Laman

Selasa, 26 Februari 2013

b3-3 m. asfihan: lembaga pendidikan non muslim

Makalah ini disusun guna melengkapi tugas :
Mata kuliah                          :  Hadits tarbawi II


Description: E:\ahim\gambar\stain-Pekalongan.jpg

Dosen Pengampuh              : Muhammad Ghufron, M.S.I
Disusun oleh:

M. Asfihan
(2021 111 053)
      KELAS: B








SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
 2013


BAB I
PENDAHULUAN


Hadits adalah pedoman umat Islam setelah adanya wahyu Allah (alquran), di mana hadits adalah sebagai kunci yang ke dua setelah adanya alquran untuk memperoleh dalil-dalil yang terkadang belum terdapat dalam alquran, dan untuk hidup bahagia seperti hidupnya Rasulullah saw. Seperti sabda Rasulullah saw mengenai menuntut ilmu, kurang lebih yang artinya “carilah ilmu sampai ke negeri china, menuntut limu wajib bagi setiap laki-laki dan perempuan muslim” dan masih banyak hadits lain yang membahas tentang pendidikan, seperti yang akan dibahas dalam isi makalah ini.






















BAB II
PEMBAHASAN

A.    MATERI HADITS

v  Hadits 14    : Lembaga Pendidikan Non-Muslim

- عَنْ عَبْد الله بِنْ اَبي بَكْر بِنْ محمد بن عمرو بن حزم قال: {كَانَ زَيْد بِنْ ثَابِتْ يَتَعَلٌمُ فِي مَدَارِسِ مَاسِكَةٍ فَتَعَلَمَ كِتَابُهُمْ فِي خَمْسَ عَشْرَةً لَيْلَةً حَتّئَ كَانَ يَعْلَمُ مَاحَرَّفُوْا وَبَدَّلُوْا}(رواه الطبراني في المعجم الأؤس(

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hazm berkata : bahwasanya sahabat Zaid bin Tsabit belajar dibeberapa madrasah suku Masikah ( majelis non-muslim ), maka Zaid bin Tsabit mempelajari kitab-kitab mereka dalam kurun waktu lima belas malam, sehingga beliau mengetahui apa-apa yang mereka rubah dan apa-apa yang mereka ganti”.(HR.Ath-Thabrani)

MEDIA PUBLIK (POPULARMEDIA)

v  Hadits 15    : Menyebarkan Ilmu ke kalangan Eksternal

- عَنْ سَعِيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا قَالَ: (لَمَّا نَزَلَتْ: وَأَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ وَرَهْطَكَ مِنْهُمُْمُخْلَصِيْنَ خَرَجَ رَسُوْلُ الله ِصَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ يَاصَبَاحَاهْ فَقَالُوْا: مَنْ هَذَا؟ فَاجْتَمَعُوْ إِلَيْهِ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخْبَرْ تُكُمْ أَنَّ خَيِلاً تَخْرُجُ مِنْ سَفْحِ هَذَا الْجَبَلِ َاكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ قَالُوا مَاجَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبً قَالَ فَإِنِّي نَذِيْرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ قَالَ أَبُوْلَهَبٍ تَبَّالَكَ مَاجَمِعْتَنَا إِلاَّ لِهَذَا؟ ثُمَّ قَامَ فَنَزَلَتْ:(تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَتَبَّ), وَقَدْ تَبَّ. هَكَذَا قَرَأَهَا الأَعِمَشُ يَوْمَئِذٍ . (رواه البخارى فى الصحيح, كتاب تفسير القرآن الكريم, باب تباب خسران تتبيب تدمير)

“Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Ketika turun ‘Dan berilah peringatan keluargamu yang paling dekat, dan kelompokmu di antara mereka yang ikhlash’, Rasulullah SAW keluar hingga naik ke shafa, lalu berteriak, ‘ya shabahaah’. Mereka bersabda, ‘Siapa ini?’ Mereka pun berkumpul kepadanya. Beliau bersabda,’ Bagaimana pendapat kalian jika aku mengabarkan bahwa pasukan berkuda keluar dari balik bukit ini, apakah kalian membenarkanku?’ Mereka berkata, ‘Kami tidak pernah mencoba dusta kepadamu’. Beliau bersabda, Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dihadapan adzab yang pedih’. Abu Lahab berkata, Binasalah kamu, kamu tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini?’ Kemudian dia berdiri. Maka turunlah ayat, ‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa’, yakni sungguh binasa. Demikian dibaca oleh Al A’masy pada hari itu”.(HR. Bukhori)

B.     MUFRODAT

v  Mufrodat hadits 14            :

يَتَعَلٌمُ  /  فَتَعَلَمَ             : belajar/mempelajari
مَاسِكَةٍ                      : suku masikah
كِتَابُهُمْ                      : kitab-kitab mereka
يَعْلَمُ                         : mengetahui
حَرَّفُوْا                      : perubahan
بَدَّلُوْا                        : pergantian


v  Mufrodat hadits 15:
لَمَّا نَزَلَتْ         : ketika turun                           يَدَيْ     : dihadapan
أَنْذِرْ               : memperingatkan                    عَذَابٍ  : adzab
عَشِيْرَتَكَ         : keluargamu                            شَدِيْدٍ    : pedih
تَبَّالَكَ   : binasalah kamu
رَهْطَك            : kelompokmu                         جَمِعْتَنَا : mengumpulkan
مِنْهُمُ               : diantara mereka                     فَنَزَلَتْ : turun ayat
مُخْلَصِيْنَ         : orang-orang yang ikhlas
خَرَجَ              : di luar
حَتَّى               : bahkan
صَعِدَ              : naik
الصَّفَا             : shafa
فَهَتَفَ             : seru
فَقَالُوْا              : mereka mengatakan
فَاجْتَمَعُوْ          : mereka berkumpul
أَرَأَيْتُمْ             : apakah anda melihat
أَخْبَرْ              : berita
تُكُمْ                : kalian
خَيِلاً               : kuda
تَخْرُجُ             : keluar
سَفْحِ               : balik bukit
مُصَدِّقِيَّ          : membenarkan
جَرَّبْنَا             : kami mencoba
كَذِبً              : baerbohong/dusta
بَيْنَ                : diantara

C.     BIOGRAFI RAWI

v  Biografi Ath-Thabarani
  Ath-Thabrani ialah Abdul Qasim Sulaiman Ibn Ayyub Al-Lakhmy Ath-Thabarani, seorang hafidh hadits yang terkenal dimasanya.
  Diantara karya-karyanya yang terkenal ialah 3 buah mu’jamnya yaitu al-mu’jamul kabie, al-mu’jamul ausath, al-mu’jamul saghir.
  Beliau dilahirkan di Thabriah syam pada tahun 260 H,  dan bertempat tinggal di ashbahan, wafat disana pada bulan Dzulqaidah tahun 369 H dan dimakamkan disamping kubur hamamah addausy, seorang sahabat Rasulullah SAW.
v  Biografi Bukhori
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Akan tetapi beliau lebih terkenal dengan sebutan Imam Bukhari, karena beliau lahir di kota Bukhara, Turkistan.

Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam yang mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya.

Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam.
Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al Mughirah, ‘Abdan bin ‘Utsman, ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Shadaqah bin Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu’aisi, Muhammad bin ‘Ar’arah, Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, Abdullah bin Raja’, Khalid bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri’, Khallad bin Yahya, Abdul ‘Azizi Al Uwaisi, Abu Al Yaman, ‘Ali bin Al Madini, Ishaq bin Rahawaih, Nu’aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal, dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya.

Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kitab Shahih Muslim.
Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata, “Saya hafal seratus ribu hadits shahih, dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Pada kesempatan yang lain belau berkata, “Setiap hadits yang saya hafal, pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”.

D.    KETERANGAN HADITS
v  Keterangan hadits 14
Di dalam kitab tarikh ada bab yang menerangkan tentang fi ta mili suryani (belajar bahasa siria), Nabi memerintahkan zaid bin tsabit untuk mempelajari beberapa kata dari kitab yahudi.
Setelah saya (zaid bin tsabit) mencari selama ½ bulan (nyantri) ketika teman saya membuat surat atas perintah orang yahudi, menulis surat untuk saya, dan saya juga membalas surat tersebut. Saya membaca (paham) terhadap kitab mereka (belajar ½ bulan banyak tau tentang kitab yahudi).
 ini hadits shahih menurut At-tirmidzi.
Kemudian dari jalur lain, diriwayatkan bahwasannya saya (zaid bin tsabit) telah diperintahan oleh Rasulullah saw untuk mempelajari bahasa siria.
Kata amr bin hazm, zaid pernah belajar di universitas masikah (majelis non muslim/yahudi). Beiau mempelajari kitab mereka selama 15 malam sehingga beliau tahu apa yang diganti dari kitabnya itu.[1]

v  Keterangan hadits 15

Abu lahab adalah Ibnu Abdul Muththalib. Namanya adalah Abdul Uzza, dn ibunya adalah Khuza’iyah. Dia dipanggil Abu lahab, karena mungkin anaknya bernama lahab, atau mungkin karena roman pipinya yang sangat merah. Al Fakihi meriwayatkan dari jalur Abdullah bin katsir, dia berkata, “Dia dinamai Abu Lahab, karena wajahnya putih bersih karena ketampanannya.” Ternyata hal itu bersesuaian dengan akhir urusannya, yaitu dia akan masuk api yang berkobar-kobar. Oleh karena itu, dalam Al Qur’an disebutkan panggilannya bukan namanya. Di samping itu, nama panggilannya lebih masyhur selain bahwa nama aslinya menggunakan nama patung.
Al Waqidi berkata, “Abu Lahab adalah manusia paling memusuhi Nabi SAW. Hal itu dikarenakan Abu Thalib berkelahi dengan Abu lahab. Namun, Abu Lahab ternyata lebih unggul dan dia menduduki pinggul Abu thalib. Saat itu Nabi SAW datang dan memegang pinggul Abu Lahab, lalu membantingnya ke tanah. Abu Lahab berkata kepadanya, “kami berdua adalah pamanmu, mengapa engkau melakukan hal ini kepadaku? Demi Allah, hatiku tidak akan mencintaimu selamanya.” Peristiwa ini berlangsung sebelum kenabian.
Disebutkan hadits terdahulu melalui jalur lain. Adapun kalimat “yaa shabahaah” airtinya mereka menyerang kalian pada pagi hari.[2]




E.     ASPEK TARBAWI
v  Hadits 14
Dari hadits tersebut bahwasannya mempelajari tata bahasa non-muslim adalah suatu hal yang mungkin bagi kita, agar kita mengetahui apa saja yang benar dan salah di dalamnya.
Memepelajari bahasa non-muslim bukanlah semena-mena kita menganut ajarannya, tetapi untuk mengetahui apa yang mereka rubah dan apa yang mereka ganti.
v  Hadits 15
        Media Publik merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang baik.
        Media adalah alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
        Salah satu contoh media publik yang dijadikan sebagai media untuk menyebarkan ilmu adalah dengan berbicara atau berceramah dalam suatu majlis. Seperti  yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.  Ketika menyampaikan ceramah – ceramahnya kepada para sahabat. Karena pada zaman Rasulullah belum ada media publik yang berkembang seperti sekarang ini. Rasul menekankan kepada para sahabat untuk selalu memberitahukan apa yang mereka dengar dari Rasul kepada sahabat – sahabat lain yang tidak dapat mendengarnya langsung ajaran – ajaran yang disampaikan Rasul saw.










PENUTUP
Dari hadits ke-14, bahwasannya seorang yang belajar tata bahasa non-muslim bukanlah untuk mendalami agama mereka, namun untuk mengetahui benar atau salahnya mengenai tata bahasa yang mereka pakai.
Dari hadits ke-15, dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa media publik sangat berpengaruh di dalam pendidikan, karena media publik sudah memasyarakat dalam proses sosialisasi. Kebanyakan orang mengandalkan informasi dari media publik daripada orang lain.
















DAFTAR PUSTAKA

Ibnu Hajar Al Asqalani Al Imam Al Hafizh, fathul baari syarah shahih Al Bukhori, (jakarta: pustaka azzam, 2008).
al-khatani Abdul hay, Nidzomul hukumal an, (bairut: darul kitab al-arabi)



[1] Abdul hay al-khatani, Nidzomul hukumal an, (bairut: darul kitab al-arabi), juz 1, hlm. 204.
[2] Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani, fathul baari syarah shahih Al Bukhori, (jakarta: pustaka azzam, 2008), hlm. 642-645.

29 komentar:

  1. apakah lembaga pendidikan non muslim di Indonesia dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan muslim di Indonesia. saya rasa lembaga pendidikan non muslim di Indonesia itu lebih maju karena fasilitasnya lebih lengkap....... itu yang saya ketahui

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih ats pertanyaannya,
      kalau mnegenai fasilitas pendidikan islam sudah terpengaruh sudah sejak dulu, tetapi mengenai kaislamannya tetap dalam garis keimanan dan ketauhidan yang utuh seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. itulah bukti bahwa Islam adalah agama yang di ridhoi Allah SWT.

      Hapus
  2. assalamualaikum,,,
    saya ingin bertanya, bagaiman cara memanfaatkan lembaga pendidikan non muslim agar tetap tidak mempengaruhi atau dapat merubah agama seorang muslim yang belajar dilembaga pendidikan tersebut?
    karena setahu saya ada juga seorang muslim yg belajar di lembaga non muslim dan ia terpengaruh dengan ajaran2nya,,
    terimaksih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalaam. . .
      y terimakasih atas pertanyaannya, jadi begini mba dewi, mengenai pemanfaatan lembaga non muslim agar tidak mempengaruhi atau merubah ke Islaman seorang muslim, yang pertama yaitu seorang muslim harus dapat membedakan antara agama yang HAK dan mana agama yang BATHIL, dalam hal ini adalah membicarakan ketauhidan seseorang, bilamana ketauhidan tersebut lemah maka pengaruh akan dapat masuk dengan sendirinya. kedua, bukan sembarang orang yang dapat mempelajari pengetahuan dari lembaga non muslim.
      pada intinya pertanyaan yang dilontarkan njenengan itu sama pokok permasalahannya dengan yang dilontarkan mba khasinah.

      Hapus
  3. bagaimankah cara meminimalisir penggunaan media belajar yg disalah kaprahkan, yg seharusnya digunakan untuk menunjang proses belajar-mengajar?
    seperti contoh banyak siswa yg memanfaatkan internet untuk hal-hal yang negatif atau mencari informasi yg seharusnya tidak perlu dicari,,
    dan apakah semakin majunya media pembelajaran akan mempengaruhi kualitas siswa?
    terimaksih,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya oke, terimaksih.
      banyak hal yang kita tidak ketahui dari siswa/i di indonesia khususnya, yang menyalahi aturan rambu-rambu proses pembelajaran. adakalanya perkembangan iptek itu berkembang positif dan adakalanya juga berkembang dengan negatif tergantung kepada cara menyikapi perkembangan itu sendiri, untuk itu perkembangan yang negatif tentunya yang perlu adanya peminimalisiran, tentunya melalui proses sosialisasi kepada anak didik bahwa penyalah gunaan internet dapat merusak masa depan dan sbg...
      kemudian yang kedua, dengan semakin majunya media pembelajaran apakah akan mempengaruhi kualitas siswa, tentunya dapat mempengaruhi dari segi negatifnya. contoh, siswa jadi terganggu psikologinya, egois, malas, tidak mudah diarahkan akan kemana hidup ini.
      kurang lebihnya seperti itu.

      Hapus
  4. Nama: Khasan Fauzi
    NIM: 2021111067

    Assalamu'alaikum...
    Mas Fihan, seperti yang dijelaskan mas Ikrom, bahwa lembaga pendidikan non muslim di Indonesia lebih maju. bagaimana menurut anda agar lembaga pendidikan Islam tidak kalah maju dengan lembaga pendidikan non muslim?

    makasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalaam mas khasan..
      apakah benar di indonesia itu perkembangan lembaga pendidikan lebih maju non muslim ketimbang lambaga muslim?
      sedangkan indonesia pengarahan lembaga apapun itu melalui pemerintahan, jadi menurut pengetahuan saya tidak ada pengecualian antara pendidikan muslim/nonmuslim, semuanya sama.
      ada sebuah berita yang mengabarkan bahwa di daerah flores dan sekitarnya ada sebuah sekolah yang di mana sekolah tersebut adalah sekolah MUHAMMADIYYAH, yang di dalamnya 50% sampai 75% adalah siswa dari agama nonmuslim, ketika di observasi hasil menyatakan bahwasannya alasan yang dilontarkan oleh kebnyakan nomuslim tersebut adalah karena mutu dan murahnya biaya. jadi dapat disimpulkan bahwa lembaga Dari Islam lebih maju ketimbang lembaga dari nonmuslim.

      Hapus
    2. trima ksih jwbny,, klo mnurut anda lembaga pendidikn muslim lebih maju, trus bgmn cara memprthankan atau bhkan meningktkan lmbaga pndidikn muslim tsb?

      matur nuwun mas...

      Hapus
  5. khashinah amalia
    2021 111 074

    assalam..
    dari hadis diatas, kita bisa saja belajar pada lembaga yang non muslim. namun langkah preventif apa supaya kita tidak berpindah akidah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikum salaam. . .
      menurut saya yang pertama yakni sebelum kita masuk kelembaga tersebut adalah mempertebal iman dan tauhid tentunya, dan bukan sembarang orang yang bisa mempelajari ilmu dari lembaga non muslim, apalagi pada diri seseorang yang masih tipis tauhidnya. bisa diketahui dengan hadits di atas, Nabi juga memerintahkan seorang sahabat yang sudah mengetahui dasar-dasar dari bahasa non muslim tersebut (zaid bin tsabit), yang kedua kita harus sadar bahwa diri kita berasal dari basic muslim, yang mana kesadaran merupakan salah satu kunci dari segala perbuatan kita yg akan kita tuju.

      Hapus
  6. Nailis Suraya
    2021 111 068
    assalamu'alaikm
    Bagaimana pendapat anda tentang lembaga pendidikan non muslim yang semakin maju dibandingkan dengan lembaga muslim? tanggapan anda tentang orang-orang non muslim yg lebih pandai dibandingkan orang-orang muslim dan terakhir bagaimana cara kita agar bisa memajukan lembaga muslim?

    BalasHapus
  7. Nur salim
    2021111217
    sekarang ini, kita jumpai Lembaga pendidikan Islam banyak yang mengadopsi dari sistem pendidika barat. hal ini di tandai dengan kurikulum dan sistem yang digunakan sama dengan lembaga pendidikan yang notabenya non muslim. di tinjau dari sejarah, juga Pendidikan islam banyak mengadopsi dari eropa, khususnya bangsa Yunani, seperti yang telah terjadi di masa kekhalifahan al makmun yang banyak menerjemahkan buku-buku filsafat karya Plato, Aristoteles, socrates dan yang lain. yang saya tanyakan, sejatinya seperti apakah model lembaga pendidikan Islam yang sebenarnya?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia terimakasih, jadi sejatinya adalah pendidikan dari Rasulullah tentunya. yang namanya penerjemahan dan sbg adalah termasuk bentuk kecerdasan dari orang-orang mslim terdahulu, bisa anda pahami mengenai hadits di atas yang menerangkan tentang Zaid bin tsabit yang diutus oleh Rasulullah untuk mempelajari bahasa yahudi, dengan tujuan agar tahu apa yang dirubah/diganti oleh kaum yahudi tersebut.

      Hapus
  8. Erni Mun Holifah
    2021111064
    bagaimana pendapat anda bila seorang muslim belajar di lembaga non muslim (misalnya yayasan kristen) dan didalamnya diajarkan ajaran non muslim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke, thank's mb erni.
      saya jawab yach, ketika seorang muslim dengan imannya yang sudah matang, tauhidnya yang sudah optimal kemudian untuk membandingkan, bagaimana si lembaga non muslim sebenarnya ? apa si yang terdapat di dalamnya? nah di sini tak apalah, karena suatu niat untuk observasi atau tugas dari atasan yang di mana hal tersebut harus dilakukan, tetapi kalau seandainya dari kecil sudah dimasukkan ke lembaga non muslim (yayasan kristen) misalnya, ya salah orang tua yang memasukkan anaknya ke dalam lembaga tersebut.
      begitu kiranya mba erni.
      terimakasih.

      Hapus
  9. bisa dibaca kembali jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh mba khasinah, karena pertanyaannya sama.

    BalasHapus
  10. Istiqomah
    2021111115

    assalam...
    bagaiamana jika seorang guru yang mengajar di lembaga non muslim tapi ia seorang islam,bagaimana agar meningkatkan iman supaya tidak terpengaruh,,, dan apakah ada batasan2n dalam mengajarnya??
    wassalam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikum salaam.
      y terimakasih
      apakah ada ketika seorang pendidik yang besicnya Islam mengajar di lembaga non muslim? kecuali ketika seorang pendidik tersebut mengajar ilmu pengetahuan umum bisa jadi, mengenai batasan kita kembali ke MAPEL yang di sampaikan, kalau kita melihat kepada yang pengetahuan umum ya mungkin tidak ada batasan, kemudian apa ia pendidik seorang Islam memberikan materi tentang ke kristenan semisal. itu hal yang tidak dapat dilogika.

      haturnuwun.

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Muhammad syafi'i
    2021111065

    kang fihan, seberapa jauhkah kita sebagai muslim mempelajari ajaran non muslim terutama mengenai pendidikan islam??
    maturnwun

    BalasHapus
  13. Ida Syarifah R.
    2021110015

    Apabila kita mempunyai teman yang non muslim, kemudian kita sering bertukar pikiran tentang ilmu dari Non-muslim dan teman kita juga sering bertanya tentang ajaran agama islam. Apakah diperbolehkan hal seperti itu?? Bagaimana pendapat anda sebagai pemakalah??

    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat diperbolehkan, kita merujuk ke Rasulullah SAW. apakah beliau tidak sering bertukar pikiran dengan orang non muslim di zamannya? beliau bergaul dengan orang-orang yahudi,kafir hingga akhirnya yang tadinya kafir mereka bertekuk lutut dengan beliau, itulah kelebihan Nabi kita Muhammadu Rasulullah. contoh teladan bagi umatnya. kemudian bagaimana dengan teman kita? tidak salah melakukan hal yang demikian, tetapi perlu diketahui bahwasannya iman dan tauhid kita harus kokoh terlebih dahulu, setelah itu kita bertekad menyiarkan agama Islam ini. jangan sampai kita yang kebawa kepada agama mereka, tetapi ajaklah dengan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar". kenalkanlah agama Islam yang sebenar-benarnya.

      y, begitu sedikit ulasan dari saya mba.
      terimakasih.

      Hapus
  14. Nurhadi Hidayat
    2021110038

    kalau melihat realita sekarang di zaman sekarang apakah masih ada umat islam yang mau mempelajari ilmu dari agama lain,,,,,mohon penjelasan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya terimakasih atas pertanyaannya.
      masih kang, kita ambil contoh di Indonesia saja, mengenai dengan bahasa asing seperti bahasa inggris misalnya, menurut saya itu juga termasuk bahasa dari non muslim yang basicnya benar-benar dari yahudi. untuk apa? 1. masalah kenegaraan seperti ekonomi, sosial, budaya. tanpa adanya pengetahuan bahasa asing bagaimana dengan problematika yang ada di indonesia dapat teratasi. 2. keilmuan umum, bagaimana negara dapat maju sedangkan orang-orangnya tidak bisa berbahasa dengan bahasa orang yang mengetahui ilmu umum tersebut.

      y, begitu kang.
      sekian terimakasih...

      Hapus
  15. Anisa Amalia Zikrina
    2021111050

    mengutip dari makalah mas fihan, Salah satu contoh media publik yang dijadikan sebagai media untuk menyebarkan ilmu adalah dengan berbicara atau berceramah dalam suatu majlis.
    nah,, ada seorang guru di tempat saya, yang berbicaranya itu agak kurang jelas, bahkan ketika saya mencoba ngbrol pun saya kurang begitu memahami pembicaraannya. lha bagaimana menurut anda mengenai hal ini? kan kasihan anak2 didiknya..?? mohon solusinya mas..
    terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. di dalam organisasi pasti ada yang namanya struktur, di dalam lembaga pastinya juga ada struktur, di mana struktur itu terdiri dari KETUA dan sbg, nah ketika di dalam suatu lembaga ada seorang guru yang seperti itu, apa ia atasan membiarkan begitu saja ? pasti ada tindak lanjut untuk mengatasi hal tersebut.
      apa diberhentikan dengan secara hormat/kah bagaimana itu tergantung pada situasi kepengurusan lembaga terkait.

      haturnuwun.

      Hapus