Laman

Jumat, 25 November 2016

tt1 C 12c “Metode Tanya Jawab”. Surat Al-Baqarah ayat 189

METODE PENDIDIKAN SECARA KHUSUS
METODE TANYA JAWAB
Surat Al-Baqarah ayat 189


M. Arief Iksanudin 2021115335
 KELAS C

PRODI PAI
JURUSAN TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016




KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim.
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul besar “Metode Pendidikan Secara Khusus” dan judul kecil “Metode Tanya Jawab QS. Al-Baqoroh ayat 189”. MakalahinidisusungunamemenuhitugasmatakuliahTafsirTarbawi I,Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongantahunakademik 2016.Penulismenyadaritanpabantuandandukungandariberbagaipihakmaka, makalahinitidakakanterwujud. Olehsebabitupadakesempatan kali inipenulisinginmengucapkanterimakasihkepada:
  1. Bapak Dr. Ade DediRohayana,M.AgselakuketuaIAIN Pekalongan
  2. BapakM. GhufronDimyati,MSIselakudosenpengampumatakuliahTafsirTarbawiI.
3.      Bapakdanibuselakukedua orang tuasaya yang telahmemberikandukungan moral, materiilsertamotivasinya;
  1. SegenapStafPerpustakaanIAIN Pekalongan yang telahmemberikanbantuanreferensi-referensibukurujukan;
  2. Mahasiswa Prodi PAI kelas A yang telahmemberikanbantuan, dukungandanmotivasinya;
  3. Serta semuapihak yang telahmemberikandukungan moral danmaterilnya.

Penulismenyadaribahwamakalahinijauhdari kata sempurna.Olehsebabitupenulismengharapkankritikdan saran yang membangun demi perbaikanmakalahini.Harapanpenulis, semogamakalahinidapatbermanfaatbagipembacaumumnyadanbagipenuliskhususnya.       
Pekalongan, November2016

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan interaksi antar pendidik dan peserta didik sangat dibutuhkan dalam proses pentranferan ilmu. Sebagai seorang pendidik patutlah mempunyai kemampuan dalam bercakap dalam penyampaian ilmu karena agar apa yang diterima oleh peserta didik dengan baik.
Oleh karena itu  seorang pendidik harus memilih cara atau metode dalam menyampaikan materi, salah satu metode yang dapat dipilih salah satunya adalah metode tanya jawab yang akan saya bahas lebih lanjut pada penbahasan berikutnya. Dimana metode tanya jawab ini sudah dianjurkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 189.
B.     Judul
Makalah ini memiliki judul besar “METODE PENDIDIKAN KHUSUS” dengan judul kecil “METODE TANYA JAWAB”.
C.     Nash
*štRqè=t«ó¡oÇ`tãÏ'©#ÏdF{$#(ö@è%}ÏdàMÏ%ºuqtBĨ$¨Y=Ï9Ædkysø9$#ur3}§øŠs9urŽÉ9ø9$#br'Î/(#qè?ù's?šVqãŠç6ø9$#`ÏB$ydÍqßgàߣ`Å3»s9ur§ŽÉ9ø9$#Ç`tB4s+¨?$#3(#qè?ù&uršVqãç7ø9$#ô`ÏB$ygÎ/ºuqö/r&4(#qà)¨?$#ur©!$#öNà6¯=yès9šcqßsÎ=øÿè?ÇÊÑÒÈ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung” (QS. Al-Baqarah: !89)
D.    Arti Penting
Ayat ini penting dikaji karena dalam ayat ini menjelaskan betapa pentingnya metode tanya jawab yang digunakan dalam proses pembelajaran agar penggunaan metodenya beragam sehingga proses pembelajaran tidak monoton dan membosankan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori
Kata Metode berasal dari kata “ Metodhos “ yang berrti cara atau jalan. Sebuah proses membutuhkan cara atau jalan yang disebut metode. Kegiatan yang dilakukan secara berproses membutuhkan metode.
            Metode tanya jawab adalah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menberikan jawaban atau sebaliknya. Metode ini memungkinkan terjadinya komunikasi lanhsung antara guru dan pelajar, bisa dalam bentuk guru bertanya dan pelajar menjawab atau sebaliknya.
Penggunaaan metode tanya jawab biasanya digunakan untuk menyimpulkan/mengikhtisar pelajaran atau apa yang dibaca, dengan dibantu tanya jawab antara siswa dan mencapai suatu tujuan yang baik.

Dalam tanya jawab, pendidik dapat menilai siswa apakah siswa paham dan mengerti tentang materi yang tela disampaikan.Seorang pendidik dalam metode tanya jawab juga bisa menilai apakah siswa mendengarkan dengan baik atau tidak.
Metode tanya jawab dilakukan:
1.      Sebagai ulangan pelajaran yang telah diberikan.
2.      Sebagai selingan dalam pembelajaran.
3.      Untuk merangsang anak didik agar perhatianya tercurah pada masalah yang sedang dibicarakan.
4.      Untuk mengarahkan proses berfikir.
B.     Tafsir  Al-Mishbah
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit, mengapa bulan pada mulanya terlihat seperti sabit, kecil, tetapi dari malam ke malam ia membesar hingga mencapai purnama, kemudian mengecil dan mengecil lagi, sampai menghilang dari pandangan? Katakanlah, “bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia, waktu dalam penggunaan Al-Qur’an adalah batas akhir peluang untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Ia adalah kadar tertantu dari masa ke masa. Dengan keadaan bulan seperti itu manusia dapat mengetahui dan merancang aktivitasnya sehingga dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang tersedia, tidak terlambat, apalagi terabaikan dengan berlalunya waktu, dan juga untuk pelaksanaan ibadah haji.
Kembali kepada pertanyaan sahabat Nabi di atas, al-Qur’an tidak menjawabnya sesuai dengan harapan mereka, tetapi memberi jawaban lain yang lebih sesuai dengan kepentingan mereka. Hal serupa banyak terjadi dengan tujuan mengingatkan padanya bahwa ada yang lebih wajar ditanyakan daripada yang diajukan. Memang Al-Qur’an adalah salah satu bentuk pendidikannya adalah mengarahkan mereka melalui jawaban-jawabannya.
Allah menegaskan bahwa, bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan ialah kebajikan orang yang bertakwa, atau kebajikan adalah siapa yang menghindar dari kebiasaan dan pertanyaan yang serupa dengan yang dinyatakan di atas dan dalam kondisi yang serupa pula. Karena itu masuklah ke rumah-rumah itu dari pimtunya. Bertakwalah kepada Allah, berarti laksanakan tuntutan-Nya sepanjang kemampuan kamu dan jauhi larangan-Nya agar kamu beruntung.[1]
C.     Tafsir Al-Azhar
Mereka bertanya kepada engkau dari hal bulan sabit. Katakanlah: dia itu adalah waktu-waktu yang ditentukan untuk manusia dan untuk haji. (pangkal ayat 189). Mereka menanyakan mengapa bulan begitu, bukan menanyakan apa yang berfaedah yang kita ambil dari keadaan bulan yang demikian. Beliau berikan jawaban yang sesuai dengan kewajiban beliau sebagai Rasul. Maka beliau katakanlah bahwasanya bulan terbit dengan keadaan yang demikian itu membawa hikmat yang penting sekali buat kita. Dengan bulan yang demikian halnya manusia dapat menentukan iddah perempuan setelah bercerai, kapan waktu puasa, sampai pada waktu hari raya dan mengeluarkan zakat sekali setahun, sampai kepada waktu mengerjakan haji.
Kemudian datanglah sambungan ayat: “dan tidaklah kebajikan itu bahwa kamu masuk ke rumah kamu dari belakangnya, tetapi yang kebajikan ialah barang siapa yang bertakwa”. Menurut penafsiran dari penafsir Abu Ubaidah bahwa sambungan ini adalah senafas dengan yang sebelumnya, yaitu kalau hendak masuk ke dalam rumahmu janganlah dari pintu belakang. Maksudnya kalau hendak menanyakan sesuatu hal kepada seseorang hendaklah piulih soal yang pantas dijawab . kalau hendak menanyakan mengapa bulan mulanya laksana sabit, lama lama penuh dan khirnya kecil sebagai sabit lagi, janganlah hal itu ditanyakan kepada Nabi, tetapi tanyakanlah pada ahli falak. Tetapi kalau ditanyakan kepada Nabi apa hikmat yang dapat diambil dari peredaran bulan demikian, akan dapatlah dijawab oleh Nabi menurut selayaknya dan dapat sepadan dengan beliau. Selanjutnya Tuhan berfirman: “Dan datanglah ke rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan takwalah kepada Allah, supaya kamu beroleh kejayaan.” (ujung ayat 189)[2]
