Laman

1111

Selasa, 21 Februari 2012

Kelas D makalah 2 : Fungsi Masjid sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan


MAKALAH
“MENINGKATKAN FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT
ILMU PENGETAHUAN ”
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah              :     Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu      :     Muhammad Hufron,M.S.I

Disusun oleh :

Ali  Mubarok                     2021110145

Kelas D

JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)PEKALONGAN
2011/2012
PENDAHULUAN
            Berasal dari bahasa Arab, masjid secara etimologis berarti tempat sujud. Sedangkan secara terminologis, masjid adalah tempat melakukan kegiatan ibadah dalam makna luas. Dengan demikian, masjid merupakan bangunan yang sengaja didirikan umat muslim untuk melaksanakan shalat berjamaah dan berbagai keperluan lain yang terkait dengan kemaslahatan umat muslim.
Akan tetapi, bila mencermati perkembangan dewasa ini, fungsinya yang kedua ini cenderung mulai berkurang, hal ini lantaran masjid sering hanya dipahami semata-mata untuk sujud sebagaimana dilakukan dalam shalat. Masjid memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan dan membangun kapabilitas intelektual umat, kegiatan sosial kemasyarakatan, meningkatkan perekonomian umat, dan menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi permasalahan_umat_terkini.







A.    Hadits dari Abdillah Bin Umar tentang meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan.

عن عبــــــد اللــــه بن عمــر وقال: خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم من بعض حجر فدخل المسجد فإذاهو بحلقتين إحداهما يقرءون القرأن ويدعون الله والأخرى يتعلمون ويعلمون فقال النبي صلى الله عليه وسلـــم كل علي خير هؤلاء يقرءون القرأن ويد عون الله فان شاء أعطاهم وإن شاء منعهم وهؤلاء يتعلمون وإنما بعثت معلما فجلس معهم
 (رواه ابن ماجه فى السنن, كتاب المقدمة, باب فضل العلماء والحث على طلب العلم)

B.     Terjemah hadits

Artinya            : Dari Abdillah bin umar ia berkata : Pada suatu hari Rasul SAW keluar dari ruangan nya, kemudian beliau masuk ke masjid , ketika nabi masuk masjid beliau menjumpai dua kelompok (halaqah), yang pertama mereka membaca Al Qur’an dan berdo’a kepada Allah dan kelompok yang kedua mereka belajar dan mengajar. Maka nabi bersabda : semua itu adalah kebaikan , mereka yang membaca al Qur’an dan berdo’a kepada Allah, maka jika Allah berkehendak akan memberikan nya kepada mereka, dan Allah juga bisa berkehendak untuk tidak memberikannya kepada mereka. Dan mereka orang-orang yang belajar, sesungguhnya saya (nabi) di utus sebagai pendidik, maka beliau duduk bersama mereka.
C.    Mufrodat

Dari Abdillah bin umar ia berkata
عن عبد الله بن عمر وقال
Rasul SAW
خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم
Pada suatu hari
ذات يوم
keluar dari ruangan nya
من بعض حجر
kemudian beliau masuk ke masjid
فدخل المسجد
ketika nabi masuk masjid beliau menjumpai dua kelompok
فإذاهو بحلقتين
yang pertama mereka membaca Al Qur’an
إحداهما يقرءون القرأن
dan berdo’a kepada Allah
ويدعون الله
dan kelompok yang kedua (lainnya) mereka belajar dan mengajar.
والأخرى يتعلمون ويعلمون
Maka nabi  SAW  bersabda
فقال النبي صلى الله عليه وسلم
semua itu adalah kebaikan
كل علي خير
mereka yang membaca al Qur’an
هؤلاء يقرءون القرأن
dan berdo’a kepada Allah
ويد عون الله
maka jika Allah berkehendak akan memberikan nya kepada mereka,
فان شاء أعطاهم
dan Allah juga bisa berkehendak untuk tidak memberikannya kepada mereka.
وإن شاء منعهم
Dan mereka orang-orang yang belajar,
وهؤلاء يتعلمون
sesungguhnya saya (nabi) di utus sebagai pendidik
وإنما بعثت معلما
maka beliau duduk bersama mereka.

فجلس معهم


D.    Biografi rowi ( Abdillah Bin Umar)

Abdullah bin umar bin khattab atau sering disebut Abdullah bin umar atau ibnu umar, beliau lahir pada tahun 612 M dan beliau wafat pada tahun 693 M ataupun pada tahun 72 H. adalah seorang sahabat nabi dan merupakan periwayat hadits yang terkenal. Ia adalah seorang anak dari sahabat utama nabi ataupun khulafa’ur rosyidin yaitu Umar Bin Khattab.
Ibnu umar masuk islam bersama ayahnya saat ia masih kecil, dan ikut hijrah  ke madinah bersama ayahnya. Pada usia 13 tahun ia ingin menyertai ayahnya dalam perang badar, namun rasullullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya ialah perang khandaq. Ia ikut berperang bersama ja’far bin abu thalib dalam perang mut’ah, dan ikut pula dalam pembebasan kota mekkah (fathu mekkah). Setelah nabi Muhammad meninggal ia ikut dalam perang yarmuk dan dalam penaklukan mesir  serta daerah lainnya di afrika.khalifah usman bin affan pernah menawari ibnu umar untuk menjadi hakim, tapi ia tidak mau menerimanya, setelah usman terbunuh, sebagian muslimin pernah berupaya untuk membaiatnya menjadi khlaifah, tapi ia tetap untuk menolaknya. Ia tidak ikut campur dalam pertentangan antara ali bin abi thalib dengan muawiyah bin abi sufyan. Ia cenderung menjauhi dunia politik.meskipun ia sempat terlibat konflik dengan Abdullah zubair yang pada saat itu telah menjadi penguasa mekkah.
Ibnu umar adalah seorang yang meriwayatkan hadits yang cukup terkenal seperti rowi abi hurairah, hadits yang pernah ia kumpulkan ada sekitar 2.630 hadits, karena ia selalu mengikuti kemana rasulullah pergi. Bahkan aisyah istri dari nabi pernah memujinya dan berkata : tak seorang pun mengikuti jejak langkah rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang dilakukan ibnu umar, ia bersikap sangat hati-hati dalam meriwayatkan hadits nabi, demikian pula dalam mengeluarkan fatwa, ia senantiasa mengikuti tradisi dan sunnah nabi karenanya ia tidak mau untuk berijtihad. Biasanya ia member fatwa pada musim haji atu pada kesempatan lainnya.[1]
Kesalehan Ibnu Umar sering mendapatkan pujian dari kalangan sahabat Nabi dan kaum muslimin lainnya. Jabir bin Abdullah berkata: " Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya, kecuali Umar dan putranya Abdullah." Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan: "Ibnu Umar meninggal dan keutamaannya sama seperti Umar. Umar hidup pada masa banyak orang yang sebanding dengan dia, sementara Ibnu Umar hidup pada masa yang tidak ada seorang pun yang sebanding dengan dia".
Ibnu Umar adalah seorang pedagang sukses dan kaya raya, tetapi juga banyak seorang yang darmawan. Ia kehilangan pengelihatannya pada masa tuanya. Ia wafat dalam usia lebih dari 80 tahun, dan merupakan salah satu sahabat yang paling akhir yang meninggal di kota Makkah.
E.     Keterangan hadits

فإذاهو بحلقتين ( baliau menjumpai dua halaqah {kelompok})
Maksudnya didalam masjid itu ada dua golongan yang sedang melaksanakan kegiatan yang satu kelompok sedang membaca al qur’an dan berdo’a kepada Allah SWT dan golongan yang satunya sedang belajar mengajar tentang ilmu agama atau ilmu pengetahuan lainnya. Dan kedua nya tidak saling mencampuri urusan dari golongan salah satunya.



 كل علي خير (semua itu adalah kebaikan)
Maksudnya dari kedua golongan yang sedang beraktivitas di dalam masjid itu semuanya baik menurut nabi, jadi nabi tidak mambandingkan golongan yang baik itu yang mana, dimata Allah kedua golongan itu sama baiknya.
فان شاء أعطاهم وإن شاء منعهم (maka jika Allah berkehendak akan memberikan nya kepada mereka, dan Allah juga bisa berkehendak untuk tidak memberikannya kepada mereka)
Maksudnya allah akan mendengarkan setiap do’a dan dzikir dari hambanya, dan Allah pasti akan mengabulkan do’a dari hambanya, namun Allah tidak selalu mengabulkan do’a sesuai dengan permintaanya , artinya allah akan mengabulkan doa dalam bentuk lainnya sesuai dengan  kemampuan dari hambanya itu.
وإنما بعثت معلما فجلس معهم (sesungguhnya saya (nabi) di utus sebagai pendidik, maka beliau duduk bersama mereka).
Maksudnya nabi bergabung dengan kelompok yang sedang belajar mengajar karena nabi adalah seorang pendidik, ataupun sebagai penyempurna akhlak dari manusia. Kenapa nabi tidak bergabung dengan golongan yang sedang membaca al qur’an dan berdo’a

F.     Aspek tarbawi
Di dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam, masjid ibarat ruhnya atau qolbunya pendidikan. Karena pendidikan tidak hanya semata-mata mengetahui sesuatu hal yang baru, bukan hanya untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi dan tidak juga hanya semata-mata mengejar nilai. Tapi Rasulullah telah mengajarkan kepada kita, nilai-nilai pendidikan yang hakiki untuk menjadikan manusia sebagai manusia seutuhnya (Insan Kamil/ Insan Paripurna)
Karena pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia, sehingga dimensi kependidikan dapat berkembang secara optimal. Adapun dimensi kependidikan itu mencakup tiga hal, yaitu:
1.      Afektif, yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti yang luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis. Dari masjid nilai-nilai hakiki ini ditanamkan oleh Rasulullah kepada umatnya dengan perintah menjalankan shalat, pelaksanaan shalat berjamaah dan hikmah-hikmah lain yang terkandung di dalam shalat berjamaah. Dan hal tersebut dimulai dari masjid.
2.      Kognitif, yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang diwujudkan dengan perintah bertasbih dan membaca Al-Qur'an serta mempelajari kandungan-kandungan ilmu di dalamnya. Dan sejak zaman Rasulullah, para sahabat dan sekarang ini para ulama melakukannya di masjid. Karena inti ilmu pengetahuan itu ada di dalam Al-Qur'an.
3.      Psikomotorik, yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis dan kompetensi kinestetis. Diwujudkan dengan berbagai kegiatan fisik di masjid dalam pelaksanaan kedua perintah-perintah di atas, juga pengembangan organisasi masjid, kegiatan fisik, rehabilitasi masjid dan pengembangan pembangunan fisik masjid memerlukan kemampuan keterampilan teknis.[2]


PENUTUP
Kesimpulan :
            Jadi pada hadits ini menerangkan bagaimana masyarakat pada zaman nabi memanfaakan masjid diantaranya, ada yang membaca Al Qur’an dan ber do’a kepada Allah SWT serta ada pula kelompok yang sedang belajar mengajar dalam ilmu pengetahuan, diantara keduanya ini mempunyai kebaikan masing-masing.
Maka dari itu kita sebagai seorang  yang Alhamdulillah diberi ilmu oleh Allah maka kita harus bisa memanfaatkan masjid sebaik-baiknya, jangan sampai masjid itu hanya sebagai tempat yang sacral yang hanya di gunakan untuk beribadah kewajiban saja, buatlah masjid itu menjadi bagian dari masyarakat, yang dapat menunjukkan bagaimana sifat dari warga nya.







DAFTAR PUSTAKA
·         Mursi, Muhammad said, tokoh-tokoh besar islam sepanjang sejarah, (Jakarta: Pustaka Al Kautsar) 2007
·         Sidi Gazalba, Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Pustaka Antara) 1971.


[1] Mursi, Muhammad said, tokoh-tokoh besar islam sepanjang sejarah, (Jakarta: Pustaka Al Kautsar,2007)
[2] Sidi Gazalba, Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Pustaka
Antara, 1971).

23 komentar:

  1. NAMA : SAEFURRAHMAN WAHID
    NIM : 2021110161
    KELAS : D
    menurut anda benar bahwa masjid adalah fungsi tempat ilmu pengatahuan..? tpi menurut q bahwa zaman sekarng kan kalangan kaum remaja, itu bkan na msjid itu fungsi untuk tempat ilmu pengetahuan tpi mlah untuk tmpat cari perhatian dari orang lain.. mohon sarannya.....

    BalasHapus
  2. NAMA: IFADA ROUDHOTUL CHUSNA
    NIM:2021110173
    KELAS:D


    salah satu fungsi masjid kan untuk belajar mengajar menurut makalah diatas,bagaimana untuk kaum perempuan yang sedang udzur? padahal kan kaum perempuan yang sedang udzur tidak boleh mendekati masjid.

    BalasHapus
  3. NAMA:ASMAUL FAUZIAH
    NIM: 2021110165
    KELAS:D

    Fungsi masjid tidak hanya untuk sholat tetapi bisa untuk kegiatan positif lainya, tetapi apakah kegiatan positif tersebut tidak akan menganggu seseorang yang sedang beribadah?

    BalasHapus
  4. Nama : Sri Dianah
    NIM : 202 111 0171
    Kelas : D

    Dalam makalah Anda ada pernyataan bahwa "masjid ibarat ruhnya atau qolbunya pendidikan". Dapatkah dijelaskan lebih rinci mengenai pernyataan tersebut?

    BalasHapus
  5. Nama : Taufiq Kurniawan
    NIM : 2021110181
    Kelas: D
    Pertanyaan:
    masjid memang bukan hanya tempat beribadah semat,,
    tetap ketika melakukan kegiatan yang positif, misalnya sedang ngaji, tetapi ketika ditengah2 kegiatan mengaji tersebut bertepatan dengan dengan wktu solat,, yang manakah yang harus didahulukan??
    mengaji diteruskan, atau solat didahulukan??
    mohon keterangannya,
    terimakasih

    BalasHapus
  6. nama:M.NurSalam
    nim:2021110182
    kelas:D

    Bagaimana implementasi hadits tersebut berkenaan dengan fungsi masjid pada saat sekarang ini?

    BalasHapus
  7. Nama:Muhammad Iqbal Majdi
    Nim :2021110170
    Kelas:D
    Bolehkah kita Mendiskusikan masalah duniawi di dalam masjid?, misalnya masjid digunakan untuk Kegiatan belajar mengajar bahasa inggris?, mohon penjelasannya?

    BalasHapus
  8. NAMA : WINOTO
    NIM : 202109194
    KELAS : D
    setelah saya mempelajari seluruh isi makalah saudara, saya berkesimpulan bahwa melalui makalah ini saudara ingin menjelaskan fungsi hakiki masjid yang kebanyakan masyarakat hanya menganut masjid sebagai tempat beribadah sementara sebenarnya masjid juga berfungsi untuk sharing ilmu. kiranya akan lebih baik lagi jika saudara menjelaskan lebih terperinci bagaimana mengubah pandangan masyarakat sekarang dan bagaimana caranya menyemarakannya atau meramaikan masjid dalam konteks yang benar. tolong ditanggapi. terimakasih.

    BalasHapus
  9. NAMA : SUMANTRI
    KELAS: D
    NIM : 2021110168
    Memang benar masjid itu tempat beribadah dan juga sangat baik untuk kegiatan yang berkaitan dengan ilmu sebagaimana hadist diatas, tapi umpamanya ada sebagian orang yang mencari penghidupan ekonomi dihalaman pas depan masjid, misalkan berdagang. apakah hal ini diperbolehkan dalam syariat islam..?karena tujuanyakan mencari dunia dan hal ini juga bisa menggangu kekhusy'an sholat? tolong jelaskan

    BalasHapus
  10. NAMA : RUSDIYANI SUKMAWAT
    NIM : 2021110175
    KELAS : D
    Mengapa pada zaman rasul proses belajar mengajar dilakukan di masjid???

    BalasHapus
  11. NAMA : RUSDIYANI SUKMAWATI
    NIM : 2021110175
    KELAS : D

    Mengapa pada zaman rasul, proses belajar mengajar dilakukan di Masjid???

    BalasHapus
  12. NAMA : DEWI SOFIANA
    NIM : 2021110143
    KELAS : D
    dalam nama2 tmpat ibadah untuk umat islam itu bukan masjid sja, akan ttpi ada surau trus mshla, dlam hal ini apkah fungsinya sma,dan apa ada perbdaannya dlam hal fngsi klau ada tlong jlaskan..???

    BalasHapus
  13. NAMA : MAELA RISQIYANI
    NIM : 2021110144
    KELAS : D
    masjid adalh untuk tmpat beribdah umat islam, dan rumah allah ya nayata, yang jadi pertanyaan saya, fungsi dri masjid sndri itu apa...???

    BalasHapus
  14. Assalamualaikum wr.wb
    NAMA : IMAN NUGROHO
    NIM :2021110184
    KELAS : D
    mohon pencerahan,,,,
    1. Apakah fadilah nan faedah masjid,,,, dan apa perbendaanya dengan musola dalam bidang keutamaan.
    semoga sahabat ku bisa kaya nan shaleh sehingga bisa bangun masjid amin amin amin mohon pecerahan...

    BalasHapus
  15. NAMA : DINA LUTHFIANA
    KELAS : D
    NIM: 2021110143
    jelaskan menrut anda maksud dari baitullah dan masjid, apakah sma artinya keduanya itu....????

    BalasHapus
  16. Nama :M.Lendra
    NIM : 2021110299
    Kelas : G
    apakah masjid masih relevan digunakan sebagai tempat pembelajaran, sementara sang Imam/Pengurus masjid belum tentu mengetahui proses pembelajaran yang sesuai dengan era modernisasi, Sang Imam terkadang hanya menguasai bidang agama saja dan pengajarannyapun secara tradisional (pengajian kitab), berikan tanggapan anda !!!!!!!!

    BalasHapus
  17. Nama : Ali mubarok
    Nim : 2021110145
    Kelas : D
    Jawaban dari komentar teman-teman. Bila ada kekurangan tolong bisa dilengkapi oleh teman-teman yang lain karena ini forum kita bersama untuk menuntut ilmu, karena media ilmu itu tidak hanya sebuah tatap muka semata, sebelumnya terima kasih atas koment nya.
    ANSWER
    1. Wahid (0161)
    Ya bisa dikatakan masjid sebagai tempat ilmu pengetahuan karena pada zaman dahulu banyak orang yang rela tidur diserambi masjid, untuk bisa melakukan ibadah dan mendengarkan khutbah nabi.
    Untuk anak muda sekarang mungkin bisa diktakan banyak yg sperti itu, namun semuanya dikembalikan pada niat awal, dan pahala nanti yg didapat disesuaikan dengan niat awal. Jika karena sesuatu maka Allah kan mencegah do’a mereka dan bila hanya karena Allah saja maka Allah akan member yang setimpal sesuai dengan kapasitas yang engkau miliki.
    2. Ifada (0173)
    Tetap tidak boleh karena untuk melewati serambi masjid saja sudah dilarang, jadi untuk belajar bisa dirumah sendiri ataupun mendengarkan pengajian nya saja dirumah tanpa harus mendatangi dimasjid jika dalam kegiatan itu menggunakan pengeras suara.
    3. Taufiq (0181)
    Pada hakikatnya jika ada suara adzan maka berhentilah segala macam urusan duniamu untuk mendengar kan suara adzan itu, jadi menrut saya kita berhentikan pengjaran itu dan kita melaksanakn shalat berjamaah jika itu di dalam masjid namun jka di dalam kelas maka bisa dengan hanya berhenti ketika adzan,
    4. Asmaul (0165)
    Menurut saya tidak selama jika waktu ibadah jama’ah kita berhentikan untuk mengikuti shalat, dan dilanjut setelahnya, karena dalam hadits ini juga ada dua kelompok yang melakukan kegiatn namun keduanya tidak mengganggu satu sama lain.
    5. Sri dianah (0171)
    Karena pada hakikat nya keadaan masjid itu menandakan bagaimana masyarakat itu sebagai contoh jika masjid keadaanya sepi tidak ada kegiatan yang bisa dibilang rutin maka bisa jadi penduduk di situ kurang mengrtti tentang syari’at islam, semakin ramai kegiatan di masjid maka akan semakin kuat juga keimanan dari warga sekitar masjid itu, walau mungkin masih ada salah satu yang kurang dalam pengetahuan islam.

    BalasHapus
  18. 6. Salam (0182)
    Tentang menggunakan masjid sebagai tempat ilmu penegtahuan, aplikasinya pada zaman sekarang bisa dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat seperti nariyahan, marhabanan, jika maslah ilmu nya bisa dengan kultum setiap ba’da sholat shubuh, dan ba’sul masa’il dengan mendatangkan kiai ataupun ustad dari masjid itu sendiri.
    7. Iqbal (0170) dan sumantri (0168)
    Mnurt saya jika hanya sebuah pelajaran yang bisa dikatakan bukan pelajaran islam, namun pada hakikatnya semua ilmu itu berasal dari Allah maka masih di perbolehkan, lain halnya dengan orang yang berjualan di area masjid dan mengganggu orang yang sedang melaksanakan ibadah maka itu dilarang kerena pada hadits disampaikan berhamburanlah engkau setelah shlat untuk mencari dunia jadi jangan jadikan tempat masjid itu untuk berbicara mengenai ekonomi.
    8. Winoto (9194)
    Pandangan masyarakat tentang fungsi masjid dengan cara meramaikan penggunaan masjid tanpa membatasi orang yang akan mengikuti kegiatan itu maksudnya tidak dibatasi antara orang tua remaja anak-anak mereka mempunyai hak yang sama untuk mengikuti, jadi masyarakat merasa ada andil dalam keramaian masjd itu, bisa dengan membuka TPQ disamping masjid dan pengurus nya seluruh dari masyarakat itu.
    9. Sukma (0175)
    Karena pada zaman itu belum ada pembangunan madrasah, dan islam pun baru tumbuh maka masjid itupun menjadi tempat belajar dan penyebaran islam setelah penyebaran dengan cara sembunyi-sembunyi.
    10. Shofiana (0153)
    Perbedaan mushola surau dan Masjid menurt saya keagungan nya sebab di masjid di sunahkan shalat takhiyatal masjid sebelum duduk di dalam masjid namu di surau dan mushola tidak demikian.
    11. Maela (0144)
    Fungsi yang melekat pada masjid ialah sebuah tempat ibadah Kita kepada Allah, namun ibadah itu tidak hanya sholat lima waktu kita saja, berarti kita bisa menggunkan masjid itu selain ibadah lima waktu , seperti yang telah di contohkan pada jawaban yang lainnya.
    12. Iman (0184)
    Masjid bisa menjadi keberkahan sendiri bagi warganya jika masjid digunakan sebagai tempt ibadah dan menuntut ilmu serta yang lainnya namun tidak menyalahi fungsi masjid itu sendiri, namun juga bisa menjadi dosa bagi warga sekitar jika tidak digunakan untuk shlat berjama’ah, sampai bisa dikatakan menjadi sebuah gedung tua yang tidak berfungsi maka dosalah seluruh warga di situ.

    BalasHapus
  19. 13. Dina (0143)
    Perbedaan masjid dan baitullah sesuai pada surat al imran ayat 96 yang artinya:
    “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

    Jadi bisa di simpulkan bahwa antara masjid dan baitullah tidak ada perbedaanya sama-sama untuk tempat beribadah yang menjadi pembeda pada fungsi nya bagi seluruh umat, jika baitullah untuk seluruh umat islam pasti ingin namun masjid tidak dan jika masjid diktakan baitullah boleh itu sebagai pelipur lara karena ia belum bisa ke baitullah (mekkah)

    14. Lendra (0299)
    Ya jika permaslahannya demikian maka bisa dengan memberikan penjelasan kepada pengurus ataupun bisa kita dampingi untuk melaksanakan system pengjaran yang modern itu, jangan sampai kita biarkan sang imam itu tetap berjalan ditempat dengan system yang dulu karena kita juga bagian dari masyarakat maju mundur masyarakat dalam ilmu penegtahuan kita juga ikut merasakan. Dan kita punya tanggung jawab atas itu bahkan ada yang bilang bahwa kita seorang agent of change.

    BalasHapus
  20. NAMA : ROSANTI MAHGFIROH
    NIM : 2021110160
    KELAS : D
    Bagaimana tanggapan anda mengenai fenomena masjid yang hanya di jadikan tmpat singgah ketika dalam bepergian...??? jelaskan...???

    BalasHapus
  21. nama:M.NurSalam
    nim:2021110182
    kls:D
    Terus gimana menurut pndapat anda mengenai penggunaan masjid untuk kultum ataupun bahtsul masail pada zaman sekarang?

    BalasHapus
  22. Nama : selly monika
    kls : D
    NIM : 2021110179

    pertanyaan,
    pengembangan pembangunan fisik masjid memerlukan kemampuan keterampilan teknis. mohon dijelaskan apa saja kemampuan keterampilan teknis itu!

    BalasHapus
  23. Nama : Eko Riski Hidayat
    Nim : 2021110318

    Mengapa manusia itu dikatakan mahluk yang sempurna.

    BalasHapus