Laman

Jumat, 04 November 2011

inovasi pembelajaran


Nama           : Umul Maghfiroh
NIM                : 202 109 029

PENTINGNYA SEORANG GURU DALAM PEMBELAJARAN

Guru merupakan tokoh utama paling bertanggung  jawab atas keberhasilan dan kegagalan pendidikan kepada siswa. Termasuk didalamnya pembentukan daya kreasi siswa. Peran guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah relative tinggi. Guru tidak hanya sebagai pengajar namun guru juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peran guru tersebut  terkait dengan peran siswa dalam belajar.
            Namun semua itu tidak seluruhnya dimiliki oleh guru. Sebagai contohnya, ada seorang guru geografi di SMA yang mana guru itu tidak memenuhi kriteria sebagai guru. Dalam mengajar ia tidak pernah serius bahkan selalu bergurau dalam menyampaikan materi, tanpa memperdulikan  materi yang harus ia sampaikan kepada peserta didiknya. Padahal ketika itu materi geografi sudah menjadi materi yang diujikan dalam UAN (Ujian Akhir Nasional) hal ini menjadi persoalan yang sangat besar terutama bagi peserta didiknya yang akan menghadapi ujian, padahal mereka seharusnya mendapatkan materi untuk persiapan menghadapi ujian.  Ketika ujian try out diadakan  hasilnyapun tidak memuaskan,  hanya ada beberapa siswa saja yang lulus itupun dengan hasil yang minim sekali. Dua kali try out di jalankan namun hasilnya masih tetap  sama saja.  Dari hasil yang kurang memuaskan itu akhirnya mereka  mencari  sendiri  materi yang diperlukan atau materi tambahan belajar mereka, untuk menghadapi UAN. Sebenarnya hal ini  berdampak positif  juga bagi peserta didik, yaitu peserta didik lebih termotivasi mencari materi tambahan sendiri sehingga mereka tetap aktif  dalam belajar meskipun tanpa mendapatkan arahan dari gurunya.
Menurut pendapat saya, setelah melihat  kasus tersebut, berarti guru dalam hal ini kurang memahami perannya sebagai seorang pendidik, yang mana seorang guru seharusnya dapat mentransfer ilmunnya kepada peserta didik, bukan itu saja tetapi juga menjadi fasilitator yaitu memberikan pelayanan kepada peserta didiknya disaat mereka membutuhkan, dan juga membuat suasana yang nyaman di ruang kelas sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Jika seorang guru tidak dapat menjalankan peranya sebagai seorang pendidik, itu berarti mereka tidak akan berhasil  mencetak generasi muda yang cerdas, dan berahklak baik, dan pada akhinya kebodohan akan terus menyelimuti negeri ini. Oleh karena itu diharapkan seorang guru harus mampu menjalankan peranya sebagai seorang  pendidik yang mampu memotivasi para peserta didiknya untuk mencapai suatu tujuan.
Dalam kegiatan belajar mengajar ini, Menurut  Biggs dan Telfer diantara motivasi belajar siswa ada yang diperkuat dengan cara-cara pembelajaran motivasi instrumental, motivasi sosial, dan motifsi berprestasi rendah. Pembelajaran yang berpengaruh terhadap belajar siswa adalah : yang pertama, bahan ajar. Materi pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik hendaknya didalam penyampaianya bervariasi, misalkan jika menggunakan OHP seperti gambar-gambar, foto berwarna,huruf-huruf yang indah dll,  supaya menarik keinginan siswa untuk belajar. Yang kedua, adalah suasana belajar. Tidak perlu gedung yang megah dalam kegiatan belajar mengajar yang penting suasananya kondusif, aman, tentram dan nyaman, karena itulah yang akan membantu kelancaran belajar peserta didik. suasana belajar akan mendukung proses belajar supaya materi yang disampaikan guru  cepat atau mudah diterima oleh peserta didik, dengan demikian peserta didik akan merasa  nyaman dalam kegiatan belajar mengajar. Yang ketiga, adalah media dan sumber pembelajaran, seperti TV, majalah, surat kabar. Dan yang  keempat,  adalah guru sebagai subjek pembelajaran, dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya peserta didik saja yang belajar tetapi pendidikpun harus belajar, supaya pendidik dapat menambahkan materi yang sudah ada dan dalam penguasaan materinyapun lebih matang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar