. Akibat yang ditimbulkannya pun sangat besar. Dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ahmad tersebut bahwa. Jika telah merajalela perbuatan atau sistem riba pada suatu kaum, maka Allah SWT akan mencabut kesuburan dari mereka dan menimpakan pad amereka kekeringan, kelaparan (krisis ekonomi) sehingga mereka menderita. Dan jika tampak dari suatu kaum perbuatan suap menyuap, maka Allah akan memberikan pada kaum tersebut ketakutan, sehingga mereka tidak akan merasakan ketentraman dalam hidup.



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad bin Hambal. 1993. Musnad Imam Ahmad bin Hambal. Beirut.
Al Asqalani, Ali bin Hajar. 1995. Tahdzibu At-Tahdzib. Beirut: Dar Al Fikri.
Al Manawi, Muhammad Abdur Ro’uf. 2003. Faidhul Qadir Syarh Jami’ul As-Saghir Juz.5. Mesir: Maktabah Mesir.
Jamaludin bin Yusuf. 2004. Tahdzibu Al Kamal. Beirut: Dar al kutub al Ilmiyah.



[1] Imam Ahmad, Musnad Imam Ahmad bin Hambal, Juz 4. Cet 1 (Beirut, 1993), hlm. 251.
[2] Jamaludin bin Yusuf, Tahdzibu Al Kamal, Juz 7, (Beirut: Dar al Kutub al Ilmiyah, 2004), hlm. 614.
[3] Muhammad Abdur Ro’uf Manawi, Faidhul Qadir Syarh Jami’u As-Saghir, Juz 5, Cet. 3, (Mesir: Maktubah Mesir, 2003), hlm. 641.

26 komentar:

  1. AbduL Hadi (202110300)
    Bagaimanakah prinsip ekonomi yan diterapkan oleh Rasulullah saw yang bisa kita contoh di zaman sekarang..
    sertakan dalil2nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip-prinsip ekonomi yang diajarkan oleh Rasulullah diantaranya:
      1. Kejujuran
      Rasulullah saw sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis. Dalam tataran ini, beliau bersabda, "Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu barang yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya" (HR Al-Quzwani).
      Selanjutnya, Ibnu Umar menurut riwayat Bukhori, memberitakan bahwa seorang lelaki menceritakan kepada Nabi SAW bahwa ia tertipu dalam jual beli. Kemudian Nabi SAW bersabda, "Apabila engkau berjual beli, katakanlah, ‘tidak ada tipuan’."

      diantara contoh kejujuran tersebut adalah Jujur dalam takaran dan timbangan,
      Allah berfirman dalam surah al-Muthafifin (83) ayat 1-3, yang artinya sebagai berikut :
      "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."

      2. Sikap longgar, ramah-tamah, dan murah hati
      Abu Hurairah memberitakan bahwa Rasulullah bersabda, "Ada seorang pedagang yang memiutangi orang banyak. Apabila dilihatnya orang yang ditagih itu dalam kesempitan, dia diperintahkan kepada pembantu-pembantunya, ‘Berilah kelonggaran kepadanya, mudah-mudahan Allah memberikan kelapangan kepada kita’. Maka Allah pun memberikan kelapangan kepadanya." Selain itu, Nabi Muhammad SAW pun mengatakan, "Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis" (HR Bukhari dan Tarmizi).

      3.Tidak menjelekkan bisnis orang lain
      Nabi Muhammad SAW bersabda, "Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain" (HR Muttafaq ‘alaih).

      4.bersaing secara sehat
      Hal tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah, "Janganlah kamu menjual dengan menyaingi dagangan saudaramu" (HR Muttafaq ‘alaih).

      5.Hanya menjual barang yang halal
      Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras, bangkai, babi dan ‘patung-patung’" (HR Jabir).

      Selain itu ada pendapat lain mengenai prinsip ekonomi dalam Islam, yakni:
      Menurut Yusuf Qardhawi (2004), ilmu ekonomi Islam memiliki tiga prinsip dasar yaitu tauhid, akhlak, dan keseimbangan.

      Menurut saya prinsip2 sebagaimana tersebut diatas masih bisa diterapkan pada zaman sekarang.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Atina Mauila Safitri
    2021110284

    Pada aspek tarbawi hadits terdapat kalimat "sistem riba juga menjadi sebab utama terjadinya kebangkrutan krisis ekonomi suatu bangsa. Apakah penyebab krisis ekonomi di indonesi adalah riba? dan bagaimana caranya menghentikan riba itu sendiri? dan apakah negara indonesia bisa maju ketika riba di berantas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyebab dari krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia tentu bukan hanya riba,akantetapi jika dilihat dari konteks hadits ini, riba merupakan salah satu sebab yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia khususnya dan krisis dunia pada umumnya.
      Perlu diperhatikan bahwa riba yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah riba yang telah menjadi suatu sistem dalam sistem perekonomian suatu kaum atau bangsa.

      Riba yang telah menjadi sistem atau kebiasaan pada suatu kaum atau bangsa, telah mengakar budaya, maka cara menghentikannya tentulah tidak mudah,apalagi jika di Indonesia yang penduduknya berjumlah ratusan juta jiwa. Menurut saya, untuk memulai sesuatu yang besar (dalam hal ini adalah menghentikan prakyek sistem ekonomi ribawi), kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Ykni dengan kita menjauhi praktek riba dalam bermuamalah, dan kembali berpedoman pada prinsip2 muamalah yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

      Kemudaian jika praktek sistem ekonomi ribawi telah bisa dihilangkan dari kehidupan bangsa Indonesia, mungkin saja negara kita ini akan bisa maju, akantetapi kembali pada yang telah saya jelaskan pada kalimat awal, bahwa penyebab terjadinya krisis ekonomi di Indonesia ini bukan hanya riba semata, akan tetapi tentu masih ada sebab yang lainnya. Jadi, sangatlah mungkin Indonesia akan bisa maju jika riba telah hilang dari sistem perekonomian kita ini, lebih2 jika perbuatan maksiat, suap dan perbuatan2 lain yamg dibenci oleh Allah telah dapat ditingggalkan oleh masyarakat kita.

      kuranglebihnya seperti itu menurut saya, jika terdapat kesalahan mohon bagi siapapun yang lebih tahu yang lebih tepat, agar bisa meluruskannya. terimakasih..

      Hapus
  4. M.Lendra 2021110299 G
    Mbak Ni'mah
    Saya memperoleh hadits dari Kitab Bulughul Maram Karya A.Hasan Bab Riba', yang artinya :
    "Dari Abi Umamah Rasulullah saw, bersabda:"Barangsiapa memberi Syafaat(Pertolongan) kepada saudaranya,lalu saudaranya memberi Hadiah (Suap) dan diterima, maka sesungguhnya ia telah menuju pada pintu Riba"
    Bagaimanakah pendapat anda, mengenai hadits tsb.
    Jadi dapat disimpulkan Riba' dan Suap adalah bersifat merusak moral dan Ekonomi suatu bangsa.
    Terima kasih.....

    BalasHapus
  5. 2021110312
    Riba sudah merajalela dinegeri ini bak jamur dimusim hujan, kita banyak dihadapkan dengan sistem yang berbau riba misalkan saja di Bank atau rentenir. Kalau kita kepepet dan benar-benar kepepet terus meminjam uang dari mereka itu bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keputusan Lembaga Pengkajian Islam dalam Muktamar yanh didakan di Kairo pada 1385 H yang dihadiri oleh perwakilan tiga puluh lima negara Islam memutuskan bahwa "meminjamkan dengan riba adalah haram, tidak bisa dibenarkan baik dalam keadaan mendesak ataupun darurat. Meminjam dengan sustem riba juga haram, dan hanya diperbolehkan dalam kondisindarurat. Dan masing-masing orang diserahkan kepada kualitas agamanya dalam mememntukan kedaruratan tersebut."
      (dikutip dari buku berjudul Bunga Bank Haram? karya Abdullah Muslikh dan Shalah as-Shawi, Jakarta: Darul Haq,2003)


      Jadi dapat dipahami bahwa dalam keadaan kepepet atau darurat meminjam uang dari lembaga keuangan yang menggunakan sistem riba itu diperbolehkan.

      Dan memang benar saat ini sistem ekonomi ribawi telah menguasai perekonomian negeri kita ini, bahkan sangat sulit untuk menghindari praktek riba saat ini. Akantetapi menurut saya, selama kita masih bisa menghindarinya maka sebisa mungkin kita harus meninggalkannya, lebih2 setelah kita mengetahui betapa besar bahaya riba dalam bidang ekonomi maupun sosial sebagaimana dijelaskan dalam hadits ini, maka tentu lebih utama untuk meninggalkannya...
      jika kita telah berusaha mencari solusi lain akan tetapi tidak ketemu juga, maka boleh menggunakan pengecualian itu, dan untuk lebih berhati-hati maka menurut saya lebih baik memilih bank yang jika kita amati masih menggunakan sistem ekonomi Islami..
      misalnya bank-bank syari'ah..

      kiranya seperti itu pemikiran saya, jika salah mohon diluruskan..

      Hapus
  6. labib ahmad
    2021110307

    mbak nikmah dalam makalah anda kan dijelaskan riba juga memiliki implikasi buruk pada kehidupan sosial kemasyarakatan..la saya minta contoh yang konkrit donk tentang implikasi tersebut yang terjadi pada saat ini,,,?

    BalasHapus
  7. NIM : 2021110323

    Apakah bunga bank dan riba memiliki kesamaan...???

    BalasHapus
  8. Khoirul Fatikhin(2021110291)
    Jelaskan menurut bahasa anda, mengenai terjemahan dari hadits diatas, terutama penjelasan mengenai makna "Kecuali".
    Kemudian apakah korelasi perbuatan zina, dan penyakit menular sesuai yang tertulis dimakalah anda, pada bab keterangan Hadits dengan pembahasan utama makalah anda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut pemahaman saya ,maksud terjemah hadits tersebut adalah bahwa tidak ada balasan lain dari Allah bagi kaum atau bangsa yang telah mempraktekkan sistem ekonomi ribawy selain akan ditimpakan kepada mereka bencana kekeringan, kelaparan dan krisis ekonomi...
      Dan tidak ada balasa bagi kaum yang telah merajalela perbuatan suap dari mereka selain ketakutan (terhadap musuh),,

      Hapus
  9. 20201110317
    tarmujiyanto

    pastinya anda mengetahui mengenai riba itu, yang saya tanyakan hukum riba itu dr hadits anda dan juga yang dijelaskan dlm Al Quran.????

    terimakasih atas jwbnya.

    BalasHapus
  10. Anna irhamna
    2021110303
    bagaimana dalam perdagangan sistem kredit itu?apakah ada unsur riba nya,,,,,,

    BalasHapus
  11. faridah
    2021110314
    G
    Dalam terjemahan hadits diatas dituliskan “Tidak ada (balasan) bagi kaum yang tampak pada mereka perbuatan riba kecuali diambil dari tahun mereka, dan tidak ada (balasan) bagi kaum yang tampak dari mereka perbuatan suap kecuali diambil dari mereka ketakutan”.yang saya tanyakan apakah ada hubungan antara riba dan suap ??mohon jelaskan.....

    BalasHapus
  12. Khoirul furqon
    2021110327

    kenapa riba itu dapat menyebabakan krisis ekonomi??padahal dengan riba justru akan memperoleh keuntungan yang besar???

    BalasHapus
  13. Mushonif
    2021110288

    Bagaimana menurut analisis anda terhadap sistem riba yang menjadikan krisis ekonomi?
    tolong jelaskan !!!

    BalasHapus
  14. Moh.Zuhrufi Sani
    2021110322
    G

    Bagaimana pandangan anda mengenai bank konvensional yang mengandung unsur riba, dan apakah orang yang bekerja di bank tersebut juga terjerat riba?mohon penjelasan dan terimakasih.

    BalasHapus
  15. Faidatul Aula
    2021110316
    G
    dari yang saya ketahui, bahwa bank-bank itu identik dengan riba.
    yang saya tanyakan, bagaimanakah status dari gaji yang diperoleh para karyawannya,sementara mereka disana bekerja dengan maksud untuk mencari uang.? dan bagaimana pula status dari laba ataupun hasil yang diperoleh dari bank tersebut..?
    mhon jelaskn..thanks

    BalasHapus
  16. 2021110306
    Kiat-kiat supaya kita terhindar dari riba?

    BalasHapus
  17. Rif'atul Zami Izzati
    202109002
    G

    Bagaimana membentuk ekonomi bangsa kita tercinta ini agar terhindar dari krisis ekonomi dan terhindar juga dari AzabNya akibat praktek riba dan suap yang marak terjadi sekarang ini?????

    BalasHapus
  18. 2021110302 G

    Riba memang sangat tegas pelarangannya dalam Al-Quran, bahkan Allah SWT sangat keras mengibaratkan riba itu seperti perzinahan, mengapa demikian?
    Tapi mengapa riba sering dilakukan tolong jelaskan

    BalasHapus