zzz

Rabu, 22 Februari 2012

kelas E makalah 2 : Meningkatkan Fungsi Masjid sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan



MAKALAH
Meningkatkan Fungsi Masjid sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah                            :  Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu                    :  M. Hufron Dimyati, M.S.I
                                            









Disusun Oleh:

Siti kuntari                              : 2021110191



Kelas :   E



JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2012




BAB 1
PENDAHULUAN
                                                                                                  
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa memberi kenikmatan islam, iman, dan ihsan serta nikmat kesehatan dan kesempatan. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Pendidikan itu ada dua jenis yaitu pendidikan formal dan non formal. Salah satu pendidikan non formal ialah masjid. Yang mana dalam makalah ini akan di bahas mengenai cara meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Masjid adalah tempat ibadah. Ia mengandung makna puncak ketundukan seorang hamba dihadapan Allah. Mulaـmula Rasulullah membangun masjid dengan tujuan agar menjadi pusat kekuatan yang mengaliri urat nadi negara islam yang baru terlahir, sehingga menjadi tradisi yang baik bagi kaum muslimin dimasa mendatang. Dengan demikian merekapun akan menyadari kedudukan masjid dan perannya yang amat penting bagi perkembangan sejarah umat islam.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    MATERI HADITS


عن عبد الله بن عمر و قا ل: خر ج ر سو ل الله صلى الله علىه و سلم ذ ا ت يوم من بعض حجر ه فد خل المسجد  فإ ذ ا هو بحلقتين إ حد ا هما يقرءون القران ويد عو ن الله والأخرى يتعلمو ن و يعلم و ن فقا ل النبي صلى الله  عليه وسلم كل على خير هوء لاء يقرءون القران و يدعون الله فإن شاء أعطا هم و إن شاء منعهم وهؤلاء يتعلمون وإنما بعثت معلما فجلسس معهم.
(رواه ابن ماجه فى السنن, كتاب المقدمة, باب فضل العلماء والحث على طلب العلم)
                                                                                         
B.     TERJEMAHAN HADITS  
Artinya :
“Dari Abdullah bin Amr, dia berkata : RasulullahSAW keluar, pada suatu hari, dari salah satu kamarnya, kemudian masuk masjid. Maka tiba tiba terdapat dua kelompok pengajian: yang satunya, mereka membaca Alـqur’an dan berdo’a kepada Allah. Dan yang lainnya, mereka belajar dan mengajar Alـqur’an. Maka Nabi SAW, bersabda : “ setiap mereka adalah dalam kebajikan. Mereka ini membaca Alـ qur’an dan berdo’a kepada Allah, maka jika menghendaki, Allah akan memberi mereka. Dan bila menghendaki, Allah tidak memberikan mereka. Sedangkan mereka ini adalah belajar dan mengajarkan Al qur’an. Dan hanya saja aku adalah diutus sebagai orang yang mengajarkan. Kemudian beliau duduk bersama mereka “.[1]



                                                                                             
C.    MUFRODAT
Pada suatu hari
م يو ت ا ذ
Dari salah satu kamarnya
 ه حجر بغض من
Dua kelompok pengajian
بحلقتين
Yang satunya
هما ا حد إ
Lainnya
ى خر الأ
Setiap
كل
Kebajikan
خير
Maka jika menghendaki
ء شا ن فإ
Aku diutus
بعثت
Mengajarkan
معلم

D.    BIOGRAFI PERAWI
Dia adalah seorang dari abdillah yang ahli fiqh. Ia memeluk agama islam sebelum ayahnya, kemudian hijrah sebelum penaklukan mekah. Abdullah seorang ahli ibadah yang zuhud, banyak berpuasa dan shalat, sambil menekuni hadits Rasulullah. Jumlah hadits yang ia riwayatkan mencapai 700 buah. Sesudah mendapat izin Nabi SAW untuk menulis, ia mencatat hadits yang didengarnya dari Nabi.
Abdullah bin Amr meriwayatkan hadits dari Umar, Abu Darda', Mu’adz bin Jalal, Abdurrahman bin Auf, dan beberapa yang lain. Sanad paling shahih yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya Abdullah. Abdullah bin Amr wafat pada tahun 43 H, pada malam pengepungan Al Fusthath.[2]
E.     KETERANGAN HADITS
Hadits ini menerangkan bahwa  pada suatu hari ketika Rasulullah masuk masjid, di sana terdapat dua kelompok. Yang mana kelompok satunya sedang membaca Alـqur’an dan berdo’a kepada Allah, dan yang lainnya belajar dan mengajar Alـqur’an. Dari sini terlihat bahwasannya fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, akan tetapi masjid juga dapat  menjadi salah satu pendidikan non formal. Dari masjid, umat islam menerima pelajaran tentang agama seperti membaca Alـqur’an, dan dari masjid pula terlahir para pemimpin dan orang orang saleh. Tentunya, setelah mereka mengenyam pendidikan Alـqur’an dan ajaran dari manusia terbaik yaitu Nabi Muhammad SAW.
AlـAbdi dalam bukunya AlـMadakhi menyatakan bahwa masjid merupakan tempat terbaik untuk kegiatan pendidikan. Dengan menjadikan lembaga pendidikan dalam masjid, akan terlihat hidupnya sunnah ـ sunnah islam, menghilangkan bid’ah ـ bid’ah, menghilangkan stratifikasi rasa dan status ekonomi dalam pendidikan. Menjadikan masjid sebagai lembaga alternatif pengembangan pendidikan islam, karena masjid secara tegas dapat berimplikasi sebagai tempat pendidikan sebagaimana pendidikan kata Abdurrahman An ـ Nahlawi yaitu :
a)      Mendidik anak untuk tetap beribadah kepada Allah SWT.
b)      Menanamkan rasa cinta kepada ilmu pengetahuan, dan menanamkan solidaritas sosial, serta menyadarkan hak ـ haknya dan kewajiban ـ kewajibannya sebagai insan pribadi, sosial dan warga negara.
c)      Memberikan rasa ketentraman, kekuatan dan kemakmuran potensial potensial dan ruhani manusia melalui pendidikan kesabaran, keberanian, kesadaran, perenungan, optimisme, dan mengadakan penelitian.[3]
Untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan, diharapkan adanya institusi masjid yang ideal, yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1.      Ruang yang dikhususkan untuk shalat hendaknya beralas (karpet), dilengkapi dengan pengeras suara, mempunyai perpustakaan dengan sejumlah literatur keislaman yang memadai dari berbagai sumber, serta dilengkapi pula dengan alat komunikasi.
2.      Ada tempat khusus bagi wanita untuk shalat dan mendengarkan pelajaran dimasjid, sehingga mereka tidak berbaur dengan kaum lelaki.
3.      Tersedia aula untuk pertemuan para pemikir guna merundingkan kendala yang dihadapi oleh masjid berikut persoalan jamaah masjid.
4.      Adanya unit pengobatan, paling tidak untuk memberikan pertolongan pertama.[4]
Ada beberapa catatan terhadap orang yang bertanggung jawab atas aktivitas masjid:
a.       Sesorang yang bertanggung jawab atas aktivitas dakwah di masjid harus orang yang ahli dan menguasai bidangnya. Disamping itu juga, dia memiliki motivasi untuk berkhidmat pada umat dan agama. Dia memiliki logika yang jernih, piawai dalam berbicara, dan berdialog. Dia juga mempunyai jiwa yang toleran, wawasan yang luas, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi sesama.
b.      Orang orang yang mengemban misi dakwah di masjid perlu mendapatkan dukungan sosial ataupun ekonomi demi kebaikan dan pendidikan masyarakat.
c.       Perlu diadakan seminar yang mempertemukan para pengemban misi masjid dengan para ulama untuk bertukar pandang demi kelurusan dakwah islam.[5]
Kegiatan yang terprogram dan dilaksanakan sesuai dengan rencana, insyaalah akan berhasil.
F.     ASPEK TARBAWI
               
Ø  Dapat mempererat tali persaudaraan antar umat islam.
Ø  Mendidik anak untuk tetap beribadah kepada Allah SWT.
Ø  Menanamkan rasa cinta kepada ilmu pengetahuan, dan menanamkan solidaritas sosial.
Ø  Memberikan rasa ketentraman dan ketenangan dalam diri sendiri.






BAB III
PENUTUP
            Kesimpulan:
            Dari hadits tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi masjid itu tidak hanya sebagai tempat ibadah, akan tetapi juga dapat dijadikan sebagai tempat pendidikan non formal untuk meningkatkan  pusat ilmu pengetahuan. Dari masjid, umat islam menerima pelajaran tentang agama seperti membaca Alـqur’an, dan dari masjid pula terlahir para pemimpin dan orang orang saleh. Tentunya, setelah mereka mengenyam pendidikan Alـqur’an dan ajaran dari manusia terbaik yaitu Nabi Muhammad SAW.
ASPEK TARBAWI :          
Ø  Dapat mempererat tali persaudaraan antar umat islam.
Ø  Mendidik anak untuk tetap beribadah kepada Allah SWT.
Ø  Menanamkan rasa cinta kepada ilmu pengetahuan, dan menanamkan solidaritas sosial.
Ø  Memberikan rasa ketentraman dan ketenangan dalam diri sendiri.

            Demikianlah makalah yang dapat saya susun, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Saya selaku penulis memohon maaf apabila dalam makalah ini masih banyak kekurangan, serta apabila ada kesalahan dalam penulisannya.






DAFTAR PUSTAKA

Ath Thayyar Abdullah, 2006. Ensiklopedia Shalat. Jakarta: Maghfiroh Pustaka.
Asـshalih Subhi, 2009. Membahas Ilmuـilmu Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Shonhaji Abdullah, dkk, 1992. Tarjamah Sunan Ibnu Majah, Jilid 1. Semarang: CV Asy Syifa’.
 Yasin A. Fatah, 2008. Dimensi ـdimensi Pendidikan Islam. Yogyakarta: UIN Malang Press.



[1] Abdullah Shonhaji dkk, Tarjamah Sunan Ibnu Majah Jilid I, ( Semarang: CV Asy Syifa’, 1992 ), Hlm. 187
[2]  Subhi As Shalih, Membahas Ilmu Ilmu Hadits, ( Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009), Hlm. 345.
[3] A. Fatah Yasin, Dimensi dimensi Pendidikan Islam, ( Yogyakarta: UIN Malang Press, 2008 ), Hlm. 236.
[4] Abdullah Ath Thayyar, Ensiklopedia Shalat, ( Jakarta: Maghfiroh Pustaka, 2006 ), Hlm. 362.
[5] Ibid, Hlm.363.

32 komentar:

  1. nama: maela risqiyani
    nim: 2021110144
    kls: D

    1. bagaimana hukumnya apabila ada sebuah makam didalam masjid???sedangkan makam tsb merupakan makam waliyullah sehingga ramai dikunjungi oleh para peziarah...
    2. diskusi apa saja yang boleh dilakukan didalam masjid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama: siti kuntari
      nim: 2021110191
      kelas: E
      hukum makam didalam masjid itu tidak apa-apa, asalkan ketika kita sholat kita tidak menghadap ke arah makam tersebut.
      diskusi yang boleh dilakukan didalam masjid itu tidak hanya membahas persoalan iman dan ibadah saja, akan tetapi mencakup semua persoalan ciptaan Tuhan dimuka bumi ini dan proses kehidupan manusia dunia dan akhirat.

      Hapus
  2. ANI MAFTUCHAH KLS E (2021110201)
    Jk dikatakan masjid adalah pusat ilmu pengetahuan menurut pemakalah pengetahuan apasajakah itu?

    BalasHapus
  3. ELY MUSTAGHFIROH KLS E 2021110204 Masjid sekarang disalah gunakan fungsinya tidak sebagai ibadah saja tp juga sebagai tempat istiraahat / tongkrongan. bgaimana pemakalah menyikapi hal itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama: siti kuntari
      kelas: E
      nim: 2021110191
      menurut saya boleh-boleh saja, tetapi istirahatnya itu bukan didalam masjid akan tetapi diserambi masjidnya, karena biasanya orang yang beristirahat itu tidak hanya sekedar nongkrong saja, akan tetapi tujuannya yang utama yaitu untuk sholat, kemudian sejenak istirahat untuk menghilangkan rasa lelah atas aktivitas-aktivitas yang mereka jalani.

      Hapus
  4. Nama: setyoningsih
    Nim: 2021110163
    Kelas: D
    bagaimana pendapat anda jika di dalam masjid bertepuk tangan? sedangkan tepuk tangan ini masih termasuk proses pembelajaran pada anak ( TPQ ). sebagai media penyemangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama: siti kuntari
      kelas: E
      nim : 2021110191
      menurut saya tepuk tangan disaat proses pembelajaran itu tidak apa-apa, apalagi itu dilakukan sebagai media penyemangat anak-anak yang sedang belajar, dengan catatan tepuk tangan itu tidak berlebihan atau masih dalam batas kewajaran.

      Hapus
  5. SRI SETIANINGRUM (2021110209)
    1. Bagaimana hukum orang yang tidur dimasjid?
    2. Jika dimasjid ada tempat tidur pengurus masjid atau takmir masjid, dan orang itu miliki keluarga, dan melakukan hubungan sexsual (dengan istrisnya sendiri) apa hukumnya jika dilakukan hubungan tersebut apakah halal atau haram?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama: siti kuntari
      kelas: E
      Nim: 2021110191
      tidur di dalam masjid itu tidak boleh, yang boleh itu di serambi masjidnya itu juga tidak boleh sampai terlelap nyenyak.
      mengenai hukum melakukan hubungan seksual dimasjid itu pada dasarnya tidak dibenarkan karena masjid merupakan sebaik-baiknya tempat untuk melakukan ibadah. untuk pengurus masjid sebainya tidak melakukan hal tersebut, biasanya pengurus masjid yang telah berkeluarga itu telah disediakan bangunan untuk tempat tinggal di sekitar masjid.

      Hapus
  6. AF'IDATUN NISA'[2021110199] kls E
    Wanita yang sedang haid dilarang masuk masjid,lalu bagaimana hukumnya jika wanita yang sedang haid itu ingin belajar ilmu pengetahuan di masjid,boleh atau tidak?

    BalasHapus
  7. Kurnia Hidayati
    202 111 0206
    Kelas E

    Menurut pendapat anda, apakah fungsi masjid yang diharapkan pada masa modern ini sudah terlaksana? Sedangkan sekarang telah menjamur berbagai lembaga pendidikan seperti madrasah.

    BalasHapus
  8. Indah Rediana
    202 111 0206
    Kelas E

    Pada masa Rasulullah, keberadaan masjid selain sebagai tempat beribadah dan pusat ilmu pengetahuan sangat populer. Lantas bagaimana upaya anda sebagai mahasiswa STAIN untuk meningkatkan kembali eksistensi masjid?

    BalasHapus
  9. Muhtadib (2021110197) kelas E

    bagaimana menurut pemakalah cara memberikan dukungan sosial ataupun ekonomi demi kebaikan dan pendidikan masyarakat terhadap orang - orang yang mengemban misi dakwah di masjid ?

    BalasHapus
  10. RIZKI AMALIA R
    2021110213 KELAS E

    Menurut anda, apakah masjid juga bisa dijadikan sebagai pusat kajian ilmu selain ilmu yang berkaitan dengan ilmu agama di era globlalisasi seperti sekarang ini????

    BalasHapus
  11. Laili masrukhah
    2021110193
    kelas E
    apa pengaruh proses pendidikan di masjid terhadap perkembangan ilmu pengetahuan?

    BalasHapus
  12. Naelal khusna
    2021110222
    kelas E
    bagaimana peranan dan fungsi masjid untuk perkembangan pendidikan di zaman sekarang ini?

    BalasHapus
  13. Uswatun khasanah
    2021110210
    kelas E
    menurut anda apakah masjid di lingkungan anda (pemakalah)sudah menjadi masjid yang ideal sebagai pusat ilmu pengetahuan?

    BalasHapus
  14. Fitriana Musofa
    2021110189
    kelas E
    bagaimana caranya menjadikan masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan pada zaman sekarang? jika hanya sekedar pergi ke masjid untuk melakukan sholat jama'ahpumn banyak yang merasa enggan?

    BalasHapus
  15. Kartika anggun pratiwi
    2021110190
    kelas E
    pada zaman sekarang yang berperan di masjid-masjid kebanyakan yang adzan, yang jama'ah, dan yang merawat masjid adalah orang tua atau lanjut usia, bagaiamana memotivasi para remaja muslim agar gemar ke masjid?dan berperan dalam masjid?

    BalasHapus
  16. Hammydiati Azifa L I
    2021110208
    Kelas E
    Apa pendapat anda jika masjid pada awal pembangunannya menggunakan dana yang bisa dikatakan 'Haram'?,bagaimana hukum dari masjid itu sendiri dan proses pendidikan ataupun keagamaan dimasjid?

    BalasHapus
  17. Akromurijal
    2021110234
    Kelas E
    Apa saja kendala dalam upaya meningkatkan fungsi masjid?, Lalu berikan solusinya!

    BalasHapus
  18. NITA EVIANA
    20211102
    KELAS E

    menurut anda, bagaimana agar pendidikan di masjid itu berjalan dengan baik dan lancar?

    BalasHapus
  19. Fina Atiqotul Maula
    2021110200
    E

    biasanya untuk pengajian yang diadakan di Masjid itu hanya dihadiri oleh orang tua saja.
    bagaimanakah caranya agar pengajian tersebut dapat dihadiri oleh smua golongan?????????
    agar fungsi dari Masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan itu benar-benar dapat terwujjud untuk semua golongan.

    BalasHapus
  20. nama : salafudin
    nim : 2021110207
    kelas: e

    menurut anda apakah dengan adanya TPQ itu dapat mengganti fungsi masjid sebagai lembaga pendidikan non formal?? lebih baik mana pendidikan al-qur'an itu dilaksanakan apakah dimasjid atau di TPQ

    BalasHapus
  21. nama : bagus yudistira
    nim : 2021110214
    kelas: e

    pada zaman sekarang ini apakah masjid dapat diakatakan masih cukup efektif untuk membarikan pendidikan non-formal, sedangkan sekarang ini banyak lembaga2 pendidikan baik formal atau non formal.

    BalasHapus
  22. Indah Rediana
    202 111 0205
    Kelas E

    Pada masa Rasulullah, keberadaan masjid selain sebagai tempat beribadah dan pusat ilmu pengetahuan sangat populer. Lantas bagaimana upaya anda sebagai mahasiswa STAIN untuk meningkatkan kembali eksistensi masjid?

    BalasHapus
  23. Nama :Ekawati
    NIM :202111023
    Kelas :E

    Bagaimana jika masjid tersebut belum berjalan sebagaimana fungsinya yaitu sebagai pusat ilmu pengetahuan?

    BalasHapus
  24. nama: dewi riska khodijah
    kelas: E
    nim:2021110219

    sebagai mahasiswa stain, kontribusi apa yang akan anda lakukan untuk meningkatkan fungsi masji didaerah anda?

    BalasHapus
  25. siti kuntari
    2021110191
    menjawab pertanyaan dari maila rizkiani(2021110144)sekaligus ani maaftuchah(2021110201)mengenai diskusi yang diperbolehkan di masjid pengetahuan yang tidak hanya membahas seputar persoalan iman dan ibadah saja tapi mencakup semua persoalan penciptaan Tuhan di muka bumi dan proses kehidupan manusia di dunia dan akhirat.terima kasih

    BalasHapus
  26. siti kuntari
    2021110191
    menjawab pertanyaan dari Setyaningsih (202111163)
    menurut saya tepuk tangan disaat proses pembelajaran itu tidak apa-apa, apalagi itu dilakukan untuk menyemangati anak-anak yang sedang belajar, dengan catatan tepuk tangan itu t5idak berlebihan atau masih dalam batas kewajaran.

    BalasHapus
  27. siti kuntari
    2021110191
    menjawab dari pertanyaan muhtadin (2021110197)
    dengan cara adanya dukungan dari masyarakat sekitar berupa bantuan dana ataupun tenaga untuk memenuhi kebutuhan apa saja yang diperlukan demi kelancaran acara atau kegiatan tersebut yang sebelumnya telah dirancang atau direncana agar dapat terwujud sesuai dengan tujuannya.

    BalasHapus
  28. akmal maulana
    202109395
    E
    bagaimana menurut pendapatnya njenengan apabila dimasjid itu terdapat peninggalan bersejarah dan dijadikan sebagai wisata atau tempat berkunjung ????

    BalasHapus