Laman

Kamis, 20 Oktober 2011

menyongsong peradaban pendidikan Indonesia yang mulia


Muhammad Syamsuddin
202109016

Pendidikan Tidak Mengajarkan Kekerasan

Dengan keringat orang tua memberimu pendidikan
Dengan menjadi seorang Tukang becak ayahmu menyekolahkanmu
Dengan menjadi seorang Pembantu orang tuamu memberi masa depan
Dengan menjadi seorang Pemulung orang tuamu tak ingin engkau sia sia
Dengan menjadi seorang Tukang Cuci orang tuamu berharap perubahan
Dengan menjadi seorang Manager yang penuh tekanan engkau bahagia
Dengan menjadi pemilik Perusahaan yang dimulai dari nol engkau sekolah

Tapi apa yang telah kau perbuat
Kau pergi bukan membawa buku dan menuntut ilmu
kau pergi dengan membawa celurit dan benda tajam
Kau berjalan dengan membusungkan dada menganggap dirimu hebat
Kau sabitkan  celuritmu, kau tebas pelajar lain?
Lihat perbuatanmu… Dia telah meregang nyawa di tanganmu

Kau tumpahkan Air mata ditengah-tengah keluarga mereka
Kau permalukan ayah ibumu dengan perbuatanmu
Kau coreng nama sekolahmu dengan seragammu
Kau beri titik hitam pada dunia Pendidikan
Kau bawa dirimu kebalik jeruji besi yang menyakitkan

Pernahkah terpikirkan olehmu?
Pernahkah Kau gunakan otakmu untuk berpikir semua itu
Pernahkah Kau pikirkan betapa sakitnya ayah ibumu
Pernahkah Kau pikirkan air mata ibumu yang terus mengalir
Pernahkah Kau Pikirkan dirimu akan dihantui ketakutan
Pernahkah Kau pikirkan, masa depanmu tak lagi cerah
Pernahkah kau pikirkan, Stempel pembunuh tertera di dadamu

Tawuran.. ...Engkau tidak dididik untuk tawuran
Kau tidak lebih hebat dari siapapun di dunia ini
Kau belum apa apa,
Tak perlu merasa hebat,
Tak perlu merasa sombong
Tak perlu merasa dirimu harus dihormati

Jangan kau katakan alasan untuk membela nama sekolah
Bela nama sekolahmu dengan membuat prestasi
Jangan katakan alasan untuk membela harga diri
Bela harga dirimu dengan menunjukkan moral dan etika yang baik
Jangan katakan untuk membela teman wanitamu
Bela teman wanitamu dengan menunjukkan Dia berharga dalam hidupmu
Jangan katakan Dia menatapku dengan sinis
Bersihkan pikiran dan otakmu dan pikiran negatif
Jangan katakan dia mengejekku
Tanya pada dirimu apa yang salah sehingga diejek
Peduli apa dengan sekitarmu jika itu tidak baik untukmu
Biarkan mereka berkata,
Kau adalah Kau yang ingin Maju
Kau adalah Kau yang ingin Membahagiakan orang tua mu
Kau adalah Kau yang tidak terlalu bodoh untuk dipengaruhi orang lain
Kau adalah Kau yang punya prinsip hidup sendiri

Wahai kau teman-temanku yang tak mampu mengendalikan diri
Orang tuamu sangat bersedih saat ini
Sahabat-Sahabatmu sangat kecewa saat ini
Guru-Gurumu sangat terluka saat ini
Sekolahmu Sangat dipermalukan saat ini
Seragammu merasa terlalu hina untuk dipakai tawuran
Dunia Pendidikan merasa resah saat ini. Apa yang telah terjadi
Mengapa ? sungguh saya meneteskan air mata untuk hal ini
Saya sangat terluka,,,,,,
Aku tidak mengenalmu…kawan, Aku tidak tau siapa kamu
Tapi.. aku merasakan luka yang terlalu dalam akibat perbuatanmu


Hentikan tindakan anarki, sisingkan lengan baju untuk terwujudnya pendidikan Indonesia yang lebih maju, utamakan ke-Intelektual daripada kekuatan otot kalian, karena Indonesia kan menyapa bagi siapa saja yang merapatkan barisan demi menyongsong peradaban pendidikan Indonesia yang mulia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar