Laman

Minggu, 22 Maret 2015

M-6-b: M. Badhowi

METAFISIK MALAIKAT
Mata Kuliyah : Hadis Tarbawi II




 

Kelas M (regular sore)
Muhammad Badhowi        
2021213046

JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
STAIN PEKALONGAN
2015


KATA PENGANTAR

           Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kita masih di beri kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah ini.
           Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
           Penulis sangat menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan maupun kekeliruan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik, saran serta bimbingannya guna memperbaiki makalah ini.
             Mudah-mudahan apa yang telah penulis susun dalam makalah ini dapat memberikan pelajaran dan pengetahuan yang lebih luas kepada kita semua mengenai Hadis Tarbawi II khususnya. Aamiin












PENDAHULUAN

    Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dapat dibagi kepada dua macam: pertama yang ghaib (al-ghaib), dan kedua yang nyata (as-syahadah). Yang membedakan keduanya adalah bisa dan tidak bisanya dijangkau oleh pancaindra manusia. Segala sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh salah satu pancaindra manusia digolongkan kepada al-ghaib. Sebaliknya yang bisa dijangkau oleh salah satu pancaindra manusia digolongkan kepada as-syahadah. Yang tergolong sebagai al-ghaib disini salah satunya adalah Malaikat. Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya yang selalu taat kepada-Nya dan tidak pernah mendurhakai perintah-perintah-Nya. Para Malaikat mempunyai tugas dan fungsinya yang berbeda-beda, salah satunya adalah mencari majelis dzikir yang ada dibumi. Zikir merupakan amalan yang sangat disukai oleh Allah SWT, sehingga Allah memerintahkan para Malaikat untuk turun kebumi dan mecarinya serta menaunginya dengan kebaikan.
Berdzikir kepada Allah SWT akan mengingatkan kita pada kekuasaan dan kebesaran-Nya, sehingga kita bisa terhindar dari penyakit sombong dan takabur. Untuk itu dimakalah ini akan membahas tentang hadits keutamaan majelis dzikir.










PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN MALAIKAT
    Secara etiomologis kata malaikah (dalam bahasa indonesia diseut malaikat) adalah bentuk jamak dari malak, berasal dari mashdar al-alukah artinya ar-risalah (misi atau pesan). Yang membawa misi atau pesan disebut ar-rasul (utusan). Dalam beberapa ayat Al-Qur’an Malaikat juga disebut dengan rusul (utusan-utusan). Sedangkan secara terminologis Malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.
2. TEORI PENDUKUNG
Beriman kepada Malaikat Allah adalah salah satu rukun iman. Dari sekian banyak jumlah malaikat, yang wajib kita imani hanya 10 malaikat saja, yaitu : Malaikat Jibril, Mikail, Isrofil, Izrail, Mungkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik dan Ridwan.
 Sebagai makhluk ghaib wujud malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia; atau dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh pancaindra, kecuali jika malaikat menampilkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia.  Malaikat bukanlah perempuan juga bukan laki-laki dan tidak beranak dan diperanakkan. Mereka tidak berjenis kelamin, sehingga tidak memiliki nafsu, seperti nafsu perkawinan, nafsu makan minum, maupun nafsu-nafsu lain.
Jumlah malaikat sangat banyak, tidak bisa diperkirakan. Sesama mereka juga ada perbedaan dan tingkatan-tingkatan, baik dalam kejadian maupun dalam tugas, pangkat dan kedudukan. Dalam surat Fathir ayat 1 disebutkan bahwa ada malaikat yang bersayap dua, tiga dan empat. Dan dalam suatu hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melihat Jibril bersayap enam ratus. Perbedaan jumlah sayap tersebut bisa saja berarti berbedaan kedudukan, pangkat atau perbedaan kemampuan dan kecepatan dalam menjalankan tugas.
Sebagian dari malaikat disebut nama-nama mereka dan sebagian lagi hanya dijelaskan tugas-tugasnya saja. Ada Malaikat yang bertugas di alam ruh seperti memikul ‘Arasy, bertasih kepada Allah SWT, memberi salam kepada ahli surga dan menyiksa ahli neraka. Dan ada yang bertugas di alam dunia, berhubungan dengan manusia seperti mencatat amal perbuatan manusia, mencabut nyawa, menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman-tanaman dan lain-lain.
Selain itu, tentu masih banyak lagi tugas-tugas Malaikat yang lain seperti : Ikut menghadiri shalat subuh dan ‘ashar (HR. Bukhari dan Muslim), menghadiri majelis-majelis zikir (HR. Muslim), memberikan bantuan kepada orang-orang yang beriman (Al-Anfal 8: 12), dan tugas-tugas lain yang dapat kita ketahui baik dari Al-Qur’an maupun Hadits Rasulullah SAW.
3. HADITS
- عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: { إن لله تبارك وتعالى ملا ئكة سيارة فضلا يتتبعون مجالس الذكر فإذا وجدوا مجلسا فيه ذكرقعدوا معهم وحف بعضهم بعضا بأجنحتهم حتى يملئوا ما بينهم وبين السماء الدنيا فإذا تفرقوا عرجوا وصعدوا إلى السماء قال فيسألهم الله عز و جل وهو أعلم بهم من أين جئتم فيقولون جئنا من عند عباد لك فى الأرض يسبحونك ويكبرونك ويهللونك ويحمدونك ويسئلونك. قال وما ذا يسألونى قالوا يسألونك جنتك قال وهل رأوا جنتى قالوا لا أي رب قال فكيف لو رأوا جنتي قالوا ويستجيرونك قال مم يستجيرونني قالوا من نارك يارب قال وهل رأوا ناري قالوا لا قال فكيف لو رأوا ناري قالوا ويستغفرونك قال فيقول قدغفرت لهم فأعطيتهم ما سألوا وأجرتهم مما استجاروا قال فيقولون رب فيهم فلان عبد خطاء إنما مر فجلس معهم قال فيقول وله غقرت هم القوم لا يشقى بهم جليسهم }.   (رواه مسلم فى الصحيح، كتاب الذكر والدعاء والتوبة والإستغفار، باب فضل مجالس الذكر)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, daru nabi SAW : beliau bersabda, “sesungguhnya Allah Tabaraka wata’ala mempunyai malaikat-malaikat yang bertugas berkeliling mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka telah mendapatkan suatu majlis zikir, malaikat-malaikat duduk bersama mereka dan menaungi sama lainya dengan sayap- sayap mereka sampai memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia ini. Setelah majelis itu bubar, malaikat-malaikat itu kembali lagi naik keatas langit.”Sabda beliau,’’lalu Allah bertanya kepada malaikat-malaikat itu, sedangkan Dia lebih mengetahui dari pada mereka, ‘Dari manakah kalian datang?’ mereka menjawab, ‘kami datang dari majelis hamba-hamba Engkau dibumi, yang bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid,dan memohon kepada Engkau. Tanya Allah, ‘Mereka memohon apa kepada-Ku?’ Jawab malaikat, ‘Mereka memohon surga kepada Engkau.’ Tanya Allah, ‘Apakah mereka telah melihat surga-Ku?’ Jawab malaikat, ‘Belum, wahai Tuhanku.’ Allah berfirman, ‘Bagaimanakah kiranya kalau mereka telah surga-Ku?’ Malaikat itu berkata lagi, ‘Mereka memohon perlindungan kepada Engkau.’Tanya Allah, ’Dari apakah mereka memohon perlindungan kepada-Ku?’ Jawab mereka, ‘Mereka memohon perlindungan-Mu dari api neraka-Mu wahai Tuhanku, ‘Tanya Allah, ’Apakah mereka telah melihat api neraka-Ku?’ Jawab malaikat, ’Belum. ’Tanya Allah, ’Bagaimanakah kiranya kalau mereka telah melihat api neraka-Ku?’ Malaikat itu berkata lagi, ’Mereka juga memohon ampunan kepada Engkau.’ Firman Allah, ’Aku telah mengampuni mereka, Aku telah memberi mereka apa yang mereka minta, dan Aku telah melindungi mereka dari api neraka,” Sabda beliau,” Kemudian malaikat-malaikat berkata, ‘Wahai Tuhanku, didalam majelis itu ada si fulan, yaitu seorang hamba yang penuh dosa. Dia hanya lewat, lalu bertemu dengan majelis dzikir itu, kemudian dia duduk bersama mereka.” Sabda beliau, “Lalu Allah berfirman,’Aku telah mengampuni dosanya, mereka adalah orang-orang yang teman duduk mereka itu tidak akan ada yang celaka.” (HR. Muslim)

Mufrodat  (Kata-kata penting)


Arab    Indonesia      
سيارة    Mengelilingi      
يتتبعون    Mencari      
وجدوا    Mendapatkan      
قعدوا معهم    Duduk bersama mereka      
بأجنحتهم    Dengan sayap-sayap mereka      
يملئوا    Memenuhi      
تفرقوا    Bubar      
عرجوا صعدوا    Kembali naik   
 
فيسألهم    Bertanya kepada malaikat      
جئتم    Kalian datang      
عباد لك    Hamba-hamba Engkau      
يسئلونك    Memohon kepada Engkau      
رأوا جنتى    Melihat Surga-Ku      
يستغفرونك    Memohon ampun kepada-Mu      
غفرت    Mengampuni       
فأعطيتهم    Memberikan mereka       
ما سألوا    Apa yang mereka minta      
عبد خطاء    Hamba penuh dosa      
لا يشقى    Tidak celaka   

4. REFLEKSI DALAM KEHIDUPAN
    Hadist ini menunjukkan keutamaan berdzikir, keutamaan mejelis dzikir, duduk-duduk dengan mereka walaupun tidak ikut berdzikir dengan mereka, keutamaan berteman dengan orang-orang shalih dan keberkahan dengan mereka.
Dzikir adalah mengucapkan kalimat-kalimat yang dianjurkan dan memperbanyaknya, diantaranya: tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Dzikir kepada Allah juga berarti menjaga pelaksanaan amalan yang diwajibkan atau dianjurkan, seperti: membaca Al-qur’an, membaca hadis, mengkaji ilmu,sholat sunnah. Sedangkan Ahludz-dzikir  (majelis-majelis zikir ) ialah majelis-majelis tempat beribadah dengan berbagai jenis karena sesungguhnya semua itu dalam rangka taat kepada Allah SWT. Malaikat pada pemahasan ini adalah mereka yang mondar-mandir mencari majelis dzikir dimuka bumi. Majelis dzikir disini bermakna 2, yaitu :
1. Suatu kaum yang duduk di dalam masjid, yang mereka melakukan masing-masing amalan ketaatan.
2. Suatu kaum yang duduk untuk menuntut ilmu (karena majelis ilmu juga disebut majelis dzikir)   
Hadis tersebut diatas menjelaskan tentang keutamaan mejelis dzikir. Hakikat dzikir bukan dengan lisan, melainkan ia harus lahir pertama kali dari hati dan perasaan. Selanjutnya bergerak menuju lisan, dalam keadaan bermunajat dan memuji, bertasbih dan menyucikan Allah SWT. Karena setiap muslim yang selalu berdzikir adalah mereka yang dipersiapkan oleh Allah untuk diberikan ampunan dan pahala yang banyak.
    Seorang muslim yang berdzikir kepada Tuhannya, dia pasti akan bermunajat kepada-Nya dengan hatinya. Karenanya, hatinya akan penuh dengan cinta-Nya dan terang dengan cahaya-Nya. Dengan demikian, dzikir adalah kehidupan dan cahaya bagi hati, sedangkan melalaikan zikir adalah kematian dan kegelapan, karena orang yang lalai dari Tuhannya, niscaya dia akan melupakan hakikat keberadaannya, dan tidak akan mampu memahami rahasia kehidupan.
    Dikatakan pada hadis ini bahwa Allah akan mengampuni orang-orang yang hadir dalam majelis dzikir meskipun mereka tidak tergolong kedalamnya.
5. ASPEK TARBAWI
a.    Hadis ini menunjukan kecintaan dan kepedulian para malaikat terhadap manusia.
b.        Hadis ini memerintahkan kita agar senantiasa menyebut nama Allah ( berdzikir ) karena Allah mengampuni dosa-dosa orang yang berdzikir dan selalu melindungi orang-orang yang berdzikir dari mara bahaya yang akan mencelakakan mereka.
c.    Dengan acara majelis dzikir dapat mempererat tali silaturrahmi.
d.     Hadits ini juga menunjukkan bahwa yang bertanya itu lebih mengetahui daripada yang ditanya, karena hal ini  menunjukkan penghormatan kepada yang ditanya, yakni mengingatkan akan kekuasaan- Nya dan kemuliaan kedudukan- Nya.















KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa berdzikir merupakan suatu amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah dan Nabi SAW, karena dengan kita berdzikir kita selalu mengingat Allah yang Maha Agung dan Allah selalu memberi ampun kepada orang-orang yang berdzikir meskipun seseorang itu penuh dosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih, bahkan malaikat-malaikat ikut bergembira saat melihat orang-orang yang sedang berdzikir menyebut nama Allah SWT. Malaikat-malaikat itu menaunginya dengan kebaikan.
Dzikir kepada Allah dalam hadis ini adalah dzikir yang sempurna, yaitu: dzikir lisan dan hati, serta memikirkan maknanya dan menghadirkan keagungan Allah. Maka dari itu dzikir merupakan amal yang paling sempurna.
Sedangkan tentang keutamaan majelis-majelis dzikir itu sendiri, walaupun salah satu pengunjungnya ada yang bukan ahli majelis tersebut. (misalnya mengunjungi majelis hanya ikut-ikutan, dia berhak mendapatkan pengampunan karena berkah majelis tersebut dan orang-orang shalih di dalamnya). Allah Ta’ala akan senantiasa memberikan ampunan kepada orang- orang yang menghadiri majelis orang-orang berdzikir sekalipun kedatangannya ketempat tersebut untuk kepentingan pribadi, bukan berniat untuk berdzikir bersama- sama mereka. Karena hanya dengan menghadiri majelis dzikir sebenarnya bisa menghidupkan hati yang mati. Pada waktu itu Malaikat menyaksikan sendiri bahwa Bani Adam juga menyucikan Allah dan memuliakan-Nya ketika dalam kesunyian.












DAFTAR PUSTAKA


Djamaludin, Shinqithy dan Mochtar Zoerni. 2002. Ringkasan Shahih Muslim. Bandung: Penerbit Mizan

Ilyas, Yunahar. 2010. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: Heppy el Rais & Budi NH

Prihadhi, Endra. 2004. Makhluk Halus Dalam Fenomena Kemusyrikan. Jakarta: Salemba Diniyah

Iwadh, Ahmad Aduh. 2006. Mutiara Hadis Qudsi: Jalan Menuju Kemuliaan Dan Kesucian Hati. Bandung: PT Mizan Pustaka

An-Nawawi, Imam. 2014. Syarah Shahih Muslim (Jilid 11). Jatinegara: Darus Sunnah Press




































Tentang Penulis
    Muhammad Badhowi dilahirkan di Pekalongan beralamat di desa gamer kecamatan pekalongan timur. Lahir pada tanggal 17 November 1993. Menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD N 01 Gamer Pekalongan dan meneruskan kejenjang berikutnya di SMP N 07 Pekalongan selanjutnya meneruskan pendidikan di SMK Veteran Pekalongan. Lalu berhenti menempuh pendidikan selama 2 tahun Dan sekarang sedang menempuh pendidikan Tarbiyah di Stain Pekalongan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar