Laman

1111

Kamis, 25 April 2013

c11-1 marlikhatin PENIPUAN - PEMALSUAN



MAKALAH
“HADITS TENTANG PENIPUAN DAN PEMALSUAN”
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah    : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : Ghufron Dimyati, M.S.I
 
Oleh:
MARLIHATIN
NIM. 2021111123
Kelas C


JURUSAN TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2013


PENDAHULUAN
Keberkahan bukanlah pemberian Allah yang tiba tiba dengan tanpa sebab diturunkan kepada seseorang. Keberkahan adalah suatu yang senantiasa diminta dan harus diupayakan oleh Allah dan pemiliknya. Terlebih lagi dalam jual beli. Dalam jual beli hendaklah penjual dan pembeli saling memberi kemudahan agar tercipta transaksi yang kondusif, karena Allah menyukai jual beli yang saling menguntungkan. Keberkahan dalam hidup menjadi tuntutan hidup yang penting bagi setiap manusia. Orang yang berkah adalah orang yang bahagia dalam hidupnya,maka dari itu jagalah keberkahan hidup agar hidup menjadi lebih terarah.
















PEMBAHASAN
1.      Hadits Pertama
a.    Sanad dan Matan Hadits
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ {الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا} قَالَ هَمَّامٌ وَجَدْتُ فِي كِتَابِي {يَخْتَارُ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا فَعَسَى أَنْ يَرْبَحَا رِبْحًا وَيُمْحَقَا بَرَكَةَ بَيْعِهِمَا} (رواه البحار)

“ Dari Abu Khalid (Hakim) bin hizam r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda ,Penjual dan pembeli keduanya bebas belum terikat selagi mereka belum berpisah maka jika benar dan jelas keduanya, diberkahi jual beli itu tetapi jika menyembunyikan dan berdusta maka terhapus berkah jual beli itu." (Bukhari)

b.        Makna Mufrodat
Penjual dan pembeli الْبَيِّعَانِ
Dengan khiyar بِالْخِيَارِ
Berkah بَرَكَةَ
Benar صَدَقَا
Menyembunyikan  كَذَبَا
c.       Biografi Perawi
Nama lengkapn Imam Bukhari adalah Muhammad bin Ismail bin al Mughiroh al Bukhari, lahir di Bukhara, sebuah kawasan Khurasan (Turkistan Barat) pada tanggal 13 Syawal 194 H.[1]
Sejak kanak-kanak beliau hidup bersama ibu dan kakaknya, ia mulai memperoleh ilmu mengenai hadits Nabi ketika berusia 10 tahun. Sehingga pada usia 16 tahun beliau melawat ke Mekkah, 2 tahun di Mekkah kemudian hijrah ke Madinah. Usai menghabiskan waktu 6 tahun di Hijaz beliau menuju ke Basrah, Kuffah, Baghdad, termasuk mengujungi Syiria dan Mesir, ia banyak bertemu dengan kaum terpelajar Muslim termasuk Imam Ahmad bin Hambal.
Banyak sejarah menyebutkan perjuangan Imam Bukhari dalam mengumpulkan hadits Nabi lebih dari 300.000 hadits, dan 200.000 hadits yang diantaranya ada beberapa hadits yang tidak dapat dipercaya. Di samping menghafal hadits beliau juga menyaring hadits-hadits palsu, sebanayak 7.275 hadits yang di pilihnya dengan pengulangan, sekitar 2.230 hadits tanpa pengulangan yang tidak di raguakan lagi keasliaannya.
Imam Bukhari meninggal pada 1 syawal 256 H dan di makamkan di Khartank sebuah desa dekat Samarkand.
d.      Keterangan Hadist
Penjual dan pembeli memiliki hak untuk memilih atau mengembalikan barang yang di perjual belikannya selama belum berpisah atau hingga mereka berpisah (khiyar majlis), hal ini terlihat dari sikapnya apabila membeli sesuatu yang di senanginya maka dia segera berpisah dengan penjualnya.
Dalam riwayat yang di nukil dari Atho’ dari Ibnu Abbas dari Nabi disebutkan bahwa selama dia belum meninggalkan pihak yang satunya, apabila dia telah meninggalkannya maka tidak ada khiyar baginya
Hendaklah penjual dan pembeli berlaku jujur dalam mengabarkan keadaan barang. Dalam hadits ini terdapat keutamaan dan anjuran bersikap jujur apabila penjual menjelaskan tentang kekurangan dan kualitas barang, maka sesungguhnya transaksi jual beli mereka akan di berkahi Allah.[2] Namun bila mereka berdusta atau menghilangkan cacat maka jual beli mereka tidak di berkahi.[3]
e.       Aspek Tarbawi
Segala sesuatu perbuatan tergantung pada niatnya. Sama halnya dalam transaksi jual beli. Seorang penjual yang baik adalah seorang yang jujur seraya bersedia menceritakan adanya cacat pada masa khiyar berlangsung tidak menutupi bahkan menghalangi pembeli, itulah yang menjadi keberkahan tersendiri dalam setiap transaksinya.

2.      Hadits Kedua
a.      Sanad dan Matan Hadits

حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ {مَا ظَهَرَ الْغُلُولُ فِي قَوْمٍ قَطُّ إِلَّا أُلْقِيَ فِي قُلُوبِهِمْ الرُّعْبُ وَلَا فَشَا الزِّنَا فِي قَوْمٍ قَطُّ إِلَّا كَثُرَ فِيهِمْ الْمَوْتُ وَلَا نَقَصَ قَوْمٌ الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا قُطِعَ عَنْهُمْ الرِّزْقُ وَلَا حَكَمَ قَوْمٌ بِغَيْرِ الْحَقِّ إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الدَّمُ وَلَا خَتَرَ قَوْمٌ بِالْعَهْدِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ الْعَدُوَّ} (رواه مالك فى المواطأ. كتاب الجهاد. باب الأمر المجتمع عليه عندنا)

b.      Terjemahan Hadits
“Abdullah bin Umar berkata : Rasulullah Saw menghadap kepada kami. Beliau bersabda : “Wahai segenap orang-orang muhajirin, ada lima hal bila sudah merata cobaan pada kalian, saya mohon perlindungan pada Allah dari lima perkara yang kalian temui : Tidaklah terjadi sama sekali perbuatan keji atau perzinaan dalam suatu kaum, sampai mereka melakukan terang-terangan, kecuali merata pada mereka penyakit kolera, dan beberapa penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang tua mereka yang telah lalu,    Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka mendapat siksa kemarau panjang pada beberapa tahun, kesulitan bahan makanan dan penguasa yang dzalim, Tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali mereka terhalang turunnya hujan dari langit kalau sekiranya tidak ada hewan-hewan, tentu mereka tidak akan mendapat hujan,  Tidaklah mereka merusak perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah bakal memberi kekuasaan kepada musuh terhadap mereka, lalu mereka mengambil sebagian harta yang ada pada tangan mereka, Tidaklah para pemimpin-pemimpin mereka berhubung dengan kitab Allah dan memilih hukum yang diturunkan oleh Allah kecuali Allah bakal menimpakan kesusahan pada mereka”

c.       Makna Mufrodat
قَوْمٍ           :  suatu kaum
الزِّنَا          : perzinaan
الْمِيزَان     : timbangan
الدَّمُ          : darah
حَكَمَ         : menghukumi
قُطِعَ         : diputuskan
الْحَقِّ        : kebenaran
d.      Biografi perowi
Abdullah bin Umar  nama lengkapnya adalah Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin al khattab ra,dia adalah seorang sahabat yang paling bersemangat meneladani Rasulullah. Beliau sudah masuk islam ketika masih kecil. Diusianya yang baru menginjak 13 tahun beliau sudah menawarkan diri kepada Rasulullah untuk mengikuti perang badar,namun Rasulullah menolaknya. Saat usianya 14 tahun beliau menawarkan diri kembali untuk ikut berperang. Namun rasulullah menolaknya. Beliau dibolehkan mengikuti perang disaat usianya 15 tahun. Dari kedekatannya dengan Rasulullah, beliau mendapat ilmu yang melimpah. Beliau mampu meriwayatkan 1630 hadis. Pribadinya sangat berpegang teguh dengan sunnah. Sehingga nabi telah meberi kesaksian atas kebaikannya. Abdullah bin umar meninggal di Makkah  tahun 73H. Pada usia 84 tahun.[4]
f.       Keterangan hadis
Imam An Nawawi berkata “ Asal makna keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan abadi “. Bila ditinjau dari dalil Al quran dan Sunnah, maka berkah memiliki arti kandungan dan pemahaman yang luas bahkan agung.[5]
Setiap insan yang diciptakan pastilah mendambakan keberkahan, entah itu keberkahan dalam hidup, dalam mencari ilmu, termasuk keberkahan dalam bekerja.
Berkah adalah menetapnya kebaikan dari Allah dalam segala sesuatu. Apabila berkah terdapat dalam sesuatu yang sedikit, niscaya ia akan berkembang menjadi banyak, dan semakin manfaat.[6]
Buah yang paling agung adalah berkah yang beraneka ragam yang dengan berkah itu manusia dapat berperilaku terpuji. Tak heran jika manusia berlomba lomba mencari keberkahan dengan mendayagunakan kekuatannya, harta, bahkan waktunya.
g.      Aspek tarbawi
1.      Agama islam adalah agama yang rahmatan lil alamin yang senantiasa mengajak kepada manusia dalam keberkahan.
2.      Sikap setiap muslim yang diliputi rasa keberkahan akan terasa nyaman dan tenang.
3.      Hadits di atas menjelaskan kepada kita tentang manfaat menghargai waktu ketika mengais keberkahan.
4.      Kebaikan dan perwujudan yang terus bertambah adalah berkah yang istimewa.


3.      Hadits Ketiga
a.       Sanad dan Matan hadits
حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ {مَا ظَهَرَ الْغُلُولُ فِي قَوْمٍ قَطُّ إِلَّا أُلْقِيَ فِي قُلُوبِهِمْ الرُّعْبُ وَلَا فَشَا الزِّنَا فِي قَوْمٍ قَطُّ إِلَّا كَثُرَ فِيهِمْ الْمَوْتُ وَلَا نَقَصَ قَوْمٌ الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا قُطِعَ عَنْهُمْ الرِّزْقُ وَلَا حَكَمَ قَوْمٌ بِغَيْرِ الْحَقِّ إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الدَّمُ وَلَا خَتَرَ قَوْمٌ بِالْعَهْدِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ الْعَدُوَّ} (رواه مالك فى المواطأ. كتاب الجهاد. باب الأمر المجتمع عليه عندنا)

b.      Terjemahan Hadits
” Bersumber dari Yahya bin Sa’id, sesungguhnya dia mendengar dari Abdullah bin Abbas yang mengatakan : Suatu kaum yang ketahuan berbuat curang atau khianat satu kali saja, maka hati mereka akan selalu diliputi oleh rasa takut. Suatu kaum yang sudah terlanda oleh perbuatan zina, maka pada mereka akan banyak kematian. Suatu kaum yang berani mengurang timbangan dan takaran, maka rizki akan diputuskan dari mereka. Suatu kaum yang berani menghukum secara tidak benar, maka pada mereka akan banyak terjadi pertumpahan darah. Dan suatu kaum yang berani mengkhianati suatu janji, maka Allah akan membiarkan mereka dikuasai oleh musuh. “[7]
c.       Makna Mufrodat
suatu kaum      قَوْمٌ
mengurangi     نَقَصَ
timbangan       وَالْمِيزَانَ
darah               الدَّمُ
menghukumi   حَكَمَ
kebenaran        الْحَقِّ
diputuskan      قُطِعَ
d.      Biografi Perowi
Imam Malik nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Anas bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin Al Harits Al Ashbahiy Al Humairy. Beliau lahir di Madinah Al Munawarah pada 95 H. Madinah merupakan tempat kelahiran sekaligus tempat menetapnya.
Imam Malik adalah sosok Amirul Mukminin dalam bidang hadits, Beliaulah orang pertama yang memilih para tokoh ahli fiqih di Madinah, menghindari orang yang tidak percaya dalam hadits, selama perjalanan hidupnya Beliau banyak meriwayatkan hadits dari sejumlah besar Tabi’in dan Tabi’at Tabi’in pada masa itu. Sebaliknya tidak sedikit guru gurunya yang meriwayatkan darinya sesuudah itu.
Karya terbesarnya adalah kitab Al Muwatha’, kitab ini disusun selama 40 tahun, di dalam Al Muwatha’ terdapat sanad hadis yang oleh para ahli hadits dianggap sebagai sanad sanad yang paling shahih, kitab ini merupakan kitab hadits pertama sekaligus fiqih.
Beliau wafat pada bulan Rabi’ul awwal tahun 179 H, dalam usia 84 tahun dan dimakamkan di Baqie’.

e.       Keterangan hadits
Hadits tersebut menjelaskan tentang macamnya peristiwa yang tidak mengandung keberkahan. Suatu kaum akan mengalami kehancuran manakala ia jauh dari tali Allah.
Ziyadatul khair memiliki kadar yang bermacam macam. Suatu kehidupan yang ada pastilah memberi kekuatan pada manusia untuk dapat memecahkan persoalan yang datang menimpa.
Sesungguhnya Allah SWT telah memberi potensi keberkahan dalam diri manusia. Namun, karena ulah tangan manusia itu sendiri yang merubahnya menjadi kehancuran.
Dua macam keberkahan dalam diri manusia, keberkahan dalam hidup dan keberkahan waktu, sebab demi Allah, kita diciptakan Tuhan dengan penuh rencana. Sedang waktu adalah modal utama untuk melakukan segala kebaikan. Manusia yang lengah dalam memanfaatkan waktu maka ia akan kehilangan keberkahan dalam hidupnya.
Apakah yang menyebabkan hilangnya keberkahan dalam diri mereka ( juga kita ) ini. Imam Abi Jamrah dalam Shahih Bukhori berkata : “ lemahnya iman dan banyak terjadi pelanggaran pelanggaran. “ jika umat islam menjadikan dunia sebagai tujuan hidup tanpa mempertimbangkan cara yang ditempuh benar atau salah. Selain itu banyak umat yang melakukan pelanggaran pelanggaran tidak Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, Rasulullah bersabda : “ jika kamu umatku telah mengagungkan dunia, maka akan diangkat dari umatku kehebatan islam, jika mereka meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, maka akan terhalang keberkahan wahyu “ ( HR. Abu Dawud )[8]
f.       Aspek Tarbawi
1.      Lengahnya manusia dalam memanagement waktu akan mengakibatkan hilangnya keberkahan hidup.
2.      Setiap manusia akan mengalami suatu kehancuran apabila dirinya jauh dari tali Allah.
3.      Jika kita menyadari bahwa keberkahan dalam diri kita hilang, maka kita harus mampu mengatasinya dengan hal positif agar kita bisa berprestasi di dunia dan akhirat.


KESIMPULAN
Suatu kaum akan mengalami kehancuran manakala ia jauh dari tali Allah. Dua macam keberkahan dalam diri manusia, keberkahan dalam hidup dan keberkahan waktu, sebab demi Allah, kita diciptakan Tuhan dengan penuh rencana. Sedang waktu adalah modal utama untuk melakukan segala kebaikan. Manusia yang lengah dalam memanfaatkan waktu maka ia akan kehilangan keberkahan dalam hidupnya.












\



DAFTAR PUSTAKA

Az Zabidi, Abdul Lathif Al Imam  Zainuddin Ahmad. 2000. Ringkasan Shahih Bukhori. Bandung : Mizan.
Al Asqalani, Ibnu Hajar Al Imam al Hafizh. 1997. Fathul Baari. Jakarta : Pusataka Azzam.
Al Bugha,Mustafa. 1993. Al Wafii syarah hadis Arba’in Imam An Nawawi : Pustaka Kautsar.
Mustofa, Adib Bisri. 1992. Muwatha’ Imam Malik ra. Semarang : CV Adhi Grafika Semarang.
www. Sobatmuslim.com/artikel/arti-keberkahan-rezeki/html, diakses 17 Februari 2013
www. Dakta.com/getar-kalam/20323/agar hidup menjadi berkah, html, diakses 17 Februari 2013
Senandung hikmah.multiply.com/journal/item/56/hilangnya keberkahan hidup oleh Hilman Hakiem/jan.29.08/diakses 17 Februari 2013




[1] Al Imam  Zainuddin Ahmad bin Abdul Lathif Az Zabidi, Ringkasan Shahih Bukhori, Cet ke IV ( Bandung : Mizan, 2000 ) hlm. xi-xii
[2] Ibid, hlm 392                           
[3] Al Imam al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani, Fathul Baari, Cet.I ( Jakarta : Pusataka Azzam 1997 ) hlm. 80-81
[4] Mustafa Al Bugha, Al Wafii syarah hadis Arba’in Imam An Nawawi, Cet ke VII ( Jakarta             : Pustaka Kautsar,1993) hlm 470
[5] www. Sobatmuslim.com/artikel/arti-keberkahan-rezeki/html, diakses 17 Februari 2013
[6] www. Dakta.com/getar-kalam/20323/agar hidup menjadi berkah, html, diakses 17 Februari 2013
[7] Adib Bisri Mustofa, Muwatha’ Imam Malik ra, Cet I, ( Semarang : CV Adhi Grafika Semarang, 1992 ) hlm 703
[8] Senandung hikmah.multiply.com/journal/item/56/hilangnya keberkahan hidup oleh Hilman Hakiem/jan.29.08/diakses 17 Februari 2013

29 komentar:

  1. Anamil choir 2021 111 122

    assalamualaikum
    apabila kita membeli barang dari situs online,,dan sudah deal antara penjual dan pembeli,,tetapi barang yang di terima tidak sesuai atau ada cacat,, mungkin dalam pengiriman nya terjadi sesuatu terhadap barang tersebut,,??bagaimana menanggapi masalah seperti ini
    waalaikumsalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam...

      terimakasih atas jawabannya.


      seperti biasanya, ketika seseorang bertransaksi tentu terdapat akad ataupun perjanjian di awal. terlebih lagi dalam kasus jual beli di dalam situs online. jual beli dalam situs online yang baik adalah manakala si penjual menjelaskan keunggulan barang yang diperjualbelikan, mendeskripsikan dengan jelas perihal barang, termasuk dalam hal pengiriman barang tersebut. cara ini dapat meminimalisir kasus penipuan. namun ketika barang yang sampai di tangan pembeli tidaklah sesuai,atau terdapat cacat dalam pengirimannya, maka hal tersebut kembali ke akad semula. apabila dalam akad awal bahwa si penjual bersedia mengganti kerusakan atau cacat barang akibat pengiriman maka ini tanggungan dari si penjual,begitu juga sebaliknya, bila dalam perjanjian awal si penjual tidak menanggung kerusakan barang, maka kerusakan berada dalam wilayah pembeli.

      Hapus
  2. Nur Faizatul Khaeriyah
    2021 111 111
    C

    Assalamualaikum jenk ..
    Tanya yach... bagaimana cara kita menghargai waktu dalam mengais keberkahan???? makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam,,
      terimakasih atas pertanyaannya.


      seperti dalam penjelasan hadis bahwasanya kita dituntut untuk memanagement waktu, menghargai waktu dengan baik agar keberkahan senantiasa mengiringi. lalu bagaimana cara kita menghargai waktu dalam mengais keberkahan salah satunya adalah mengoptimalkan dan menyeimbangkan waktu kita, baik waktu untuk bekerja,belajar bahkan waktu untuk belajar. dengan hal terssebut maka kita akan berhasil, ingat kata hadis bahwasanya waktu itu laksana pedang, barang siapa yang tidak mampu mnghargainya dengan baik, maka ia akan terhunus. jadilah orang yang senantiasa menghargai waktu...

      Hapus
  3. nama: Nailis Sa'adah
    nim: 2021111114

    assalamu'alaikum,,,
    mb pertanyaan saya sangat simple,,yaitu hal positif apa yang harus kita lakukan agar kita bisa berprestasi di dunia dan akhirat.,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam...

      terimakasih atas pertanyaannya.

      sebenarnya banyak hal positif yang harus kita lakukan agar kita bisa berprestasi dunia akhirat,misal saja : bersedekah, berbakti kepada orang tua, menuntut ilmu, tolong menolong dalam kebaikan,dsb. hal positif itulah yang bisa mengantarkan prestasi kita baik dalam kehidupan dunia atau di akhirat.

      Hapus
  4. Silfina Hayati
    2021111268
    C

    Assalamu’alaikum jenx,,
    Sayaa mau Tanya, jika jika kita membeli barang yang kata penjualnya berkualitas, namun ternyata barang tersebut cacat.. tragisnya barang tersebut sudah kita pakai sebelum kita komplain ke penjual. Hal Apa yang harus kita lakukan sebagai pembeli karena merasa tertipu?
    Terima kasiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam

      terimakasih atas pertanyaannya,

      sebenarnya dalam ajaran islam itu sendiri telah memberikan kesempatan antara penjual dan pembeli untuk melakukan khiyar agar tidak ada pihak yang dirugikan. ketika terjadi masalah tersebut maka dapat diminimalisir dengan khiyar.dimana batasan khiyar adalah tiga hari,bila seorang pembeli membeli barang dan terdapat cacat dimana rentang waktu pembeliannnya belum mencapai tiga hari maka barang tersebut boleh dikembalikan ke penjualnya.

      Hapus
  5. HASAN BASRI 2021 111 241 C

    ASSALAMU'ALAIKUM MBA ATIN


    Saya mau tanya mengenai bagaiamana cara kita meminimalisir penipuan dan pemalsuan di negara kita sendiri?
    berikan pendapat njenengan tentang penipuan dan pemalsuan, contohnya barang dagang!

    terima kasih

    wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam,

      terimakasih atas pertanyaanya,

      semaraknya jual beli dalam negara kita dalam setiap tahunnya selalu meningkat, terlebih dalam persaingan global,lalu bagaimana cara kita meminimalisir kasus penipuan khususnya dalam jual beli adalah :

      1. budidayakan sistem saling terbuka antara penjual dan pembeli
      2. bagi penjual hendaknya melayani pembeli dengan baik,karena pembeli adalah raja, dan terapkan sistem kejujuran
      3. bagi pembeli, hendaklah ia teliti, jeli, cermat terhadap barang yang akan dibeli. supaya tidak ada kata penyesalan dikemudian hari.

      seperti itulah kiranya cara kita meminimalisir kasus penipuan dalam jual beli,

      Adapun pendapat saya tentang penipuan dan pemalsuan barang dagangan adalah penjual dan pembeli yang saling bertransaksi dimana penjual tidak menjelaskan kecacatan barang,justru menutupi kecacatan barang tersebut,sehingga menimbulkan kerugian pada pembeli.

      Hapus
  6. Ulfatul Maula ( 2021111089 )

    Assalamualaikum.
    mba chatin yg cantikk, hehe
    saya mau tanya nih, terkait masalah etika jual beli. bahwasannya jika kita melihat realita sekarang ini, hampir semua pedagang/ penjual selalu menutupi kecacatan barang yang dijualnya. hal tersebut terjadi entah dipengaruhi karena faktor persaingan pasar atau mungkin kuranya pengetahuan ttg agama. Karena dalam islam sendiri, spt yang dijelaskan makalah diatas, bahwa praktek penjualan yg seperti itu dilarang dalam islam. Yg sy tanyakan, bagaimana pendapat mb chattin terkait hal tersebut, serta bagaiman caranya merubah pola jual beli yang sudah kian terjadi seprti diatas agar bisa menjadi proses jual beli yg halal.
    Jzkmlh..

    Wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih atas pertanyaannya,

      walaikumsalam wr,wb

      memang kasus demikian sudah maraak sekali,katakanlah hampir terjadi dalam kasus jual beli, saling berlomba-lomba melariskan dagangan cara tertentu, akan tetapi dengan cara yang kurang baik, maka justru akan mengambat proses keberkahan itu sebdiri, pebdapat saya ya sejalan dengan hadis bahwasanya seorang penjual tidak boleh melakukan penipuan terhadap si pembeli, kasus meneutupi kecacatan barang sama halnya dengan penipuan,jual beli yang mengandung unsur gharar(penipuan) maka ia tidak akan diberkahi. lalu apa yang harus kita lakukan tentunya ya dengan menceritakan perihal keadaan barang yang akan kita perjualbelikan,jangan ditutup-tutupi, tanamkanlah rasa saling terbuka agar proses jaul beli menjadi halal, serta mendatangkan keberkahan.

      Hapus
  7. restu noviani 2021111091
    assalamualikum ..mb atin yg imut,,saya cuma mau tanya bagaimana kita bisa selalu berkata dan berbuat yang jujur,,melihat kenyataan dizaman sekarang banyak sekali penipuan,,trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam....

      terimakasih atas pertanyaannya.

      sebenarnya mengenai perilaku dan perkataan jujur itu harus ditegakkan dalam hati, memang terkadang dua hal tersebut sulit untuk dilakukan, tapi apabila kita dalam kehidupan sehari-hari selalu membiasakan berlaku jujur dan berkata adanya insya allah kita selalu jadi orang yang jujur. semua itu butuh proses dan butuh tindakan secara kontinue, jadi yaa biasakan sejak dini berlaku jujur,

      Hapus
  8. nama : Irva Silvia NIM : 2021 111 101

    Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

    atin, keberkahan itu sebetulnya bisa dirasa gak? lalu maksud dari bertambah kebaikan itu apa artinya diberikan kecukupan? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam,,,,

      terimakasihh atas pertanyaanya jenk irfa,

      menurut saya keberkahan itu dapat dirasakan, yang namanya keberkahan itu kan tidak dirasa secara materi atau yang berhubungan dengan kebendaan semata, akan tetapi keberkahan juga dapat dirsakan secara batin,

      maksud dati bertambah kebaikan itu adalah bertambahnya segala sesuatu yyang baik, bisa saja kecukupan, bisa juga ketenangan batin.

      Hapus
  9. qurrotul aini (2021111098)
    assalamualaikum...
    atin,,bicara tentang keberkahan pernah saya liat beberapa orang yang berebut sisa minum dari seorang kiai, yang pada umumnya sisa minum orang lain itu kan tidak lazim diminum? bagaimana menurut penjelasan anda.... sekian TQ wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalamm...
      terimakasih atas pertanyaannya,


      iya mba, adat dan kebiasaan itu memang sudah mengakar sejak dulu,tidak hanya berebut minum saja, akan tetapi juga berebut sisa makanan dari pak kyai itu dengan tujuan supaya memperoleh berkah. menurut saya itu si tidak apa-apa mba..

      Hapus
  10. ASALAMU'ALAIKUM..
    MBAX MAU TANYA BAGAIMANA DENGA ORANG YANG BERJUALAN udah di tetapkan oleh harga pasar tetapi jika ada orang yang tidak tau harga pasar si penjual meninggikan harga tersebut sehingga pembeli membeli dengan harga tinggi dan menimbulkan penyesalan dalam pembelian tersebut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. waalaikum salam.

      inilah mas yang tidak menjadikan keberkahan terhadap usaha yang dilakukan si penjual dan rezeki yang diperoleh pun sama sekali tida membawa berkah. dari pertanyaan yang diajukan mas umam bisa terlihat bahwa si penjual tidak berusaha berlaku jujur terhadap si pembeli, padahal sikap jujur adalah penghantar seseorang memperoleh berkah dari Allah. ini sesuai dengan kandungan hadis atau penjelasan dari hadis yang pertama.

      Hapus
  11. Ana Lailya 2021 111 121
    Assalamu'alaikum....
    mb atin yang cntix mw nany nich, bagaimana cara menjadi penjual yang jujur agar mau menceritakan kecacatan barang daganganya tanpa dia takut para pelanggan akan pergi mbak, karena kenyataannya pun itu hal yang susah dilakukan, apa ada cara2 tertentu? lalu apa maksud kalimat Kebaikan dan perwujudan yang terus bertambah adalah berkah yang istimewa. mohon dijelaskan...
    terima kasih..
    wassalam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam

      terimakasih dengan pertanyaannya

      cara menjadi penjual yang jujur salah satunya adalah dengan menceritakan keadaan barang yang diperjualbelikan. seseorang penjual hendaknya menceritakan saja perihal kecacatan barang tanpa diliputi rasa takut pelanggannya pergi, karena justru dengan kita jujur pelanggan itu akan senang karena si penjualnya benar-benar memperhatikan si pembeli supaya tidak ada penyesalan, prinsip dalam jual beli adalah saling ridho, saling suka sama suka, dan dengan perbuatan tersebut maka akan menarik hati pembeli, Allah SWT pun senantiasa memberi keberkahan pada usaha kita, dalam hadis juga diterangkan " barang siapa yang melakukan jual beli dengan disertai penipuan maka ia tidak termasuk umatku(umat muhammad)


      maksud pertanyaan mengenai kebaikan dan perwujudan yang terus bertambah adalah berkah yang istimewa ini maksudnya bahwa segala yang baik-baik yang bemanfaat yang menenangkan jiwa itu adalah keberkahan yang istimewa mb, misal dengan umur panjang, rezeki yang berlimpah itu termasuk keberkahan yang istimewa

      Hapus
  12. Nama : Dewi Suryani 2021 111 093

    Assalamu'alaikum wr. wb.


    Mb atin saya mau tanya sedikit tentang penjual dan pembeli, Apabila kita membeli barang dirumah pengelola barang tsbt biasanya harga yang diberikan lebih murah dibanding dengan beli dipasaran. Yang ingin saya tanyakan apakah itu sebuah pemalsuan harga antara penjual dengan pembeli.?... karena harga yang dijatuhkan antara di pabrik dan di pasaran kq sama biasanya klo beli dipabrikny kn diberi murah apalagi belinya tidak 1 barang. Menurut mb atin bagaimana?. thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam

      terimakasih atas pertanyaannya,


      menurut saya ya itu bukan kaategori pemalsuan mba dewi, itu memang sebuah realita, ketika seseorang membeli barang dari pabriknya langsung itu lebih murah karena belum terikat jasa ongkos kirim, berhubung harga di pasaran mahal itu karena si pedagang pasar membeli ke pabrik dan menjualnya, dia sudah mengeluarkan ongkos untuk sampai ke pabriknya, sehingga itu bukan kategori pemalsuan harga, akan tetapi perbedaan harga saja, begitulah menurut saya.

      Hapus
  13. Mirza Fajrian
    2021 111 110

    Assalamu'alaikum...

    Bagaimana ketika ada orang yang memalsukan ijazah, truz menjadi seorang pejabat,,,dan dia sudah berbuat baik kepada masyarakat selama menjabat,,karena agar tidak diketahui memalsukan ijazahnya, apakah dia dapat keberkahannya dan dihitung kebaikannya dia...???Tolong Jelaskan....

    trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam

      terimakasih atas pertanyaanya,

      segala sesuatu tergantung pada niatnya, ketika seseorang memalsukan ijazah dan jadi pejabat dengan berbuat baik pada masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh kekuasaan dan kedudukan semata ya itu tidak diperbolehkan walaupun kinerjanya bagus, karena dari awal niatannya sudah beda. dengan niatan yang kurang baik ya keberkahan dan kebaikan belum tentu diperoleh,adapun dengan pemalsuan ijazah dan orang tersebut benar-benar bertabiat baik,berniat baik pada masyarakat denagn niatan tulus, tidak berambisi pada kekuasaan maka ya insya allah keberkahan itu akan diperoleh, akan tetapi alanagkah baiknya lagi bila menghindari cara tersebut.

      Hapus
  14. Nama : IDA ZAHIDAH
    Nim : 202111108
    Assalamu'alaikum
    Bagaimana pendapat anda tentang jual beli yang tidak melenceng dari syariat islam?
    terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalammmm...

      terimakasih

      jual beli yang tidak melenceng syariat yaitu, jual beli yang telah memenuhi syarat dan rukun jual beli menurut saya ya begitu mb, intinya tidak melenceng dan benar.

      Hapus