Laman

Sabtu, 19 Mei 2012

LIA IFANA : “ Menanamkan nilai-nilai pendidikan Al-Qur’an dan Hadits dalam persepektif kehidupan sehari-hari”



Sabda Rasulullah dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Jurair bahwa Rasulullah bersabda:
اعملوا بطاعة الله واتقوا معاصي الله ومروا اولادكم بامثال الاوامر واجتناب النواهي فذلك وقاية لهم ولكم من النار
Artinya: “Taatilah perintah Allah dan jauhilah larangan Allah, dan perintahkanlah anak-anakmu untuk menaati perintah Allah dan untuk menjauhi larangan-larangan Allah, dan dengan demikian engkau telah melindungi dirimu dan anak-anakmu dari siksa api neraka” (HR. Ibnu Jurair).
Dalam konteks pendidikan anak usia dini dalam persfektif al-Qur`an, ada banyak isyarat di dalam Al-Qur'an yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Satu dari sekian banyak isyarat itu adalah tentang pokok-pokok pendidikan anak yang dilakukan oleh seorang ahli hikmah yang bernama Luqman. Allah Swt mengabadikan keberhasilan Luqman dalam mendidik anak-anaknya di dalam surat Luqman.
1.      Pengenalan Ajaran Tauhid
pengenalan ajaran tauhid adalah pondasi dasar di dalam pendidikan sebelum anak dikenalkan dengan ajaran agama lainnya dan ajaran perilaku baik atau akhlak.
Dengan cara sebagai berikut:
·         Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan) di antara orang tua dan anaknya
·         masih terkait dengan metode pendidikan akan pengenalan ketauhidan bagi anak adalah dengan cara menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin, seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah.
·         memberi kesan positif tentang Allah, untuk mengenalkan sifat-sifat baik Allah Jangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong”, perkataan ini akan menimbulkan kesan dibenak si anak bahwa seolah-olah Allah itu pemarah, tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”.
·         hal yang paling penting dalam menyampaikan pendidikan utamanya pendidikan budi pekerti adalah dengan memberi keteladanan.
·         orang tua memberikan pendidikan kepada anak-anaknya adalah senantiasa disampaikan secara kreatif dan terus-menerus belajar dan berusaha sejalan dengan perkembangan anak.

2.      Pendidikan Akhlak
Pokok kedua yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam hal pendidikan kepada anak usia dini adalah menanamkan kebiasaan berakhlak atau berbudi pekerti baik sejak dini.
Rasulullah bersabda diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud yang artinya:
Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun dan pukullah mereka kalau meninggalkan ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)
hadits tersebut di atas dapatlah dipetik pelajaran mengenai tahapan memberikan pendidikan akhlak kepada putra-putri Islam yang diantaranya:
Ø  seorang muslim yang hendak menanamkan kebiasaan baik kepada putra-putrinya haruslah dimulai dengan kedekatan emosional terlebih dahulu antara orang tua dan anaknya.
Ø  setelah secara emosional dekat, barulah orang tua baru bisa menanamkan akhlak baik dengan cara memberi teladan kepada anaknya.
3.      Pendidikan intelektual
Pokok Ketiga dalam rangka pendidikan bagi anak usia dini adalah pendidikan intelektualnya. yaitu proses kognitif atau berpikir, atau kemampuan menilai dan mempertimbangkan. Pendidikan intelektual ini disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak.
4.      Pendidikan fisik
Dengan memenuhi kebutuhan makanan yang seimbang, memberi waktu tidur dan aktivitas yang cukup agar pertumbuhan fisiknya baik dan mampu melakukan aktivitas.
5.      Pendidikan Psikis
Pendidikan psikis bisa dilakukan dengan memberikan kebutuhan emosi dengan cara memberikan kasih sayang, pengertian, berperilaku santun dan bijak, menumbuhkan rasa percaya diri, memberikan semangat dan tidak melemahkan.
8.      Analisis isi Pengajian:
Hadits ini menuntun kita agar ketika memberikan pendidikan, selayaknya pendidikan itu harus dimulai dari pengkondisian dimana orang tua (sebagai pendidik awal) bagi putra-putrinya memberikan keteladanan, agar apa yang diajarkan oleh orang tuanya bisa langsung dilihat oleh si anak. Artinya metode yang paling efektif dan aplikatif yang bisa langsung dirasakan dan dicontoh oleh sang anak adalah dengan metode keteladaan, adapun konten pendidikan yang akan diajarkan maka Islam memberikan tuntunan mengidentifikasi apa saja perintah Allah, dan mengidentifikasi apa saja larangannya. Sehingga ketika perintah dan larangan Allah ini sudah diketahui, maka langkah selanjutnya dilaksanakan dengan sekuat tenaga perintah-perintah tersebut, dan dijauhi dengan sekuat tenaga segala macam larangannya.
Yang menjadi catatan utama dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah melalui hadits ini adalah bahwa pendidikan apapun yang diberikan kepada anak-anak harus senantiasa dimulai dari orang tua yang pertama dan utama untuk melaksanakan apa yang diajarkan. Hal lainnya adalah jika orang tua (melaksanakan yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan segala yang dilarangnya), maka ia bukan sekedar menunaikan tanggung jawab kepada putra-putrinya, akan tetapi perbuatan tersebut merupakan sebuah sumber pahala yang besar, yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan akhirat.[1]
Secara umum pendidikan luqman kepada anaknya menggambarkan penekanan  materi dan metode pendidikan anak.materi yang diajarakn meliputi pendidikan aqidah,syari’ah,dan ahlak. Adapun metode yang digunakan adalah dengan mau’idah(nasehat). Metode nasehat menunjukan pola interaksi pendidikan lebih fokus pada pendidikan yang senantiasa menasehati anak didik. [2]
Dalam buku pendidikan anak dalam Islam karya Abdullah Nashih
Menjelaskan bahwa tanggung jawab pendidika yang diemban oleh orangtua adalah tentang pendidikan iman,pendidikan moral,pendidikan fisik, pendidikan rasio ( akal ), pendidikan kejiwaan dan pendidkan sosial.[3]
Abdurrah-man An-Nahlawi mengemukakan tujuh kiat dalam mendidik anak yaitu:
1.Dengan Hiwar  (dialog).
 Mendidik anak dengan hiwar (dialog) merupakan suatu keharusan bagi orang tua. Oleh karena itu kemampuan berdialog mutlak harus ada pada setiap orang tua.
2. Dengan Kisah dan perumpamaan.
            3.Dengan keteladanan.
            4. Dengan Latihan dan Pengamalan.
5. Dengan ‘Ibrah dan Mauizhah.
Dari kisah-kisah sejarah, para orang tua bisa mengambil pelajaran untuk anak-anaknya.
6.Dengan Targhib dan Tarhib.
Targhib adalah janji-janji menyenangkan bila seseorang melakukan kebaikan, sedang tarhib adalah ancaman mengerikan bagi orang yang melakukan keburukan[4].


 Nama: LIA IFANA   
Nim: 2021110086
Kelas: B


1.      Nama majlis Taklim: Pertemuan Rutin Keputrian fatayat NU dan              IPPNU  Ranting curug, Tirto Pekalongan.        
2.      Pengasuh/pembicara: Ibu Nyai Anis Dzati Khikmah dari Tirto.
3.      Hari/Tanggal: Rabu / 04 April 2012
4.      Waktu: 13.00 s/d Selesai.
5.      Alamat: Desa Curug RT 02/01 kec. Tirto Pekalongan.
6.      Tema pengajian: “ Menanamkan nilai-nilai pendidikan Al-Qur’an dan Hadits dalam  persepektif kehidupan sehari-hari”


SAKSI LAPORAN PENGAJIAN


 Lia Ifana.                   Liya Ummal Khusna.              Fenni Listiawati.
                                                SAKSI I                      SAKSI II


[2] H.Miftakhul Huda, M.Ag, idealitas pendidikan anak (Malang: UIN Malang Press,2009) hlm.95
[3] Abdullah nashih Ulwan,pendidikan Anak dalam Islalm,( Jakarta: Pustaka Amani,1994) hlm. I96
[4] www.google.com ratih-nurafriani.blogspot.com/.../pendidikan-islam-bagi-anak-di.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar