Laman

Minggu, 09 Oktober 2011

menjalani musibah, ada jalan keluar

Nama  : Saidani
NIM   : 2022110069


Suatu hari ketika  hendak berangkat  kuliah  saya berdua  dengan teman  naik motor  menuju kampus  di jalan raya  kearah kampus  tiba-tiba dari arah depan ada vespa  menabrak motor saya, yang lebih heran lagi saya tidak merasa menabrak  orang itu jatuh  sendiri  di depan saya, terlihat ia berdarah  dan meninggal di tempat, kemudian segera polisi datang mengiterogasi kapada saya lalu saya di bawa ke polwil untuk di verbal  atas  laka  yang mengakibatkan hilang  nyawa orang lain, aku jadi bingung  dengan tuntutan seperti itu  padahal aku sendiri tidak dengan sengaja  menabrak atau semata – mata  langsung aku tabrak  dengan sengaja sebab aku ugal ugalan  naik motor dengan  kecepatan tinggi , kecepatan pada waktu itu sedang saja wajar . saya  masih ingat  dan sadar  dia oleng sebab  menghindar sepeda di depan  lalu dia mengerem  lalu jatuh dia  dan dengan tak bisa menghindar  maka aku menabrak . setelah itu aku berurusan dengan pihak kepolisian  di suruh menyantuni pihak yang meninggal agar segera beres masalahnyan  dan menutup kasus pada kepolisian sebab di katakan kasus yang sudah masuk perlu di cabut  berkas perkara  oleh pihak yang berwenang . titik  tolak di sisni adalah kalau dalam keadaan sedang tidak berdaya  maka upaya yang kita  lakukan seakan tiada memnemui jalan  / buntu . terus saya jalani apa kemauan  dari pihak kepolisian  , di sini sisi terang aku paham  bahwa jalan untuk mendapatkan uang sebagai biaya di mudahkan dengan  jalan banyak yang bersimpati ,di antaranya dari pihak bank untuk memberi pijaman malah memberi tawaran  berapa yang anda minta  , maka  saya jawab  sesuai  kebutuhan saja secukupnya . ini menimbulkan kesadaran berfikir bahwa suatu musibah kalau di jalani maka pasti ada   jalan keluarnya .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar