Laman

Jumat, 27 Februari 2015

H-3-10 : Zuhrotul Fitriyah



MASJID SEBAGAI MADRASAH

Mata Kuliah    : Hadis Tarbawi II



Disusun Oleh:
Zuhrotul Fiitriyah (2021  113  044)

Kelas: H

JURUSAN TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ( STAIN)
PEKALONGAN
2015
 

Kata Pengantar
Bismiillahirrohmanirohim.
Alhamdulillah, Segala  puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penulis diberikan amanah untuk menyelesaikan makalah yang berjudul “ Masjid sebagai madrasah”  diberikan kelancaran dalam pengerjaan tugas .
shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW, serta para sahabatnya, keluarganya, dan sekalian para umatnya hingga akhir zaman.
Makalah ini merupakan makalah yang menyajikan bahan materi sebagai tugas mata kuliah Hadis Tarbawi II. Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan KeIslaman kita mengenai masjid sebagai tempat ibadah dan  tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan dari sebuah lembaga non formal yaitu madrasah.
Dengan kemampuan yang sangat terbatas, penulis menyadari bahwa penulis jauh dari kesempurnaan, penulis sudah berusaha dan mencoba mengeksplorasi dari beberapa sumber mengenai hadis yang akan dibahas ini, dan apabila dalam makalah ini dijumpai kekurangan maupun kesalahan pada pengetikan atau pembahasan, maka penulis dengan senang hati menerima kritikan dari pembaca. Karena kesempurnaan sejatinya dimiliki Allah Swt, dan kekurangan ada pada diri penulis. Semoga makalah ini dapat bermanfaat,. Amin ya robbal ‘alamin. Selamat membaca.
                                                                          Pekalongan,  1 Maret  2015



A.    PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Masjid tempat untuk beribadah, dimana dimasjid merupakan tempat berkumpulnya semua orang untuk melaksanakan ibadah, dalam kehidupan orang-orang Islam semua orang tidak terlepas dalam aktivitas sehari-hari semua orang selalu ke masjid untuk bersujud kepada Allah untuk mendekatkan diri.
Selain itu masjid juga tidak hanya untuk tempat sholat dan wudhu saja, melainkan juga untuk beraktivitas sebagai suatu lembaga pendidikan yang berhubungan dengan keIslaman atau bisa dikatakan sebagai madrasah. Dalam hal pendidikan tidak lepas dari yang namanya lembaga formal dan non formal, lembaga non formal ini berkaitan dengan Islam. Lembaga non formal ini biasanya dahulu pada zaman Rasulullah Saw masjid dlam hal ini  sebagai tempat penyelenggara ilmu. Bisa dikatakan masjid dikala itu selain sebagai tempat ibadah juga sebagai madrasah. Melalui makalah ini penulis ingin memaparkan hadis yang bekaitan dengan lembaga pendidikan islam yaitu masjid sebagai madrasah.










B.     PEMBAHASAN
1.    Pengertian 
Masjid berarti tempat beribadah. Masjid berasal dari kata bahasa Arab sajada berarti sujud atau tunduk. Dalam bahasa Inggris, kata masjid dalam masque yang berasal dari kata mezquita dalam bahasa Spanyol. Secara istilah masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah semata.masjid dapat diartikan lebih jauh, bukan hanya tempat shalat dan tayamum (berwudhu), namun juga sebagai tempat melaksanakan segala aktivitas kaum muslimin berkaitan kepatuhan kepada Allah SWT.
Pada zaman Rasulullah fungsi dan peranan masjid pada masa itu, yaitu bahwa teracatat tidak kurang dari sepuluh peranan dan fungsi masjid seperti halnya masjid Nabawi yang didirikan rasulullah Saw, sebagai tempat ibadah (shalat, zikir), konsultasi dan komunikasi berbagai masalah termasuk ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, santunan sosial, latihan militer dan persiapan peralatannya, pengobatan korban perang, perdamaian dan pengadilan sengketa, menerima tamu (diaula), nenawan tahanan dan pusat penerangan dan pembelaan agama.[1]
Madrasah jamak dari madaris yang merupakan Sekolah tradisional untuk pendidikan yang tingkat tinggi, maksudnya bahwasaya pelajar yang memasuki madrasah ini di syaratkan telah menghafal al-Qur’an.[2] Kata madrasah berasal dari bahasa Arab yang artinya sekolah, Madrasah juga mengandung arti tempat atau wahana anak mengenyam proses pembelajaran.[3]
2.    Teori pendukung
وعن انس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتى ير جع (رواه الترمذي)
Artinya: “Dari Anas RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang keluar dengan tujuan menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga sampai pulang”. (H.R. Tirmidzi)
ô`tBur ãNn=øßr& `£JÏB yìoY¨B yÉf»|¡tB «!$# br& tx.õム$pkŽÏù ¼çmßJó$# 4Ótëyur Îû !$ygÎ/#tyz 4 šÍ´¯»s9'ré& $tB tb%x. öNßgs9 br& !$ydqè=äzôtƒ žwÎ) šúüÏÿͬ!%s{ 4 öNßgs9 Îû $uŠ÷R$!$# Ó÷Åz óOßgs9ur Îû ÍotÅzFy$# ë>#xtã ×LìÏàtã ÇÊÊÍÈ
Artinya: Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.”

3.    Materi Hadis
عَنْ أَبي سعيد : جَاءَتْ اِمْرَأَةٌ إلَى رَسُوْ لِ الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم فَقالَتْ: يارسول الله، ذَهَبَ الرِّجَالُ بِحَدِ يْثِكَ، فَا جْعَلْ لَنَا مِنْ نَفْسِكَ يَوْمًا نَأتِيْكَ فِيْهِ تُعَلّمُنَا مِمّا عَلّمَكَ الله. فَقَال َ: اِجْتَمِعْنَ فِيْ يَوْمِ كَذاوكذافِيْ مَكَانِ كَذَاوَكَذَا. فَا جْتَمِعْنَ. فَأتَاهُنّ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم فَعَلّمَهُنّ مِمّا عَلّمَهُ الله ثُمَّ قال: مَا مِنْكُنَّ إمْرَأةٌ تَقَدّمَ بَيْنَ يَدَيْهَا  مِنْ وَلِدِهَا ثَلَاثَةٌ إلّاكَانَ لَهَا حِجَابًامِنَ النّارِ .فَقَا لَتْ اِمْرَأة ٌمِنْهُنّ: يارسول الله اِثْنَيْنِ؟ قَالَ: فَأعَادَتْهَامَرّتَيْنِ ثُمّ قال: وَاثْنَيْنِ، وَاثْنَيْنِ، وَاثْنَيْنِ  (رواه البخاري في الصحيح, كتاب إلاعتصام بالكتاب والسنة, باب تعليم النبي صلى الله عليه وسلم أمته من الرجال والنساءمماعلمه الله ليس برأي ولاتمثيل)                                                                                         
Terjemah Hadis
Dari Abu Sa’id, “ Seorang perempuan datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, ‘ Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah pergi dengan haditsmu. Tetapkanlah untuk kami atas kemauanmu suatu hari yang kami datang padamu di hari itu, agar engkau mengajarkan kepada kami apa yang diajarkan Allah kepadamu’. Beliau bersabda, ‘Berkumpullah pada hari ini dan itu, di tempat ini dan itu’. Maka mereka pun berkumpul. Lalu Rasulullah SAW datang menemui mereka dan mengajarkan kepada mereka apa yang diajarkan Allah kepadanya. Setelah itu beliau bersabda, ‘Tidak ada seorang perempuan pun diantara kalian yang ditinggal mati tiga orang anaknya, melainkan anaknya itu menjadi penghalang bagi ibunya dari neraka’. Seorang perempuan diantara mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana dengan dua orang?’ Beliau bersabda,’Dan dua orang, dan dua orang, dan dua orang’.”
Arti Mufrodat
Arti
teks
pergi
ذهب
Laki-laki
الرٌجعل
hadismu
بجديىك
tetapkanlah
فا جعل
mengajarkan
تعلمنا
kemauanmu
نفسك
Berkumpul
اجتمعن
Menemui mereka
فا تهنق
Di tinggal mati
تقد م
penghalang
حجا با

4.    Refleksi Dalam Kehidupan
Madrasah adalah salah satu jenis lembaga pendidikan Islam yang banyak berkembang di Indonesia yang di usahakan terletak disamping masjid  dan  pesantren.[4] Suatu kenyataan dan sekaligus keunggulan sistem pendidikan nasional adalah daya akomodatif dalam mengintegrasikan pranata-pranata pendidikan yang beragam ke dalam satu bangunan sistemik pendidikan nasional.
 Zaman sekarang madrasah sangat berkembang, bahkan dalam hal ini benar-benar menampilkan budaya simpatik sebagai jati diri bangsa yang berakar pada peradaban “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam hal ini betapa simpatiknya pengakuan bahwa “madrasah” ( Ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah) merupakan sekolah umum yang berciri khas Islam dan menjadi bagian keseluruhan sistem pendidikan nasional di negeri kita.[5]
Madrasah pernah berkembang pada abad 11 dan 12 atau periode pertengahan sejarah Islam, khususnya di wilayah Baghdad seperti madrasah al-Nizamiyah, kehadiran madrasah di indonesia sendiri tampak merupakn fenomena modern pada awal abad 20. Tampaknya , tokoh Syekh Zaenuddin Labai dapat disebut sebagai tokoh  pertama yang pada  10 Oktober 1915 mendirikan lembaga pendidikan madrasah di Padang Panjang, sebelum berkembangnya lembaga serupa diberbagai daerah. Madrasah di Indonesia itu bukan merupakan kelanjutan atau adopsi langsung dari madrasah abad pertengahan. Dalam hal ini pendidikan madrasah dalam kajian ini dibatasi sebagai lembaga pendidikan Islam yang berada dalam sistem Pendidikan Nasional dan ditempatkan dibawah pembinaan Departemen Agama.
Dibandingkan dengan pesantren, madrasah relatif terorganisasi secara baik, dalam hal tujuan, kurikulum, kepemimpinan dan proses belajar mengajarnya.[6] Dalam mendapatkan pendidikan agama yang baik dan mempunyai dasar pendidikan umum, pasti akan mendapatkan jalan dalam kehidupannya. Pada masyarakat Indonesia modern, mata pelajaran praktis tidak begitu dihargai, walaupun mata pelajaran umum yang dimasukkan ke madrasah.[7]
5.    Aspek Tarbawi
Dalam hal ini yang dapat ari hadis bahwa aspek tarbawi dikatakan bahwa masjid bukanlah hanya untuk tempat beribadah melainkan juga untuk memperoleh suatu ilmu dari lembaga pendidikan Islam yang biasa di sebut madrasah.
1.    Masjid merupakan suatu tempat yang berfungsi untuk ibadah dan untuk menuntut ilmu.
2.    Masjid juga bisa dikatakan sebagai madrasah yang berperan juga untuk penagjaran yang formal maupun non formal seperti kampus
3.    Masjid sebagai tempat utama dalam belajar dan mengajar, membuahkan pendidikan yang lebih terarah, sehingga menjadikan masjid sebagai lembaga pendidikan yang terbentuk dengan sendirinya.
4.    Madrasah lembaga pendidikan Islam yang mewarnai dunia pendidikan yang masih berkembang samapi pada zaman sekarang
5.    Madrasah dan masjid memiliki keterkaitan yang mengembangkan pendidikan Islam yang berhubungan erat.






C.    PENUTUP
Simpulan
Masjid berarti tempat beribadah. Masjid berasal dari kata bahasa Arab sajada berarti sujud atau tunduk. masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah semata.masjid dapat diartikan lebih jauh, bukan hanya tempat shalat dan tayamum (berwudhu), namun juga sebagai tempat melaksanakan segala aktivitas kaum muslimin berkaitan kepatuhan kepada Allah SWT. Madrasah jamak dari madaris yang merupakan Sekolah tradisional untuk pendidikan yang tingkat tinggi, yakni suatu lembaga islam yang berhubungan dengan pendidikan Islam dan madrasah sudah pernah berkembang pada abad 11 dan 12 atau periode pertengahan sejarah Islam.












DAFTAR PUSTAKA
Fadjar  A Malik. 1998. Madrasah dan Tantangan Modernitas. Bandung: Mizan
Glasse Cyril. 1999. Ensiklopedia Islam (Ringkas),cet2.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Handryant Aisyah N. 2010. Masjid sebagai pusat perkembangan masyarakat. Malang: UIN Maliki press
Maksum.  1999 Madrasah Sejarah dan Perkembangannya, cet 2.Jakarta: Logas Wacana Ilmu
Steenbrink Karel A. 1986. Pesantren Madrasah Sekolah .Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia












TENTANG PENULIS
Pekalongan adalah tempat segala ativitasku dari tidur sampai bangun lagi. Nama saya Zuhrotul Fitriyah, nama panggilan saya dari temen-temen  dikampus zuzuh, tempat tanggal lahir saya Pekalongan, Maret 1995. Asal saya dari Kalijambe Sragi kab Pekalongan. Sebelum saya sekolah dulu saya belajar dilembaga non formal TPQ Roudlotut Tholibin, Sragi. Pendidikan saya TK PGRI 01 Kalijambe, kemudian saya melanjutkan di SD N 02 Kalijambe dari kelas 1-6, dan melanjutkan di MTs Ma’arif NU Sragi. Kemudian saya SMAnya melancong ditengah kota Pekalongan, SMA saya MAN 2 Pekalongan. Dan sekarang saya masih kuliah di STAIN Pekalongan. Kesibukan dalam hari-hari saya  mengikuti himpunan Program Studi PAI dan selain itu saat ini saya juga mengikuti kegiatan diluar kampus, saya juga masih mengikuti kegiatan Pimpinan ranting dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU kec. Sragi.  Untuk menjadi diri sendiri yang baik selalu tersenyum kepada semua orang diamanapun berada kata yang selalu memotivasi “ jangan jadikan dirimu sebagai bahan teguran orang lain” dan “ cobaan tidak hanya datang sekali namun kebahagiaan akan abadi selamanya J



[1] Aisyah N. Handryant. Masjid sebagai pusat perkembangan masyarakat.(Malang: UIN Maliki press, 2010).hlm.51-52
[2] Cyril Glasse, Ensiklopedia Islam (Ringkas),cet2,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 1999).hlm.242
[3] A Malik Fadjar. Madrasah dan Tantangan Modernitas,(Bandung: Mizan, 1998).hlm.18
[4] Maksum. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya, cet 2.(Jakarta:Logas Wacana Ilmu, 1999).hlm.7
[5] A Malik Fadjar. Madrasah dan Tantangan Modernitas,(Bandung: Mizan, 1998).hlm.15
[6] Maksum. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya, cet 2.(Jakarta: Logas Wacana Ilmu, 1999).hlm.7-8
[7] Karel A. Steenbrink, Pesantren Madrasah Sekolah (Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia, 1986).hlm.232

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar