Laman

1111

Rabu, 13 Maret 2013

d5-1 heri rubi: QUR’AN SUMBER ILMU



AL-QUR’AN SUMBER ILMU PENGETAHUAN

MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas: 
Mata Kuliah :  Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M. S. I





Disusun Oleh :
HERI RUBI ANTONI
2021 111 161


JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2013


BAB 1
PENDAHULUAN

Al-Quran adalah semulia kitab dan tidak diragukan bahawa Al-Quran itu adalah Kalamullah, ia mengatasi segala kalam. Kalamullah wajib dihormati, dimuliakan dan tidak merendah-rendahkan dan mendedahkannya kepada penghinaan dan pencemaran.
Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW  dengan membawa kebenaran dan petunjuk kepada umat manusia sekaligus mengesahkan benarnya kitab-kitab suci yang telah diturunkan sebelumnya, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan tentang kemuliaan dan kebesaran Al-Quran di dalam banyak hadis.  Hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT



























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Materi Hadist
24- عَنْ الْحَارِثِ قاَلَ مَرَرْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَآِذَالنّاَسُ يَخُوضُونَ فِي الآَحَادِيثِ فَدَخَلْتُ عَلىَ عَلٍيِ فَقُلْتُ يَاآَمِيرُالْمُؤمِنِيْنَ ألاَتَرَى أَن النَّاَسَ قَدْخَاضُوافِي الْاحَادِيثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوهَا قُلْتُ نَعَمْ قَالَ آَمَاإِنِّي قَدْسَمِعْتُ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: آَلَاإنّهاَسَتَكُونُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَاالمَخْرَجُ مِنْهَايَارَسُولَ اللَهِ قاَلَ كِتَابُ اللٌهِ فِيهِ نَبَأُماَكَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَابَعْدَكُم وَحُكْمُ مَابَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلٌ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍقَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أضَلَّهُ اللهُ وَهُوَحَبْلُ الله الْمَتِينُ وَهُوَ الٌدِّكْرُ اْلحَكِيْمُ وَهُوَالِّصرَاطَ الْمُسْتَقِيْمُ هُوَاَّدِلَا تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُوَلاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُوَلاَيَشْبَعُ مٍنْهُ الْعُلَمَاءُوَلاَيَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِالرٌّدِّوَلَا تَنْقَضِي عَجَا آِبُهُ هُوَالَّذِي لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ إِذْسَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُواإِنَّاسَمِعْنَاقُرْانَاعَجَبَا يَهْدِي إِلَ الرُّشْدِ فَامَنَّأ بِهِ, مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ آُجِرَوَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هَدَى إلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمِ خُذْهَا إِلَيْكَ يَا آَعْوَرُ.}  قَالَ آَبُو عِيسَى هَذَاحَدِيثِ غَرِيبُّ لا نَعْرِ فُهُ إلاَّ مِنْ هَذَاالوَجْهِ وَإِسْنَادُهُ مَجْهُولٌ وَفِي الحَارِثِ مَقَلٌ  (رواه الترمذي فى الجامع,كتاب فضائل القران عن رسول الله,باب ما جاء فى فضل القرآن)

B.  Terjemahan Hadist
Di riwayatkan dari Al Harits, Beliau Berkata “ Pada suatu waktu aku melewati masjid, di sana pada waktu itu aku melihat orang-orang sedang berbicara panjang lebar, lalu aku mendatangi Ali. Aku bertanya kepadanya, wahai Amirul Mu’minun tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah berbicara panjang lebar. Beliau bertanya ataukah mereka benar-benar meengerjakannya, aku menjawab Ya. Beliau berkata,”ingatlah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “ Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah. Lalu aku (Ali)
bertanya : apa jalan keluar darinya wahai Rasulullah?. Beliau bersabda Kitabullah yang di dalamnya terdapat cerita cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian. Dan Kitabullah adalah pemisah antara yang haq dan yang bathil bukan senda gurau. Barang siapa yang meninggalkannya dari orang-orang yang  angkuh atau sombong maka Allah akan membinasakannya dan barang siapa mencari petunjuk dengan selamanya maka Allah akan menyesatkannya. Kitabullah adalah kitab Allah yang kuat, juga dzikir yang bijaksana, serta jalan yang lurus. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat keinginan tidak menyeleweng, tidak membuat lidah sulut dalam melafalkan, tidak membuat para ulama merasa puas , tidak usang sebab banyak di ulang serta tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat jin tidak berhenti kala mendengarnya sehingga mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk pada jalan kebenaran, lalu kami beriman kepadanya “. Barang siapa berbicara dengannya (Kitab Allah) maka dia telah berkata jujur. Barang mengamalkannya maka akan diberikan pahala. Barang siapa menghukumi dengannya maka dia telah berbuat adil. Barang siapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk pada jalan yang lurus. Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu. Hadist ini adalah Hadist ghorib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadistnya Hamzah Al Zayyat mata rantai hadistnya tidak diketahui dan dalam hadistnya Al-Hadist terdapat komentar.[1]
                               
C.    Mufrodat

Kisah orang-orang sebelum kamu = نَبَأَمَا قَبْلَكُمْ
Pemisah antara yang hak dan batil = الْفَصْلُ
Bukan sebagai senda gurau = تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ
Mencari petunjuk = ابْتَغَى الْهُدَى
Menyesatkannya = أَضَّلَّهُ
Khikmah = الْحَكِيْمُ
Jalan yang lurus = صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ
Tidak menyimpang = لَا تَزِيغُ
Lidah = اْلأَلْسِنَةِ
Keajaiban = تَنْقَضَى[2]
D.    Biografi
a.       Harits al-A’war
            Dalam kitab Shahih, Imam Muslim mengutip Quthaibah dan Jarir yang menceritakan Harits dari Mughirah yang menerima kabar dari Sya'bi. Kesimpulannya, Harits al-A'war pendusta. Menurut Abu Ishaq, Harits itu pendusta. Pendapat serupa dinyatakan oleh Jarir. Amar ibn 'Ali berkata: "Yahya dan 'Abdurrahman tidak meriwayatkan hadits dari Harits."
Riwayat dari Yahya ibn Mu'in tentang Harits itu masih kontroversial. Akan tetapi 'Utsman al-Darimi mengatakan tidak dapat diikuti atau diterima. Abu Zara'ah berkata: "Hadits Harits tidak dapat dijadikan hujjah." Menurut Abu Hatim, Harits itu lemah, dha'if, ia tidak termasuk orang yang haditsnya dijadikan hujjah." Kata al-Nasa'i: "Hadits Harits tidak kuat, alias lemah."
Ibn Hajar berkata: "Aku sudah membaca kitab Mizan karya al-Dzahabi. Di situ dikatakan bahwa al-Nasa'i yang sangat kritis terhadap para perawi hadits, menerima dan menjadikan hujjah hadits dari Harits al-A'war. Padahal mayoritas (jumhur) ulama memandangnya dha'if. Namun, walaupun mereka juga meriwayatkan al-A'war itu dusta, tapi mereka meriwayatkan haditsnya. Asy-Sya'bi hanya mendustakan hikayat-hikayat al-A'war, bukan haditsnya."
"Menurut saya," demikian ibn Hajar, "Imam Nasa'i tidak berhujjah dengan hadits al-A'war. Dalam kitab Sunannya, beliau hanya meriwayatkan satu hadits dari al-A'war. Itu pun disertai sanad lain, yaitu ibn Maysarah. Ada pula hadits lain yang diriwayatkan darinya, yaitu hadits tentang al-yawm wa al-laylah, juga disertai sanad lain. Inilah keseluruhan hadits al-A'war yang ada pada Nasa'i." Hafidh menyatakan bahwa ibn Hibban dalam kitab shahihnya memasukkan hadits al-A'war sebagai hadits yang dapat dijadikan hujjah. Namun ibn Hajar mengaku tidak menemukan itu pada kitab Shahih ibn Hibban. Ibn Hibban memang meriwayatkan satu hadits melalui sanad Amr ibli Murrah dari Harits ibn 'Abdillah al-Kufi dari ibn Mas'ud. Jadi lbn Hibban tidak meriwayatkan dari Harits al-A'war, melainkan dari Harits ibn 'Abdillah. Dan Harits yang terakhir ini memang dipandang tsiqat oleh ibn Hibban. Ibn 'Adi berkata bahwa pada umumnya riwayat al-A'war tidak digubris orang. Ibn Hibban menyatakan bahwa A'war adalah orang yang berlebih-lebihan dalam memuji 'Ali atau bertasyayyu'.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa ulama hadits sepakat bahwa al-A'war ialah perawi yang dha'if, tidak tsiqat, dan haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah. Namun penulis Dialog Sunnah-Syi'ah menganggapnya sebagai salah seorang perawi yang adil dan tsiqat.[3]

b.      At-Tirmidzi
            Nama lengkapnya adalah Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin sawrah bin musa bin al-Dahhak al-zulami al-Bugi al-Turmuzi. Versi lain menyebutkan Muhammad ‘Isa bin sawrah bin syaddad, atau Muhammad bin Isa  bin Yazid bin sawrah bin al-Sakan. Ia dilahirkan di turmuz pada tahun 209 H. Sebagai sosok ulama, ia mendapat penilaian yang positif. Abu Ya’la al-Khalili menyatakan, ia adalah seorang yang siqoh (terpercaya) dan ke-siqoh-annya ini disepakati ulama.
Dalam bidang hadis, beliau merupakan murid al-bukhari, sehingga pendapat al-bukhari tentang nilai hadis sering ditampilkan didalam sunannya. Karena itu sudah sewajarnyalah bila beliau dinilai sebagai tokoh penting dalam bidang hadis. Lebih jauh zaman dimana ia tampil memiliki perspektif baru karena ditandai dengan pemisahan antara hadis shahih dengan hadis hasan dalam istilah shahih, sehingga ia mengklasifikasikan hadis  dalam istilah shahih, sehingga ia mengklasifikasikan hadis menjadi shahih, hasan dan da’if.[4]
At-Tirmidzi menyusun banyak karangan, antara lain: kitab Al-Ilal, kitab Asy-Syama’il, kitab Asma ash-Shahabah, kitab Al-Asma’al kuna. Dan yang paling terkenal tentu saja As-Sunan. Dalam pasal “Hadis Hasan” telah kami sebutkan bahwa Sunan at-Tirmidzi adalah induk hadis hasan. Dalam kitabnya tersebut terdapat empat bagian: Bagian yang dipastikan keshahihannya; Bagian yang menetapi syarat Abu Dawud dan An-Nasa’i; Bagian yang jelas illatnya; dan Bagian keempat yang ia terangkan. Dalam hal ini, ia berkata: “Yang kutakhrijkan dalam kitabku ini hanyalah hadis yang telah diamalkan oleh sebagian ulama”.
  Di akhir hayatnya ia terserang penyakit mata, ia wafat pada tahun 279 H.[5]
E.     Keterangan Hadits
     Dilihat dari fungsiya bahwa al quran sebagai pentunjuk yang memuat ilmu ilmu, terutama ilmu tentang agama. Al-quran adalah kitab suci yang di jadikan sebagai rahmat untuk segala bidang dan segala aspek. Selain memiliki kekuatan dalam segi kebahasaan dan pemberitaan, al-quran juga memperlihatkan ke istimewaanya melalui ilustrasi-ilustrasi ajaranya yang memberi isyarat ke arah pengembangan pengetahuan dan teknologi.[6]
 Selain itu Al-Quran adalah semulia kitab dan tidak diragukan bahawa Al-Quran itu adalah Kalamullah. Oleh itu, sesuai dengan fungsinya sebagai kitab yang paling suci, maka semua umat Islam sepakat tentang wajibnya orang Islam menjaga dan menghormati Al-Quran. Di antara cara menghormatinya, ia tidak boleh dicampakkan dan ditindih dengan sesuatu di atasnya.[7]
 Al-Qur’an juga diceritakan tentang orang-orang sebelum kita dan sesudah kita. Sehingga dapat digunakan sebagai pelajaran kita, agar kita lebih berhati-hati dalam menghadapi kehidupan. Selain itu di dalam Al-Qur’an juga terdapat hukuman-hukuman bagi orang-orang yang bersalah. Al-Qur’an itu sangat menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, siapa saja yang berkata dengan Al-Qur’an maka ucapannya pasti benar, siapa saja yang mengamalkannya akan mendapatkan pahala.[8]
F.     Aspek Tarbawi
1.      Al-qur’an mempelajari tentang kisah umat terdahulu supaya dapat dipelajari umat sekarang.
2.      Al-qur’an dapat dijadikan solusi untuk mencegah terjadinya fitnah.
3.      Hendaknya jangan bersendau gurau, karena dapat menimbulkan perkara fitnah.
4.      Al-quran dapat dijadikan sumber pengetahuan.
















BAB III
PENUTUP

Al-qur’an dapat dijadikan pedoman bagi umat manusia untuk menjadikan prilaku seseorang menjadi lebih baik dengan bercermin dari kisah-kisah umat terdahulu yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua.
Al-qur’an juga dapat dijadikan sebagai sumber segala ilmu pengetahun dan tekhnologi sekaligus juga dapat dijadikan solusi dan mencegah terjadinya perkara-perkara yang dapat menimbulkan fitnah.

                                                                       





























DAFTAR PUSTAKA

 isa, Muhammad. Sunan at Tirmidzi juz 5. (Semarang:  CV Asy- Syifa’, 1992)

Assa’idi,Sa’dullah. hadis-hadis sekte. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996)

Ash-shalih, subhi. Membahas ilmu-ilmu hadi. (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009)


http;//azarasidi.blogspot.com/2010/12/al-quran-sebagai-sumber-ilmu_20.html




[1] Muhammad isa bin surah at Tirmidzi, sunan at Tirmidzi juz 5, (semarang: cv asy- syifa’, 1992), hlm 502-504.
[2] Ibid.,
[4]Sa’dullah Assa’idi.hadis-hadis sekte. (yogyakarta: pustaka pelajar, 1996), hlm 49-50
[5] Subhi ash-shalih. Membahas ilmu-ilmu hadis, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009), hlm 368
[6] http://liliks.wordpress.com/2007/06/04/al-quran-sumber-ilmu-pengetahuan/
[8] http;//azarasidi.blogspot.com/2010/12/al-quran-sebagai-sumber-ilmu_20.html

67 komentar:

  1. nama : mirza muhammad abda
    nim :2021 111 153
    kelas : D
    pertanyaan
    ketika kita berkaca pada sejarah sampai sekarang ini ada beberapa ayat dalam alquran yang bertentangan dalam alquran seperti konsep pemberadaan manusia yaitu nabi adam sebagai manusia pertama dan didistu diceritakan dalam alhadist memiliki bentuk dsn tubuh yang tinggi sekali, akan tetapi temuan arkeolog dan sejarah terhadap fosil2 manusia memperlihatkan adanya rendah ke tinggi, yang saya ingin tanyakan bagaimana tanggapan anda terhadap hal terrsebut? bagaimana kita menyikapinya ? dan apa solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya mengenai hal itu kita sebagai muslim yang mempercayai akan adanya allah dan juga pastinya mempercayai tentang adanya beberapa kitab-kitab yang diciptakan oleh Allah SWT yang salah satunya yaitu kitab suci kita alquran didalam alquran tentunya banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang kejadian yang terjadi dalam kehidupan manusia yang salah satunya tentang becerita mengenai pertanyaan itu. Tidak mungkin ayat-ayat yang terdapat dalam alquran itu berbohong atau hanya sebagai pajangan tulisan belaka, ayat tersebut sudah pasti kebenarannya bahkan dulu juga sudah ada buktinya jadi cara menyikapainya? mungkin itu hanya sekedar teori atau pandangan dari beberapa ilmuan, belum tentu fosil yang ditemukan itu fosil manusia bisa jadi fosil yang ditemukan itu hanya fosil kera atau hewan yang mirip dengan manusia, selain itu juga tidak ada kepastian atau keyakinan dari ilmuan apakah fosil yang ditemukan itu benar-benar fosil manusia (adam). dan solusinya menurut saya kita harus lebih mempercayai ayat-ayat yang terdapat dalam alquran, jangan hanya mempercayai dari teori karena belum tentu teori tersebut benar jadikan teori tersebut untuk pengetahuan kita saja.





      Terima kasih……..

      Hapus
  2. Nama: Kiki F. Mastriana
    NIM: 2021 111 198
    Kelas: D

    Apa sih maksutnya dari kalimat " Al-qur’an dapat dijadikan solusi untuk mencegah terjadinya fitnah" mohon jelaskan menurut pemakalah....
    Terima kasih.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Didalam alquran sudah dijelaskan mengenai perkara-perkara fitnah. mengenai hal itu allah menyuruh manusia untuk tidak melakukan fitnah karena didalamalquran juga sudah dijelaskan hal-hal atau kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan fitnah seperti nama kita akan dipandang buruk dilingkungan masyarakat,
      Allah berfirman dalam surat al baqarah ayat 191:

      وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
      yang artinya ..dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan...

      jadi dapat disimpulkan bahwa manusia dilarang melakukan perbuatan fitnah karena kerugian fitnah sudah dijelaskan dalam alquran, sehingga manusia akan terhindar dari fitnah.

      Hapus
  3. Nama : Ani Musiani
    NIM : 2021 111 181
    Kelas: D

    Didalam aspek tarbawi terdapat kata2
    "Hendaknya jangan bersendau gurau karena dapat menimbulkan perkara fitnah" tolong jelaskan lagi magsudnya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih...
      saat ini biasanya orang-orang ketika sedang berkumpul dengan teman-teman atau mungkin ketika ibu-ibu berkumpul itu pasti akn ada gurauan-gurauan yang dilakukannya dan juga mungkin akan membicarakan orang (menggosip), nah ketika sedang berbicara atau bergurau/gosip orang-orang sering membicarakan perkara yang sedang ngetren/hangat yang terjadi dilingkungannya,padahal perkara/peristiwa itu sebenarnya belum pasti terjadi sehingga dapat menimbulkan fitnah.

      Hapus
  4. Nama: khomisah ikasasih
    Nim: 2021111171
    Kelas: D

    bagaimanakah cara mengoptimalkan Al-qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan pada era globalisasi ini??
    mohon dijelaskan !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada era globalisasi ini mungkin kesadaran akan pentingnya alquran mulai berkurang tapi sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita ambil dari alquan khususnya tentang ilmu pengetahuan separti yang sudah dijelaskan dalam hadits diatas bahwa alquran dapat dijadikan sumber ilmu pengetahuan karena didalam alquran terdapat pelajara seperti contoh pada surat maidah ayat 50 .

      فَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

      “Maka apakah hukum jahiliyah yang mereka cari dan kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada Hukum Allah bagi kaum yang meyakini?”

      yang dimaksud dengan Hukum Jahiliyah adalah “Hukum dari hasil rekayasa pikiran manusia yang dimotori oleh Hawa Nafsu”, karena memang nafsu manusia itu adalah tempat “syaithan menyarangkan bisikanny, karena bisikan setan itulah yang akan menjadikan rencana jahat yang sekarang terjadi pada masyarakat modern.

      Hapus
  5. Nama: Fitri Nur Afina
    NIM: 2021 111 197
    Kelas: D

    Mengenai Al-Qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan, untuk saat ini pada sekolah-sekolah umum yang memiliki prestasi tinggi rata-rata justru lebih menekankan ilmu pengetahuan umum daripada ilmu pengetahuan yang berbasis Al-Qur'an, menurut anda bagaimana dalam menyikapi hal ini? Terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang pengetahuan secara umum itu tinggi,namun belum tentu sekolah yang mengutamakan ilmu pengetahuan umum yang tinggi itu bisa menjamin akhlak mereka tinggi...
      dan kita harus tahu ilmu tanpa agama buta,
      dan agama tanpa ilmu itu sia-sia...
      jd menurut saya untuk menyikapi hal tersebutkita sebagai generasi penurus TARBIYAH khususnya PAI kita harus mampu menyeimbangkan ilmupengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama,dan kita harus bisa mengkombinasikanilmu umum dan ilmu agama baik disekolah umum maupun sekolah yang berbasis agama, sehingga pengetahuan itu tidak pincang,
      pengetahuan maju,
      akh;akpun juga maju....
      agar kita tidak buta di dunia dan tidak tersesat diakhirat...
      terimakasih..

      Hapus
  6. nama: SHOFATUL JANNAH
    NIM: 2021 111 183
    kelas: D

    Al-quran dapat dijadikan sumber pengetahuan, membacanya pun dapat mendatangkan pahala. namun dijaman sekarang banyak orang yang lebih suka membaca sms daripada membaca al-qur'an. bagaimana pendapat pemakalah dengan hal tsb??
    bagaimana solusinya?
    mohon jelaskan

    trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih...

      mengenai hal tersebut kita harus menyadarkan diri sendiri terlebih dahulu karena dalam membaca alquran itu lebih bermanfaat dari mambaca sms.
      terus kita juga harus membiasakan diri kita untuk membaca al-Qur'an,karena dengan terbiasa maka kita dengan sendirinya akan selalu membaca al-qur'an. dan apabila kita belum membaca al-qur'an maka rasanya ada yang kurang dan semacam rasa kurang mantap...

      Hapus
  7. Faroh Maulida
    2021111209
    D

    Menurut pemakalah, bagaimana agar saat membaca Al.Quran kita dapat dengan mudah memahami makna dalam ayat tersebut. Terlebih lagi untuk mengamalkannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. membaca al-qur'an itu tidak hanya membaca ayat al-qur'an saja tetapi juga membaca artinya maka dengan itu kita insya allah akan paham dan menghayati lafaldnya,maka dengan itu kita akan lebih mudah untuk mengamalkannya karena kita sudah memahami kandungan ayat tersebut.

      Hapus
  8. Suli Reviana
    2021 111 201
    D

    Bagaimana kita dapat memaksimalkan dalam mempelajari al-qur'an dan kita lebih menyukai dalam memepelajari al-qur'an sebagaimana kita tahu bahwa al'qu'an itu sendiri adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertama kita harus memahami betul akan arti al-qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan..
      dengan itu maka kita akan dapat memaksimalkan dalam mempelajari al-qur'an karena kita tahu bahwa al-qur'an adalah sumber dari segala ilmu.
      terimakasih

      Hapus
  9. Gilang Gintaka
    2021 111 207
    D

    Bagaimana Anda dg kapasitas Anda sbg mahasiswa STAIN melihat fenomena sekarang yg mayoritas orang hanya menjadikan Al Qur'an sbg pajangan. Bahkan bisa dibilang sekarang itu koran lebih sering dibaca daripada Qur'an, padahal sumber ilmu yg lengkap itu ada pada Al Qur'an???

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah fenomena di zaman sekarang mas,
      semakin meningkatnya teknologi menjadikan banyak orang yang melalaikan hakikat al-qur'an dan menjadikan orang tersebut kurang kesadaran diri akan pentingnya membaca al-qur'an. dan semoga kita tidak tergolong sebagai orang-orang seperti itu.

      Hapus
    2. Aamiin...

      Terimakasih sudah manggil saya dg "mas".
      SAJETE-SALOTIP

      Hapus
  10. nama; Aisyah
    nim : 2021 111 158
    kelas ;D

    Alqur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan, bagaimana hukumnya jika seorang non muslim mempelajari ilmu alquran ? apa dasarnya,,
    trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hukumnya boleh-boleh saja,karena islam tidak membatasi siapa saja yang boleh mempelajari al-Qur'an,
      tetapi kita juga harus mengetahui terlebih dahulu alasan non muslim mempelajari al-qur'an.

      Hapus
  11. nama: naila syarifah
    nim: 2021 111 149
    kelas: D

    terima kasih......


    pada zaman sekarang ini, orang membaca al-Qur'an hanya sekedar membaca tanpa mengkaji terjemahan isi kandungan dan tafsirnya,,,menurut pemakalh bagaimana agar mengoptimalkan al-Qur'an sebagai sumbar ilmu pengetahuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih,
      mbk pertanyaan anda sama seperti dengan pertanyaan mba suli reviana,
      maka dari itu dapat di baca sendiri ya....
      lihat di atas mbk....

      Hapus
    2. iya,,,,,kita harus memeahami betul isi kandungan al-quran,,,,,,,nha dalam pertanyaan saya orang membaca al-Quran hanya sekedar membaca tanpa mengkaji terjemahan/isi kandungan alquran,,,,nha itu bagaimana....??????gitu lho mz heri,,,maksud saya,,,,,,,,,

      Hapus
    3. owhh gitu tho mb naila...

      kalau hanya sekedar membaca alquran tanpa mengkaji terjemah/isi kandungannya tidak akan memperoleh ilmu pengetahuan, kecuali orang-orang tertentu yang diberi kelebihan khusus oleh Allh hanya saja dalam membaca alquran orang tersebut akan memperoleh pahala yang satu huruf akan memperoleh satu pahala kebaikan, satu pahala kebaikan itu akan dikali sepuluh.

      Hapus
  12. nama: Imroatul Maghfiroh
    NIM : 2021 111 148
    Kelas : D

    Assalamualaikum. .
    sekarang ini banyak orang yang lalai akan fungsi Al Qur'an sebagi sumber pengetahuan sehingga dalam pendidikan banyak orang yang mengambil rujukan dari barat, lalu bagaimana caranya agar kita tidak terlalu tergantung dari rujukan barat.? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Didalam alquran itu ada suruhan untuk mempelajari kisah-kisah umat terdahulu yang dapat dijadikan bahan pendidikan bagi kita. sebenarnya suruhan itu supaya kita tidak terjebak pada prilaku-prilaku yang tidak sesuai karena akan membahayakan diri kita sendiri, tapi kalau misalkan pendidikan itu bermanfaat dan tidak menyimpang dari hukum islam mengapa tidak.

      Hapus
  13. nama : nur ulis sa'adah shofa
    nim : 2021 111 205

    al-qur'an merupakan kalamullah, dan kita wajib menghormatinya, bagaimana menurut pemakalah mengenai kiat-kiat untuk menghormati alqur'an yang mana dizaman sekarang ini banyak orang yang enggan untuk membaca al-qur'an dan hanya menjadikan al-qur'an sebagai pajangan didalam rumah, bahkan kadang al-qur'an tersebut justru habis dimakan rayap.
    terimakasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. memng fenomena pada zaman sekarang itu banyak orang-orang yang melalaikan membaca alquran dan menjadikan orang tersebut kurang menyadari akan pentingnya membaca alquran dan hanya menaruh alquran itu sebaga pajangan saja.
      menurut saya kiat-kiat untuk menghormati alquran itu dengan tidak menindih barang diatas alquran dan tidak mencampakkannya, membiasakan membaca alquran setiap hari sehingga alquran tersebut tidqk lagi sebagai pajangan saja.

      Hapus
  14. NAMA: BADIATUL LIZA
    NIM: 2021 111 146
    KELAS: D

    assalamu'alaikum mz bro...

    saya ingin bertanya, bagaimana menggugah para kaum muslimin sendiri, untuk kemabali ke al-qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan??
    karena fenomena sekarang banyak dari kalangan muslim sendiri mencari ilmu pengetahuan dari pengetahuan-pengetahuan yang dikemukakan oleh orang-orang Barat, dan kurang percaya, bahwa sebenarnya Al-Qur'an sendiri adalah sumber ilmu pengetahuan yang paling banyak, bahkan para kyaimengatakan, "walaupun lautan dijadikan tinta, dan dunia dijadikan pena, tidaka akan mampu menggali ilmu Al-qur'an"???!!
    terimakasih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk menggugah para kaum muslimin supaya kembali mempelajari alquran menurut saya orang tua lebih mengutamakan pendidikan agama tetapi juga tidak melupakan pendidikan umum dengan menyekolahkan anak-anaknya kesekolah yang ada pesantrennya sehingga anak tersebut dapat memperoleh pendidikan alquran yang cukup sehingga sudah terpondasi akhlaknya sejak kecil dan setelah dewasa dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dari alquran.
      mengenai ilmu yang didapat dari orang barat kita harus tahu apakah ilu itu sudah sesuai dengan budaya dan agam kita kalau misalnya tidak sesuai dan menyimpang dari agama kita mengapa kita harus mempelajarinya itu hanya membuang waktu dan tenaga kita.

      Hapus
  15. WILDAN FAZA 2021 111 206
    kelas D

    pertanya'an:
    Bagaimana pendapat pemakalah terkait orang yang mengerti tentang Al-Qur'an dan dia memperoleh ilmu dari mempelari Al-Qur'an tersebut, akan tetapi dia justru melanggar hukum Islam misalnya melakukan kemaksiatan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya orang tersebut belum benar-benar memperoleh ilmu yang bermanfaat dan orang itu belum mengerti ilmu apa yang ia perolah dari alquran sehingga kurang memahami mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang oleh agama,

      Hapus
  16. nama: nihlatul maziyah
    nim: 2021 111 130
    kelas d

    bagaimana kita dapat selalu menjadikan alquran sbg sumber IP dan paradigma berpikir????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan mempelajari alquran secara bersungguh-sungguh dan memahami tentang ayat-ayat dan arti dalam alquran serta tidak terpengaruh dengan budaya-budaya barat yang semakin meracuni umat islam.

      Hapus
  17. Soraya Nailatul Izzah
    2021 111 097
    Kelas D
    menurut Anda, bagaimana cara mengoptimalkan al-qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan? karena dewasa ini banyak media lain yang dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaupun media lain dapat dijadikan sumber ilmu pengetahuan tapi sumber dari segala ilmu penetahuan itu terdapat pada alquran, jadi cara mengoptimalkannya kita jika menemui suatu masalah alquranlah yang dijadikan sebagai sumbernya.

      Hapus
  18. NAMA; NAIS STANAUL ATHIYAH
    NIM: 2021 111 280
    KELAS; D
    OERTANYAAN:
    pada zaman sekarang Alqur'an dalam bentuk digital yang praktis, yang saya tanyakan, apakah kedudukannya sama seperti Alqur'an dalam bentuk buku? dan bagaimana cara merawat dan menjaga Alqur'an digital tersebut? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kedudukan antara alquran digital dengan alquran buku tidak sama karena alquran buku sudah ada dari zaman dahulu dan terbukti keaslian dan kebenarannya sedangkan alqura digital itu dimasukkan oleh manusia mungkin akan ada kesalahan ketika memasukan tulisan alquran tersebut dan padazaman dahulu belum mengenal tentang digital.
      cara merawat alquran digital yaitu dengan disimpan di my_document laptop anda....ckckckckc

      Hapus
  19. Nama : Imas Anggraeni Dewi
    NIM : 2021 111 203
    kelas D

    bagaimana menurut pemakalah agar kita dapat mengambil ilmu yang ada pada Al-Quran, sedangkan kita kurang paham mengenai kandungan yang ada pada Al-Quran..

    Thank

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan menyantri pada kyai atau ustadz supaya kyai atau ustadz itu menerangkan isi kandungan yang menurut kita tidak tahu sehingga nantinya kita bisa memahami dan dapat mengambil ilmu dari alquran tersebut.

      Hapus
  20. NAMA : ARINUN ILMA
    NIM : 2021 111 045
    KELAS: D

    kita tahu bahwa al-Qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan, tapi jika kita melihat pada realita banyak orang-orang yang lebih percaya kepada tradisi atau menurut kata orang-orang dulu tanpa melihat kebenarannya didalam al-Qur'an. Lalu, bagaimana menurut pemakalah menyikapi hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih baik kita jangan percaya dulu pada tradisi tersebut lebih baik lihat dulu pada alquran apakah benar atau tidak dan Tidak boleh percaya pada kekuatan selain Allah.

      Hapus
  21. Assalamu’alaikum
    Nama: nahdiyah
    Nim: 2021 111 199
    Kelas: D
    Saya hanya ingin minta dijelaskan kembali tentang aspek tarbawi point 2 dan 3 dari hadits pada makalah anda...dan apa kaitannya dengan judul makalah anda “Alqur’an Sumber Ilmu Pengetahuan”
    Terimakasih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. point 2: Didalam alquran sudah dijelaskan mengenai perkara-perkara fitnah. mengenai hal itu allah menyuruh manusia untuk tidak melakukan fitnah karena didalamalquran juga sudah dijelaskan hal-hal atau kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan fitnah seperti nama kita akan dipandang buruk dilingkungan masyarakat,
      Allah berfirman dalam surat al baqarah ayat 191:

      وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
      yang artinya ..dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan...

      jadi dapat disimpulkan bahwa manusia dilarang melakukan perbuatan fitnah karena kerugian fitnah sudah dijelaskan dalam alquran, sehingga manusia akan terhindar dari fitnah.

      point3: saat ini biasanya orang-orang ketika sedang berkumpul dengan teman-teman atau mungkin ketika ibu-ibu berkumpul itu pasti akn ada gurauan-gurauan yang dilakukannya dan juga mungkin akan membicarakan orang (menggosip), nah ketika sedang berbicara atau bergurau/gosip orang-orang sering membicarakan perkara yang sedang ngetren/hangat yang terjadi dilingkungannya,padahal perkara/peristiwa itu sebenarnya belum pasti terjadi sehingga dapat menimbulkan fitnah.

      mengenai kaitanya kita menjadi tahu tentang perkara fitnah sehingga dari mempelajari itu kita mendapat ilmu dari alquran.

      Hapus
  22. Nama: Mushofakhah
    NIM: 2021 111 196
    Kelas: D

    Apa maksud kalimat “Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu” pada terjemahan hadits anda.?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah saya baca-baca lagi dari beberapa referensi, yang dimaksud yang bermata satu itu dalah nama lengkap dari harits yakni harits al-A'war, dimana al-a'war sendiri artinya yang bermata satu.

      Hapus
  23. Nama: Nur Akhadiyah
    nim : 2021111151
    kelas : D

    para ilmuwan sering menjadikan Al Qur'an sebagai sumber dari penemuannya yang terbaru.
    tolong sebutkan contoh dari salah satu alat teknologi canggih yang merujuk pada ayat Al-Qur'an dan sebutkan ayatnya.terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok terimakasih....
      contoh teknologi yang merujuk pada alquran yaitu RADAR.
      Radar merupakan perangkat yang digunakan untuk menentukan lokasi, kecepatan dan arah benda bergerak atau diam, dan bekerja dengan merefleksikan gelombang mikro. Prinsip operasi dari radar beruang mirip dengan pantulan suara. Misalnya, seseorang berteriak di lembah atau gua, mendengar suaranya sendiri yang dipantulkan kembali kepadanya. Jika kita tahu bagaimana cepatnya perjalanan suara melalui udara, kita dapat menghitung jarak dan arah umum dari objek yang memantul.


      ayatnya:

      وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ
      Artinya:
      "Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya,"

      Ayat di atas merujuk pada sifat-sifat mulia diberikan pada Nabi Daud as. Mereka dianugerahi ilmu oleh Allah swt. Ilmu ini juga menjadi acuan untuk teknologi radar masa kini, yang bekerja dengan pantulan gelombang elektromagnetik.

      Kata ” أوّبي ” dalam ayat QS. Saba ayat 10 ‘, diterjemahkan “kembali atau pengulangan suara,” mengingatkan gema berbasis teknologi radar.

      Hapus
  24. Nama: Nur Asfiyani
    NIM: 2021 111 200
    Kelas: D

    Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Rasulullah bersbda: "Kitabullah yang di dalamnya terdapat cerita cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian......."
    Yang ingin saya tanyakan, ayat al-Qur'an yang menyebutkan akan hal itu..?
    Dan bagaimana menurut pemakalah, jika al-Qur'an yang dijadikan dasar ilmu pengetahuan dibakar oleh orang" yang tidak menyukai akan kandungannya...? Terimakasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. وَ لَنْ تَرْضَى عَنكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى وَ لَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيْر
      Terjemah : Dan sekali-kali tidaklah ridha terhadap engkau orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, sehingga engkau mengikut agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah, itulah dia yang petunjuk. Dan sesungguhnya jika engkau turuti kemauan-kemauan mereka itu, sesudah datang kepada engkau pengetahuan, tidaklah ada bagi engkau selain Allah akan pelindung dan tidak pula akan penolong.
      maksud dari ayat tersebut bahwa umat nasrani dan yahudi tidak senang dengan umat islam.

      mengenai alquran yang dibakar: rasulullah mengajarkan untuk tidak kekerasan, sehingga kita menasihatinya apabila orang tersebut tetap melakukan kita doakan supaya dia tobat

      Hapus
  25. Hendaknya jangan bersendau gurau, karena dapat menimbulkan perkara fitnah.
    dari kalimat di atas yang merupakan aspek tarbawi dari hadist,yang saya tanyakan mengenai acara televisi yang di dalamnya berisi senda gurau.coba jelaskan hubungannya dengan aspek tarbawi yang ada dengan realita yang terjadi......terlebih acara tersebut adalh sebagai profesi yang untuk manghidupi keluarganya????

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya terimakasihmb nisa',
      menurut saya acara televisi tersebut hanyalah rekayasa belaka,
      dan kalaupun acara senda gurau itu meerupakan ragam dari berbagai acara ditelevisi. dan yang dimaksud gurau dalam hadits diatas adalah jika senda gurau itu dapat menyebabakan hal-hal yang tidak di inginkan, seperti menimbulkan kemarahan dan sebagainya.
      karena jika bersenda gurau terlalu berlebihan maka seseorang tersebut akan tidak bisa mengendalikan kesadaran.
      terimakasih

      Hapus
  26. Nama : Susi Ernawati
    Nim : 2021 111 202
    Kelas : D
    Assalamu'alaykum heri
    yang saya mau tanyakan, berdasarkan judul makalah di atas adalah bahwa Al-Qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan, namun kenapa pada zaman sekarang orang-orang mayoritas menyibukkan dirinya untuk membaca kabar hari ini seperti contohnya koran, majalah bahkan informasi yang tersaji didalam komputer atau internet ketimbang untuk membaca Al-Qur'an apalagi menggali ilmu pengetahuan didalamnya, adakah kiat-kiat supaya kita lebih condong untuk menggali sumber ilmu pengetahuan didalam Al-Qur'an daripada didalam sumber lain mengingat Al-Qur'an adalah sumber segala sumber ilmu pengetahuan?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wassalamualaikum mba susi....

      itulah fenomena di zaman sekarang mas,
      semakin meningkatnya teknologi menjadikan banyak orang yang melalaikan hakikat al-qur'an dan menjadikan orang tersebut kurang kesadaran diri akan pentingnya membaca al-qur'an.

      sedangkan kiat-kiat menurut saya kita dibiasakan membaca alquran setiap hari dan juga sebisa mungkin mengetahui arti dan maknanya sehingga kita dapat menggali ilmu pengetahun dari alquran.

      Hapus
  27. nama:nur hidayah
    nim:2021 111 145
    kelas:D
    assalamu'alaikum
    yang ingin saya tanyakan,menurut anda bagaimana caranya menjaga dan merawat al-qur'an,karena semakin ke depan zaman semakin canggih,banyak pihak-pihak yang tidak senang dengan agama islam melakukan berbagai cara untuk menghancurkan islam,termasuk pemalsuan al-qur'an.bagaimana caranya mempertahankannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan memperbanyak hafidz dan hafidzah ynag hafal alquran secara sempurna dan apabila ada cetakan baru dari suatu perusahaan tertentu yang mencetak alquran baru kita suruh hafidz atau hafidzah tersebut untuk membaca sehingga ketika ada kekeliruan maka kita akan mengetahuinya.

      Hapus
  28. nama: Musiyami Ulfa
    nim: 2021 111 157

    assalamu'alaikum....
    kita sebagai orang awam, hanya bisa membaca alqur'an tanpa memahami isi atau makna yang terkandung dalam aqur'an, bagaimana caranya agar kita membaca sekaligus memahaminya.....

    terima kasih mas brooo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalamualaikum mba ulfa

      Disahakan ketika membaca alquran kita juga tahu artinya sehingga kita dapat memahaminya kalaupun tidak ketika membaca alquran kita didampingi oleh ustadz atau kyai sehingga ketika kita tidak tahu maka bisa bertanya kepada kyai atau ustadz.

      Hapus
  29. assalamualaikum..

    Al-Quran sebagai sumber ilmu penngetahuan dan bahkan sering Al-Quran disebut sumber dari segala sumber. dan seharusnya sebagai umat muslim yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup lebih memahami dan menggali kandungan Al-Quran .

    bagaimana menurut anda tentang lebih banyak ilmuan barat yang kebanyakan non muslim yang lebih tertarik menggali isi kandungan Al-Quran untuk dijadikan sumber ilmu baru, dari pada ilmuan islam sendiri. apa yang menyebabkan ha ltersebut terjadi..?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam
      menurut saya memang ilmuan barat atau non muslim tersebut lebih tertarik untukmempelajari al-qur'an karena mereka cenderung mempunyai rasa penasaran yang lebih tinggi dan mereka selalu ingin mencari sesuatu yang baru atau lebih maju.
      dibandingkan dengan ilmuan muslim sendiri, menurut saya bukan ia tidak menggali, sebenarnya mereka juga sudah menggali, namun mereka kalah dalam hal fasilitas atau teknologi yang ada.
      terimakasih

      Hapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. nama: fiza umami
    nim: 2021 111 152
    dalam aspek tarbawi terdapat kalimat "Hendaknya jangan bersendau gurau, karena dapat menimbulkan perkara fitnah" tolong jelaskan maksutnya dan berikan contohnya,,
    terimakasih,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih...
      saat ini biasanya orang-orang ketika sedang berkumpul dengan teman-teman atau mungkin ketika ibu-ibu berkumpul itu pasti akn ada gurauan-gurauan yang dilakukannya dan juga mungkin akan membicarakan orang (menggosip), nah ketika sedang berbicara atau bergurau/gosip orang-orang sering membicarakan perkara yang sedang ngetren/hangat yang terjadi dilingkungannya,padahal perkara/peristiwa itu sebenarnya belum pasti terjadi sehingga dapat menimbulkan fitnah.

      Hapus
  32. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  33. NAMA : EKA KURNIA RIZKI
    KELAS : D
    NIM : 2021 111 251

    bagaimana cara menanamkan urgensi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari....? karna seperti yang kita tahu, kaum muda sekarang lebih cenderung pada dunianya saja.

    BalasHapus
  34. NAMA: KHOLIS ARIFAH
    NIM: 2021 111 293
    KELAS: D

    Assalamualaikum,
    bagaimana agar diri kita menggiatkan membaca al- Qur'an dan, walaupun satu ayat kita mengamalkannya,

    BalasHapus