D.    Tafsir Al-Maraghi
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hikmah berbeda-bedanya bentuk hilal dan faedahnya. Kemudian Rasulullah menjawab hilal itu adalah tanda-tanda bagi umat manusia di dalam menentukan urusan dunia mereka. Dengan hilal tersebut mereka mengetahui waktu mana yang paling tepat untuk melakukan cocok tanam atau berdagang. Hilal juga merupakan tanda-tanda waktu ibadah. Mereka bisa mentukan bulan Ramadhan dan saat berakhirnya bulan puasa. Terutama sekali, hilal itu dipakai untuk menentukan waktu haji.[3]
            Setelah Allah memberitahukan kesalahan yang mereka lakukan, yakni dalam hal memasuki rumah dari belakang, dan dugaan mereka bahwa hal tersebut termasuk amal kebajikan yang hakiki. Kebajikan yang hakiki adalah takwa kepada Allah dengan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan maksiat dan kotor, serta menghiasi diri dengan keutamaan-keutamaan, dan mengikuti kebenaran-kebenaran dan beramal kebajikan. Datangilah rumah kalian dari depan, dan hendaklah batin kalian adalah cermin lahiriyah, dan bertakwalah kepada Allah jika kalian mengharapkan keberhasilan dalam amaliah dan mencapai tujuan yang dicita-citakan.[4]
E.     Aplikasi dalam kehidupan
Metode tanya jawab ini tidak hanya digunakan dalam pendidikan formal saja, namun penggunaan metode ini bisa digunakan dalam lingkungan sekitar. Dimana metode ini digunakan untuk mengetahui apa yang ingin kita ketahui. Biasanya penggunaan metode ini sering digunakan dalam situasi perkuliahan, karena selain bertujuan agar pendidik atau dosen menggetahui tingkat pemahaman mahasiswanya, metode ini bisa dijadikan masiswa untuk melatih mental menjadi public specking.
F.      Aspek tarbawi
Ø  Al-Quran merupakan sumber ilmu yang tidak hanya menjawab pertanyaan ilmiyah saja namun juga menjawab petanyaan yang sifatnya pemberi solusi yang dibutuhkan makhlukNya.
Ø  Allah telah memberikan batasan-batasan waktu dalam beribadah.
Ø  Kita harus lebih menghargai waktu.
Ø  Ilmu merupakan carauntuk melepaskan dari kebodohan.
Ø  Malu bertanya sesat dijalan.
BAB II
PENUTUP
            Simpulan
Kata Metode berasal dari kata “ Metodhos “ yang berrti cara atau jalan.Metode tanya jawab adalah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menberikan jawaban atau sebaliknya.Dalam tanya jawab, pendidik dapat menilai siswa apakah siswa paham dan mengerti tentang materi yang tela disampaikan.



DAFTAR ISI

Al-Maraghi, Ahmad Mushthafa. 1989. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi 2. (Semarang:Toha Putra)
Hamka. 2002. Tafsir Al-Azhar.(Jakarta: pustaka panjimas)
Purwanto. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif. (Yogyakarta: Pustaka pelajar)
Shihab, Quraish. 2005. Tafsir Al-Mishbah.(Tangerang:lentera hati)




BIODATA PENULIS
Nama   : Mukhammad Arief Iksanudin
Ttl        : pekalongan, 01 Februari 1996
Riwayat Pendidikan
SDN Baros pekalongan Timur
SMPN 16 Pekalongan Timur
SMA Sederajat ( KPC Angrek )
S1 IAIN Pekalongan (Sedang proses )



[1] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, (Tangerang:lentera Hati, 2005). Hlm 417-418
[2]Hamka, Tafsir Al-Azhar, (jakarta:pustaka panjimas, 2002) hlm.148-150
[3] Ahmad mushthafa al-maraghi, Terjemah tafsir Al-Maraghi, (Semarang:Toha Putra, 1989) hlm. 156
[4]Ibid., hlm 162

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar