Laman

Selasa, 03 April 2012

Jawaban G6-29 Abdul Hadi


Jawaban Pertanyaan Hadits 29
Kelas G
1.     M. Lendra (2021110299)
Apakah semua hal yang ghaib dapat diukur dengan penalaran ilmu modern ? Berikan tanggapan anda
Jawab :
Kalau menurut pemahaman saya ilmu-ilmu modern tidak dapat mengkaji hal-hal yang sifatnya ghaib atau metafisik, karena ilmu-ilmu modern biasanya membahas hal-hal yang bersifat materi. Hal-hal yang bersifat metafisik bisa diukur atau dikaji dengan ilmu filsafat terutama filsafat islam.
2.     Wido Murni (2021110302)
Bisakah dengan HIPNOSIS menghilangkan kemampuan melihat makhluk halus?
soalnya temen saya terganggu dengat bakatnya tersebut dan ingin menghilangkannya.
jika bisa bagaimana caranya atau contoh scriptnya?
Jawab :
Kalau kita telusuri hipnosis berasal dari kata hypnos yang artinya tidur, namun hipnotis itu sendiri bukanlah tidur. Secara sederhana, yaitu fenomena yang mirip tidur, dimana alam bawah sadar lebih mengambil peranan dan alam sadar berkurang peranannya. Pada kondisi ini seseorang menjadi sangat sugestif (mudah dipengaruhi), karena alam bawah sadar yang seharusnya menjadi filter logic sudah tidak lagi mengambil peranan.Seseorang yang terhipnotis sebetulnya pada kondisi sangat terkonsentrasi yang sangat fokus. Jadi proses hipnotis adalah proses membimbing seseorang berpindah fokus dari eksternal ke internal (konsentrasi). Akan tetapi masayarakat biasanya menyebut hipnosis dengan sebutan hipnotis.
From : http://ahi.or.id/apakah-hipnotis-itu.html
Untuk fungsi hipnotis itu sangat banyak, tidak ada batasan mengenai apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan dengan hipnosis. Karena hipnosis adalah ilmu untuk meng-eksplorasi pikiran, sehingga hipnosis bisa berperan di hampir semua bidang kehidupan yang melibatkan pikiran manusia. Oleh karena itu, kemudian terbentuklah cabang dalam keilmuan hipnosis antara lain:
  • Hipnoterapi (aplikasi hipnosis untuk mengatasi permasalahan psikologis dan membantu menyembuhkan permasalahan fisik).
  • Medical Hipnosis (aplikasi hipnosis di bidang kedokteran terutama untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita pasien. Saat operasi, melahirkan, cabut gigi dll, bisa menggunakan hipnosis supaya tidak terasa sakit).
  • Hynosis Comedy (praktek hipnosis untuk keperluan hiburan sebagaimana kita lihat ditelevisi dan dipanggung-panggung hiburan).
  • Forensic Hipnosis (hipnosis yang dipakai oleh penyidik untuk membantu mengingat detail kejadian dan dipakai untuk saksi dan korban apabila mereka memiliki trauma yang dalam dan bukan dipakai untuk tersangka).
  • Metaphysical Hipnosis (aplikasi hipnosis yang bersifat eksperimental dan digunakan untuk meneliti fenomena metafisik.
From : http://www.psikologizone.com/mengenal-hipnotis-lebih-jauh/065113960
Menurut saya pribadi hipnosis tidak bisa digunakan untuk menghilangkan kemampuan seseorang untuk melihat penampakan makhluk halus karena hipnotis sendiri sifatnya pemasukan sugesti ketika seseorang sedang tidak sadarkan diri.
Kemudian mengenai teman saudara yang bisa melihat makhluk halus itu menurut saya adalah sebuah karunia Allah yang sangat bermanfaat. Tidak sembarang orang bisa, jadi menurut saya dikembangkan saja, jangan malah dihilangkan, siapa tahu ada orang yang membutuhkan bantuan dari kemampuan tersebut.
3.     Khoirul Furqon (2021110327)
Maksud dari makhluk metafisika dari hadis tersebut apa??
Jawab :
Makhluk metafisika adalah makhluk yg dianggap hidup di alam gaib yg berada di luar alam fisik, mereka ada akan tetapi tidak bisa dilihat. Misalnya : malaikat, jin, termasuk disini adanya surga dan neraka adalah termasuk makhluk metafisik.
4.     Atina Mauila Safitri (2021110284)
Apa korelasi antara judul dengan hadis terebut???
Jawab :
Menurut saya korelasi antara judul makalah dan hadits tentang keutamaan majlis dzikir adalah di hadits yang menjelaskan tentang keutamaan majlis dzikir ini kan di dalamnya disebutkan bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat yang selalu taat menjalankan tugas-tugasnya dan juga disebutkan pula adanya surga dan neraka, makhluk-makhluk itu kan sifatnya metafisik. Jadi secara tidak langsung hadits ini menjelaskan adanya makhluk-makhluk metafisik yang nyata bukan hanya hayalan.
5.     M. Irkham (2021110312)
Sejauh mana kita perlu mendalami hal-hal yang bersifat metafisik?
Kita disuruh mengetahui dan mengimani adanya hal-hal yang ghoib atau metafisik akan tetapi Allah membatasi pengetahuan manusia tentang hal tersebut. Sesungguhnya tak ada seorangpun yang mengetahui perkara ghaib dan hal-hal yang berhubungan dengannya, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah banyak menegaskan hal ini dalam Al-Qur`an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (An-Naml: 65).
Dalam ayat lainnya Allah berfirman: “Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan?’.” (Al-Baqarah: 33)
Banyak sekali dalil-dalil yang berhubungan dengan masalah ini. Namun mungkin yang disebutkan di sini, sudah dapat mewakili bahwa Allah-lah yang mengetahui hal ihwal alam ghaib. Sedangkan manusia, jin, dan malaikat tak ada yang bisa mengetahui dan melihatnya kecuali apa-apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala kuasakan.
Jadi intinya kita boleh mengetahui hal-hal yang bersifat ghaib atau metafisik akan tetapi ada batasnya dan diniatkan untuk menyempurnakan keimanan kita kepada Alah yang juga dzat yang bersifat metafisik. Karena kunci-kunci mengenai keghaiban hanyalah milik Allah semata.

6.     Muh Saiful  (2021110310)
Dilihat dari judul makalh yang anda buat, pasti orang langsung bertanya-tanya....makhluk metafisik itu makhluk yang bagimana???dan mengapa pembahasan makhluk metafisik ini diakitkan dengan majlis dzikir???
Jawab :
Kalau menurut saya pertanyaan anda yang pertama itu  mirip dengan pertanyaan Furqon yang sudah saya jelaskan di atas, kemudian yang kedua juga mirip dengan pertanyaannya Atina, mungkin bisa anda lihat di atas.
7.     Faidatul Aula (2021110316)
Dlm hadits di atas, yang dimaksud dengan sayap sayap malaikat itu sebenarnya yang bagaimana, apakah memang malaikat itu bersayap atau itu merupakan makna yang konotatif..?
Lalu, jika ada orang yang tertidur dalam sebuah majlis dzikir itu bagaimana..?
mhon jelaskan ! trimakasih..
Jawab :
a)      Ada dua pandangan berkaitan dengan makna dari sayap-sayap yang ada didalam ayat tersebut dimana keduanya akan menyelesaikan permasalahan diatas.
1.     Sesungguhnya malaikat itu adalah fisik akan tetpai fisik halus yang sifatnya cahaya, jikalau demikian maka tidaklah bermasalah jikalau dikatakan bahwa malaikat itu memiliki sayap-sayap dengannya terbang tinggi dilangit dan naik keatasnya serta turun dengannya ke bumi, maksudnya bahwa sayap-sayap ini bukanlah sejenis sayap burung yang serupa dengan tangan manusia hanya saja dia mengandung bulu, kesamaan antara sayap burung dengan sayap malaikat adalah kesamaan dalam tugas, dalam artian kalau sayap burung menjadikannya dapat terbang serta melayang-layang maka demikian pula dengan sayap malaikat yang menjadikan mereka dapat terbang tinggi serta melayang jauh dilangit.
2.     Sesungguhnya malaikat bukanlah fisik melainkan ia merupakan dari jenis ciptaan-ciptaan non materi yang terlepas dari materi secara utuh, Jikalau yang dimaksud demikian maka maksud dari sayap-sayap didalam ayat tersebut adalah berkaitan dengan para malaikat yang bertugas untuk naik dan terbang kelangit meski tidak memiliki sayap-sayap sebagaimana yang dimiliki oleh ciptaan-ciptaan yang berfisik atau alam materi.
b)     Diatas telah dismpaikan bahwa tiada akan celaka orang yang mau ikut duduk bersama di dalam majlis dzikir walaupun ada seorang yang pendosa dan dia lewat kebetulan numpang dudk di majlis tsb. Maka kesimpulannya apabila ada seseorang yang tertidur di sebuah majlis dzikir dia tetap mendapat keutamaan dari majlis dzikir tsb.

8.     Khafidzin (2021110311)
Apa hukumnya kita mengimani mahluk metafisik?
Jawab :
Kalau menurut saya masalah hukum mengimani itu masuknya berarti kedalam masalah taukhid disini cuma menjelaskan bahwa makhluk metafisik itu benar adanya.
9.     Labib Ahmad (2021110307)
Contohkan bukti yang konkrit bahwa mahkluk metafisik itu ada?
Jawab :
Kalau bukti yang kongrit mungkin sulit karena makhluk metafisik kan tak bisa dilihat dan tak bisa dipegang memang ada sebagian orang yang dapat melihat makhluk metafisik yang bernama jin atau segolongannya. Akan tetapi di dalam Alqur’an dan Hadits sudah banyak dijelaskan mengenai makhluk metafisik. Di atas juga saya sudah menjelaskannya.
10.   M. Farid (2021110306)
Bagaimana sebaiknya kita mensikapi adanya makhluk metafisik itu?
Jawab :
Menurut saya cara kita menyikapi adanya makhluk metafisik tersebut adalah dengan cara kita mengimani dan memahami bahwa ada makhluk yang ada disekitar kita yang tidak bisa kita lihat. Makhluk tersebut sama seperti kita yaitu sama-sama makhluk Allah yang diciptakan untuk menyembah kepada Allah walaupun golongan Iblis mendurhakai Allah. Maka dari itu jangan sekali-kali kita menyekutukan Allah dengan cara kita meminta pertolongan kepada mereka, karena sesungguhnya Allahlah tempat kita meminta pertolongan atas segala kesulitan.
11.   Faridah (2021110314)
Melihat aspek tarbawi yang ada, ada salah satu yang menyebutkan bahwa "Bolehnya menyeru Allah dengan lafazh Ya Rabbi (wahai Rabbku)", sedangkan jika dilihat secara etika, pantaskah kita mengucapkan kata "ya" kepada Allah, meskipun itu dalam doa..apakah tidak lebih baik kita menggunakan kata yang lain?
Jawab :
Kata “Ya” dalam kalimat “Ya Rabbi”, ya di sini dalam kaidah ilmu nahwu adalah yang disebut dengan ya nida’ biasanya digunakan untuk sapaan, Ya artinya adalah wahai. Kalau menurut saya boleh-boleh saja kita menggunakan awalan ya ketika menyebut asma Allah Ya Rabbi dan itukan sudah biasa digunakan, menurut saya itu yang cocok, kalau ada kata lain selain dari lafal “ya” saya belum tahu.
12.   Jumaroh (2021110295)
Jelaskan maksud dari pernyataan berikut:"Hadits ini juga menunjukkan keutamaan duduk bersama orang-orang soleh",tlong sebutkan dan jelaskan keutamaan-keutamaan tersebut. selain itu maksud manusia sebagai makhluk metafisika itu apa? Jelaskan!
Jawab :
Sepemahaman saya keutamaan duduk bersama orang-orang shaleh dalam hadits ini bahwa apabila kita duduk bersama orang-orang shaleh dalam sebuah majlis dzikir kita akan terampuni dosa-dosa, terhindar dari siksa api neraka, diijabahi doa-doa yang dipanjatkannya karena dalam majlis tersebut ada malaikat yang ikut khadhir dalam majlis tersebut  dan setelah majlis tersebut bubar malaikat-malaikat tersebut kembali ke hadirat Allah untuk menyampaikan semua permohonan orang-orang dalam majlis tersebut.
Untuk mengenai manusia sebagai makhluk metafisik mohon maaf saya belum menemukan referensinya yang menjelaskan hal tersebut.
13.   Moh.Zuhrufi Sani (2021110322)
Bagaimana cara upaya menghindari agar majlis dzikir tidak bubar?
Jawab :
Kalau masalah bagaimana caranya agar majlis dzikir tidak bubar ini mungkin agak keluar dari pembahasan karena ini masuknya berarti masalah teknis akan tetapi baiklah akan saya coba jawab. Menurut saya dalam sebuah kegiatan termasuk juga majlis dzikir itu harus ada promotor yang slalu menggerakkan acara tersebut karena sangat mustahil apabila dalam sebuah kegiatan tidak ada yang mau menghidupkan akan hidup kegiatan tersebut. Kemudian tidak cukup dengan adanya kesadaran pribadi untuk selalu menghidupkan majlis dzikir tersebut akan tetapi harus adanya kesadaran kolektif. Jadi inttinya peserta majlis tersebut harus benar-benar memahami fadhilah sebuah majlis dzikir.
14.   M. Teguh Bangun S. (2021110289)
Bagaimana jika seseorang menghadiri majlis dzikir akan tetapi orang tersebut malah melakukan aktifitas lain selain mengingat ALLAH SWT seperti berbicara sendiri ataupun bergurau,akankah para malaikat tetap mendoakan orang tersebut,,,?
Jawab :
Pertanyaan anda juga nampaknya mirip dengan yang diatas intinya dalam sebuah majlis dzikir tapi tidak ikut berdzikir. Walau orang tersebut tidak ikut berdzikir kepada Allah dia tetap mendapatkan keutamaan dari majlis dzikir tersebut, inilah keutamaan duduk dengan orang-orang yang berdzikir.
15.   Muhammad Ali Fahmi (2021110285)
Menurut pemakalah dalam melakukan dzikir lebih utama mana yang dilakukan sendiri atau dilakukan secara berjamaah?
Apbila kita mendapat 2 undangan yang datang bersamaan antara majelis dzikir dan majelis ilmu ? mana yang harus didahului?
Jawab :
Mengutip dari pemikiran Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, beliau berpendapat majlis-majlis dzikir adalah khusus pada majlis-majlis tasbih, takbir dan lainnya, juga qiraatul Qur’an saja. Walaupun pembacaan hadits, mempelajari dan berdiskusi ilmu (agama) termasuk jumlah yang masuk di bawah istilah dzikrullah Ta’ala”.
Dari perkataan di atas, nampaknya beliau menguatkan bahwa majlis ilmu tidak termasuk majlis dzikir. Namun banyak juga perkataan ulama yang menyebutkan bila majlis ilmu termasuk majlis dzikir. Dan pendapat kedua inilah yang lebih kuat, insya Allah. Jadi kesimpulannya keduanya sama-sama mempunyai keutama
Kemudia untuk pertanyaan yang kedua, saya pernah mengkaji kitab kalau tidak salah kitab Targhib Wa Tahdib yang di dalamnya terdapat penjelasan apabila kita mendapat 2 undangan dalam suatu majlis apapun, kita pilih dulu yang lebih awal datang, apabila berbarengan, kita pilih dulu yang lebih dekat, apabila dekatnya sama kita pilih dulu yang pengundangnya tersebut masih saudara dengan kita.
Itulah yang bisa saya jawab semoga bisa bermanfaat, apabila ada kesalahan itu adalah keterbatasan dari saya, atas partisipasinya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar