Laman

Rabu, 05 Oktober 2016

sbm 4 H MEDIA BELAJAR

MEDIA BELAJAR

   Lilis Maghfiroh   
 Azka Farihatullillah  
 Nur Khamidah   

Kelas: PAI H

FAKULTAS TARBIYAH/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
2016



KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Media Belajar” ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga penulis berterima kasih pada Muhammad Hufron, M.S.I selaku Dosen Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar yang telah memberikan tugas ini.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Media Belajar. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan. Untuk itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya penuis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.







Pekalongan, 4 Oktober 2016

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

Kemajuan ilmu pengetahuan atau teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Melalui kemajuan tersebut para guru dapat menggunakan berbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan media komunikasi bukan saja dapat mempermudah dan mengefektifkan proses pemebelajaran lebih menarik. Peranan media didalam proses pendidikan adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan proses belajar mengajar dapat tercapai dengan sempurna. Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar  sehingga peserta didik tidak bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar.
            Proses pemebelajaran merupakan proses komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan, komponen penerima pesan dan komponen pesan itu sendiri. Kadang-kadang dalam proses pemebelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya, materi pelajaran atau pesan yang disampaiakan guru itu tidak dapat diterima oleh siswa dengan opotimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa, lebih parah lagi siswa sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian media
Kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana Penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.[1]
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely berpendapat bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang telah membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku, teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.
Gagne ( 1970 ) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu, Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan-pesan serta merangsang siswa untuk belajar, buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.[2]
B.    Fungsi media pembelajaran
Pada awalnya media hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yakni berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa dalam rangka mendorong motivasi belajar, memperjelas, dan mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi lebih sederhana, konkrit, serta mudah dipahami. Dengan demikian media dapat berfungsi untuk mempertinggi daya serap dan retensi anak tehadap materi pembelajaran.[3]
Lebih detail fungsi penggunaan media dalam proses pembelajaran menurut Prof. Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, M.Pd
1.     Menarik perhatian siswa
2.     Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran
3.     Memperjelas penyajian pesan agar tidak besifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
4.     Mengatasi keterbatasan ketebasan ruang
5.     Pembelajaran lebih komunikatif dan dan produktif
6.     Waktu pembelajaran bisa dikondisikan
7.     Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajra
8.     Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu/menimbulkan gairah belajar
9.     Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam
10.  Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.[4]
C.    Macam-macam media dan karakteristiknya
Menurut Syaifulbahri Djamarah dan Aswan Zain, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi.
Ø  Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan ke dalam empat kelompok yaitu:
1.      Media Hasil teknologi
Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau photografis.
Karakteristik media cetak:
a.      Teks dibaca secara linear
b.     Menampilkan komonikasi secarasatu arah dan reseptif
c.       Ditampilkan secara statis atau diam
d.     Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan
e.       Berorientasi atau berpusat pada siswa
f.       Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai
2.      Media hasil teknologi audio-visual
Teknologi audi-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual. penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar.
Karakteristik media hasil teknologi audio visual:
a.      Bersifat linear
b.     Menyajikan visual yang dinamis
c.       Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang
d.     Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
e.      Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
f.      Berorientasi pada guru
Pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang konfensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan staf lembaga penndidikan. Dalam sistemini guru mengkomunikasikan pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan pertemuan tatap muka (face to face).
3.     Media hasil teknologi yang berdasarkan computer
Teknologi berbasis computer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-suber yang berbasis micro-prosesor.
Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajiandan tujuan yang ingin dicapai melipiti tutorial,penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikaskan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari dari, dan basis data (sumber yang dapat membantu siswa menambah informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing )
Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan komputer:
a.          Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
b.          Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
c.          gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
d.          Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
e.           Berorientasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi
4.     Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer
Teknologi gabungan adalah cara unntuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel(alat-alat tambahan), seperti: vidio disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio:
a.      Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear.
b.       Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya.
c.      Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relevan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa.
d.     Prinsip ilmu kognitif dan kontrukstifisme ditetapkan dalm pengembangan dan penggunaan pelajaran. Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan.
e.        Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa.
Ø  Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam:
a.      Media auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja.
b.      Media visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam dan ada pula yang menampilkan gambar atau symbol yang bergerak.
c.      Media Audiovisual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi ke dalam:
1)     Audivisual Diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam.
2)     Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak.
Ø   Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
a.        Media dengan daya liput luas dan serentak
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama.
b.       Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
c.         Media untuk pengajaran individual.[5]
Ø   Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi ke dalam:
a.        Media Sederhana
b.       Media Kompleks

D.    Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksinantara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
a.      Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
b.     Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
c.      Proses pembelajaran lebih interaktif.
d.     Efisiensi dalam waktu tenaga.
e.      Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
f.      Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
g.     Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar.
h.     Mengubah peran guru kearah yang lebih positif dan produktif.[6]



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengejar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu perlu memilihnya dengan cermat dan tepat agar dapat digunakan secara tepat guna.



DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Drs. Syaiful Bahri dan Drs. Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Fathurrohman, Pupuh, dan Sobry Sutikno. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT Refika Aditama.
Suprihatiningrum, Jamil. , 2015. Strategi Pembelajaran: Teori & Aplikasi. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Usman, M. Basyiruddin, dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputan perss.
Zaenal Mustakim. 2015. Strategi Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.





PROFIL:

Nama  : Lilis Maghfiroh
Nim     : 2021114169
TTL     : Pekalongan, 26 Juli 1995

Nama  : Azka Farihatullillah
Nim     : 2021114175
TTL     : Batang, 22 Mei 1996

Nama  : Nur Khamidah
Nim     : 2021114176
TTL     : Batang, 11 Agustus 1995




      [1] Drs. Syaiful Bahri Djamarah, dan Drs. Aswan Zain,  Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2002), hlm, 136
      [2] Zaenal Mustakim, Strategi Metode Pembelajaran, (pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2015), hlm, 149
      [3] M. Basyiruddin Usman, dan Asnawir, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputan pers, 2002), hlm 20-21
      [4] Pupuh Fathurrohman, dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar,  (Bandung: PT Refika Aditama, 2009), hlm 67
      [5] Zaenal Mustakim, op,Cit., hlm 166-168
[6] Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran: Teori & Aplikasi, (Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2015), hlm 320

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar